
sudah hampir dua minggu Feng Lin tinggal di tempat persembunyiannya. selama itu pula Feng Lin selalu mencari informasi tentang dirinya di luar sana.
namun, semakin dia mencaritahu semakin ada yang janggal disini. Jin Yi perempuan itu tak melakukan pergerakan. tidak ada berita yang mendengarkan bahwa Feng Lin menghilang. perempuan itu cukup tenang dengan kehilangan Feng Lin. seperti anaknya untuk saat ini bukanlah apa-apa.
"Feng Lin Dage.....!!!."panggilan Xie Na membuyarkan pikiran Feng Lin.
"iyah ada apa Xie Na?!."tanya Feng Lin bingung.
"dage sebenarnya kau sedang memikirkan apa sampai-sampai kau tidak mendengar panggilanku?!."tanya Xie Na cukup khawatir. masalahnya beberapa hari ini prianya selalu kedapatan sedang melamun.
"tidak ada?!."Feng Lin segera menggelengkan kepalanya."hanya saja aku memikirkan untuk mengundur lebih lama kepulangan kita."
"kau bilang mengundur?!."tiba-tiba sebuah intrufsi mengundang perhatian Xie Na dan Feng Lin.
"sebenarnya aku ingin bilang kalau mama dan Mei Yin datang."jelas Xie Na dengan suara pelannya.
suara pelatuk hak terdengar menghampiri Feng Lin dan Xie Na. Jin Yi terlihat begitu marah terlihat dari tatapan tajam yang Wanita itu berikan.
"Xie Na bisa tinggalkan kita berdua dulu?!."tanya Jin Yi lebih seperti perintah.
melihat kemarahan dari Jin Yi membuat Xie Na ragu untuk meninggalkan Feng Lin berdua dengannya. bagaimanapun Xie Na juga ikut andil dalam masalah ini.
"kau tidak mendengar itu?!."tanya Jin Yi penuh penekanan.
"tapi...., mama......."Xie Na menatap Jin Yi ragu.
tiba-tiba dia merasakan lengannya di pegang."tidak apa-apa sebaiknya kau pergi sepertinya kita harus berbicara berdua."
"hmmmm, baiklah aku pergi dulu."Xie Na berbalik meninggalkan Jin Yi dan Feng Lin berdua. semoga saja tidak ada apa-apa. semoaga saja kemarahan yang Jin Yi lihatkan tidak berdampak buruk pada Feng Lin.
"apa kau sudah merasa besar?!."tanya Jin Yi dengan penuh penekanan.
Feng Lin menarik sudut bibirnya. "aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan!!."
"heh....."Jin Yi menatap Feng Lin sinis. "jangan berpura-pura bodoh. aku tahu apa yang selama ini kau lakukan!!!."
"sedari awal aku cukup ragu mengikuti saranmu. karena pada akhirnya kau aka jatuh pada wanita itu."
"sadar Feng Lin dia bukan Lee Anna yang ada dalam masa lalumu. perempuan itu sudah mati dan tidak akan kembali!!!."tekan Jin Yi menjelaskan.
"dia sudah mati dan tugasmu sekarang adalah membalas dendam mu papa Ruby. pria itu yang sudah membuat kau kehilangan Lee Anna."
"sebaiknya kau melakukannya dengan benar!!!."peringat Jin Yi.
Feng Lin lagi-lagi di buat tersenyum dengan sinis. dia menatap Jin Yi dengan tatapan penuh cibiran. "hanya itu yang kau khawatirkan?!."
"ku kira yang paling kau khawatirkan sekarang adalah aku."Feng Lin menarik sudut bibirnya. "kau takutkan karena aku dan Xie Na masih hidup. maka dari itu kau datang sekarang."
Jin Yi di buat bungkam dengan pernyataan yang Feng Lin berikan. hingga berikutnya sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Feng Lin. "kau sungguh kurang ajar!!!."
"bagaimana bisa kau berpikir seperti itu!!!." napas Jin Yi naik turun karena emosinya. "aku ibumu Feng Lin!!!."
"aku tidak melakukan kecelakaan itu!!!. kau tau dengan susah payah aku mencarimu hingga menemukan tempat ini!!!."jelas Jin Yi penuh penekanan.
"bagaimana kau tau jika aku mengalami kecelakaan?!."tanya Feng Lin dengan tatapan tajamnya.
"aku tidak menceritakannya padamu dan lagi pula tidak ada berita yang memberitakan tentang kecelakaanku."Feng Lin berjalan mendekat pada Jin Yi. "ku dengar bahkan bukti kecelakaan sudah di bersihkan tanpa sisa."
"jadi bagaimana kau tau kalau aku mengalami kecelakaan?!."tanya Feng Lin sekali lagi dengan penuh penekanan. bahkan dengan sengaja Feng Lin mencondongkan wajahnya pada Jin Yi.
