
Entahlah saat itu benar-benar cepat dan juga aku tak memikirkan apapun aku hanya merasa khawatir Pangeran terluka," kata Ruby yang murung mengingat kejadian saat penyerangan itu.
Ruby tidak menyangka jika Pangeran akan diserang di dalam kerajaan nya sendiri dan bahkan Ruby sampai terluka.
"Tapi pada akhirnya kaulah yang terluka," kata Pangeran Azlan yang masih ingat kejadian itu.
Pangeran Azlan benar-benar menyesal karena tidak bisa melindungi ruby, tapi karena hal itu Pangeran jadi tahu kekuatan tersembunyi milik Ruby. Yang mana hal itu jelas ruby jujur dengan apa yang ia katakan ingin menyembuhkan Pangeran dengan kekuatannya, jika tidak ada kejadian itu mungkin makanan asli yang tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh nabi yang ingin menyembuhkan Pangeran.
"Aku tak masalah karena lukaku kan cepat sembuh." Ruby berjalan dengan penuh percaya diri karena dia bisa cepat sembuh dan bisa cepat sembuh.
Pangeran Azlan menatap ruby sambil tersenyum dia yang tadinya berjalan di belakangnya sekarang sudah berjalan di depannya. Hal itu jelas membuat pangeran dan benar merasa senang bisa melihat Ruby tenang.
"Tapi tetap saja merasakan sakit bukan." Pangeran Azlan mengapa Ruby dengan rasa bersalah.
"Iya tapi itu tidak lama," jawab Ruby tersenyum pada Pangeran Azlan.
Ruby yang berjalan lebih pelan untuk menyejajarkan jalannya dengan Pangeran Azlan, karena Ruby tidak tahu dimana tempat kerja Pangeran Azlan yang dimaksud.
Tak ingin salah arah, tentunya Ruby tidak berjalan di depan Pangeran Azlan. Kini ia mensejajarkan jalannya.
Leni yang setia di belakang Ruby tentunya terus mengikuti rugi sebagai pelayan setianya, dan tidak boleh membiarkan putrinya sendirian.
Pangeran Azlan berhenti di depan bangunan kuno yang terlihat lebih besar daripada tepat yang ditinggali Ruby, melihat itu jelas Ruby tahu jika ia sudah sampai.
Jadi Ruby memilih tetap tenang sambil mengikuti Pangeran Azlan masuk kedalam ruang kerjanya.
Pertama melangkah kaki, Ruby disuguhi pemandangan yang luar biasa dengan ruang depan yang luas dan tertata rapi seperti ruang tamu untuk perjamuan. Jelas luas dan indah serta pemandangan di sekitar nya.
"Kalian boleh pergi," kata Pangeran Azlan menyuruh Dion dan Leni untuk meninggalkan mereka berdua.
Dion dan Leni seta dayang dan pengawal lain juga segera memberi hormat dan pergi sesuai dengan perintah dari Pangeran Azlan.
Pangeran Azlan masih masuk lagi ke rumah kedua yang terlihat banyak buku tertata Rapi di sana.
"Ternyata ada ruangan di sini, aku Bahakan baru melihat ini." Ruby takjum melihat perpustakaan yang besar ia melihat sekililing yang benar-benar banyak buku.
Karena rasa penasarannya Ruby mencoba untuk mengambil satu Buku, ingin ia membaca yang ada di perpustakaan itu, tapi saat Ruby membuka buku tersebut jelas ia tidak mengerti apa tulisan yang ada di sana.
"Aku bahkan tak meisa membaca tulisan ini," batin Ruby benar-benar harus belajar lebih serius lagi Bagaimana cara membaca bahasa yang ada di kerajaan itu, karena ia tidak tahu sama sekali.
Karena melihat Rubi yang datang ke perpustakaan dan langsung tertarik dengan buku yang ada di sana jelas membuat Pangeran Azlan bertanya demikian.
Tapi Ruby tersenyum ia benar-benar malu mengakui. Jika dia tidak bisa membaca sama sekali di umurnya yang bukan anak kecil lagi dan bahkan bukan waktunya untuk belajar.
