
Ruby berjalan bersama Pangeran Azlan, menuju taman dekat kediaman Pangeran. mereka tidak berjalan jauh karena Pangeran Azlan tidak dibantu oleh Dion. Ia yang memilih untuk bersama Ruby tentunya tidak mengundang siapapun.
Ruby berjalan di depan Pangeran Azlan, ia tidak membantu Pangeran mendorong kursi roda nya, karena ia rasa Pangeran juga bisa mengerjakan sendiri. Ia memang tipe yang cuek, dan tidak peduli jika memang tidak dibutuhkan. Apalagi Pangeran Azlan juga tidak meminta bantuan.
"Apa kau merasa tidak nyaman dengan kondisi ku?" tanya Pangeran Azlan tiba-tiba membuat Ruby berhenti dan berbalik ke arah Pangeran.
Mendengar Pangeran Azlan bertanya demikian membuat Ruby merasa bersalah, sebelum itu ia juga sempat merasakan perasaan itu. Tapi seiring berjalannya waktu ia tidak lagi merasa demikian.
Jadi Ruby yang sudah terbiasa dengan kondisi Pangeran Azlan, membuat ia merasa tidak enak hati saat Pangeran Azlan bertanya demikian. Padahal ia berjalan di depan bukan tidak nyaman, hanya saja berjalan di belakang Pangeran terlalu pelan.
Akhirnya Ruby menjawab apa adanya, "Tidak juga, aku sudah terbiasa,"
"Baiklah, kau mau kau bisa mencoba cara untuk menyembuhkan kakiku." Pangeran Azlan yang menatap Ruby yang ada di hadapannya. Wajahnya yang terkena pantulan sinar bulan terlihat cantik. Seketika Pangeran Azlan terdiam memperhatikan Ruby yang masih diam melihat ke arah tangan Pangeran Azlan.
"Kemarin tangan Pangeran sembuh setelah aku sentuh, berarti aku akan menyentuh kaki Pangeran, apa Pangeran tidak keberatan?" tanya Ruby pada Pangeran Azlan, mengingat Pangeran yang tidak suka disentuh, tentunya Ruby harus meminta izin dulu.
Lagipula hubungan mereka tidak sedekat itu untuk saling bersentuhan, mereka yang masih memahami satu sama lain pun masih menjaga jarak.
terlebih lagi pangeran yang memang tidak terlalu dekat dengan ruby. berbeda dengan ruby yang tidak mempermasalahkan hal itu, hanya saja rugi sering sekali tidak serius dan seringkali bercanda hingga membuat ia benar-benar hanya menganggap Pangeran Azlan hanya orang yang ia kenal yang bisa membantunya.
Tidak ada perasaan apapun apalagi rasa suka, jadi hal itu membuat Ruby juga biasa saja. Tapi, tidak dengan Pangeran Azlan yang sulit di tebak, entah dia benci pada Ruby atau tidak, tapi Ruby tahu jika Pangeran Azlan tidak nyaman disentuh olehnya. Jadi Ruby meminta izin dulu pada Pangeran Azlan.
"Apa kau yakin akan bisa sembuh?" tanya Pangeran Azlan yang memastikan terlebih dahulu jika cara yang akan digunakan Ruby bisa menyembuhkan dirinya.
Jadi dia pun bertanya demikian karena mengingat ruby pernah berkata. Jika dia tidak tahu cara bagaimana menyembuhkan pameran, jadi hal itu juga membuat bayaran penasaran. Bagaimana dengan cara yang akan digunakan oleh Ruby kali ini, apakah acara itu benar-benar bisa berhasil ataukah hanya spekulasi Ruby, karena sudah menyembuhkan tangan pakaian jadi Pangeran pun menanyakan kejelasannya kepada ruby
"Tidak yakin, kalau kita tidak mencobanya. Pangeran sendiri bagaimana. Bukannya Pangeran merasa tidak nyaman bukan?" kata Ruby yang memang tidak yakin dengan apa yang ia katakan.
Tapi kalau mereka tidak kamu menyukainya maka tidak akan tahu bagaimana hasilnya. Maka dari itu pun Ruby, meminta izin kepada pangeran. Karena tahu pangeran tidak mau disentuh biasanya ia merasa tidak nyaman ataupun menghindar secara tiba-tiba.
