Ruby

Ruby
Bertemu Putri



Ruby yang makin tidak tenang dengan apa yang dikatakan Pangeran Azlan, jika ia akan menunggu. Apalagi diluar sangat dingin jika malam. Ia yang tadinya Bersi kerasa tak mau bertemu akhirnya begitu gelisah.


Ruby yang Bahakan tidak bisa tidur pun akhirnya keluar menemu Pangeran Azlan. Sampai di luar benar saja ia melihat Pangeran Azlan masih di sana.


"Kenapa Pangeran, ingin sekali bertemu dengan ku? Ada apa," tanya Ruby yang menghampiri Pangeran Azlan di luar kamarnya.


Pangeran yang tampak tenang dan tersenyum tipis saat melihat Ruby datang. Entah hanya perasaan Ruby yang sedari tadi gelisah. Tapi tidak terjadi apapun di sana.


Walau tidak seperti kemarin tapi kali ini Ruby yang bisa berbicara dengan Pangeran Azlan tanpa masalah.


Karena memang tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Jadi Ruby juga kali ini bersikap lebih tenang. Selain karena ia juga merasa bersalah membiarkan Pangeran Azlan menunggu lama di luar.


Kegigihan Pangeran yang membuat Ruby benar-benar tidak bisa tenang, tapi Pangeran Azlan yang ada di depannya kini terlihat santai. Membuat Ruby juga tenang.


"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan," kata Pangeran Azlan yang ingin memberitahu Ruby tentang ibu Suri Amer.


Ruby mendekat dan duduk di depan Pangeran Azlan. Ia lebih nyaman jika duduk berhadapan karena bisa langsung melihat Pangeran saat Pangeran bicara.


Walau jarang sekali pembicaraan Ruby dengan Pangeran Azlan berjalan mulut, tapi setidaknya Ruby tidak mengabaikan Pangeran Azlan.


"Mengenai ibu suri?" tebak Ruby yang tahu jika pembicaraan mereka pasti tidak jauh dari ibu Suri.


Mengingat tadi pagi Ruby bertemu dengan ibu Suri, jadi ia pun menebak jika Pangeran akan membahas tentang ibu Suri.


"Iya, benar. Penyerangan waktu itu dilakukan oleh ibu suri. dia belum tahu jika kau terkena serangan itu," jelas Pangeran Azlan langsung pada permasalahan yang akan ia bahas.


Pangeran Azlan kali ini lebih hati-hati untuk bicara dengan ruby, ia tidak ingin membuat ruby kesal ataupun marah lagi kepada dirinya. karena hal itu akan membuatnya juga kesulitan untuk bisa bertemu dengan Ruby. Jadi selagi ada kesempatan bicara ia langsung pada inti permasalahan yang akan disampaikan Pangeran.


"Pantas saja ia biasa saja saat menemuiku," kata Ruby yang melihat Ibu Suri biasa saja dan tidak menanyakan tentang luka pada dirinya. Jika Ibu Suri tahu yang kena serangan waktu itu adalah Ruby tentunya tadi pagi ia akan bertanya tentang luka.


"Jadi untuk sementara sebelum orang tahu, aku menyebarkan berita jika aku yang terkena panah itu," kata Pangeran Azlan menjelaskan rencana pada Ruby agar Ruby juga memiliki jawaban yang sama jika ada orang yang bertanya nanti.


Pangeran Azlan menatap Ruby berharap Ruby bisa diajak kerjasama sama dan tidak terus marah, karena menangani ke marahan Ruby sudah membuat Pangeran pusing tentunya.


"Kenapa Demikian?" tanya Ruby lagi yang belum paham kenapa harus Pangeran Azlan yang dikabarkan terluka Padahal dia tidak terkena serangan sama sekali.


