
"Baiklah, sebenarnya kamu ingin membuat jadwal atau menyembuhkan ku?" tanya Pangeran Azlan yang tidak mengerti apa tujuan dari Ruby.
Karena dari awal tujuan lebih ingin menyembuhkan Pangeran, tapi setelah sampai di sana ternyata banyak rencana yang dibuat oleh Ruby. Hingga membuat Pangeran pun tidak tahu yang mana dulu yang harus dilakukan, maka dari itu dia bertanya kepada ruby.
"Jadwal dulu," jawab Ruby yang saat itu ingin membuat jadwal terlebih dahulu tapi dia merasa tidak enak. Karena dia sudah sampai di sana melihat untuk menyembuhkan Pangeran tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Pangeran Azaln tersenyum melihat Ruby yang memang menentukan apa pilihannya, pasalnya Pangeran juga tahu jika dirinya ada di sana bertujuan untuk menyembuhkan penyakitnya.
"Eh tidak, menurut Pangeran?" tanya Ruby yang saat itu tidak bisa menentukan apa yang paling utama yang harus ia lakukan. Maka dari itu pun dia bertanya baik kepada Pangeran Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.
"Sudah jadwal dulu. Kamu mau bagaimana?" Pangeran pun memberikan pertanyaan itu kepada ruby karena sepertinya memang ruby membutuhkan jadwal.
Hal itu membuat survei pun melakukan kepala tanda setuju. Jika dia harus melakukan membuat jadwal terlebih dahulu karena dia juga bingung apa yang harus ia lakukan.
"Baiklah kalau begitu, setiap pagi aku akan belajar dengan Pangeran sampai siang," kata Ruby yang saat itu ingin belajar bersama pangeran setiap pagi. Karena waktu pagi itu sangat benar-benar bisa membuat ia belajar dengan serius dan hal itu jelas dipilih oleh Ruby.
Karena dia juga tidak ingin mengabaikan suatu yang penting dan dia juga harus belajar agar bisa lebih pintar dan bisa diakui sebagai seorang putri.
"Aku tidak bisa karena ada pekerjaan," kata Pangeran Azlan yang tidak bisa memenuhi apa yang diinginkan oleh Putri karena dia jelas banyak pengerjaan di waktu pagi.
Selain dia harus memeriksa dokumen tentang kerajaan dan juga harus memperhatikan pekerjaan yang ada di kerajaan tersebut dan tidak banyak waktu luang untuk pangeran maka dari itu Pangeran menolak, jika dia harus belajar bersama ruby di pagi hari.
"Kalau kalau tidak bisa baiknya kapan?" tanya Ruby pada Pangeran memastikan jadwal belajar yang harus ia lakukan karena pagi hari tidak bisa jelasnya harus ada jadwal ganti hari.
Di mana hal itu membuat Pangeran juga memiliki waktu luang Ruby tidak ingin memaksa.
"Baiknya malam," jawab Pangeran berencana memberitahukan Ruby, jika lebih baik belajar pada malam hari.
Karena orang lain juga tidak akan curiga jika mereka bersama untuk mengajari Ruby membaca dan menulis karena jika dilakukan pagi hari juga akan menarik perhatian dan hal itu jelas diputuskan oleh pangeran agar bisa mencari waktu yang tepat untuk latihan.
"Iya itu lebih baik," kata Ruby yang benar-benar setuju dengan apa yang dikatakan oleh pangeran mereka juga tidak bisa memaksakan diri karena memang Pangeran juga sibuk.
Hal itu membuat ruby juga Tenang bisa mendapatkan pelajaran dari Pangeran Azlan, Dia memiliki kegiatan dan dia tidak terlalu bodoh tidak bisa membaca dan menulis jelas membuatnya juga sangat malu.
"Jika Pagi sampai siang orang akan curiga juga," kata Pangeran memberikan alasan kepada rugi agar dia tidak kecewa.
Pangeran tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Ruby, hanya saja banyak hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu oleh pangeran selain Pangeran juga yang sibuk Ia juga tidak ingin orang lain tahu jika Ruby tidak bisa membaca dan juga menulis.
