
Suasan berbeda diluar istana, banyak pelayan dan penjaga berlalu lalang, seperti sibuk menyiapkan Pesta, Ruby yang berjalan pelan di belakang Pengeran Azlan mencoba mengamati sekitarnya.
"Mereka terlihat sangat sibuk," ucap Ruby dengan mata yang masih memandang kesibukan orang didepannya.
"Mereka sedang menyiapkan pesta." Pangeran Azlan yang masih berada di kursi roda, dibantu dorong oleh Dion.
Ruby mendengar sekilas perkataan Pangeran Azlan sambil terus mengamati sekitarnya, tidak jauh didepan sudah terlihat bangun megah yang mewah dengan interior bagai istana, siapapun yang melihat jelas sudah tahu bahwa itu merupakan bangunan istana utama yang dijadikan tempat pesta.
Ruby menatap bangunan dengan kagum, tak mengira ia bisa keluar dari kediamanannya dan melihat bangunan megah itu, ia mengira jika dirinya akan berakhir sama di dalam kediaman dan diasingkan. Tapi ternyata tidak, Raja dari Kerajaan Lion ternyata bisa menghargai kedatangannya.
Jelas hal itu merupakan pesta pertama bagi Ruby dan pertama kalinya ia berkumpul dengan banyak orang dengan penampilan Ruby yang sekarang.
Kini bukan lagi dia merasa takut, tapi juga merasa tak nyaman saat langkah kaki mulai mendekati istana itu.
Ruby harus membangun rasa percaya diri nya sekarang. Tak boleh lengah dan harus fokus, ia tahu akan banyak musuh di sana. Jadi jelas hal itu membuat Ruby harus bersemangat dan tampil percaya diri agar mereka semua bisa melihat siapa Ruby yang sebenarnya.
Tapi rasa takut mulai hinggap, saat ia benar-benar sudah berada di depan istana. Ruby berhenti dan mematung.
Pangeran Azlan yang melihat itu juga mulai mendekati Ruby, agar ia tidak tegang.
"Ayo masuk kenapa berhenti di depan pintu?" tanya Pangeran melihat Ruby yang berhenti, tadi Dia terlihat begitu bersemangat tapi setelah sampai di depan pintu ia berhenti dan tidak melanjutkan langkah kakinya.
Pangeran Azlan mengira jika lebih takut atau ada sesuatu yang tidak menyenangkan, hingga dia tidak langsung masuk ke ruangan. Padahal sudah jelas jika Pangeran Azlan bersama dengannya dan juga ada di Dion berserta dua pengawal pribadi Pangeran Azlan.
Melihat Respon Ruby yang terdiam membuat Pangeran penasaran yang ingin bertanya tentunya, jadi jelas Pangeran Azlan ikut berhenti dan menunggu Ruby.
"Aku takut, ini acara pertamaku jelas tegang," jawab Ruby seperti biasa dengan santainya bilang jika ia tegang, siapa juga yang percaya bahkan Pangeran Azlan mengerutkan keningnya mendengar itu.
Jawaban yang menunjukkan bukan orang yang sedang tegang, tapi bisa jadi itu juga kejujuran Ruby, karena memang itu acara pertamanya mengikuti pesta kerajaan.
"Tidak usah tegang kan ada aku, aku sudah pernah bilang jangan jauh-jauh dariku," kata Pangeran Azlan yang akhirnya mencoba untuk menenangkan Ruby, daripada melihat lebih yang terus diam
Jadi hal itu jelas membuat Pangeran Azlan benar-benar memberikan semangat dan motivasi pada Ruby, yang sepertinya memang tidak dibutuhkan.
"Iya, apa mereka akan menyambut ku," ucap Ruby sembarangan mengatakan hal yang sudah pasti dia akan disambut dalam pesta itu, apalagi pesta itu memang diperuntukkan untuknya yang mana merupakan orang baru di kerajaan itu.
"Apa kau sedang becanda," kata Pengeran Azlan menegaskan bahwa kemarin Ruby terlihat begitu antusias dan percaya diri, sekarang malah bersikap aneh.
