
Ruby yang bersiap sesui perintah dari pangeran jika akan ada upacara penyambutan untuk dirinya karena akan diperkenalkan pada keluarga kerajaan.
"Leni, apa yang kau ketahui tentang aku?" tanya Ruby penasaran tentang dirinya yang dikenal masyarakat umum.
Ruby yang akan keluar dan berkenalan dengan keluarga kerajaan harus lah sesuai dengan rumor, jika tidak mereka pasti akan curiga dengan keberadaan Ruby di sana.
Jadi Ruby mulai mencari tahu bagaimana dirinya di mata orang lain, ia tidak tahu bagaimana orang memiliki penilaian tentang dirinya. Jadi Ruby butuh beberapa informasi dari Leni, agar rencananya berjalan lancar.
"Maaf putri, maksudnya seperti apa?" tanya Leni tidak mengerti dan belum paham dengan apa yang ditanyakan oleh sang Putri.
Leni yang sedang menata rambut sang Putri di hadapan cermin, melihat jika Ruby benar-benar serius dengan pertanyaan itu.
Leni yang bertugas membantu dan menyiapkan seluruh keperluan putri Ruby sebagai dayang yang dipercaya oleh Pangeran. Tentunya ia membantu Ruby bersiap karena akan menghadiri pesta.
Mendengar pertanyaan dari Putri Ruby, membuat Leni tidak mengerti maksud dari sang Putri. Ia terdiam cukup lama menundukkan kepala tak berarni menjawab lebih banya
"Saat kau belum bertemu dengan ku. Apa kau pernah mendengar berita tentang aku?" tanya Ruby lagi menjelaskan apa maksud dari pertanyaan ia.
Ruby memperhatikan Leni yang sepertinya tidak yakin dengan apa yang akan ia katakan. Karena jelas ia sadar tidak ada berita baik tentang dirinya.
"Hamba minta maaf jika sebelumnya, hamba mendengar putri memiliki penyakit dengan rupa yang buruk dan tidak bisa bertemu dengan orang luar," ucap Leni sambil menundukkan kepala takut apa yang ia katakan akan membuat Putri Ruby tersinggung.
Ruby melihat ke arah Leni yang begitu takut mengatakan semua yang ia ketahui, dayang yang lain pun sama hanya menunduk dan mendengar percakapannya dan Leni.
Melihat seisi ruangan yang tenang dalam tekanan membuat Ruby sadar jika ada suatu hal yangamh dilarang untuk di jelaskan. Kerajaan itu memang memiliki kekuasaan mutlak, tapi kasta di sana jelas terasa.
"Separah itu," kata Ruby yang mengomentari semuanya. Ia kembali menatap ke arah cermin, merasa memang rumor yang di sebarkan itu tidak benar.
Wajah yang cantik, cerita dan bahan memiliki kekuatan tersembunyi. Masih saja dianggap jelek, anti sosial dan penyakitan. Miris memang tapi mau bagaimana lagi mereka sudah terlanjur termakan gosip yang tidak benar tentang dirinya.
"Iya putri. Tapi entah kenapa sekarang putri ada di sini menjadi istri pangeran Azlan." Leni melihat sekilas ke arah Ruby yang sepertinya tidak ada kemarahan saat ia mengatakan semua. Ia takut jika karena tindakannya dia bisa saja dihukum.
Leni yang menjawab dengan gugup juga menjadi lebih tenang, ia tidak tahu jika Putri Ruby tidak seperti yang dirumorkan. Bahkan awal pertama kali Leni melayani Ruby masih mengira jika Ruby merupakan putri Alinza.
Seperti yang sudah diberitakan jika Pangeran akan menikah dengan Putri pertama dari kerajaan teratai, yaitu Putri Al insyar dan tidak ada yang tahu jika ternyata rubella yang menikah dengan pangeran
Leni yang mengetahui hal itu belum lama ini Karena Ruby yang berbicara dengan pangeran dengan membuat Reni sadar jika ruby merupakan Putri kedua dan bukanlah Putri Alisa seperti yang dilumurkan maka dari itu melihat perbedaan sikap tersebut pun membuat teknik paham jika Ruby begitu baik dan rendah hati.
Jadi Leni merasa senang dengan Ruby karena dia merupakan putri yang sehat dan ke cantiknya itu tidak bisa di bandingkan dengan Putri manapun, karena Ruby memiliki kelebihan tersendiri dengan sikap baik yang di miliki oleh Ruby.
