
"Baiklah, kau harus bersiap besok," kata Pangeran Azlan yang tentunya memperingati Ruby untuk mempersiapkan diri
Dengan apa yang sudah terjadi di istana membuat Pangeran Azaln juga berusaha untuk bisa melindungi Ruby.
Acara penyambutan itu benar-benar sangat beresiko, tapi itu juga sangat diperlukan Karena untuk memperkenalkan rugi kepada orang lain. karena pada saat acara pernikahan Pangeran menurut cara resmi dan juga belum mengadakan berita acara sama keluarga.
Hingga membuat Raja pun menginginkan acara penyambutan tersebut sambil mengumumkan siapa istri pangeran yang sebenarnya. Agar tidak menjadi perbincangan di belakang yang mana akan membuat Raja juga kesulitan jika gosip itu juga sudah menyebar.
Alangkah baiknya memberitahu mereka secara langsung karena mereka juga merupakan keluarga inti kerajaan.
"Siap, semakin seru saja kelihatannya," kata Ruby yang merasa tertarik dengan acara penyambutan yang diadakan oleh Raja, selain ia bisa mengenal orang di dala. kerajaan. Hal itu juga bisa memudahkan nya untuk mengetahui siapa musuhnya.
Maka dari itu Ruby tidak sabar untuk bisa menghadiri acara itu. Kapan lagi ia bisa bertemu dengan orang banyak yang merupakan anggota kerajaan.
"Jangan bertindak sembarangan, sebaiknya kau selalu berada di dekatku," kata Pangeran lagi di mana dia ingin bisa mengawasi Ruby, agar bertindak bertindak yang berlebihan.
Melihat sikap Ruby yang tidak mau diam sama sekali tentunya akan membuat Pangeran juga pusing dan terus mengawasinya. Hal itu lewat Pangeran menyuruh lebih untuk selalu berada di dekatnya karena itu memudahkan Pangeran jika ada suatu hal yang ingin disampaikan kepada ruby ataupun mengenalkan orang-orang istana kepadanya
"Begitu yah, kan ada Dion yang membantu mu," kata Ruby yang melihat ke arah Dion karena memang dia terus berada di samping Pangeran sebagai orang kepercayaan Pangeran tentunya dia pun menuruti semua perkataan Pangeran bahkan dia yang membantu Pangeran, hal itu juga membuat rubik kadang merasa tidak nyaman jika sedang berbicara dengan pangeran ada Dion di sana. tatapan Dion yang begitu membenci Ruby seakan-akan Ruby adalah orang jahat yang ingin melukai Pangeran.
Padahal tidak ada sedikitpun niat ingin melukai pangeran yang bahkan ia pun ingin bekerja sama dengan mereka untuk bisa membalaskan dan namanya. tapi perkataannya tidak dipercaya oleh pangeran.
Hingga membuat ribu pun akhirnya menunjukkan sendiri kemampuannya dan kali ini ia pun harus bersabar untuk menghadapi keluarga Pangeran, yang benar-benar juga banyak hal yang tidak diinginkan oleh Ruby, karena keluarga dari pangeran juga sama saja menginginkan patah kerajaan titik jadi entah kenapa membuat ruby juga merasa kesal berada di kerajaan yang bahkan tidak aman seperti rumah yang beredar jika kerajaan itu benar-benar besar dan membantu banyak kerajaan lain.
Tapi ternyata permasalahan di dalam kerajaan lebih sulit untuk dipahami apalagi mereka bersaing mendapatkan rasa kerajaan, yang mana tidak seharusnya dilakukan oleh anak-anak Raja. Karena mereka juga sudah mendapatkan apa yang seharusnya didapatkan dan memberikan tata kerajaan sesuai dengan posisinya, tapi sayang Pangeran asli yang memiliki kekurangan itulah yang membuat musuh menggunakan kekuatan Pangeran untuk bisa menjatuhkan pangeran Azlan.
Walaupun Ruby merupakan istrinya tapi dia tidak ingin memaksa kehendak lebih. Maka dari itu pun iya berusaha untuk bisa berada di samping Ruby, selama acara pesta tersebut karena pengaruh ini juga merasa letih jika rugi akan berbuat kewenangan di pesta itu.
"Baiklah, lagi pula tidak banyak yang bisa aku lakukan di sana," kata Ruby yang langsung menyetujui perkataan dari pangeran selain Dia, juga tidak kenal dengan orang-orang dalam istana.
Ia juga tidak tahu apa saja yang dilakukan jika berada di pesta penyambutan seperti itu, lagi pula dia baru pertama kali berada di kerajaan yang selama ini bukanlah orang dari kerajaan itu, tentunya tidak tahu apa saja yang dilakukan di kerajaan tersebut hingga membuat lebih juga harus memahami situasinya.
Dengar perkataan Pangeran itu juga membuat bumi juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh pangeran, bahwa dirinya tidak boleh jauh dari pangeran itu juga bisa menguntungkan rugi jika dia selalu berada di samping pangeran.
"Iya, kau benar. Jangan terlalu menarik perhatian," kata Pangeran lagi yang tidak ingin membuat ruby dalam situasi sulit. Maka dari itupun Pangeran selalu memberikan nasihat kepada Ruby, agar tidak terlalu menarik perhatian karena orang-orang bisa saja melakukan hal yang buruk kepada dirinya.
"Itu kan acara penyambutan ku bagaimana aku tidak bisa menarik perhatian. tentunya nanti aku jadi pusat perhatian bukan," kata Ruby yang menolak hal itu. Karena bagaimanapun acara yang dibuat merupakan acara penyambutan dirinya dan jelas sebagaimanapun dia berusaha untuk menyembunyikan diri, pasti orang-orang yang ingin tahu bagaimana dirinya maka dari itu pun Ruby tidak bisa melakukan hal itu.
Ruby mendengar semua yang dikatakan oleh pangeran dan rasa khawatirnya yang begitu berlebihan, juga membuat Ruby merasa tidak nyaman. Entah apa yang dikhawatirkan oleh pangeran padahal ruby sendiri juga tidak mudah untuk dibunuh, mungkin karena Pangeran selama ini sudah merasa menderita melihat kejahatan yang dilakukan oleh pamannya dan juga saudaranya. Membuat Ruby juga harus berusaha sebisa mungkin untuk bisa menyesuaikan diri daripada menyulitkan Pangeran.
Melihat situasi yang ada di sana sepertinya antara ratu dan juga sendiri tidak mungkin memiliki hubungan baik, jadi Hal itu membuat Ruby mengerti, kenapa Pangeran Aslan tidak disukai oleh selir Amer yang seharusnya merupakan ibu tiri dari pangeran. Tapi memang karena sebuah kerajaan yang mungkin terjadi, memiliki istri lebih dari satu maka akan besar kemungkinan adanya perebutan kekuasaan.
"Iya kau benar, memikirkan nya saja sudah membuat ku pusing," kata Pangeran Azlan yang tidak mau membalas tentang Ruby tentunya yang pastinya akan membuat keluarga nya makin tidak suka padanya nanti.
"Ayo kita kembali ke dalam," kata Pangeran Azlan meminta tolong pada Dion yang menemaninya ke ruangannya, yang biasa ia gunakan untuk mengawasi situasi kerajaan dan juga dia gunakan untuk berkerja semala ini.
Ruangan yang berbeda dari kediamannya, walau jaraknya tidak terlalu jauh, tapi karena kekurangan Pangeran Azlan membuatnya selalu di temani Dion