
Ruby yang tidak menghiraukan itu berjalan mendahului Pangeran Azlan. Ia yang sudah tidak tahan ingin segera mandi dan istirahat membuat nya tidak peduli dengan ucapan Pangeran Azlan.
"Leni, bantu aku membuka baju," kata Ruby yang meminta bantuan pada Leni yang merupakan pelayan pribadinya.
Ia sudan terbiasa dengan Leni, lebih mudah meminta tolong padanya. Karena kebiasannya bersama dengan Leni. Kini semua yang ia lakukan tentunya terasa nyaman. Bisa bersama dengan Leni yang terus membantunya.
Kini Ruby sudah terbiasa dengan hal dan lebih terbiasa sekarang jika meminta bantuan pada Leni. Jadi saat meminta bantuan untuk apa yang akan ia lakukan.
Selesai mandi Ruby juga meminta bantuan Leni untuk mendandaninya dan membantu menyisir rambutnya.
"Ini sangat nyaman," ucap Ruby yang sudah Mandi dan lebih segar. Setelah seharian penuh banyak hal yang ia alami. Ia tidak menyangka akan bertemu Raja di tempat latihan.
Begitu juga batu yang menemui Ruby di tempat latihan, padahal ia tidak menyangka sama sekali jika kedua orang yang berpengaruh di kerajaan itu menemuinya secara langsung. itu adalah hal yang sangat luar biasa bagi rugi.
Awalnya ia juga sudah bertemu dengan Ratu tapi tidak menyangka jika Ratu pun mengajak sengaja untuk menemui teknik dan gini ia tidak bisa lagi berpura-pura dengan apa yang akan dilakukan sekarang dan bahkan Raja memintanya untuk berperilaku seperti biasa.
"Iya Putri saatnya makan malam, apa saya bawakan ke sini?" tanya Leni yang sudah selesai membantu Ruby berdandan.
Kini Ruby yang sudah Rapi jauh lebih baik daripada tadi, suasana juga lumayan bagus. Hanya saja tidak ada Pangeran Azlan di sana serasa sepi.
Padahal Ruby nyaman jika sendiri tapi entah kenapa sekarang ia berusaha mencari keberadaan Pangeran Azlan.
"Iya, bawakan saja ke sini," kata Ruby yang mengingatkan apa yang ditanyakan Leni.
Karena memang sudah waktunya makan dan jelas Ruby juga sudah lapar. Karena lelah berlatih dan menahan kesal karena saat di Pesta tadi ia tidak sempat makan banyak.
"Baik Putri."
Leni dengan cekatan membantu Ruby mandi dan bersiap, setelah selesai Leni pun segera ke dapur istana untuk mengamankan makan malam Ruby.
Ruby menyayangkan acara pesta yang begitu meriah, ia tidak bisa melakukan apa-apa. Niat hati ingin menutupi kemampuannya tapi malah Raja datang sendiri untuk memberikan perintah agar dia menunjukkan kemampuannya.
Padahal Ruby berharap ia tidak akan melakukan ke salahan. Tapi sayangnya Raja tidak melihat seperti itu. seharusnya ia bisa bersikap seperti apa yang orang-orang kita, tapi ternyata tidak.
Tapi sepertinya sangat jauh dari keinginan Ruby yang mana ia tidak bisa melakukan apa-apa. Selain berlaku semaunya sendiri untukelawan musuh yang meresahkan di dalam Kerjaan
"Putri, silahkan hidangannya," kata Leni yang mempersiapkan semua makan malam yang sudah disiapkan untuk Rubiy. Hal itu jelas merupakan makanan dari dapur istana yang merupakan khusus untuk putri dan juga Raja. Hal itu juga sudah di uji terlebih dahulu agar tidak ada racun di dalamnya karena memang benar-benar dalam kerajinan harus berhati-hati.