"Sebenarnya aku tidak bisa membaca sama sekali," jawab Ruby itu jujur daripada dia nanti kesulitan saat Pangeran menanyakannya lebih lanjut.
Hal itu jelas membuat Pangeran Azlan dan juga kaget mengetahui jika rugi tidak bisa membaca.
Padahal seorang putri harus yang bisa membaca apalagi dia akan menjadi calon ratu dan harus bisa mengetahui tentang laporan yang ada di kerajaan itu, jika Ruby tidak bisa membaca sama sekali jelas itu menjadi masalah besar bagi pangeran.
Karena Pangeran tidak tahu jika sudah menjadi rugi tidak mendapatkan pendidikan yang layak oleh orang tuanya dan bahkan diabaikan.
Hal itu benar-benar membuat Pangeran Antasari dengan keluarga rugi tanda saja ruby ingin membalas. Ternyata memang seperti itu buruk Apa yang dilakukan oleh keluarganya bahkan Ruby tidak diajari apapun yang mana itu benar-benar membuat Pangeran pun makin tahu alasan Ruby membalas dendam.
"Benarkah? apakah ayahmu tidak mengajarimu karena semua Putri di sini pasti bisa membaca dan mereka juga bisa menulis sastra." Pangeran Azlan yang mendekati Ruby dan menanyakan lebih serius lagi masalah yang dihadapi Ruby.
Sekarang jika sampai keluar di sana dan tahu jika Ruby tidak bisa membaca pasti akan menjadi masalah besar. Setiap untung saja di sana hanya ada mereka berdua dan tidak ada orang lain yang tahu pokoknya jadi pembayaran bisa merahasiakan hal itu.
"Aku sudah pernah menceritakannya kepadamu bukan bahwa ayahku tidak pernah memberikanku pengajaran ataupun apapun dan aku selalu berada di tempat pengasingan," jelas Ruby yang jujur dengan apa yang diceritakan nya.
Sejak pertama bertemu Pangeran Azlan juga sudah pernah menjelaskan pada Pangeran, mungkin saat itu Pangeran belum percaya pada Ruby seratus persen.
"Sebenarnya apa masalah ayahmu hingga memperlakukanmu sebegitu buruk?" tanya Pangeran Azlan yang umumnya tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh raja teratai ia bahkan memperlakukan anak keduanya berbeda dengan anak pertama yang selalu dibanggakan dan selalu diunggulkan
"Aku tidak tahu alasan pastinya mengapa Tapi saat ibumu melahirkanku Ibu meninggal. mungkin hal itu membuat ayahku menjadi membenci aku dan menuduhku sebagai penyebab dari kematian ibuku," jelas Ruby yang mana dia hanya mendengar selentingan cerita Kenapa dia selalu saja diasingkan oleh ayahnya.
Bahkan tidak mendapatkan pendidikan layaknya seorang putri. ia selalu saja diberikan pelayanan yang berbeda dari kakaknya yang mana selalu saja dibanggakan dan diunggulkan oleh ayahnya.
Sebagai Putri kedua dari kerajaan teratai ia bahkan tidak diakui dan juga hidup di dalam pengasingan dikabarkan sakit dan berbagai kabar buruk tentang dia jelas sudah menyebar.
Hal itu membuat lebih benar-benar tidak tahu sama sekali kenapa dia bisa diperlakukan berbeda dan hanya kabar dari orang-orang yang ada di istana saja dia juga tidak tahu pasti kena bahayanya berubah seperti itu.
Tapi untung saja ingtan tubuh asli Ruby, sudah tahu dan juga sudah paham dengan apa yang terjadi kepada dirinya maka dari itupun dia bisa dengan mudah menceritakan hal itu kepada Pangeran Azlan.
"Itu benar-benar tidak bisa dimaafkan walaupun Ibu mu meninggal saat dia melahirkan aku tidak bisa disalahkan seperti itu," kata Pangeran Azlan yang benar-benar mencoba untuk memahami situasi lebih yang benar-benar di luar dugaan