Ruby

Ruby
Kebebasan Yang Diinginkan



"Iya, semua orang berhak hidup bebas bukan?" kata Ruby yang memberitahuku ingin bebas yang mana menjadi hak hidup semua orang.


Tentunya sebagai seorang putri pun lebih menginginkan hal itu meskipun itu bukan tubuh miliknya setidaknya selama dia berada di kerajaan dia pun bisa mendapatkan kebebasan.


Tidak seperti dirinya waktu masih hidup di dunia sebelumnya, dia yang ingin merasa tenang dan juga mendapatkan kebebasan ternyata sangat sulit. apalagi sekarang ia dihadapkan dengan permasalahan Pangeran juga yang sangat rumit.


Melihat itu Ruby jadi tak bersemangat dia mencoba untuk mengingat-ingat siapa yang perlu diwaspadai. Pangeran juga yang masih belum bisa berjalan, tentunya akan menjadi masalah besar untuk memperebutkan kekuasaan.


"Sebagai seorang putri tentunya kau tahu tugas dan tanggung jawab mu? apa kau tidak di beritahu?" tanya Pangeran Azlan yang melihat Ruby begitu bebas, tanpa memiliki etika tata krama dan juga tidak bisa diatur sama sekali, dari cara bicara yang semuanya sendiri membuat Pangeran tahu jika dia tidak seperti putri pada umumnya.


Tapi melihat hal itu Pangeran tidaklah benci, Ia hanya merasa heran dan makanya tertarik dengan kebebasan yang dimiliki oleh Ruby. seperti apa yang dikatakan oleh Ruby, ia benar-benar menginginkan sebuah kebebasan, yang mana dia bisa melakukan sesuatu sendiri tanpa dikekang ataupun diperintah orang lain.


"Tidak, dari awal aku sudah bilang jika aku tidak menerima pengajaran apapun," jawab Ruby dengan santai, dan tidak merasa bersalah sama sekali, karena memang itu adalah kenyataannya.


Ruby tidak menutupi apapun dan juga tidak berusaha untuk menutupi keburukannya itu, meski dia tidak mendapatkan pengajaran. Tapi Ruby tetap mengatakan dengan jujur. Terlepas dari pangeran mau suka pada dirinya atau tidak itu bukan menjadi urusannya, karena tujuan Ruby adalah untuk bisa membalas dendam dan bisa mendapatkan kebebasan.


Di mana dia bisa melakukan segala sesuatu sendiri dengan menggunakan rumput dari Putri Barbie yang sebenarnya sesuai dengan perjanjian yang sudah mereka putuskan.


Jadi Ruby sendiri juga tidak terlalu tertarik dengan pangeran Azlan, hanya saja kekuasaan yang dimiliki oleh pangeran bisa membantunya. Hal itu membuat lebih juga berusaha untuk bisa membantu Pangeran agar bisa menyembuhkan kelumpuhannya.


"Apa benar seperti itu?" tanya Pangeran Azlan untuk memastikan jika memang apa yang dikatakan ruby itu benar. Tapi melihat Ruby yang sepertinya tidak bohong dan malah tidak peduli dengan tata krama atau pelajaran yang ada di kerajaan itu membuat Pangeran juga mempercayai Putri.


Ruby yang duduk di depan Pangeran Azlan dengan santainya tanpa peduli dengan posisi duduknya yang tidak angun sama sekali, membuat ia merasa kesal berakhir dengan ketidak percayaan Pangeran, yang sepertinya sulit untuk menyakinkan Pangeran Azlan.


"Tentu saja benar, apa kau sudah menyelidiki ku dengan baik," ucap Ruby lagi yang tahu jika Pangeran Azlan mengutus anak buah untuk mencari informasi tentang dia.


"Aku tidak menyelidiki mu jika kau tidak berulah. Tapi aku tidak percaya dengan informasi itu," kata Pangeran Azlan yang tahu jika Putri Alinza mendapatkan pengajaran tata krama dan juga semua yang harus dipelajari oleh Putri. Berbeda jauh dengan Putri Ruby yang sangat minim informasi dan juga memang sengaja ditutupi oleh pihak keluarga.


