Ruby

Ruby
Berlatih Bersama



Ruby merasa lega melihat Pangeran Zein pergi dari sana, yang jelas hal itu membuat ia merasa lega dan nyaman saat akhirnya ia bisa bersama Pangeran Azlan.


Tadi, Ruby ingin bertemu dengan Pangeran Azlan yang sibuk dan sekarang akhirnya bisa bertemu. Jadi jelas hal itu membuat Ruby senang.


"Akhirnya pergi juga, aku baru pertama melihat dia," kata Ruby baru pertama kali bertemu dengan pangeran Zein.


Sebelumnya Ruby benar-benar tidak tahu jika ternyata itu adalah Pangeran Zein apa yang dikatakan oleh pangeran Azlan, bersama dengan Pangeran Azlan dan jelas hal itu membuat Ruby ingin bertanya dengan Pangeran Azlan.


"Siapa sebenarnya orang itu?" tanya Ruby dalam hati hati yang jelas bukan orang yang akan mendukung Pangeran Azlan dan terlihat jelas jika Pangeran benar-benar membenci Pangeran Zein.


Hal itu juga membuat Ruby benar-benar tidak menyukai Pangeran karena kata-katanya yang dilontarkan kepada Pangeran Zein benar-benar sangat keterlaluan. Apalagi setelah dia bersama dengan Pangeran Zein yang sombong.


Ruby benar-benar tidak suka dengan pangeran Zein, selain ia sombong. Ia juga keras kepala dan menuduh orang sembarangan, yang mana Hal itu membuat Ruby benar-benar sangat membenci Pangeran Zein dan dia juga tidak rugi karena Pangeran Zen merupakan musuh dari pangeran Azlan.


Hal itu membuat Ruby juga membencinya titik yang mana memang mereka tidak ada kecocokan sama sekali, terlihat jelas dari sifatnya yang begitu mencolok dan perkataannya yang sombong serta suka menghina orang lain.


"Iya, kau tahu sendiri Pangeran Zein tidak datang saat pernikahan kita," jelas Pangeran Islam memberitahu rugi jika Pangeran Zain tidak datang saat pernikahan mereka.


Hal itu jelas membuat lebih belum pernah bertemu dengan Pangeran Zein sebelumnya. Maka wajar Ruby tidak tahu jika itu adalah Pangeran juga memaklumi hal itu. Karena dia belum pernah mengenalkan Pangeran Zein sebelumnya kepada Ruby.


Hanya beberapa orang yang ada di dalam istana saja yang ikut dalam pesta tersebut yang dikenalkan oleh Pangeran Azlan saja jika Ruby tidak tahu siapa pangeran dan kali ini jelas mereka sudah bertemu.


Melihat keduanya yang mereka kabur sama sekali hal itu membuat Pangeran Zein juga paham karena memang keduanya sama-sama keras kepala daerah itu juga membuat Pangeran tahu bagaimana supaya lebih yang tidam mau mengalah sama sekali.


Hal itu membuat Pangeran pun berusaha untuk mencegah Ruby, tadi agar tidak tersurat emosi karena jika keduanya benar-benar emosi dan terjadi pertengkaran akan menjadikan istana dalam kerajaan pasir ramai. Walaupun ibu Suri ember tidak ada di sana, tapi tetap saja apa yang mereka lakukan bisa saja menarik perhatian.


"Aku kira kau sedang ada di kamar, ternyata sedang berlatih," kata Pangeran Azlan yang tidak tahu jika rugi sedang berada di luar.


Ia juga tidak tahu sama sekali jika sedang berlatih memanah karena biasanya Ruby mengajak Pangeran terlebih dahulu.


Paling tidak meminta izin kepada Pangeran Tapi kali ini benar-benar langsung ke tempat latihan. hal itu juga tidak membuat Pangeran Azlan marah pada Ruby.


Hal itu akan membuatnya sulit untuk berkomunikasi dengan Ruby, yang mana membuat Pangeran asli dan juga berusaha bersikap baik dan tidak membuat ruby marah dia membiarkan lebih bermain Padang dan juga tidak mengganggunya.