Jadi jelas hal itu membuat Pangeran Azlan mengingatkan kembali apa yang dikatakan Ruby sebelumnya yang penuh percaya diri.
"Kau sendiri kan yang bilang jika kau akan jadi pusat perhatian," kata Pangeran lagi yang memberitahukan bagaimana Ruby kemarin menunjukkan sikap percaya diri nya itu.
Hal itu jelas membuat lebih teringat dengan apa yang dikatakan olehnya kemarin, memang bijaksana dengan apa yang dikatakan oleh pangeran. kemarin Ruby berkata demikian karena memang lebih benar-benar merasa dia bisa mengatasi semua itu.
Tapi kali ini terlambat istana besar dan orang yang begitu ramaikan dunia dan sedikit goyah. dan hal itu juga sumber terlebih juga merasa sedikit tegang karena ini merupakan acara pesta pertama kalinya di kerajaan tentunya hal itu juga membuat lebih benar-benar merasakan kemeriahan yang ada di istana itu, takut melakukan kesalahan.
"Aku tahu, tidak boleh kah aku merasa tegang," ucap Ruby kesal yang ternyata mendapatkan Respon yang tidak terduga dari pangeran titik Dia kira Pangeran Azlan akan diam dan percaya jika dia tegang.
Tapi sepertinya tidak seperti apa yang dipikirkan Ruby, ternyata Pangeran Azlan masih mengingat semua perkataannya kemarin.
"Seperti tidak itu bertolak belakang dari apa yang kau katakan kemarin," kata Pangeran Azlan lagi mengingatkan apa yang pernah rugi katakan dan hal itu jelas membuat terbit teringat perkataannya kemarin. Ia akan membuat sebuah kejutan untuk orang-orang yang ada di istana tentunya dia sudah mengumpulkan semua informasi tentang dirinya, dan tidak mungkin dia menunjukkan sosok yang berpindah maka dari itu kalian hidup juga harus mengontrol siasat agar dia bisa diterima di kerajaan itu tanpa harus dicurigai atau lagi terlibat dengan perebutan tata di kerajaan itu.
Ruby tidak tertarik sama sekali dengan tata yang ada di kerajaan apalagi bekerja sama dengan pangeran Azlan itu juga demi tujuannya sendiri titik maka dari itu ruby pun masih berusaha untuk bisa bertahan agar dia tidak mendapatkan banyak musuh di kerajaan Lion.
"Begitu yah, ternyata kau begitu percaya kepada ku," kata Ruby lagi yang tidak menyangka jika Pangeran Azlan percaya dengan semua kata-katanya.
Pangeran Azlan juga ingin tahu dengan apa yang akan dilakukan oleh ruby di dalam pesta itu, maka dari itu dia tidak mengizinkan Ruby untuk jauh-jauh darinya. Ia pun berusaha sebisa mungkin untuk bisa melindungi lebih jika ada hal yang bisa saja menyakitinya.
Hal itu membuat Pangeran juga waspada karena pesta tersebut benar-benar merupakan bahasa yang diadakan oleh raja dalam kerajaan dan banyak orang yang bisa saja terlibat ataupun melakukan kegiatan. Dimana membuat Pangeran juga tidak ingin terjadi sesuatu pada Ruby karena baru pertama kalinya dia berada di kerajaan itu. Mungkin akan ada penolakan jika orang dalam kerajaan tahu siapa lebih yang sebenarnya.
"Tetu saja, aku menantikan rencana mu untuk memberikan mereka kejutan," kata Pangeran Azlan yang membuat Ruby makin bersemangat.
Tidak di sangka jika Pangeran Azlan menantikan apa yang ia katakan kemarin. Padahal itu hanya isenga belaka menurut Ruby, itu pasti akan seru.
Ruby jadi menantikan acara pesta penyambutan dirinya, hadiah ingin melihat keluarga Kerajaan. Ia juga ingin tahu bagaimana respon mereka, dan dia berusaha bisa mungkin untuk bisa tampil apa adanya.