
Ruby berakting manja dan takut serta menutupi wajahnya dan bersembunyi di balik Pangeran. Karena engga sekali berurusan dengan musuh Pangeran.
"Aku ingin tahu siapa saja musuh yang disebutkan Pangeran kemarin?" tanya Ruby penasaran dengan orang-orang yang harus ia waspadai, karena semua anggota kerajaan hadir dalam acara pesta tersebut. hal itu jelas membuat Ruby ingin tahu siapa yang akan menjadi musuhnya, karena sudah di awal rupi tidak bertemu dengan mereka.
Acara pernikahan yang begitu singkat hingga sambutan kali ini yang benar-benar membuat ruby juga kaget saat Raja juga membuat pesta yang begitu mulia. Kali ini Ruby bener-bener berusaha sebisa mungkin untuk mengenali orang-orang yang akan menjadi musuhnya seperti apa yang dikatakan oleh pangeran bahwa ia juga harus waspada saat berada di kerajaan.
Melihat orang-orang yang berlalu lalang kesana kemari, berpesta dan juga menikmati hidangan yang hidakan membuat juga bisa dengan mudah mengawasi mereka semua yang ada di sana.
"Maksudmu ibu suri Amer ya jelas ya berada di sebelah Ratu?" jawab Pangeran Azlan yang jelas tempat dari ibu suri tidaklah jauh dari ratu, yang tentunya semua orang juga sudah tahu bagaimana kedudukan ibu suri yang mana dia merupakan istri kedua dari Raja tentunya berada di urutan kedua setelah Ratu.
Tapi ternyata Ruby tidak mengetahui tentang hal tersebut karena jelas dia sangat awam tentang tatanan kerajaan, hingga membuat Ia pun berusaha untuk bertanya kepada Pangeran agar dia tidak salah orang dan tidak salah mengira musuhnya.
"Oh yang itu, dia cukup cantik dan sepertinya lebih mudah daripada ibu Ratu," kata Ruby mencoba untuk mengamati dua orang yang duduk di sebelah Raja.
Yang tentunya tempat duduk mereka tidaklah jauh, apalagi Ruby yang merupakan tamu utama saat acara tersebut jelas juga duduk di dekat sang raja. Jadi Ruby bisa melihat ibu suri Amer dengan jelas.
Mewaspadai orang lain yang merupakan musuh pangeran, yang belum tentu juga memusuhi ruby membuat ruby juga tidak nyaman. Karena itu adalah merupakan pertemuan pertama mereka, apalagi Ruby, yang merupakan orang baru di istana tersebut jelas belum memiliki musuh sama sekali titik tapi entah kenapa Pangeran Aslan mencoba untuk memperkenalkan musuh-musuhnya agar Ruby, juga ikut waspada dengan para musuh Pangeran Azlan.
Ruby tahu jika persaingan di kerajaan benar-benar sangat ketat, apalagi saat mereka harus melawan saudara mereka sendiri yang tentunya membuat persaingan itu tidak sehat.
"Dia juga lebih licik tentunya, aku sudah menceritakan nya padamu," jelas Pangeran Azlan yang memberitahu jika Ibu Suri Amer benar-benar licik, yang mana Ruby tidak boleh terperdaya oleh kelicikannya.
Banyak sebenarnya yang sudah dilakukan ibu suri Amel, Walaupun dia tidak pernah turun tangan sendiri tapi dia memiliki bawahan yang cukup sulit untuk dihadapi oleh pangeran. dan hal itulah yang membuat Pangeran asilan benar-benar mewaspadai Ibu Sri walaupun itu merupakan ibu tirinya. jika Ibu suri tidaklah jahat kepada dirinya tentu Pangeran azan pasti akan sangat menghormati Ibu suri sama seperti dirinya menghormati ibunya sendiri tapi karena kekuasaan itulah membuat Ibu suri selalu saja merepotkan pangeran dan bahkan membuat Pangeran juga kedudukannya sebagai putra mahkota ditemukan sebelum dia benar-benar pulih dari sakitnya.