"Ah aku tidak berlatih, aku hanya menghilangkan rasa penat," kata Ruby yang hanya ingin menghilangkan rasa penat karena dia benar-benar tidak suka untuk berdiam diri dan melakukan hal-hal yang membosankan.


Hal itu juga sudah pernah disampaikan oleh Ruby kepada Leni bahwa dia tidak suka berdiam diri dan melakukan hal-hal yang membosankan. Apalagi seperti apa yang dilakukan oleh Putri pada umumnya memang putih kerajaan melakukan hal-hal yang ringan dan hal itu juga tidak mau dilakukan oleh rubik karena tidak menyenangkan sama sekali.


Ia yang sudah terbiasa hidup bebas di dunia hanya Maka dari itu dia tidak terbiasa berada di dunia kerajaan yang mana Hal itu membuat rubik harus bisa menyesuaikan diri dengan dunia kerajaan.


Maka dengan segala yang ia miliki dan kekuatannya Ia pun harus berusaha untuk bisa melindungi diri apalagi pertengkaran yang ada di dalam kerajaan benar-benar nyata dia bisa saja terlibat itu semua maka dari itu pun Ruby tidak ingin berdiam diri seperti seorang putri yang ada di kerajaan itu dengan sikap lemah lembutnya untuk menarik hati Pangeran tentu saja membuat lebih mewah biar lebih baik memilih untuk bisa mempersiapkan diri jika melawan musuh.


"Kalau begitu lanjutkan latihan mu," kata Pangeran Azlan yang mencuri lebih untuk melanjutkan latihannya karena dia juga tidak ingin mengganggu Ruby dan juga mungkin saja bisa jadi mereka bertengkar lagi jadi Pangeran memilih untuk kembali ke kediamannya.


"Pangeran Azlan mau kemana?" tanya Ruby yang saat itu merasa kecewa saat Pangeran harus kembali ke kediamannya dan hal itu jelas membuat Ruby bertanya, karena dia ingin bersama dengan pangeran dari awal juga niatnya ingin bertemu dengan penggalan.


Tapi sayang karena ada pangeran saya jadi Ruby, pergi ke tempat pelatihan memanah dan hal itu jelas membuat Ruby pun ingin menyampaikan apa yang ingin dia katakan kepada Pangeran Azlan.


"Mau ke perpustakaan, melanjutkan pekerjaan," jawab pangeran Azlan yang benar-benar tidak memiliki kegiatan lain dan hanya melakukan pekerjaan yang ada di kerajaan.


Apa yang dilakukan oleh pangeran tentunya sangatlah banyak, maka dari itupun rugi rasa bersedih saat Pangeran harus kembali bekerja dan meninggalkannya sendiri di tempat latihan.


"Pangeran tak meu menemani ku berlatih panah," ajak Ruby yang saat itu benar-benar tidak ada kemarahan sedikitpun Hal itu membuat Pangeran juga terdiam dan memikirkan kembali ajakannya Ruby.


"Kau bilang bukan berlatih," kata Pangeran Azlan sambil tersenyum karena tadi Pangeran bilang jika Ruby berarti.


Tapi Ruby mengingatnya dan jika bilang iya hanya bermain saja hal itu jelas membuat Pangeran pun mengulang kembali apa yang dikatakan oleh ruby. Karena melihat Ruby yang sebenarnya sudah tidak marah lagi kepadanya tentu Pangeran pun berusaha untuk mencairkan suasana agar tidak lagi tegang karena satu hari kemarin dan membuat Pangeran kesulitan.


"Iya, bermain bersama?" tanya Ruby mengajak Pangeran Azlan, ia tahu jika apa yang ia lakukan kemarin salah.


Jadi kali ini Ruby ingin mengajak Pangeran Azlan bermain panah bersama denganya, karena untuk bisa berkomunikasi lagi dengan Pangeran Azlan. Setelah perselisihan nya kemarin.