Ruby tidak ingin membuat Pangeran kaget, apalagi menghindar karena apa yang akan ia lakukan maka dari itu pun dia lebih dulu meminta izin kepada Pangeran Azlan dengan apa yang akan dia lakukan nanti untuk bisa menyembuhkan Pangeran. Walaupun lebih belum yakin maka dari itu pun dia berusaha untuk mencobanya terlebih dahulu
Apalagi seorang wanita hal itu jelas membuat Pangeran juga menghindar pada saat Ruby menyentuhnya. Jadi tidak ada alasan lain yang membuat Pangeran menghindar, ia tidak benci kepada Ruby, hanya saja karena waktu itu belum terbiasa.
Berbeda dengan sekarang yang mana mereka sudah sering pergi bersama dan sudah terbiasa berdua jadi membuat Pangeran juga tidak masalah akan hal tersebut. Apalagi hanya menyentuh kaki saja dan hal itu bukan hal yang pernah dilakukan oleh Ruby sebelumnya dan itu menurut Pangeran tidak masalah.
"Apa kaki Pangeran mati rasa?" tanya Ruby lagi untuk memastikan jika kaki Pangeran masih bisa merespon dan masih bisa merasakan sesuatu.
Karena ia juga tidak tahu seberapa parah penyakit yang diderita oleh pangeran. Karena Ruby melihat pangeran yang terus berada di kursi roda dan bahkan belum pernah melihatnya berdiri maka dari itu pun lebih menanyakannya.
Jika memang penyakitnya begitu parah hal itu pasti akan hal tersebut untuk menyembuhkannya. Ia juga yang belum yakin dengan kekuatannya pasti akan kesulitan untuk bisa mendapatkan cara yang terbaik agar kaki Pangeran bisa secepatnya sembuh.
Ruby yang tidak tahu juga cara menggunakan kekuatannya tersebut, hanya menebak dengan apa yang mereka lakukan sebelumnya.
"Tidak, aku masih bisa merasa sesuai, hanya aku tidak bisa berdiri dan mengerjakan," jawab pangeran Karena dia masih bisa merasakan sesuatu di kakinya semisalnya ia terkena air pun kakinya masih bisa merasakan air.
Jadi hal itu pun membuat Pangeran menjelaskan kepada ruby bahwa saraf kakinya masih baik-baik saja dan masih bisa merasakan sesuatu hal itu membuat Ruby lebih lega lagi karena memang tidak sampai mati rasa dan mungkin masih ada kesempatan untuk sembuh.
Karena memang itu tujuan Ruby dari awal untuk bisa menyembuhkan kaki Pangeran asli dan, setelah pakai Pangeran antasari pun Hal itu membuat lebih bisa meminta bantuan sepenuhnya kepada pangeran dan impian balasan yang berubah pasti akan bisa terbalas.
Jadi mau tidak mau dia harus berusaha keras untuk bisa melakukan yang terbaik dengan berbagai usaha agar bisa menyembuhkan kaki Pangeran. Ia memiliki kekuatan penyembuh dan tentunya dia pasti akan bisa menyembuhkan kaki Pangeran sama dengan tangan pangeran yang sudah disembuhkan olehnya.
Kini hanya tinggal mencari bagaimana cara untuk bisa menyembuhkan kaki Pangeran rumah karena lebih belum tahu bagaimana cara menggunakan kekuatan misterius itu. Ia hanya tahu jika dirinya benar-benar tidak mempan dengan segala jenis senjata karena tubuhnya bisa dengan cepat meregenerasi kulit yang sobek ataupun terluka.
Maka dari itu dia tidak pernah menderita luka tapi dia bisa merasakan saat ia terluka itulah yang membuat lebih mudah merasa takut jika terkena benda tajam, maka ia akan merasakan sakit walaupun hanya sebentar setelah itu lukanya akan sembuh.
Ruby yang sudah memperhatikan kaki Pangeran sedari tadi, akhirnya pun memutuskan untuk memulai percobaan penyembuhan nya.
"Baiklah, aku mulai yah." Ruby menunduk dan mencoba untuk menyentuh kaki Pangeran Azlan, ia berharap pengobatannya berhasil.
Setelah menyentuh untuk beberapa menit, Riby pun memastikan hasilnya. "Bagaimana, apa sudah bisa digerakkan?"