
"Aku yang akan memberitahunya nanti, sekarang kalian lakukan tugas kalian," kata Pangeran Azlan yang berniat untuk menyampaikan berita itu pada Ruby.
"Baik Pangeran."
Para pengawal segera melaksanakan tugas yang diberikan oleh Pangeran. Sebagai Pengawal pribadi pangeran yang setia tentunya tidak ada dari mereka yang berkhianat.
Pangeran Azlan juga segera membubarkan para pengawalnya agar segera jalankan tugas, satu persatu dari mereka pergi dan segera menjalankan tugas mereka masing-masing.
Para pengawal segera pergi, Dion yang ada di sana, merasa ada yang ganjil dan mulai bertanya pada Pangeran Azlan. Karena seperti ada masalah.
"Kenapa Pangeran, terlihat gelisah?" tanya Dion yang melihat wajah Pangeran Tidak seperti biasanya. maka dari itu Dion segera bertanya pada Pangeran kumaha Padahal mereka sudah mengambil keputusan dan membuat rencana. Tapi melihat pangeran yang masih terlihat gelisah membuat Dion pun penasaran.
"Ruby masih belum mau menemuiku," jawab Pangeran Azlan yang masih kesulitan untuk bisa bertemu dengan Ruby. Ia sudah mencoba dua kali bertemu ruby tapi semuanya gagal. Bahkan ruby mengabaikannya dan tidak melihatnya sama sekali.
Entah kesalahan apa yang sudah dibuat oleh pangeran, tapi Pangeran benar-benar sulit untuk bisa bicara dengan Ruby. kali ini mereka memiliki rencana yang melibatkan Ruby.
Hal itu membuat Pangeran sangat sulit untuk bisa berkoordinasi dengan Ruby. Karena hal itu juga sangat penting untuk melindungi nyawa Ruby di, pangeran tidak ingin terjadi sesuatu padanya.
Dion yang masih berdiri di sana benar-benar tidak suka dengan Ruby, kedatangan Ruby jelas berpengaruh bagi Pangeran Azlan. Jadi Dion benar-benar tidak suka dengan Ruby, meski ia adalah istri pangeran Azlan.
Pangeran Azlan sendiri masih duduk tenang di tempat duduknya. Ia bahkan berpindah tempat sendiri dan enggan untuk dibantu. Keinginan Pangeran Azlan untuk sembuh adalah hal yang luar biasa. Jadi Ia begitu semangat melakukan segala sesuatunya sendiri jika tidak benar-benar mendesak ia tidak meminta bantuan pada siapapun.
Hal itulah yang membuat Dion salut pada pangeran dan paling tidak suka jika ada yang membuat Pangeran kesulitan. walaupun itu adalah Ruby yang merupakan istri Pangeran Azlan sendiri.
Tetap saja apa yang dilakukan Rudi membuat Dion merasa kesal, dan masih saja tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Ruby selama ini.
"Bagaimana Pangeran akan menyampaikan kabar ini?" tanya Dion yang masih tetap saja merasa ragu sikap Pangeran akan bisa menyampaikan kabar itu dengan baik.
Asalnya melihat hubungan mereka berdua yang memang tidak baik-baik saja juga akan sangat sulit untuk berkomunikasi. Di mana dia juga tahu bagaimana sifat Ruby yang sangat membuatnya tidak suka, karena selalu saja membuat Pangeran kesulitan.
sekarang pun ruby membuat Pangeran kesulitan dimana ia tidak bisa mengatakan apa yang seharusnya disampaikan, kepada ruby dan Pangeran masih tetap saja berusaha untuk melindungi ruby padahal ini sendiri sangat sulit untuk bisa diajak kerjasama.
Ia tidak bisa berbuat apa-apa melihat pangeran yang kesulitan, Ia hanya bisa untuk meyakinkan Pangeran jika tidak terlalu memanjangkan Sang Putri apalagi mengkhawatirkan Ruby
"Aku akan coba menemuinya sekarang," jawab Pangeran Azlan yang tidak pernah menyerah dengan tindakannya.
