Ruby

Ruby
Musuh Pangeran Azlan



"Ada Ibu suri Amer dan Pangeran Zein," kata Pangeran Azlan memberitahu musuhnya yang harus diwaspadai oleh Ruby.


Mereka berkerja sama untuk melawan Pangeran, sedang Pangeran juga tidak mungkin melakukan penyerangan di kerajaan. Kecuali orang-orang yang sudah disebutkan oleh Pangeran.


Banyak musuh di dalam kerajaan yang menjadi musuh Pangeran Azlan, yang mana hal itu juga membuat Pangeran takut jika mereka akan mengincar Ruby.


Apalagi melihat Ruby yang sepertinya ingin keluar dan tidak betah berada di dalam kediaman, Padahal semua itu Pangeran lakukan untuk bisa menjaga Ruby dan tidak mendapatkan serangan secara tiba-tiba seperti tadi.


Mungkin musuh tidak tahu jika Ruby baik-baik saja, karena mereka melihat saat itu Ruby terluka, jadi Pangeran tidak boleh menunjukkan jika rugi keluar dan tidak memiliki luka sama sekali jelas itu akan membuat orang-orang merasa heran.


Pangeran sendiri juga merasa heran dengan kekuatan yang dimiliki oleh ruby maka dari itu ia berusaha sebisa mungkin untuk menyembunyikan kekuatan Ruby.


"Siapa mereka?" tanya Ruby yang tidak tahu dan bahkan dirinya tidak paham dengan orang-orang yang berada di dalam kerajaan tersebut.


Baru kali ini Pangeran memperkenalkan mereka semua dan orang-orang yang perlu diwaspadai.


Ruby tidak menyangkal sebagai seorang pangeran, Ia memiliki banyak musuh dan bahkan. Hal itu membuat ruby benar-benar tak mengira jika Pangeran hasrat menjadi incaran keluarganya sendiri untuk dibunuh.


"Selir ayahku dan anaknya. Mereka juga ingin melengserkan ku," Pangeran Azlan yang tidak bisa menutupi apapun dan berusaha jujur dengan Putri agar dia tahu jika posisinya juga dalam bahaya.


Apalah Pangeran tentunya tidak bisa diam dan harus memberitahu Putri segala sesuatu yang terjadi di kerajaan itu dengan memberitahukan siapa saja yang perlu diwaspadai, hal itu jelas membuat rugi harus mengerti jika posisinya juga akan dan sulit jika terus berkeliaran di istana tanpa adanya persiapan. Karena mereka bisa sewaktu-waktu menyerang seperti apa yang dilakukan pagi tadi.


Maka dari itu Pangeran selalu membawa pengawal bayangan yang akan selalu melindunginya, jika ada serangan mendadak, Ia pun selalu saja berusaha untuk menghindari serangan yang dilakukan oleh orang-orang dalam bicara yang tidak menyukai dirinya.


Dia juga tidak tahu kenapa mereka semua membencinya padahal Pangeran juga tidak banyak melakukan apapun. dia selama ini hanya berusaha untuk bertahan agar ia masih bisa mempertahankan kedudukannya di kerajaan itu apalagi dia juga berusaha untuk bisa sembuh dari lumpuhnya, karena dia tidak terlalu hanya saja peperangan yang membuat dirinya seperti itu, ia berharap ada tabib yang bisa mengobati keluhannya tersebut.


Tapi sayang dari berbagai tabib yang sudah ia hubungi tidak ada satupun yang bisa mengobatinya hal itu juga membuat pangeran sudah hampir menyerah, tapi dia kali ini memiliki harapan baru setelah bertemu dengan Ruby.


Maka dari itu ia berusaha untuk melindungi Ruby dan memberitahu kan siapa musuhnya yang ada dalam istana dia juga tidak ingin kehilangan Ruby melihat kemampuan misterius yang dimiliki oleh Ruby tentunya Pangeran membutuhkan hal itu untuk bisa menyembuhkan kelumpuhannya.


