
"Kenapa tidak bilang, apa aku harus bilang Pangeran Azlan dulu, ah sepertinya tidak aku langsung saja ke sana," kata Ruby memutuskan untuk langsung menemui selir Amer selain Dia merupakan ibu tirinya juga merupakan musuh yang harus diwaspadai.
Tapi dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran Azlan banyak ia tidak perlu waspada karena masih di dalam lingkup istana kerajaan jadi tentunya tidak akan melukai Ruby. Apalagi mengingat sang raja yang menyambut Ruby dengan begitu meriah, hingga membuat orang-orang pasti tahu jika sang raja mendukung ruby dan hal itu jelas membuat Amer juga harus waspada.
jadi hal itu tidak membuat rubik gentar dia pun langsung memutuskan untuk langsung menemui selir sesuai dengan permintaannya untuk minum teh bersama titik Apalagi kemarin juga lebih belum sempat mengobrol sama sekali selama di pesta. jika pada akhirnya dia harus menunjukkan sikap aslinya atau dia tidak perlu berpura-pura sehari besok kemarin. sepertinya supaya itu jadi sia-sia saat Raja sudah tahu yang sebenarnya.
bersikap untuk menunjukkan dirinya sendiri hal itu hormat rugi juga bersemangat dan juga tertarik untuk bisa bertemu dengan selir Amir, selain dia sudah tahu dari pangeran jika sudah tidak mendukung pembayaran hal itu juga membuat rupiah beserta waspada bahwa dirinya sekarang berada di kerajaan Lion dia bahkan Tak memiliki perlindungan seperti di kerajaannya sendiri Jadi ia benar-benar harus bisa membaca situasinya di mana Hal itu membuat ruby juga langsung menyetujui permintaan dari seluruh Amar karena dia menghormati sebagai ibu angkat pangeran yang tentunya juga merupakan ibu dari Putri Ruby yang hal itu juga membuat ruby langsung menyetujuinya.
"Putri tidak bilang dulu?" tanya Leni mengingat jika Pangeran sangat khawatir jika terjadi sesuatu kepada rugi tentunya. Jika dia bertemu dengan musuh maka dari itu ia harusnya bilang kepada Pangeran terlebih dahulu. Tapi sepertinya Ruby tidak berminat sama sekali untuk bilang kepada Pangeran apalagi permasalahan mereka yang juga belum tuntas.
Mereka berdua sejak sekolah juga tidak melakukan pembicaraan dengan benar, hingga saat ini mereka belum bertemu lagi hal itu juga membuat terlebih langsung memutuskan semua itu sendiri dan tidak bilang perlu terhadap pangeran. Karena menurutnya hal itu tidak butuh persetujuan dari pangeran apalagi selir ingin bertemu dengan ruby dan bukan bertemu dengan marah jadi ia tentunya yang harus memutuskan.
"Tidak, setelah selesai makan kita langsung berangkat," jawab Ruby yang mengatakan yang sebenarnya.
Ia aku langsung ingin bertemu dengan serial Amel untuk acara minum teh bersama, Ia juga ingin mengobrol dengan ibu suri Amer untuk mengetahui sebenarnya mana yang didukung.
Mendengar semua apa yang dikatakan oleh pangeran tentunya banyak orang yang harus diwaspadai, tapi jika rugi tidak menunjukkan permusuhan tentunya dia tidak akan perlu mewaspada orang-orang yang ada di sekitar dirinya.
"Baik, Putri." Leni yang tidak bisa menolak permintaan dari Ruby juga langsung menyetujuinya walaupun ia merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada Ruby.
Banyak hal yang ingin Leni lakukan tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selain harus menyetujui apa yang dikatakan oleh sang putri. Tentunya dia juga segera meninggalkan ruangan Putri setelah membantu Putri untuk bersiap-siap. Pergi untuk menyiapkan hidangan sarapan, karena merugikan menghadiri acara minum teh bersama Ratu tentunya hal itu harus benar-benar terlihat sehat.