"Bagaimana jika putri menolak lagi?" Dion merasa ragu-ragu. Kedatangan nya pasti akan ditolak lagi oleh sang Putri.
Seperti apa yang dilakukan oleh Putri Ruby sedari kemarin. Hingga membuat Dion juga merasa kesal melihat Pangeran Azlan terus bersedih.
"Aku akan mencoba menunggunya," jawab Pangeran Azlan yang tidak menyerah meski Ruby akan menolaknya lagi, tanpa usaha ia tidak akan bisa menyampaikan kabar penting itu.
Tapi Dion memperhatikan itu semua jelas tidak suka dengan rugi karena Pangeran berjuang untuk bisa bertemu dengan Ruby, tapi Ruby yang tidak mau menemui Pangeran makin membuat hubungan mereka renggang. Disitulah dengan mulai kesal dengan ruby karena tidak mau bekerja sama dengan baik dan bahkan membuat Pangeran kesulitan.
"Jangan seperti itu Pangeran terlalu baik untuk putri," kata Dion yang sudah benar-benar kesal dengan Putri yang benar.
Hal itu membuat Ia pun jadi merasa jika pangeran di permainkan oleh sang putri maka dari tujuan berusaha disambungkan untuk menyadarkan Pangeran agar tidak terlalu lunak menghadapi ruby.
"Tapi jika tidak begitu Ruby akan dalam bahaya," kata Pangeran Azlan yang menambah tidak bisa melihat lebih dalam bahaya jadi mau tidak mau ia harus bisa menyampaikan kabar tersebut agar ruby juga bisa menjaga diri.
Demi kelancaran rencananya tentu ruby harus terlibat dalam rencana, mereka kali ini dan hanya pangeran yang bisa menyampaikan rencana itu kepada ruby.
"Walaupun demikian tetap saja hamba tidak setuju," kata Dion yang benar-benar kesal dengan apa yang dilakukan oleh pangeran yang masih saja terus membela rugi.
Padahal ruby sendiri tidak peduli dengan pangeran dan bahkan tidak mau bertemu dengan pangeran omah sudah beberapa kali Pangeran mencoba untuk menemui ruby tapi tidak ada hasil.
Hal itulah yang membuat dia benar-benar kesal dengan sang putri yang tidak bisa diajak kerjasama, dan malah merepotkan pangeran yang tidak bisa menyampaikan informasi dengan benar. Akibat Ruby yang selalu menghindarinya dan bahkan tidak mau bertemu dengan pangeran.
"Jangan seperti itu, dia juga istriku. aku yang akan menyelesaikan masalahku sendiri. kau boleh pergi," kata Pangeran Azlan yang menyuruh dia untuk pergi saja dia yang akan menyelesaikan permasalahannya sendiri.
Apalagi permasalahannya itu adalah dengan Putri yang mana Ruby, merupakan istrinya yang tentunya. Bagaimana ya akan menyelesaikan semua itu.
Melihat Dion begitu kesal dengan Ruby, Pangeran juga tidak bisa diajak bicara dan terus membela Ruby.
Hingga membuat Pangeran selalu saja bersikap bijak yang mana membuat Dion juga semakin merasa kesal dengan Sang Putri saat Pangeran terus berusaha untuk melindungi Putri l.
Yang mana hal itu benar-benar enggan untuk pergi dari sana Padahal semua pengawal pribadi, Pangeran pun sudah pergi dan menjalankan tugas masing-masing tapi sepertinya Dion yang masih berada di sana dan memastikan kondisi Pangeran akan baik-baik saja. Apalagi dia yang sudah dua hari ini tidak tidur di kamarnya, karena putri Ruby tidak mengizinkannya masuk. Makin membuat Dion tidak tenang jika ia pergi.
"Baik, Pangeran." Dion pergi dengan perasaan yang kesal pada Ruby, ia paling tidak senang jika ada yang membuat Pangeran Azlan kesulitan.