Jadi jika raja sudah menjelaskan hal tersebut tentunya tidak akan ada yang bisa menolak pendapat dari Raja, apalagi Raja juga sudah mempersiapkan alasan yang tepat untuk itu maka dari itu pun Pangeran lebih dulu memberitahukan raja sekarang ruby untuk keluar.


"Wah banyak juga musuhmu, itu musuh mu kan? Bukan musuh ku," kata Ruby yang benar-benar merasa jika dia menjadi memiliki musuh yang banyak jika harus mewaspadai orang-orang dalam kerajaan Lion.


Padahal dia tidak berniat untuk mendapatkan musuh Ia hanya berniat untuk mendapatkan dukungan, agar dia bisa melakukan bola senam dan bisa hidup dengan bebas, tetapi sepertinya akan sulit karena masih banyak perjuangan yang harus ia lewati.


"Mereka juga akan mengincar mu," jelas Pangeran Azlan yang memberitahu ruby jika musuh Pangeran juga akan mengincar ruby, apalagi mengetahui kedudukan Ruby yang saat ini benar-benar dilindungi oleh Ratu.


Bahkan Raru pertama kali dia berada di kerajaan Lion langsung disebut oleh Ratu tentunya itu menunjukkan bahwa kekuatan dan juga kedudukan ruby di kerajaan telah diakui oleh Ratu.


"Ampun padahal aku ingin bebas, malah tambah musuh," kata Ruby yang mengingat dirinya menjadi memiliki banyak musuh, Padahal dia tidak ingin memiliki musuh lagi.


Tapi tidak menyangka jika Pangeran sendiri juga memiliki banyak musuh yang membuat dirinya benar-benar tidak mengerti kenapa dia harus berada di kerajaan sedangkan dirinya tidak ingin pusing dan juga repot.


"Apa maksud mu, dengan kebebas yang kau maksud?" Pangeran Azlan yang tidak mengerti dengan kebebasan yang dikatakan oleh Ruby padahal ruby sendiri sebagai seorang putri tentunya, menjadi sosok yang bebas dan juga dilayani oleh para dayang kerajaan yang seharusnya Ia juga tidak bersiap aneh.


Karena setiap tindakan dan juga perkataannya jauh berbeda dengan Putri pada umumnya, tapi hal itulah yang membuat Pangeran tertarik dengan Ruby.


Ruby yang tidak pernah munafik dan menutupi kekurangannya dia bahkan tidak peduli dengan orang lain yang mau menilai Ia seperti apa. Yang jelas Ruby yang terlihat begitu ceria dan bebas tanpa perlu memikirkan pendapat orang lain membuat Pangeran juga yang melihatnya jadi ingin melindunginya.


"Bebas bisa ke mana-mana sendiri, tanpa harus bilang kepada siapapun dan juga tanpa memiliki musuh. Jadi apapun yang aku inginkan aku bisa kerjakan," ucap Ruby semangat memberitahukan Pangeran apa yang ia inginkan.


Pangeran Azlan yang mendengar hal itu pun mengerutkan keningnya, Ia tidak menyangka ada orang seperti Ruby yang bahkan menginginkan kebebasan seperti itu. Yang sepertinya tidak akan mungkin terjadi di kerajaan, karena setiap kerajaan memiliki peraturan sendiri yang harus ditaati.


Banyak peraturan juga yang kalau juga yang harus dilakukan oleh seorang putri Raja, apalagi mereka juga dilatih untuk belajar etika dan juga banyak hal lain yang seharusnya rugi paham itu.


"Begitu ya tapi itu sepertinya mustahil." Pangeran Azlan menatap Ruby dengan penuh keyakinan bahwa kebebasan yang diinginkan oleh ruby itu mustahil untuk bisa lakukan apalagi mereka hidup di kerajaan.