"Itu karena Kakakku tidak mau menikah, kau kenal Putri Aliza kan," kata Ruby memberitahukan semua pada Leni, yang membuat Lebi kaget.
Hal yang Leni dengar jelas merupakan rahasia Oma bakar banyak orang yang tidak mudah mendapatkan kabar dari kerajaan tersebut titik penjagaannya sangat ketat dan juga sangat baik dalam menyebarkan kabar. Jadi jelas perkataan Ruby adalah hal yang tidak seharusnya ia dengar.
Jika ada musuh Pangeran, tentunya Ruby akan dalam masalah, tapi sepertinya semua dayang yang ada di kediaman Pangeran, juga merupakan anak buah Pangeran. Jadi mereka jelas tahu tidak akan berkhianat apalagi menyebarkan berita itu.
"Iya kenal, beliau putri yang baik hati dan cerdas begitu rumor yang hamba dengar," kata Leni menjelaskan pada Ruby, tentang siapa kakaknya yang sebenarnya dan orang-orang mengenal jika alienza merupakan Putri yang baik hati.
Walau kabar itu tidak benar tapi nomor itu sudah tersebar, hingga banyak kerajaan tetangga yang meyakini bahwa rumor itu benar.
Ruby tersenyum tipis mendengar apa yang dikatakan Leni, mereka memang tidak tahu apa saja yang dilakukan oleh alienza selama ini. hal buruk yang hampir saja membuat Ruby mati karena siksaan. Kalau bukan kekuatan misterius yang Ruby miliki mungkin ia sudah mati.
"Hanya rumor, hebat sekali Alinza, ia jahat dan tak punya hati. bagaimana bisa mereka tertipu," umpat Ruby kesal, didepan cermin dan di hadapan para dayang.
Ruby tidak memikirkan pendapat orang lain, apa yang kita lakukan memang spontan dan dia tidak harus menutupi apa yang seharusnya menjadi rahasia, tidak ada gunanya juga dia melindungi orang jahat seperti Alinza.
Jadi Ruby melakukan hal sesuka hatinya, asala ia tidak merugikan orang lain bukan masalah untuk nya dan ia tidak peduli dengan dayang yang ada di sana.
"Tapi kabarnya juga ada Dayang yang di siksa oleh putri Alinza, Dayang itu hilang tak ada jejak, esokan harinya di temukan meninggal. Jadi, jika membicarakan kejelekan putri Alinza bisa dihukum," jelas Leni yang sepertinya tahu rumah tersebut tentang Aliza yang mana memang tidak boleh membicarakan keburukannya. dan bahkan dia yang sudah terkenal begitu baik memiliki sikap lemah lembut tersebut pun sepertinya hanya sebuah kebohongan. maka dari itulah ini selama ini juga tidak percaya dengan kabar tersebut dan mencoba untuk mencari tahu tentang kerajaan teratai.
Tapi sayang tidak ada hasil karena penjagaan di sana sangat ketat. sebagai kepercayaan dari pangeran tentunya Leni bukanlah dalam biasa dia sudah melalui seleksi dan juga terpilih sebagai orang yang akan melayani Putri.
Jadi kemampuan Leni tidak perlu diragukan lagi, Ia benar-benar memihak pada pameran dengan kesetiaan yang ia miliki jelas ia melayani lebih dengan penuh tanggung jawab.
"Benar-benar mereka sangat keterlaluan," kata Ruby kesal mendengar apa yang dirumpukan, tidak ada satu kabar pun yang benar.
Tapi Ruby tidak memiliki Bukti dan tidak bisa melakukan apa-apa, hanya ada acara sambutan yang akan ia hadiri. Bagaimana nanti reaksi orang-orang, jika tahu jika Ruby merupakan putri kedua. Yang jelas semua itu jadi hal yang tidak akan dilupakan oleh Ruby.
Ruby jelas menantikan, sambutan itu. Ia jelas menunggu Pangeran menjemputnya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pangeran Azlan.
"Maaf Putri, kenapa putri begitu membenci Putri Alinza bukankah dia Kakak dari Putri?" tanya Leni yang penasaran karena mereka merupakan saudara, yang tidak mungkin membenci.
"Iya, tapi dia kakak yang kejam, bahakan aku diperlakukan buruk di keluarga itu. entah mereka keluarga aku atau bukan," jawab Ruby bercerita apa ada membuat semua dayang yang ada di sana tersentak tak percaya jika Ruby mendapatkan perlakuan buruk dari keluarganya.