
"Iya benar Paman. Jika bicaraku akan menarik perhatian, bukankan lebih baik diam," jawab Ruby yang benar-benar tidak mau kalah dari sang Paman.
Ruby jelas dagingnya menerima penghinaan apapun dari pamannya itu, dia bahkan menjawabnya dengan sangat tenang dan tidak terprovokasi meskipun sang Paman berbicara sembarangan. Karena ia juga masih mengingat apa yang dikatakan oleh raja omah maka dari itu pun Ruby tidak boleh mengalah dan harus bisa menjawab jika ada orang yang berprasangka buruk padanya.
"Ternyata kau pintar membaca situasi," kata Paman Zamir ya mudah-mudahan merasa kaget dengan apa yang dikatakan oleh Putri ruby. pasalnya Ia tidak menyangka sama sekali Jika sang Putri bisa menjawabnya, padahal awalnya ia mengira Jika putri lebih benar-benar seorang yang tidak bisa diandalkan.
Bahkan tidak bisa bicara karena selama berpesta ia tidak berbicara dengan siapapun. hal itu jelas mengubah pendapat dari paman Zamir, yang mana jelas ruby bisa jadi ancaman untuknya. apalagi Ia juga berusaha untuk menurunkan tata Pangeran jadi Ruby bisa saja menjadi penghalang.
Paman Zamir pun mulai waspada melihat apa yang dilakukan oleh Ruby, jelas ya bukan Putri biasa dia bahkan tidak seperti apa yang dirumorkan dan jelas rumor itu sudah tersebarluas di istana kerajaan, bahkan musuh tidak ada yang menyadarinya sama sekali berubah menjadi lahir yang menyadari jika lebih tidak seperti apa yang dilumpulkan selama ini.
Jadi ia pun mulai tertarik ingin mengetahui sejauh manakah kemampuan yang dimiliki oleh Ruby. Hingga ia tidak memiliki rasa takut sama sekali dan bahkan tidak gentar menghadapi orang yang bahkan menghinanya terang-terangan di hadapan Ruby.
"Tidak juga, pujian paman terlalu berlebihan, aku hanya tidak suka membicarakan hal yang tidak penting," ucap Ruby yang jelas merupakan sindiran kepada sang Paman.
Melihat pembicaraan dari pamannya sedari awal hanya untuk basa-basi dan hanya untuk menyapa Pangeran saja, selebihnya dia memang ingin tahu seperti apa Ruby. Maka dari itu sudah sangat jelas apa yang diinginkan oleh Paman Zamir. Hal itu jelas membuat Ruby pun balik menyerangnya dengan kata-kata, agar tidak lagi melakukan hal yang hanya membuang-buang waktu saja.
"Iya, kau benar. Pembicaraan kita memang tidak penting mari akhir saja. Maaf sudah mengganggu waktu kalian," jawab Zamir yang tidak memiliki perkataan lain dia benar-benar terpojok dan tidak bisa menjawab.
Apalagi ia yang datang begitu saja dan menanyakan hal yang tidak penting, kini dia pun akhirnya dibuat melalu oleh Ruby dan ia yang pada akhirnya pun berpamitan kepada Rudi dan juga pangeran.
"Terima kasih Paman sudah sangat pengertian," jawab Ruby sambil tersenyum dan memberikan hormat sebelum sang Paman akhirnya pergi meninggalkan mereka.
"Kurang ajar, ternyata Putri Ruby benar-benar licik," batin Zamir kesal dan berencana memberitahukan semua yang ia lihat pada Ratu.
Ruby yang menyaksikan itu benar-benar merasa puas titik dia lebih suka berperilaku apa adanya daripada harus menahan diri seperti saat dia berada di pesta titik bahkan dia bisa lebih leluasa bicara suka hati seperti apa yang ia lakukan barusan.