"Terima kasih. Aku tidak melihat Pangeran Azla?" tanya Ruby yang akhirnya bertanya tentang pangeran azan yang sedari tadi tidak terlihat. dia bahkan merasa gelisah saat Pangeran Antasari tidak ada di tempatnya, padahal biasanya dia selalu kesal melihat bayaran ajaran di hadapannya.
Tapi saat Pangeran tidak ada ruby malah ingin mencarinya dan hal itu jelas sumber juga menanyakan hal tersebut kepada Leni karena siapa tahu Leni tahu di mana pangeran Azlan berada.
"Pangeran sedang di ruang kerjanya," jawablah ini yang bawa juga pangeran tidak langsung pergi ke kediamannya karena ada hal yang harusnya urus. maka dari itu pangeran dan juga Dion pergi ke ruang kerja karena Pangeran berjalan di belakang rumah maka Ruby tidak tahu saat larangan pergi ke ruang kerja terlebih dahulu ubi yang benar-benar langsung pergi ke kediaman yang langsung mandi karena memang sudah lelah pernyataan untuk beristirahat dan mengira jika Pangeran ada bersama dengannya tapi setelah dia sampai di kediaman ternyata Pangeran tidak bersama dengannya lagi dan hal itu jelas membuat lebih merasa penasaran pemandangan perginya Pangeran. tapi itu memang hubungan mereka tidak begitu dekat sehingga rugi juga tidak berani menanyakannya dari tadi karena benar-benar merasa canggung dan malu tapi karena rasa penasarannya itulah maka dari itu lebih menanyakan hal tersebut kepada Leni titik karena ini orang terdekatnya dan merupakan pelayanan pribadinya maka dari itu bisa lebih mudah menyampaikan hal tersebut kepada Leni.
"Apa dia sudah makan?'" batin Ruby tak berarni bilang apa-apa. Ia mencoba menikmati makanan didepannya dengan perasaan ingin tahu apa yang sedang Pangeran Azlan kerjakan
"Kau bisa merapikannya," kata Ruby yang sudah selesai makan. Ia yang tadinya lapar jadi tidak berselera karena rasa ingin tahunya.
Dari pada bengong dan mencoba menebak, Ruby berniat mencari Pangeran Azlan yang mungkin saja ada di tempat kerjanya.
Mencoba merapikan semua tempat makan yang sudah habis dan juga membawanya kembali ke dapur. Tidak seperti biasanya masih tersisa banyak, tapi lainnya juga tidak mau bertanya dan Hal itu membuat ruby pun akhirnya memutuskan untuk sekedar keluar mencari angin.
Ia berencana ingin pergi ke tempat kerja Pangeran tapi serasa benar-benar sama memerlukan. Jika benda-benda dia mencari Pangeran ke sana tentunya harus itu membuat Ruby, hanya beralasan saja berada di luar kan memang sedang menunggu Pangeran tapi Pangeran juga tak kunjung datang.
hingga Leni yang sudah selesai menaruh makanannya pun kembali. Hal itu membuat Leni juga tahu jika ruby masih berada di luar tidak semuanya pun penasaran Kenapa tuan Putri tidak langsung beristirahat pada dari awal ia ingin beristirahat karena lelah setelah berlatih memanah.
Saat ini ingin menghampiri Ruby tiba-tiba Pangeran datang membuat Leni pun akhirnya undur diri untuk beristirahat dan tidak jadi menemui Putri Ruby.
Pangeran yang melihat Ruby ada di luar dan belum masuk tentunya merasa heran. Karena biasanya Ruby selalu tidur lebih awal dan tidak pernah menunggunya sekalipun. Entah apa yang sedang di pikirkan Ruby hingga ia masi berada di luar.
"Kenapa Putri masih berada di luar?"
Mendengar suara Pangeran membuat lebih kaget dan langsung berpaling melihat ke arah Pangeran Azlan. Ternyata memang benar yang bertanya adalah Pangeran Azlan. Hal itu membuat Ruby terdiam seketika dan bingung mau menjawab apa-apa, padahal pertanyaan pangeran sudah sangat jelas di ucapkan