
seperti biasa Xie Na harus melakukan rutinitasnya sebagai mahasiswa. dia harus datang ke kelas untuk mengikuti mata kuliah yang berlangsung.
entah perasaannya saja atau memang iya. Xie Na bisa merasakan bahwa Mei Yi sedikit menghindarinya. terbukti dari Mei Yi yang selalu mempunyai alasan pergi disaat Xie Na menghampirinya. begitupun sekarang dimana Mei Yin lebih memilih untuk duduk di antara mahasiswa lainnya.
biasanya Mei Yin akan mencari tempat yang lebih kosong agar bisa duduk bersama dengan Xie Na. tapi, hari ini Mei Yin malah memilih tempat duduk yang hanya tersisa untuk dirinya dan membiarkan Xie Na mencari kursi yang lain.
"Mei Yin.........!!!."panggil Xie Na setelah mata kuliah selesai.
Mei Yin yang sedang sibuk memasukan bukunya mendongak. awalnya dia hanya menatapnya hingga detik kemudian sebuah senyuman terpatri si bibirnya.
"Xie Na maaf hari ini aku ada janji jadi aku tidak bisa berlama-lama."
belum Xie Na menyampaikan maksudnya. Mei Yin sudah memotongnya dengan sarkas. hingga Xie Na hanya bisa mengatupkan bibirnya. mungkin Mei Yin butuh waktu untuk mendinginkan pikirannya.
"okh baiklah. semoga harimu lancar Mei Yin."ucap Xie Na sambil menarik sudut bibirnya. Mei Yin mengangguk lalu berjalan meninggalkan Xie Na begitu saja.
Mata Xie Na tak bisa berhenti melihat punggung Mei Yin yang terus mengecil dan menghilang di pintu kelas. sebuah hembusan berat terdengar begitu melelahkan.
"biar bagaimanapun aku harus cepat menyelesaikannya."lirih Xie Na.
"Xie Na......!!!."tiba-tiba sebuah panggilan membuat Xie Na mendongak ke arahnya.
dahi Xie Na mengerut saat seseorang yang ia tidak kenal berjalan menghampirnya. perempuan itu tersenyum dengan lebarnya dengan tangan yang terulur pada Xie Na.
"kenalkan namaku Selly...."
"okh, aku Xie Na."Xie Na meraih tangan Selly.
"Xie Na apa kau hari ini ada waktu?!."tanyanya tanpa mengurangi senyum di bibirnya. "ada yang ingin aku bicarakan padamu."
"cukup penting sehingga aku harap kau bersedia ikut denganku sebentar."tambahnya cukup menuntut.
Xie Na di buat terdiam. hal penting apa yang membuatnya harus berbicara pada orang yang tidak ia kenal?!. apa ini ada hubungannya dengan pernikahan yang di publikasikan kemarin?!.
"hmmmmm, kalau begitu bicara disini saja."ucap Xie Na pada akhirnya.
raut Selly tiba-tiba berubah kecewa mendengar jawaban dari Xie Na. "Tapi, ini tidak bisa di bicarakan di tempat seramai ini."
Selly berjalan mendekat. perempuan itu mencondongkan kepalanya hingga bibirnya sejajar dengan telinga Xie Na.
"aku tahu kau cukup penasaran dengan kejanggalan yang terjadi dua hari ini."bisiknya dengan penuh penekanan."jangan naif Xie Na ini bukan dunia dongeng yang bisa membuatmu berubah jadi ratu dalam sehari."
Xie Na bisa mendengar dengan jelas bahwa perempuan yang ada di depannya ini berdecih. Xie Na merasakan perempuan itu menarik diri hingga kini sudah kembali berhadapan dengan Xie Na. Xie Na beringsut mundur karena terkejut dengan ekspresi Selly yang tiba-tiba berubah tajam.
hingga terhitung detik raut wajah Selly sudah kembali mengiba. "aku mohon hanya sebentar dan aku akan menjelaskannya."
