Ruby

Ruby
Merasa Bersalah



Ruby yang merasa tidak enak dengan apa yang sudah ia lakukan pasalnya ia tidak mengizinkan Pangeran untuk berhenti dan sedar bermalam di sana. Apalagi perhatian Pangeran membuatnya makin tidak enak hati.


Ruby masuk ke kamar dengan perasaan gelisah, karena membiarkan Pangeran pergibegitu saja, ia yang merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan membuat ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Walau Pangeran sangat perhatian, Ruby tetap saja tidak bisa bersama dengan Pangeran, padahal baru saja mereka merencanakan untuk bisa menyembuhkan penyakit Pangeran Azlan.


“Leni, jangan keluar dulu, temani aku sebentar,” pinta Ruby yang tidak mengizinkan Leni untuk pergi karena ada hal yang ingin Disampaikan.


Sepeninggalnya Pangeran pergi hal itu membuat Ruby tidak tenang Ia pun membutuhkan Leni berada di sampingnya, apalagi rasa bersalahnya itu tidak hilang dan hal itu jelas membuat Rudi sangat kesulitan.


"Baik Putri, apa ada yang bisa saya bantu?" mbaknya Leni yang merasa jika ada satu hal yang sedang dipikirkan oleh ruby membuat Ia pun bertanya pada Sang Putri.


Apalagi tahu setelah ruby bertemu dengan pangeran, wajahnya benar-benar murung hal itu jelas membuat Leni pun menanyakan masalah yang sedang dihadapi oleh sang putri. ia berharap bisa menyelesaikan masalah tersebut dan setidaknya bisa menghibur Putri.


"aku merasa tidak enak dengan pangeran karena selama ini aku berusaha untuk menghindarinya. Padahal dia begitu perhatian kepadaku," ucap Ruby tahu maksud dan tujuan dari Pangeran Azlan yang saat itu jelas melindungi rutby agar tidak ketahuan.


Jika dia memiliki kekuatan rahasia. dibalik kekuatan penyembuh Ruby, tentunya semua orang juga akan merasa terancam dengan kehadiran Ruby, maka dari itu Pangeran berusaha sebisa mungkin untuk bisa menutup merahasiakan kekuatan yang dimiliki oleh sang putri.


Maka dari itu ia berusaha sebisa mungkin untuk memberitahu rupiah apa yang harus ia lakukan. Karena pangeran asuran yang saat itu sedang melancarkan rencananya, untuk menutupi kejadian yang terjadi kemarin kasus penyerangan yang dilakukan oleh ibu Surya Amer.


Hal itu jelas membuat Pangeran dengan cepat menemukan dalang dibalik penyerangan itu, dari mana membuat Pangeran juga harus waspadai jika akan ada penyerangan selanjutnya.


"Putri merasa bersalah Kenapa tidak menemui Pangeran saja," saran dari Reni pada Sang Putri untuk bertemu dengan pangeran secara langsung dan bisa bicara dengan pangeran.


"aku tidak bisa seperti itu, semakin aku berada di sisi Pangeran lama maka akan ada masalah yang terjadi," kata Ruby yang tidak yakin bisa bersama dengan pangeran Karena dia sendiri juga tidak mau menambah masalah.


"Kenapa sudah menebak terlebih dahulu sebelum mencoba," kata Rendy terus berusaha sebisa mungkin untuk bisa membuat pangeran dan juga ruby akur. Apalagi melihat Ruby yang begitu khawatir dan gelisah saat tidak ada pangeran di sampingnya tentu membuat Leni pun tahu perasaan sang putri.


Sendiri benar-benar merasa tidak enak dengan apa yang sudah ia lakukan kepada Pangeran, selama dua hari ini mereka tidak bertemu sama sekali. Tapi Pangeran masih saja memikirkan keselamatannya.


"Entahlah aku tidak percaya diri untuk mencoba itu semua," kata Ruby yang takut jika akan terjadi masalah jika ia bertemu dengan pangeran. mengingat pertemuan mereka terakhir kali pun sempat cekcok.


