
"Hanya kediaman ini saja, dan jangan keluar dari batas yang sudah aku buat, karena setiap sudut tempat ini sudah di jaga ketat," jelas Pangeran Azlan memberitahu Ruby, agar dia tidak keluar dari kediamannya.
Pangeran Azlan yang mengkhawatirkan Ruby, tentunya memberitahukan apa saja yang harus ia kerjakan dan batasan yang tidak boleh ia lewati.
Ruby yang jelas sangat kesal akan hal itu tidak memperhatikan Pangeran, ia yang bertingkah semuanya sendiri menatap Pangeran Azlan penuh dengan rasa kesal.
Dari balik Pintu Dion yang terus mengawasi suasana di sana, selain ia tidak suka dengan ruby iya juga benar-benar mewaspadai ruby. terlebih lagi sebagai ksatria yang terus berada di dekat Pangeran tentunya dia yang menjaga keselamatan Pangeran, mengetahui Ruby yang berasal dari kerajaan lain tentunya perlu diwaspadai titik yang mana Dari awal perjanjian juga dia tahu jika ruby bukanlah orang yang akan dinikahkan dengan pangeran. jadi dia benar-benar terus mengawasi ruby dan terus waspada penerbit, karena ia mengira jika lebih memiliki niat buruk.
rasa benci dia menjelaskan karena melihat Ruby yang tidak menghormati Pangeran sama sekali orang putri yang bahkan berbeda jauh daripada Putri pada umumnya. dia bersikap arogan dan semaunya sendiri dengan membuat Dion waspada.
rugi sendiri sadar jika sudah dari tadi dirinya diawasi komaha bahkan setelah dia datang di kerajaan Lion juga dia sudah diawasi apalagi saat dia jujur mengatakan semua tentang dirinya dan juga tentang keluarganya makin membuat Pangeran juga tidak percaya kepada ruby Dan makin terus membatasi pergerakan lebih serta memperbanyak pengawal yang ada di kediamannya.
"Membosankan, tapi baiklah daripada tidak memiliki pekerjaan apapun aku pergi dulu." Robi melangkahkan kakinya ia malas berhadapan dengan pangeran Karena dia tidak pernah di dengar oleh pangeran, bahkan sekarang dia harus mengikuti apa yang dikatakan oleh pangeran titik merasa bosan membuat dia ingin keluar dari sana dan tidak ingin terus berada di satu ruangan bersama pangeran.
Ruby yang memandang Pangeran dengan kesal ingin keluar dan pergi dari hadapannya. Tapi langkah kakinya terhenti di depan Pangeran saat Pangeran mulai menegurnya.
"Apa kau tidak bisa duduk dia membaca buku atau menyulam, agar tampak elegan. Tak berjalan kesana kemari seperti anak kecil," ucap Pangeran Azlan seakan tidak suka membuat Ruby makin kesal.
Ruby mendekati Pangeran dan berdiri dihapan Pangeran dengan tegap karena tidak suka dengan perkataan pangeran yang baru saja di ucapkan.
"Aku tidak berminat untuk berdiam diri bagaikan Putri," kata Ruby jelas tidak akan menunjukkan sikap menurut pada Pangeran.
Kini mereka yang berhadapan membuat Ruby bisa memandang Pangeran dengan jelas, tidak ada sorot kebencian dari matanya, berbeda dengan saat mereka pertama bertemu.
"Iya, memang kau Putri kau harus tahu kedudukan mu," kata Pangeran Azlan menyindir sikap Ruby yang jelas tidak memiliki sikap lemah lembut.
Putri yang seharusnya penuh dengan kharisma tidak terpancar dari Ruby yang bersikap arogan dan semaunya sendiri.
