
Ruby akhir bertemu Ratu dan selir Amer untuk minum teh bersama. Kediaman yang mewah jelas membuat Ruby terkesan. Banyak Dayang yang berada di tempat mereka untuk melawannya.
"Putri, sangat cantik dan menawan." Selir Amer yang langsung memuji kecantikan Ruby. Hal itu mungkin adalah merupakan awal permulaan pertemuan mereka yang benar-benar membuat rubik merasa Jika dia sedang diuji.
Dari awal dia ke sana juga tahu jika selir Amer pasti akan melakukan sesuatu, hingga membuat Ruby juga sudah mempersiapkan semuanya. Tentunya ia tidak boleh kalah dan dia pun harus berusaha untuk bisa merendahkan diri agar selir Amer tidak dapat celah untuk mencari tahu tentang nya.
"Terima kasih atas sanjungan Ibu Selir," kata Ruby yang langsung mengucapkan terima kasih dengan sopan
Ruby tahu untuk bersikap yang terbaik dan tidak boleh merugikan siapapun jadi kali ini ia tidak boleh terlihat bodoh di mata orang lain maka bisa saja orang itu akan menindas dirinya. Harus bersikap lebih tegas dan juga bisa menunjukkan bahwa dirinya tidak bisa direndahkan begitu sejak.
Sesuai dengan perintah dari sang raja tentunya Ruby selalu ingat jika dia tidak boleh bersikap lemah seperti sebelumnya. Hal itu membuat ia pun harus bisa menjawab yang dikatakan Bu selir dengan jawaban yang pas.
"Jangan merendah, bukankah Ratu dan Raja memgakuimu," kata Selir Amer yang benar-benar saat itu membuat Ruby juga merasa ada hal yang sudah jelas di sana
Ia datang memang sudah diakui oleh raja, bakar aja membuat pesta untuknya. jadi jelas ia diakui oleh ratu dan juga Raja. Tapi hal itu tidak membuat ruby juga bisa bertambah kuat ataupun jadi berkuasa di kerajaan itu. Mungkin saja Ibu sulir sedang menguji ruby.
Padahal Ruby tidak pernah sombong sama sekali dengan kedudukannya, Ia pun hanya berusaha sebisa mungkin untuk bisa hidup nyaman di kerajaan itu tapi sepertinya konflik kerajaan tidak akan pernah bisa reda begitu saja.
"Itu semua berkat kebaikan Raja dan Ratu," kata Ruby yang masih terus merendahkan diri dan tidak ingin terbawa suasana bahkan dia juga tidak mau menyombongkan dirinya saat berada di kerajaan lain.
Yang tentunya dia juga merupakan seorang putri Raja di Kerajaan teratai, tapi keberadaannya yang tidak diakui itulah yang membuat Ruby benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Kali ini ia pun hanya bisa menunjukkan apa yang seharusnya ia tunjukkan yang menunjukkan kesombongan, ataupun persaingan karena hal itu bisa saja memancing musuh apalagi ibu sendiri jelas sudah tahu jika ia memang membela Pangeran tuh dari awal sudah jelas jika dia ada di pihak pangeran Azlan.
"Seperti putri sudah sembuh, terlihat berbeda dari yang di rumorkan?" tanya Selir Amer yang saat itu memang sudah ingin menyapa Putri sejak awal.
Tapi ia benar-benar sangat sulit padahal pesta penyambutan itu adalah dilakukan untuk menyambut Ruby, tapi tidak ada celah sedikitpun untuk mendekati Ruby.
Hal itulah yang membuat sendiri menganggap jika Ruby, bukan orang yang akan menyulitkannya Dan menganggap jika lebih benar-benar sesuai dengan apa yang dirumurkan jika dia tidak berani kepada orang lain dan juga memang selama ini merupakan Putri terbelakang.
Saat pesta penyambutan ituh Apa yang sedang direncanakan oleh ruby tapi perlu diwaspadai. Karena selir Amer tahu jika masih ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh Pangeran Azlan tidak mungkin Ruby, bisa bersikap sedemikian buruknya.
Padahal dia memiliki kemampuan dan juga tata krama yang luar biasa. Rumor yang selama ini beredar, jika memiliki tata krama dan bahkan banyak sekali rumor buruk tentangnya membuat Ibu Suri Amer benar-benar tidak memperhatikan hobi dan menganggap ruby juga tidak berbahaya.
Tapi setelah dia bertemu langsung dengan Ruby ia tahu jika Ruby benar-benar pandai dalam menjawab semua perkataan dari ibu selir Amer tanpa sedikitpun melukai perasaan Ibu Suri, benar-benar bisa menahan diri untuk tidak memprovokasi siapapun dan melakukan sesuai dengan keinginannya.
"Tidak Ibu Selir, saya tidak sakit," jawab Ruby yang memang dia tidak sakit sama sekali rumor itu tidak benar ruby pun juga memberitahu Ibu Suri Amer jika rumor tersebut bukanlah rumor yang sebenarnya.
Itu memang rumor yang dibuat-buat karena memang ia jarang sekali keluar dari kerajaan titik Ruby mengatakan hal tersebut karena ia benar-benar tidak sakit dan juga dia sehat
"Benarkah, saat penjamuan pesta penyambutan putri tak banyak bergerak, aku kira Putri sedang sakit." Ibu Suri Amer melihat Ruby dengan seksama, mengamatinya dan memperhatikan Ruby.
Jelas dari penampilan, sikap dan perkataannya. ia bukan butri buruk rupa dan terbelakang. Jelas sekali Ruby memiliki tata krama serta berpendidikan. Melihat trik dan juga sikapnya Yang licik jelas ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh Ruby. Hal itu membuat Ibu sore Amir mengerti jika ruby memang benar-benar harus diwaspadai.
Ruby yang melihat ibu Suri Amel menyadari sesuatu tentang dirinya tentunya membuat Ruby tidak gentar. Ia tetap minum teh dengan santai dan juga dengan syarat-syarat kerajaan yang selama ini sudah pernah melihat sebelum nya.
Ia tahu bagaimana cara untuk minum teh bersama dengan para ratu dan juga Ibu Suri, yang mana hal itu jelas harus menggunakan tata krama yang ada dalam kerajaan. Walaupun Ruby tidak pernah belajar tapi dia pernah melihatnya.
Hal itu membuat Ruby pun bisa dengan mudah dan leluasa melakukan hal itu Iya yang terkenal tidak memiliki kemampuan dan bukan orang bodoh.
"Tidak Ibu Selir, itu semua karena ada Pangeran Azlan di sana yang begitu perhatian jadi saya tak bisa berpaling bajak menyapa yang lain juga tidak sempat," jawab Ruby sambil tersipu malu dia benar-benar memainkan perannya dengan sangat serius.
Bahkan ekspresi yang dikeluarkan Rubi pun membuat orang lain yang melihatnya pasti akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh ruby. walaupun semua itu adalah sebuah kebohongan sekalipun orang lain tidak akan bisa mengira jika memang lebih yang merencanakan semua itu.
"Pintar juga dia menjawab, ternyata benar apa yang di katakan Zamir," batin Selir Amer yang sudah tahu bagaimana Ruby. Ia bahkan mengakui Ruby kali ini jadi lawan yang sulit tentunya. Karena Ruby juga di dukung oleh Raja dan Ratu.