"a...ku.... a...ku......"Jin Yi membuang mukanya agar tidak bertatapan dengan Feng Lin.
lalu dengan tegas dia kembali menatap Feng Lin dengan tatapan tajamnya. "aku ibu mu Feng Lin."
"kau tau manusia tidak bisa melakukan semua hal dengan sempurna. dan aku berbeda dengan manusia-manusia itu aku bisa melakukan apapun jika itu untuk menemukanmu."
Feng Lin menarik sudut bibirnya meremehkan. "kau yakin yang membersihkan semuanya adalah manusia?!."
"kau yakin tau karena mencaritahu bukan karena kau sedari awal sudah tahu karena nyatanya ini adalah ulahmu sendiri."cibir Feng Lin.
"Feng Lin!!!!!."Jin Yi akhirnya berteriak karena tidak tahan dengan sikap yang di berikan Feng Lin. "kamu anakku dan aku ibu mu bagaimana bisa kamu berkata seperti itu!!!."
Feng Lin mengepalkan tangannya kuat-kuat mendengarkan Jin Yi yang mengklaim bahwa dirinya adalah ibunya.
"ku mohon percaya dengan ibu Feng Lin. kau tau ucapan mu sungguh membuatku sakit hati."lirih Jin Yi.
Feng Lin yang sudah tidak tahan menahan amarahnya menyeret Jin Yi dia mencekal leher Jin Yi dengan jari-jarinya. dengan sengaja Feng Lin menyeret Perempuan itu sampai dia menempel ke tembok.
"berhenti menyebutkan bahwa kau adalah ibuku!!!!."teriak Feng Lin. "kau bukan ibuku kau hanya memanfaatkan ku!!!!."
"Feng Lin........"lirih Jin Yi dengan tercekat. dengan sekuat tenaga Jin Yi mencoba melepaskan cekalan Feng Lin di lehernya.
"Feng Lin apa yang kau lakukan!!!!!!."Xie Na cukup terkejut saat melihat Feng Lin mencekik Jin Yi.
dengan segera Xie Na dan Mei Yin menghampiri mereka berdua. sebisa mungkin mereka memisahkan pertikaian itu.
"mama kau tidak apa-apa?!."tanya Xie Na dengan khawatir.
Jin Yi menggelengkan kepalanya. dia menatap Feng Lin dengan tatapan sendunya."aku tidak apa-apa......"
dengan marah Xie Na menghadap pada Feng Lin. "Apa yang kau lakukan Dage?!."
"kau tau kau bisa membunuh mama!!!!."teriak Xie Na penuh amarah.
"itu memang pantas dia dapatkan!!!."tekan Feng Lin tanpa merasa bersalah.
"Feng Lin......!!!!."Xie Na makin di buat marah dengan jawaban yang di berikan Feng Lin.
"aku tidak tahu bahwa sifat aslimu adalah seperti ini!!!!."Xie Na menatap sinis pada Feng Lin.
"aku tidak tau ternyata kamu licik. kamu bersikap baik tapi sebebarnya kamulah yang lebih mengerikan!!!."
Xie Na melepaskan cincin yang ada tangannya dan membuangnya secara asal."pantas saja selama ini aku merasakan kejaggalan dalam hubungan kita. aku terlalu bodoh karena sudah menyangkal keraguanku!!!!."
"mari kita akhiri semuanya disini Feng Lin...!!!."teriak Xie Na lalu berjalan menghampiri Jin Yi.
"Xie Na apa yang kau katakan!!!!!."Feng Lin begitu terkejut dengan reaksi yang Xie Na berikan. Feng Lin ingin meraih tangan Xie Na namun dengan kasar Xie Na menghempaskannya.
"berhenti mengusikku!!!."tekan Xie Na dengan tatapan tajamnya.
Feng Lin menatap Jin Yi dan Mei Yin yang sedang tersenyum penuh kemenangan di belakang Xie Na. dengan kuat Feng Lin mengepalkan tangannya. marah sekarang hanya akan memperkeruh ke adaan. yang harus ia lakukan sekarang adalah mempertahankan Xie Na agar tidak ikut dengan mereka.
"Xie Na aku bisa menjelaskannya."lirih Feng Lin penuh permohonan.
"aku tidak tau apa yang telah kau dengar tapi percayalah hanya aku yang bisa melindungimu sekarang."jelas Feng Lin.
"cukup Feng Lin aku tidak akan bisa di bodohi olehmu lagi!!!!."ucap Xie Na penuh emosi.
"mama,Mei Yin sebaiknya kita pergi sekarang. karena kita tidak tau apa yang akan di lakukan Feng Lin!!!."aja Xie Na lalu menarik tangan Jin Yi bersamanya.
Mei Yin menarik sudut bibirnya melihat rencana yang ia lakukan kali ini berhasil."sudah ku peringati untuk tahu diri!!!."
"ucapkan selamat tinggal pada rekarnasi Lee Anna." dengan puas Mei Yin meninggalkan Feng Lin dengan emosi.
......to be countinue.............