"Aku tidak sabar ingin bertemu dengan ibu Suri Amer, Kenapa Pangeran menganggap dia berbahaya. dan aku benar-benar penasaran sebahaya apa dia," kata ruby saat itu yang berada di ruangannya sendiri. Dia sedang menunggu Leni untuk menyiapkan sarapannya. Ia pun mengilang-ngilang Bagaimana Ibu Suri Amer sambil membayangkannya.
"Aku pasti akan bisa tahu seberapa buruknya Ibu Suri Amer membenci Pangeran nanti," kata Ruby yang sudah menantikan pertemuan itu.
Leni yang benar-benar bisa diandalkan Hal itu membuat Ruby sangat puas Jika dia didandani begitu rapi dan cantik. dia juga kagum dengan kecantikan dirinya sendiri.
"Kenapa Leni lama, aku sudah tidak sabar menantikan pertemuan itu," kata Ruby yang masih menunggu karena hal-hal yang paling terasa begitu drama adalah menunggu.
Ruby yang terus memenangi dirinya yang ada di cermin, Iya benar-benar tidak punya gak bisa berada di dunia itu. Di tempat yang asing baginya dia mulai menyesuaikan diri. Kini tujuannya akan semakin dekat Jika dia bisa menyelamatkan Pangeran, tapi ia tidak memiliki hubungan baik sama sekali dengan pangeran yang mana hal itu membuat ruby sangat kesulitan.
Ruby bangkit dan berjalan ke arah pintu melihat hanya ada pengawal yang sedang berjaga ia tahu, jika Leni belum kembali dan Hal itu membuat ruby juga kembali ke dalam.
Suasana di dalam kediamannya sangat sepi apalagi setelah Pangeran tidak ada di sana, hanya ada penjaga yang berjaga di setiap sudut ruangan tapi mereka hanya diam dan juga bertugas dengan tugasnya masing-masing. Kadang rugi juga merasa kesepian meskipun di sana ramai dengan adanya pelayanan dan berjaga yang berlalu lalang.
Hal itu membuat Ruby tidak memiliki teman karena memang tak kasta di sana berbeda dan benar-benar sulit untuk bisa dilawan.
Apalagi dia yang sebagai seorang putri tentunya tidak boleh terlalu dekat dengan para pelayan, apalagi sama orang lain melihat pasti dia akan menjadi omongan banyak orang. Ia mendapatkan amanat dari raja yang benar-benar berusaha sebisa mungkin untuk tidak membuat Raja kecewa apalagi tujuannya untuk membalas dendam tentunya.
Hal itu juga berpengaruh dengan keputusan aja dari kerajaan Lion yang mana sekarang lebih berada di sana dan berusaha sebisa mungkin untuk meminta bantuan dari kerajaan lion, untuk menyerang kerajaan Teratai yang mana merupakan kerajaan dari orang tuanya sendiri.
Hal itu jelas semua terbukti terus mengingat dengan dendamnya tersebut ia benar-benar tidak bisa tenang sebelum bisa memulaskan dendamnya. tapi untuk bisa mencapai semua itu tentunya dia harus bisa mengobati Pangeran Azlan.
Karena pangeran yang merupakan putra mahkota tentunya mendapat kepercayaan tertinggi, jika sampai dia sembuh hal itu pasti akan membuat ruby juga bisa dengan mudah mendapatkan bantuan pasukan untuk bisa menyerang kerajaan teratai.
"Kenapa Leni lama sekali aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ibu Suri Amer tapi Leni belum juga kembali," keluh Rubi yang saat itu benar-benar sudah bosan menunggu lainnya ia tidak sadar jika tiba-tiba Pangeran masuk ke kediamannya bertemu dengan Ruby.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Ruby kaget melihat Pangeran Azlan datang ke kediamannya.