"Baiklah, jadi siang harinya aku akan bersama Pangeran," Kata Ruby yang menunjukkan jadwalnya jika siang hari ia akan mencoba untuk menyembuhkan luka Pangeran.
"Sore hari berlatih, malam hari belajar," kata Ruby lagi melanjutkan ya benar-benar senang dengan apa yang diputuskan oleh pangeran setidaknya Ia memiliki gambaran jika di siang hari dia bersama pangeran dan juga sore hari dia Bisa berlatih.
Ruby bisa berlatih memanah ataupun berpedang jika Pangeran mengizinkan sebenarnya ruby ingin sekali Bisa berlatih berkuda.
"Kau mau berlatih apa?" tanya pangeran yang benar-benar kaget dengan keinginan ruby dia ingin berlatih sedangkan Ruby tidak perlu itu semua hanya perlu belajar dan menjadi seorang putri yang lebih baik lagi tapi sepertinya lebih merencanakan latihan yang lain.
"Iya, memanah, berkuda, berpedang." Ruby tersenyuman ceritakan apa yang ingin ia lakukan.
Karena membalas dendam kepada keluarganya tentunya dia harus memiliki keahlian paling tidak dia bisa berpedang dan hal itu justru dinantikan oleh Ruby.
Karena dia benar-benar melakukan itu semua dan dia juga tidak ingin tinggal diam saat keluarganya terus menindas dirinya.
"Kau ini ingin jadi putri apa kesatria?" hanya Pangeran Azlan yang sudah tidak aneh dengan permintaan ruby, karena dari awal ruby juga sering sekali berlatih memanah dan hal itu juga sudah menunjukkan.
Bagaimana keputusan Ruby ingin berlatih memanah bergoda dan juga berpegang seperti ksatria pada umumnya entalpi yang dipikirkan oleh Ruby.
Tapi hal itu membuat Pangeran benar-benar tidak menyangka jika memiliki kemauan begitu besar untuk Bisa berlatih bermana dan juga berpedang padahal seorang wanita biasanya lebih cenderung suka dengan sastra ataupun hal-hal lain yang tidak melelahkan dan juga tidak perlu menggunakan tenaga.
"Dua duanya karena niat aku juga untuk balas dendam. Jika tidak bisa perang untuk apa aku balas dendam nanti," jelas Ruby memberitahukan kepada Pangeran.
Jika ia ingin menjadi seorang ksatria sekaligus menjadi seorang putri yang disegani dan dia pun harus bisa berusaha tapi bisa mungkin untuk bisa menguasai keduanya.
"Iya, baiklah. kau bisa latihan bersama prajurit ku," kata Pangeran Azlan yang menyarankan agar lebih Bisa berlatih kepentingan prajurit yang lain.
Karena jadwal Pangeran sore hari juga memperhatikan kemajuan latihan dari para prajuritnya mungkin saat ia sudah sembuh Ia juga akan berlatih menggerakkan kembali tubuhnya yang sudah lama sakit itu.
"Boleh, apa mereka tidak akan terganggu," kata Ruby yang takut jika para prajurit Pangeran akan merasa terganggu dengan kedatangan dirinya di tempat latihan yang jelas Hal itu membuat ruby juga ragu dengan apa yang menjadi putusan pangeran.
"Jelas tidak asal kau tidak menarik perhatian mereka," kata Pangeran Azlan yang memberitahu rupiah tidak akan mengganggu para prajurit yang sedang serius berarti karena prajurit bangunan sudah terlatih seperti prajurit handal.
Hal itu juga diakui oleh banyak orang pada masanya karena Pangeran sakit beberapa tahun ini. Jadi prajurit tidak begitu aktif karena tidak mendapatkan tugas untuk keluar.
"Iya, baiklah." Ruby yang senang mendapatkan semua jadwal dan tugas. Hal itu membuat ruby pun tersenyum dan benar-benar merasa.
"Sekarang waktunya menyembuhkanku," kata Pangeran lagi menyadarkan ruby dengan tujuan awalnya datang ke tempat Pangeran Azlan.