"Karena jika kau yang terkena panah itu pasti ibu Suri akan curiga," jelas Pangeran Azlan yang beritahu jika Ibu Suri pastinya kan curiga dengan kekuatan yang dimiliki oleh ruby. jika ruby terkena panas pasti saat itu ruby akan menolak untuk menemui Ibu Suri dan minum teh bersama


Saat itu Ruby datang dengan kondisi yang sehat tanpa terluka sedikitpun, hingga membuat orang lain tahu jika sehat tanpa luka.


Jika ada yang tahu Ruby yang terkena panah pasti akan ada yang curiga jika rumah memiliki kekuatan penyembuh. untuk mencegah hal itu pangeran yang membuat rencana demikian agar orang lain tidak mencurigai Ruby.


"Iya, benar juga aku terlihat baik-baik saja saat menemuinya tadi pagi," kata Ruby yang benar-benar baru teringat jika dirinya pernah terkena panas dan terluka saat berusaha untuk melindungi pangeran.


Iya baru tahu jika ternyata yang menyerang tersebut adalah anak buah dari ibu Suri, tapi jika Ibu Suri tau jika dirinya yang terkena anak panah tersebut dan datang dengan kondisi sehat itu akan membuat Ibu Suri mencurigai dirinya.


Kali ini Ruby mulai paham dengan penjelasan yang disampaikan oleh pangeran omah jadi ruby harus berpura-pura dan menyebarkan kabar Jika dia tidak terluka tapi yang terkena panah itu adalah Pangeran.


"Jadi kau juga harus menyampaikan informasi yang sama jika ada yang tanya," jelas Pangeran Azlan agar mereka bisa satu kata dan tidak terlihat berbohong. Karena jika ada yang berbeda cerita akan membuat mereka terkesan berbohong dan mengada-ada.


Yang pasti akan banyak orang di istana yang tentunya mengawasi Ruby, sebagai orang baru yang di istana kerajaan Lion.


"Apa mereka tidak akan curiga jika aku mengatakan hal serupa dan sedangkan Pangeran tidak terluka?" tanya Ruby lagi yang ragu jika kabar itu akan dipercayai orang-orang lain. padahal Pangeran sendiri tidak terluka sama sekali Jika Pangeran dikabarkan terluka akibat mana tersebut tentunya orang lain pasti akan mencurigai Pangeran.


"Mereka tidak akan curiga, karena aku juga terus berada di kursi roda ini dan tidak ada yang tahu, jika aku terluka atau tidak karena aku tidak menggerakkan tanganku," jelas Pangeran Azlan yang mungkin orang lain tidak akan sadar Pangeran terluka atau tidak.


Karena memang Pangeran selalu berada di kursi roda dan sikap Pangeran mengabarkan jika dirinya terluka ataupun sakit, pasti orang akan percaya karena memang Pangeran juga tidak bisa menggerakkan tangannya.


Meski tangan Pangeran Azlan sudah sembuh, Pangeran jarang sekali menggunakan tangan kirinya tersebut. Hal itulah yang membuat Pangeran pun bisa saja menggunakan kabar itu untuk melindungi Ruby, agar tidak ada yang tahu jika Ruby memiliki kekuatan penyembuh.


"Benar juga. Kalau begitu baiklah," kata Ruby yang langsung setuju dengan rencana dari Pangeran yang masuk akal dan jelas akan membuat Ruby aman.


Rencana itu benar-benar masuk akal dan membuat Ruby memahami jika memang tujuan dari kabar itu adalah untuk melindungi dirinya.


Sejak awal Pangeran juga sudah bilang pada Ruby untuk menyembunyikan kekuatannya tersebut. Yang mana hal itu membuat Ruby tahu jika Pangeran sedang berusaha untuk bisa menyembunyikan kekuatan yang dimiliki oleh Ruby dan juga melindungi Ruby dari orang-orang yang menjadi musuh pangeran.


"Kalau begitu aku pergi dulu." Pangeran Azlan yang sudah menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan pun langsung pergi dari sana 


Ruby yang mendengar itu ada selintas rasa peduli dan ingin menghentikannya. Tapi ia ragu haruskah ia menghentikan Pangeran Azlan atau membiarkannya pergi.