Hingga membuat mereka memiliki pendapat yang berbeda, yang mana akhirnya Ruby pun memutuskan untuk tidak bertemu dengan pangeran dan menenangkan pikiran terlebih dahulu.


Tapi selama dua hari ini Pangeran benar-benar tidak menemuinya tapi setelah ada masalah Pangeran cepat-cepat menemui Ruby itulah mengapa Ruby tahu jika Pangeran memang mengkhawatirkannya.


Padahal mereka tidak ada hal yang bisa dibahas lagi setelah apa yang dikatakan oleh pangeran barusan tentunya membuat lebih tahu rencana pangeran di depannya.


"Baiknya, Putri memikirkan apa yang terbaik. dan juga memikirkan perasaan Pangeran," saran Leni yang mana membuat ruby ntar dia memikirkan kebaikan pangeran.


Ruby sadar jika dirinya terlalu keras kepala hingga membuat dia tidak pernah sabar saat mendengar perkataan dari pangeran.


Tapi setelah melihat tindakan dari pangeran keseluruhan jelas memancarkan jika Pangeran benar-benar mengkhawatirkan dirinya.


"Iya kau benar, coba besok apa yang bisa aku lakukan," kata Ruby yang tidak ingin banyak masalah.


Jadi jika Ruby dekat dengan pangeran tentunya akan bisa membantu Pangeran sedikit demi sedikit. Melihat masalah pangeran yang begitu banyak dalam kerajaan tentunya membutuhkan dukungan yang sangat kuat. Tidak salah Raja sempat mengatakan hal itu karena mengetahui sikap Pangeran selama ini memang berjuang sendiri.


Banyaknya musuh yang ada dalam kerajaan jelas membuat pangeran sudah berusaha sejauh ini untuk bisa terus menghalangi kejahatan dan juga tindakan buruk dari orang-orang di kerajaan itu.


Hal itu juga sudah terlihat jelas oleh ruby Bagaimana usaha dari ibu Suri Amer untuk mencelakai pangeran dan usahanya untuk mendekati ruby di mana itu semua memang dilakukan oleh ibu Suri Ambar yang terlihat begitu cerdik.


Ruby sudah mulai memahami sedikit demi sedikit Apa yang dilakukan oleh ibu Suri ameri yang memimpin jalannya permainan.


Di mana dia bisa melakukan apa yang ingin ia lakukan tanpa adanya teguran dari sang raja. Karena memang semua yang dilakukan oleh ibu sumri Amer sudah ntar rencana sejak awal ia benar-benar anaknya yang menjadi raja.


Jadi sedari awal memang ibu Surya Ambar berusaha dengan keras untuk mencalonkan pangeran Zein menjadi putra mahkota. Tapi jelas aja putra mahkota yang terpilih adalah Pangeran ajaran dengan segala cara yang dimiliki oleh ibu Suri Amer, dia berusaha sebisa mungkin untuk membuat Pangeran Aslan tidak terpilih sebagai seorang raja.


Ruby memikirkan Ibu Suri Amel saja sudah merasa was-was, ditambah lagi dengan paman semir yang tentunya lebih terang-terangan membenci Pangeran Azlan.


Dari keduanya tidak ada yang benar-benar membela Pangeran membuat rugi sadar jika musuh Pangeran begitu banyak.


Yang mana jelas tidak ada tempat bagi rugi untuk bisa bersantai, Ia juga sadar sikap Pangeran juga mengkhawatirkan dirinya dan berusaha sebisa mungkin untuk bisa melindunginya.


"Besok putri bisa menemui Pangeran Azlan. Agar putri tenang," saran Leni yang tentunya juga tidak suka melihat Ruby yang murung setiap hari di dalam kamar.


"Baiklah, besok pagi aku akan menemuinya," kata Ruby yang akhirnya setuju akan menemui Pangeran Azlan.