"Menyebalkan sekali, jika aku harus hidup seperti itu, berjalan dengan elegan, mematuhi tata Karama mengikuti kelas. Semua itu bukan tipaku jadi jangan memaksaku untuk melakukan hal yang tidak aku sukai." Ruby kesal dengan sindiran Pangeran, ia yang berdiri di hadapan Pangeran makin geram tak kala pangeran mengatakan yang sebenarnya terjadi.
Tapi semua itu jelas tidak bisa ia lakukan, kini ia harus terjebak di sebuah kerajaan yang begitu banyak konflik hingga membuat Ruby juga jadi sasaran serangan.
"Terserah padamu saja, aku juga sudah lelah mengingatkan mu," kapa Pangeran Aslan yang sudah lelah memperingati ruby, jadi ia hanya bisa mengatakan apa yang bisa ia katakan titik selebihnya Ruby mau menurut perkataannya atau tidak itu memang terserah pada Putri Ruby sendiri.
Pangeran Azlan juga sudah kehabisan kata-kata untuk bicara dengan Putri Ruby, keras kepalanya sulit untuk bisa ditaklukan titik dia bersikap semuanya sendiri dan bahkan merasa dia bisa mengatasi masalahnya Padahal dia tidak apa-apa tentang kerajaan itu.
Terlihat jelas dari sikapnya yang acuh dan tidak tahu seberapa buruk keluarga dari pangeran yang mencoba untuk mengantisi pangeran Ruby, jugu tidak seperti seorang putri hal itu akan menjadi masalah besar. Apalagi dia yang merupakan pengantin pengganti tentunya akan membuat orang lain juga merasa curiga
Yang mana jelas akan banyak celaan dan juga hinaan dari pihak lain. Mereka apa Saya akan memanfaatkan segala sesuatunya yang bisa ia manfaatkan sebagai kelemahan dari raja, orang-orang yang ada di sana memang sedang ingin melengserkan suaranya. ditambah lagi mereka yang gila kesulitan melawan orang-orang yang tidak suka pada Ruby.
Melihat ruby juga tidak peduli dengan Hal itu membuat layanan juga harus bersiap dengan segala sesuatu yang akan terjadi bahkan hal buruk sekalipun.
"baiklah aku sudah dari awal juga sudah bilang kepada Pangeran, Aku menginginkan kebebasan titik jadi apapun yang aku lakukan memang seharusnya terserah kepadaku," WhatsApp lu bisa kan tidak mendengar apa yang dikatakan pangeran dan apa saja peringatan dari pangeran.
Setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh pangeran keseluruhan membuat Ruby, juga semakin bersikap semuanya sendiri dan dia bakal sepertinya tidak memperdulikan perkataan dari pangeran, merasa dia tidak perlu bertahan di kerajaan itu atau tidak perlu menunjukkan sikap baiknya.
Ketidak masalah baginya Karena Ruby sudah tahu bagaimana kekuatan dirinya, yang terus melindunginya tersebut ia bahkan tidak bisa terluka itulah yang membuat Ruby benar-benar merasa nyaman serius yang ia miliki.
"aku harus bilang apa kepadamu aku sudah mengatakan semuanya padamu aku harus hati-hati coba rubahmu ubah sikapmu jangan salah mereka memanfaatkan kejadian ini untuk menyerang raja," kata Pangeran Azlan yang sudah benar-benar kehabisan kata-kata untuk bisa menasehati ruby agar menjaga sikap lebih baik lagi.
"Aku makin tidak mengerti dengan apa yang kau maksudkan," kata Ruby yang makin tidak mengerti dengan pangeran buatnya juga makin bingung apa sebenarnya yang ingin Pangeran lakukan.
"Aku harap kau bisa bersikap lebih bijaksana," kata Pangeran Azlan tak bersemangat. Ia sadar dan tahu semua kata-katanya tidak ada yang di dengarkan oleh Ruby.
"Kalau lebih baik, aku pergi." Ruby yang keluar kamar begitu saja, berjalan dengan cepat ke halaman depan kediaman Pangeran.