Semua itu dilakukan oleh ibu Suri tambahkan tidak mendukung Pangeran Azlan sama sekali, tentunya hal itu membuat Pangeran Azlan benar-benar tidak bisa mengabaikan kelicikan yang dilakukan oleh ibu Suri.
Jadi Ruby juga harus waspada karena merupakan istri dari Pangeran Azlan, yang kini benar-benar dalam satu rencana untuk bisa sembuh. Jadi Pangeran Azlan jelas butuh Ruby.
"Mungkin dia merasa anaknya lebih cocok untuk menjadi raja selanjutnya daripada dirimu," kata Ruby yang juga melihat kekurangan Pangeran Azlan yang benar memprihatinkan, dengan kondisi lumpuh dan tidak bisa kemana-mana dengan bebas mana mungkin dia bisa memimpin kerajaan.
Ruby benar-benar menatap Pangeran Azlan dengan penuh rasa kasihan, hingga membuat Pangeran Azlan sendiri merasa kesal dengan tatapan Ruby yang mengesalkan
"Apa yang sedang kau pikirkan sebenarnya aku sudah ditentukan sebagai Putra mahkota, tentu itu merupakan tanggung jawabku dan aku sakit seperti ini memang belum lama ini diakibatkan karena peperangan." Pangeran Azlan ingin membela diri dan tindak ingin dianggap sebelah mata oleh Ruby.
Yang mana hal itu membuat Ruby juga paham jika Pangeran Azlan sedikit kesal karena ulahnya. Padahal ia mengatakan hal benar yang seharusnya tidak perlu marah. Siapa saja yang melihat Pangeran Azlan juga jelas melihat dengan kasih. Kecuali musuh Pangeran Azlan yang melihat dengan penuh kebencian.
"Aa kau sudah berubah pikiran, dan tidak mau berusaha untuk menyembuhkan penyakitmu?" tanya Ruby yang ingin tahu sejauh mana Pangeran Azlan berusaha untuk menyembuhkan Penyakitnya.
Ruby juga penasaran dan ingin tahu usaha apa saja yang sudah dilakukan oleh Pangeran Azlan, untuk bisa menyembuhkan penyakitnya. Yang sepertinya bukan lumpuh permanen yang Bahakan bisa disembuhkan.
"Tentu saja sudah memangnya aku pikir aku orang seperti apa yang tidak mau sembuh," kata Pangeran Azlan yang sudah lama berusaha untuk bisa sembuh dari penyakitnya.
Pangeran Azlan juga tidak ingin dirinya terus merasa sakit dan juga tidak bisa berbuat apa-apa tiba-tiba. Apalagi dalam kondisi lumpur yang jelas membuat Pangeran Azlan juga merasa tidak nyaman.
"Tapi kenapa kau tetap saja tidak sembuh kau tidak curiga dengan keluargamu yang lain," kata Ruby yang merasa curiga jika ada sesuatu yang ditutupi oleh keluarganya.
Pasalnya itu sudah bertahun-tahun tapi tidak sembuh sama sekali. Hal itu jelas membuat penyakit Pangeran sangat aneh hingga membuat terbit juga jadi curiga. Apalagi Pangeran juga mengatakan jika banyak orang yang menjadi musuhnya dalam kerajaan, hingga membuat rubik juga berpikiran hal yang sama.
Jadi ia juga menganggap jika penyakit Pangeran bisa dengan mudah disembuhkan Tapi itu sudah bertahun-tahun tentunya juga sudah sembuh.
"Tentu saja ada, tapi aku tidak menemukan jawaban apapun," jelas Pangeran Azlan yang juga sempat curiga dengan keluarganya karena memiliki musuh yang banyak.