"Apakah pamanmu akan marah kepadaku?" tanya Ruby saat itu kepada Pangeran mengetahui apa yang dilakukan olehnya. Ia benar-benar sangat keterlaluan sadar jika perkataannya itu memang benar-benar di luar dugaan dan tidak sopan.
Ruby yang pada akhirnya pun menyindir Paman Zamir dan berkomentar buruk karena sang Paman sungguh keterlaluan, hingga membuat Ia pun akhirnya melakukan hal yang benar-benar tidak terpikirkan olehnya sebelumnya. Tapi untuk menghadapi sang paman yang bersikap sombong seperti itu tidak ada salahnya ruby pun mempermalukannya.
"Jelas marah, dia tidak suka juga pertanyaannya dibantah apalagi di sini seperti itu karena dia jelas lebih tua darimu," kata Pangeran Azlan yang sifat dari sang Paman titik bahkan dia tahu jika sang pemain sedang marah dan bahkan dia bicara semuanya sendiri.
Memang bukan salah Ruby yang menjawab sedemikian rupa karena sadari awal Paman Jamilah yang terlebih dahulu, menghina ruby saat itu Pangeran juga marah dengan apa yang dikatakan oleh Paman Zamir. Tapi mau bagaimana lagi memang Ruby, langsung menjawabnya sendiri sehingga membuat Pangeran akhirnya pun diam dan melihat Ruby yang menjawab semua apa yang dikatakan oleh Paman Zamir.
Bahkan menyindir sang Paman sikap lebih di luar dugaan Pangeran juga tidak menyangka jika rumbiakan bersikap besar demikian rupa kepada Paman, meskipun lebih tahu jika sang Maman merupakan musuhnya. Ia bahkan tidak gentar sama sekali walaupun sama mama berkata k sekalipun tentang dirinya dia masih menyikapi dengan abai, dengan sikap dan juga berkata seolah-olah tidak ada yang kasar dalam perkataannya Tapi dibalik semua itu jelas ada sindiran.
"Aku tahu dia lebih tua dariku. Jika dia memang lebih tua dariku dan tidak seharusnya dia berkata-kata buruk tentang aku," kata Ruby yang juga akan bersikap sopan kepada orang yang sopan kepadanya.
Tapi dari awal sudah terlihat jelas jika sang Paman mulai menghinanya dan juga mengatakan hal buruk tentangnya itu bukanlah kesopanan membuat Ruby juga bisa lebih tidak sopan lagi maka dari itupun dia dengan sengaja menyindir sang Paman.
"Tapi terlepas itu semua aku sudah melakukan apa yang dikatakan oleh raja dan bersikap seperti dirimu sendiri itulah Ruby yang aku kenal," kata Pangeran Azlan yang benar-benar tenang dengan apa yang dilakukan oleh ruby sekarang ini.
Karena itulah yang merupakan sikap Ruby tidak ada perbedaan sama sekali karena memang Rubiah yang bersikap sedemikian rupa hingga selalu saja berkata-kata spontan dan semuanya sendiri.
Tapi dibalik semua itu terkandung makna yang benar-benar membuat Pangeran, juga selalu kepada Ruby
"Ya.... ya.... ya... aku tahu kau mengenal aku seperti seorang putri yang antagonis yang memiliki kepribadian yang mengerikan," kata Ruby lagi benar-benar emosi menengah pangeran yang asal menilai dirinya.
Padahal Ia melakukan keburukan malah pangeran memberikan penilaian yang jelas membuat rubik semakin kesal. Jadi jika Pangeran menilai semua apa yang dilakukan oleh rugi saat itu jelas isinya.
Hanya sebuah keburukan yang ia lakukan dari awal lebih juga sadar dengan apa yang ia lakukan itu dan hal itu jelas membuat Ruby benar-benar salah paham kali ini yang mengira jika Pangeran benar-benar membencinya dan jelas Hal itu membuat rubik pun semakin mencoba untuk menjaga jarak dan Pangeran