
Ruby akhirnya masuk ke istana bersama Pangeran Azlan, dan para pengawal. Mereka jadi pusat perhatian tentunya. Banyak mata yang melihat ke arah mereka.
Ruby yang tidak langsung menatap mereka pun berusaha berlindung di balik Pangeran Azlan. Ia tidak ingin memperlihatkan dirinya sebelum Raja memulai pesta penyambutan dirinya.
"Saya rasa semuanya sudah hadir di sini," kata Raja memulai acara, seketika suasana jadi sepi mendengar apa yang dikatakan oleh sang Raja.
"Hormat pada Raja, sang matahari," kata para undang yang merupakan pejabat dan keluarga kerajaan.
"Saya seluruh pejabat kerajaan dan juga keluarga Kerajaan untuk mengumumkan jika Pak ini merupakan pesta penyambutan untuk Putri Ruby, istri dari Pangeran Azlan. Dia adalah Putri kedua dari Kerajaan Teratai. Karena hal itulah aku ingin mengumumkan, jika ada kesalahpahaman diawal undangan pernikahan. Yang sebenarnya jika Pangeran Azlan menikah dengan Putri kedua bukan Putri Putri Pertama." Raja yang duduk di singgasana membuat Pengumuman yang mengejutkan.
Mereka yang mendengar pun hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, karena mereka juga tidak ingin melakukan kesalahan apalagi semua itu sudah diumumkan secara lebih resmi oleh raja. jadi tidak ada alasan untuk membantah apalagi untuk merasa ragu dengan apa yang dikatakan Raja.
"Ruby, kau boleh memperkenalkan diri," kata sang Raja memberikan waktu kepada Ruby untuk memperkenalkan dirinya.
"Salam Hormat pada Raja, terima kasih sebelumnya tidak mengurangi rasa hormat saya, sebenarnya saya baru sembuh dari sakit, dan tidak bisa bicara banyak. Seperti apa yang kalian ketahui selama ini benar adanya. Jadi maaf saya tidak bisa banyak bicara dan terima kasih sebelumnya." Ruby yang tidak beranjak dari tempat duduknya dan masih berada di belakang pangeran sambil menutupi wajahnya.
Membuat Pangeran Azlan sadar dan tahu apa rencana Ruby yang ia katakan. Jadi itulah yang dinamakan akting dan bermain peran.
Suara bisik-bisik orang mulai terdengar, apalagi putri kedua terkenal jelek, penyakitan dan anti sosial. Selain mereka tidak bisa melihat Ruby, para tamu juga sudah dikagetkan dengan kabar mengejutkan yang disampaikan oleh Raja.
Sambutan yang singkat, perkenalan diri yang singkat pula, membuat orang-orang yang hadir di sana tidak banyak mendapatkan informasi apapun tentang Ruby. seperti apa yang dikatakan oleh ruby dia pun membenarkan rumor yang selama ini beredar, ia bahkan tidak menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya demi keamanannya.
Pangeran Azlan yang melihat hal itu pun jelas menghormati keputusan Ruby, dia juga tidak menunjukkan usia baru bisa yang sebenarnya dan berusaha sebisa mungkin untuk bermain peran dan juga mendukung apa yang sudah rugi katakan.
"Maaf sebelumnya, saya harap Ruby bisa diterima dikerajaan ini dengan baik, dan tidak ada tindakan buruk yang akan membuat dia tidak nyaman," kata Pangeran Azlan yang akhirnya menghentikan omongan orang yang jelas ada yang merasa jika semua tidak adil untuk Pangeran Azlan.
Di sini lain lagi musuh Pangeran itu adalah hal yang sangat menyenangkan, apalagi melihat Pangeran tidak memiliki kekuatan sama sekali. Ditambah dia menikah dengan orang yang tidak penting dan hal itu jelas membuat musuhnya pun semakin senang mengikuti pesta itu.
"Mari kita mulai pestanya dan nikmati semuanya jangan sungkan," kata sang Raja Mabar silakan orang-orang untuk memulai pesta dan mulai memakan hidangan yang disajikan di sana.
