Ruby

Ruby
03



entahlah apa yang aneh dengan hari ini. tapi, di kampus Xie Na dengan mendadak malah menjadi pusat perhatian orang-orang di kampus.


sepanjang perjalanan orang-orang memperhatikannya dengan bisik-bisik yang tidak Xie Na ketahui. membuat Xie Na mempercepat langkahnya. karena pasalnya dia tidak biasa di perlakukan seperti ini. tidak banyak orang yang kenal Xie Na sebelumnya. tapi, kenapa Xie Na malah menjadi pusat perhatian seperti ini.


"okh Xie Na kau sudah datang."Mei Yin melambaikan tangannya pada Xie Na yang baru sampai di kelas.


Xie Na mempercepat langkahnya dan mendaratkan bokongnya di kursi yang ada di samping Mei Yin. dengan segera dia mengangkat tasnya untuk menyembunyikan kepalanya.


"kau kenapa Xie Na?!."tanya Mei Yin dengan dahi berkerut.


"Mei Yin apa kau tidak merasa kalau hari ini orang-orang sangat aneh?!."tanya Xie Na dengan suara pelannya.


"aneh?!...."Mei Yin melihat ke sekelilingnya."tidak semuanya berjalan aman."


"memangnya apanya yang aneh?!."Mei Yin malah bertanya balik membuat dengusan berat keluar dari indera penciuman Xie Na.


"kau tau dari pertama aku datang ke kampus orang-orang memperhatikanku. aku tidak tau apa yang telah aku lakukan sebelumnya hingga aku harus menjadi pusat perhatian seperti itu."jelas Xie Na dengan sangat kebingungan.


"okh.........."Mei Yin malah berokh-ria menanggapi ucapan Xie Na.


"kau tau sesuatu?!."tanya Xie Na dengan cepat.


"ha..ha.. tidak ada yang istimewa. hanya saja hari ini Feng Lin Gege mempublikasikan pernikahan yang selama ini ia sembunyikan."jelas Mei Yin dengan santai. ketara sekali rasa senang dari pancaran senyumnya.


"Zang Feng Lin mempublikasikan pernikahannya?!."tanya Xie Na tidak percaya.


namun, detik kemudian raut Xie Na berubah menjadi kebingungan."lalu apa hubungannya dengan ku?!."


"ha...ha... Xie Na apa kau bercanda?!."Mei.Yin malah menatap Xie Na dengan jenaka.


"ya pasti ini ada hubungannya denganmu. kau kan istirinya."


Xie Na mematung pikirannya tiba-tiba kosong. perempuan itu tidak bisa memikirkan apa-apa lagi. dia mencoba mengingat apa yang sebelumnya ia hilangkan dalam ingatannya.


dia mencoba keras untuk mengingat apa penyebab yang membuat Xie Na kehilangan ingatannya.


selama ini Xie Na memang berteman dengan adik Zang Feng Lin. tapi sejak kapan dia menjadi Istri dari Zang Feng Lin yang selama ini ia sembunyikan. Xie Na sendiri tidak tau kapan dia menikah?!.


"Mei Yin kau tau bercandamu sangat keterlaluan."ucap Xie Na dengan nada sebalnya.


"aku tidak bercanda Xie Na. kau memang kakak ipar ku. "ucap Mei Yin dengan raut serius."kalau tidak percaya lihat ini."


Mei Yin memperlihatkan Berita trending hari ini. disana terlihat foto dirinya dan Feng Lin yang sedang berfoto dengan begitu mesranya. pakaian formal yang Xie Na dan Feng Lin kenakan menggambarkan bahwa berita yang tersebar memang benar adanya.


"sebentar kepalaku pusing."Xie Na menjauhkan handphone Mei Yin dari hadapannya.


"Xie Na kau tidak apa-apa?!."tanya Mei Yin dengan panik.


"sebentar Mei Yin."Xie Na menjauhkan tangan Mei Yin yang ingin meraih tubuhnya.


"aku ke toilet sebentar ya Mei Yin."tanpa menunggu jawaban dari Mei Yin Xie Na langsung meranjakan dirinya.


dia berlari tanpa memperdulikan panggilan Mei Yin dan tatapan orang-orang yang terus memperhatikannya. Xie Na tidak peduli hal itu untuk saat itu. yang ia pedulikan saat ini adalah apa yang ia lewatkan sehingga dia bisa mengalami hal tak terduga hari ini.


tidak seperti izinnya pada Mei Yin Xie Na tidak pergi ke kamar mandi. yang menjadi tujuannya adalah kamar kosnya yang sebelumnya ia tinggali.


hanya butuh 10 menit untuk sampai di kosan dengan berlari. dengan terengah Xie Na mengetuk pintu rumah pemilik kosan.


tak butuh lama pintu terbuka menampakan wanita paruh baya dengan baju khas zaman dulu berwarna merah melekat di tubuhnya.