"Sepertinya kita memang tidak pernah bisa satu pendapat," kata Ruby kesal melihat Pangeran Azlan yang tidak percaya dengan dirinya.


Ruby sudah berusaha berkata jujur apa adanya dan tidak ada satupun yang ia tutup-tutupi rumah tapi sepertinya Pangeran asli yang tidak pernah percaya dengan apa yang dikatakan oleh ruby. dan hal itu jelas membuat lebih pun semakin kesal dibuatnya.


"Kau saja tidak bisa di ajak kerja sama," kata Pangeran Azlan yang juga kesal tidak dapat mengambil kesimpulan dan keputusan apapun. Jika dia bicara dengan Ruby, sepertinya tidak nyambung sama sekali karena memang mereka beda tujuan.


Padahal dari awal pangeran sudah sangat khawatir dengan Ruby, tapi sepertinya Ruby tidak mengkhawatirkan apapun Dan menganggap semua itu tidaklah penting baginya.


Padahal Pangeran sendiri juga sangat serius dan juga tidak ingin terjadi sesuatu pada Ruby, apalagi mendengar ceritanya sepertinya Raja teratai tidak begitu menyukai Ruby.


Yang mana Hal itu membuat Pangeran juga harus lebih tahu dengan detailnya, kenapa raja ternyata yang merupakan ayah dari Ruby membuang anaknya begitu saja dan bahkan tidak memiliki perhatian apapun hal itu sangat berbeda dan bertolak belakang dengan Putri Aliza yang selalu dibanggakan oleh kerajaan teratai.


Padahal melihat kemampuan yang dimiliki Ruby, itu adalah hal yang sangat luar biasa yang seharusnya raja dari kerajaan teratai itu mendukung Ruby dan bahkan harusnya lebih sayang pada ruby dengan kemampuan misterius yang dimiliki oleh anaknya, tapi sepertinya Raja tidak peduli pada Putri Ruby dan bahkan mengasingkan sang putri.


"Jelas aku dulu yang mengajukan kerja sama dengan pangeran, sayang pengren tak percaya padaku dan mengabaikan nya," kata Ruby yang sedari awal sudah mengajukan kerjasama dengan pangeran titik dia bahkan sampai di kerajaan tersebut langsung mengatakan maksud dan tujuannya. dia tidak membela kerajaan teratai malah ingin meminta bantuan untuk menyerang kerajaan teratai, tapi sepertinya Pangeran memang tidak percaya sama sekali dengan ruby hingga membuat ruby pun jadi kesal. selalu menunjukkan kemampuannya kini Pangeran menunjukkan perhatiannya tersebut yang mana makin membuat ruby pun merasa tidak senang titik karena perhatian Pangeran sejak awal sudah ada maksud dan tujuan tertentu, itu jelas tidak tulus tidak seperti apa yang diharapkan oleh ruby. jadi Ruby tetap dalam pendiriannya untuk bisa menyerang kerajaan teratai dia harus bisa mendapatkan bantuan dari kerajaan lain.


"Bukan tak percaya kau saja yang tidak membuktikan padaku, mana aku tahu kau memiliki kekuatan misterius," kata Pangeran Azlan yang saat itu benar-benar tidak tahu jika Ruby memiliki kekuatan misterius, dan bahkan memiliki kekuatan penyembuh hal itu sangat diluar dugaan karena sebelumnya tidak ada kekuatan seperti itu.


Jelas saat itu Pangeran juga mengira jika Ruby hanya membual dan juga mengarang cerita Karena dia ketakutan setelah tahu jika membohongi Pangeran.


"Terserah Pangeran saja, yang jelas aku bosan, batas mana yang bisa aku lewati," kata Ruby yang benar-benar kesal, karena perkatanya sepertinya tidak ada yang sampai ke Pangeran. Mereka memiliki pendapatnya masing-masing hingga tidak memiliki titik temu sama sekali, dan hal itu jelas membuat Ruby semakin malas untuk berbicara dengan pangeran Azlan yang membatasi gerakan nya di dalam istana.