Pesta itu pun berjalan dengan meriah terlepas dari rasa penasaran mereka yang pada akhirnya membuat mereka juga tidak bisa berkata apa-apa titik apalagi para musuh Pangeran juga ikut berpesta dan merasa senang dengan apa yang sudah terjadi karena mereka tahu Ruby yang tidak memiliki kekuatan apapun, apalagi rupiah yang dikabarkan dengan berita buruk mengenai dirinya pun membuat musuh Pangeran merasa senang jika mereka sudah menang.
Bagaimana tidak seorang pangeran yang selama ini akan dijadikan putra mahkota tentunya harus memiliki dukungan yang banyak dan juga memiliki hubungan yang baik di antara Kerajaan.
Tapi dia tidak mendapatkan putri pertama dari kerajaan teratai, malah digantikan dengan putri kedua yang mana hal itu bisa saja menjadikan alasan bagi penghapusan atau penurunan tata Pangeran arsiran selama ini yang sudah diincar oleh pamannya.
Ibu tiri Amer yang merupan ibu tiri dari Pangeran Azlan, juga senang melihat hal itu rumah saat melihat mayat asli menikah dengan orang yang menurutnya juga tidak akan berpengaruh apapun dengan persaingan yang ada di kerajaan itu. Malah mereka bisa menggunakan Ruby, sebagai alasan Pangeran asline untuk turun dari tahta putra mahkota yang bisa digantikan oleh Zein anak dari selir yang mengincar tatah kerajaan juga.
"Kau lihat Pangeran Azlan yang lumpuh bahkan menikah dengan seorang putri yang cacat pula," bisik sang Paman Zamir yang membicarakan tentang keburukan Ruby dan Pangeran Azlan.
Ruby yang mendengar itu jelas ingin tertawa dibuatnya. Bagaimana tidak mereka sampai berfikir seburuk itu. Padahal dia hanya berakting dan berpura-pura saja, iya juga tidak menyangka jika banyak orang yang percaya dengan aktingnya tersebut.
"Jangan senyum seperti itu, ayo buka mulut mu," kata Pangeran Azlan yang menyiapkan makanan pada Ruby, agar terlihat akur dan jelas mendukung akting Ruby sebagai Putri pemalu yang tak berguna.
Ruby menuruti pangeran dan membuka mulutnya, dia tidak menolak sama sekali apa yang dilakukan oleh Pangeran Azlan. Karena itu jelas membuat rugi juga merasa senang tidak diperhatikan oleh orang lain dan hanya diperbincangkan di belakang tentang keburukannya.
"Habisnya seru melihat mereka," jawab Ruby sambil senyum senyum senang dan makan bersama Pangeran Azlan.
"Jelas saja, aku bersikap aneh, mana sikap aroganmu?" tanya Pangeran Azlan mulai mempertanyakan sikap Ruby yang berubah total.
"Aku tidak memiliki sikap arogan omah mereka mengenalku sebagai Putri jelek yang takut pada orang lain," ucap Ruby dengan suara pelan tentunya agar tidak ada yang mendengar mereka.
"Aku juga mendengar seperti itu, tapi aku kaget saat melihat sikapmu yang berbincang. Tapi kenapa sekarang kok malah berpura-pura jadi Putri pemalu?" tanya Pangeran Azlan penasaran dengan apa yang dilakukan Ruby.
"Agar musuh tak mengincar ku," jawab Ruby sudah merencanakan itu semua agar dia tidak memiliki banyak musuh. Seperti apa yang diceritakan oleh pangeran jika Pangeran memiliki banyak busur, maka dari itu Ruby tidak ingin terlibat.
"Kau sangat pandai ternyata." Pangeran Azlan yang memuji kehebatan Ruby yang berpura-pura menjadi putri tidak berguna titik bahkan Pangeran juga tidak memikirkan jika ada cara seperti itu agar Ruby tidak memiliki musuh.
Dianggap tak berguna dan bukan penghalang jelas membuat musuh tidak akan berfikir untuk menyerang Ruby. Hal itu jelas membuat Pangeran memberikan nilai lebih untuk akting Ruby kali ini.