Tentunya ia sangat sulit untuk bisa menemukan tapi yang sesuai dengan keinginannya hingga penyakitnya pun tidak kunjung sembuh. Hal itulah yang menjadi membuatnya makin merasa gelisah dan juga terasa begitu aneh, karena ia benar-benar tidak tahu jika penyakitnya akan lama seperti itu.
Ruby juga tidak begitu paham cara apa yang digunakan oleh keluarga Pangeran hingga membuat Pangeran benar-benar tidak bisa menyembuhkan penyakitnya.
Padahal sudah sangat jelas jika Pangeran Azlan buka lumpuh permanen. Jadi hal itu membuat Ruby makin curiga dengan musuh yang ada dalam kerajaan.
"Sangat sulit untuk bisa membedakan yang baik dan buruk di sini. Contoh nya saja Paman Zamir," kata Pangeran Azlan juga dimusuhi oleh pamannya sendiri.
Karena kelompok hanya tersebut menjadi salah satu faktor di mana dia benar-benar sulit untuk mendapat pengakuan dari Raja, ataupun kerajaan apalagi masyarakat juga sudah tidak percaya pada dirinya.
Yang mana hal itu jelas membuat Pangeran Azlan benar-benar sudah lelah dengan orang-orang yang ada dalam kerajaan, dia tahu apa yang dilakukan sangatlah sulit untuk bisa melawan mereka. Jadi selama ini Pangeran Azlan berusaha untuk bertahan.
"Kenapa Paman mu sambil ikut-ikutan tidak mendukungmu bukankah dia merupakan keluargamu?" tanya Ruby lagi yang mana tidak menyangka jika pamannya sendiri malah memusuhinya.
Berbeda dengan ibu Suri yang merupakan orang lain yang mungkin juga merupakan ibu tiri jelaskan sangat sulit untuk bisa menerima kondisi itu tapi ini adalah pamannya sendiri, yang tentunya hal itu sangat disayangkan sampai tidak setuju dengan kedudukan pangeran di istana.
"Jelas dia begitu baik dan mendukung ku, tapi setelah aku sakit dia mulai melawan ku dan tidak lagi mendukung ku," kata Pangeran Azlan yang ternyata pernah memiliki hubungan dekat dengan sang papan Paman. Hal itu jelas membuat ruby menandai merasa kasihan pada Pangeran Azlan yang tidak dapat dukungan.
Melihat musuhnya yang banyak dan juga orang-orang yang dekat dengan Raja, hal itu juga pasti akan menyulitkan pangeran pantas saja kedudukan putra mahkota yang ia miliki ditangguhkan sampai dia benar-benar bisa sembuh.
Tentunya banyak yang menghalangi Pangeran untuk sembuh karena tidak ingin pameran menjadi raja.
Semua itu sudah direncanakan oleh musuh Pangeran apalagi musuh Pangeran merupakan keluarganya sendiri yang akan sangat sulit untuk bisa melawannya, jika tidak menguntungkan siasat.
"Itu terlalu rumit, kenapa dia masih terus masih muda memusuhimu," kata Ruby yang tidak menyangka jika ada kejadian seperti itu.
Melihat keluarga kerajaan yang terlihat begitu baik dan juga tidak ada permusuhan. Tapi dibalik semua itu terlihat persaingan dan juga permusuhan yang begitu ketat ia sadar sekarang dia berada di dunia kerajaan dan Ruby tahu ia harus bisa bertahan untuk bisa mendapatkan tahta tentunya dia harus menjadi penguasa.
"Karena dia selama ini membantu ayahku sebagai Panglima perang tentunya," kata Pangeran Azlan dan menjelaskan kedudukan pamannya di kerajaan tersebut memang sangat penting.
Sebagai seorang panglima perang tentunya dibutuhkan oleh kerajaan dan Hal itu membuat Raja juga mendengarkan perkataan dan permintaan dari membuat kedudukan Pangeran juga terancam jika dia tidak sembuh dalam waktu satu tahun ini.