"ku mohon Xie Na jangan tuntut aku karena sudah mengusirmu semalam dari sini. aku tidak tau jika kau adalah istri dari Feng Lin."jelas bibi Yuhua dengan penuh permohonan.


"lagi pula aku tidak menyangka karena kau selama ini berpura-pura miskin seperti itu."tentu saja bibir tajam yang menjadi tabiatnya tidak pernah hilang.


Xie Na mencoba menahan kekesalannya.


dia harus ingat niat awalnya untuk datang kesini. dengan cepat Xie Na menarik sudut bibirnya. "tapi, bibi Yuhua aku datang ke sini bukan untuk menuntutmu."


"hanya saja semalam saat kau mengusirku dengan cepat. aku tidak sempat beres-beres dengan benar. sehingga masih banyak beberapa barang yang tertinggal disana."jelas Xie Na tentu saja dia tidak meninggalkan nada sindiran saat mengucapkan mengusirku.


"okh, ya sudah sebentar aku ambilkan kuncinya dulu."bibi Yuhua masuk kedalam lalu dengan cepat dia sudah kembali lagi.


"ini bersihkan saja barangmu disana. karena tempat itu tidak pantas untukmu."bibi Yuhua menyodorkan kunci di tangannya.


"jika kau memang berniat menyewa kamar lagi. aku akan berikan yang bagus dan layak di lantai satu."jelas bibi Yuhua yang mau tak mau harus Xie Na balas dengan senyuman.


memang ya uang memang akan merubah segalanya.......


"terimakasih bibi Yuhua. tapi sepertinya aku tidak ada niatan untuk menyewa kamar lagi."jelas Xie Na sambil menarik sudut bibirnya.


tentu saja aku tidak sudi menyewa kamar disini lagi.........


tanpa ingin membuang-buang waktu Xie Na pergi menuju kamar kos nomor 9. dimana tempat kumuh yang sebelumnya ia tinggali. ya, walau seperti itu kamar itu sangat Xie Na syukuri. karena tanpa kamar itu Xie Na mungkin tidak akan bertahan sekarang dan berakhir mati kedinginan.


dengan pelan Xie Na membuka pintu kamarnya. genangan air tiba-tiba keluar saat Xie Na melangkahkan kakinya kedalam.


"lihatlah bahkan Bibi tua itu membiarkan lantai dua menumpahkan air sampai harus bocor ke lantai satu."dumel Xie Na dengan kesal.


namun, Xie Na tidak ingin mengambil pusing. lagi pula dia sudah tidak tinggal disini lagi. dia akan segera pindah yang entah kenapa dirinya sendiri belum tau tujuannya.


Xie Na berjalan ke arah pojok dimana kolong tangga menuju ke lantai atas terletas. di situ adalah tempat aman Xie Na untuk menyimpan buku-bukunya.


Xie Na mengambil tumpukan buku yang selalu ia baca jika keadaanya sedang di ujung ketidak baik-baik saja. rasanya membaca novel adalah hal terbaik untuk berbagi cerita. bahwa dirinya tidak sendiri untuk menjadi beruntung di akhir.


"oke mari lihat di bagian cerita mana aku masuk."ucap Xie Na sambil membuka lembar demi lembar buku yang ada di tangannya.


namun, sudah lima buku Xie Na baca ulang. tapi dirinya tidak mendapati alur cerita yang sama persis yang ia rasakan pagi ini.


"apa ini benar kenyataan?!."


"apa ini bukan dunia paralel yang biasa ada di cerita?!."Xie Na menutup buku di tangannya dengan prustasi.


"tapi kenapa aku tidak tau apa-apa......?!."dengan prustasi Xie Na mengacak rambutnya.


"kenapa aku malah jadi kambing dungu yang dibuat bingung."teriak Xie Na.


"kenapa aku harus menjadi istri Feng Li dengan tiba-tiba. lalu siapa yang pagi-pagi memberiku black card sebagai ucapan terimakasih?!."


"kenapa semua ini membuatku bingung........"Xie Na menendang-nendang buku tadi yang ia baca. hingga tanpa sengaja mengenai kaki yang entah sejak kapan sudah berada disana.


dengan ragu Xie Na mendongakan kepalanya. dan berapa terkejutnya Xie Na saat mendapati sosok pria yang tampan bak pangeran di depannya.


"Tuan Feng Lin.....?!."ucap Xie Na dengan penuh keterkejutan.


"akhirnya aku bisa menemukanmu Xie Na....."


...to be countinue.............