Mendengar kata yang di bisikan Selly tadi membuat rasa penasaran dalam di Xie Na mencuat. namun, tak ayal dia juga takut mengingat dirinya tidak pernah kenal dengannya sebelum ini.
bagaimana dengan secara tiba-tiba perempuan itu mendekati Xie Na dan berbicara bahwa dia memang tau segalanya tentang Xie Na. gerak-geriknya cukup mencurigakan. apalagi seringai yang mati-matian ia sembunyikan di balik raut ibanya.
ya, biar bagaimanapun Xie Na harus waspada. mau kah kamu mempercayai apapun yang aku ucapkan. dan mengabaikan apapun itu di luar sana......
permintaan Feng Lin kembali terdengar di telinga Xie Na. apa mungkin ini yang di maksudkan oleh Feng Lin. karena pria itu sudah menduga bahwa semua ini akan terjadi.
"kau bodoh Xie Na."ucap Selly tak terduga. raut aslinya kini ia perlihatkan membuat Xie Na beringsut menjaga jarak.
"kau tau aku bukan orang baik."Selly berjalan mendekat pada Xie Na dengan berani. "jika kau tidak menurut dengan kata-kata. maka aku bisa memaksamu dengan tindakan!!!."
"berhenti Selly......!!!!."tegas Xie Na. "kau tau kita masih ada di lingkungan kampus. aku bisa berteriak jika kau ingin tahu. dan orang-orang akan melihat sifatmu yang sebenarnya."
"ha..ha... berteriaklah karena tidak akan ada yang membantumu disini.."jelas Selly di akhiri dengan tawa puasnya.
"lihatlah ke sekelilingmu......."perintah Selly.
sesuai perintah Xie Na memutar pandangannya. dan berapa terkejutnya Xie Na saat mendapati dirinya sekarang sedang berada di tengah-tengah hutan.
"ba.....bagaimana bisa ini Terjadi?!."tanya Xie Na tidak percaya.
"siapa kau sebenarnya?!."teriak Xie Na sambil terus berjalan mundur menghindari Selly.
bukannya menjawab Selly malah tertawa puas penuh seringai. binar matanya begitu puas melihat Xie Na yang ketakutan dibuatnya.
"tidak usah takut Xie Na. aku tidak akan menyakitimu."jelas Selly penuh seringai. langkahnya terus berjalan mendekat pada Xie Na. begitupun sebaliknya Xie Na terus berjalan mundur untuk menghindarinya.
"aku akan bermain aman. tidak akan menyakitkan dan akan terasa menyenangkan."Selly lagi-lagi tertawa dengan puas.
membuat Xie Na semakin di buat ketakutan. tubuhnya yang bergetar dan rasa panik yang mendera membuat Xie Na menjadi berpikir lamban.
"berhenti Selly kau sepertinya salah orang. karena aku tidak mempunyai apapun yang kau inginkan!!!!."teriak Xie Na.
dalam hati Xie Na merutuk bagaimana bisa Xie Na tidak menyadari bahwa jalan mundurnya malah menariknya ke ujung jurang.
Selly menarik sudut bibirnya penuh seringai. "aku tidak pernah salah. karena instingku sangat tau apa yang aku inginkan."
dengan berani Selly berjalan mendekat ke arah Xie Na. dan A............, Xie Na tidak bisa menahan jeritannya saat merasakan jari-jari Selly menekan di bagian lehernya.
"le.....lepaskan Sel....lly....."dengan napas tercekat Xie Na mencoba menyuarakan permohonannya. sebisa mungkin Xie Na melepaskan tangan Selly yang ada di lehernya.
"ku...mohon Selly........"lirih Xie Na. perih di lehernya menjalar begitu nyeri. rongga kerongkongannya yang di tekan membuat Xie Na kesulitan untuk bernapas.
"ha...ha..... kau tau mendengar kau memohon seperti itu. membuatku ingin segera melenyapkanmu dari sini."jelas Selly penuh penekanan. Selly mendorong tubuh Xie Na sehingga membuatnya condong ke arah jurang.
kecuraman jurangnya membuat Xie Na menutup matanya. air matanya menyerambah keluar. dalam hati dia merapal jika menang ini adalah akhir dari hidupnya. maka Xie Na akan menerimanya walau ini cukup menyakitkan untuk mengakhirinya.
namun, sebelum berakhir ada satu permintaan yang ingin Xie Na utarakan. setidaknya pertemukan Xie Na dengan ayah dan ibu di akhirat sana. Agar setidaknya Xie Na masih bisa bersyukur karena sudah di ciptakan.
...to be countinue..............