Ruby

Ruby
Bertemu Sang Paman



Ruby yang kaget langsung berduri ia tidak menyangka jika di sana ada orang, padahal ia kira tidak akan ada orang yang lewat.


"Paman kenapa ada di sini?" tanya Pangeran Azlan yang melihat sang Paman ada di sana.


Padahal seperti Ruby, ia mengira jika malam itu tidak ada siapa-siapa di sana suasana Sepi juga terlihat dan juga para penjaga yang melarang-larang tentunya tidak memperhatikan mereka berdua. Di mana pangeran juga tidak berpikir akan ada paman Zamir yang datang mendekati mereka.


"Aku ingin menyapa kalian, karena kemarin aku belum menyapa dengan benar di pesta," jawab Zamir yang saat itu jelas kaget saat melihat ruby dan juga pangeran azren sedang berada di luar.


Ia ingin mengenal seberapa jauh dan juga keahlian yang dimiliki oleh Ruby, melihat ia tak bisa berbuat apa-apa itu merupakan sebuah kemenangan bagi dirinya.


Ia Apa rencana untuk pergi ke tempat orang tua dan merayakan kemenangan mereka karena ia ingin mengajukan gugatan sekali lagi agar tahta Pangeran, dipertimbangkan setelah mendapatkan seorang istri seperti Ruby yang bahkan tidak bisa mendukung Pangeran sama sekali.


maka Paman Zamir pun juga merasa tidak senang dengan ruby saat itu, dan melihat keduanya berada di luar jelas membuat ia merasa tertarik dan akhirnya pun mendatangi keduanya.


Karena rasa penasarannya tersebut, dari tadi dia berada di pesta tidak bisa sedikitpun mendekati Ruby ataupun bicara kepadanya.


Melihat dari sikap Ruby, yang tidak menunjukkan mukanya sama sekali membuat Paman Zamir pun mengira jika Ruby benar-benar sesuai dengan apa yang dirambatkan selama ini bahwa dia tidak bisa bersosialisasi dengan baik.


"Tidak perlu repot-repot begitu paman," kata Pangeran Azlan mudah-mudahan tidak menyangka jika Paman Zamir langsung mendatanginya. Ia benar-benar tahu Apa tujuan dari pemerintah sampai dengan memastikan, bagaimana Ruby yang sudah diperkenalkan oleh raja.


Karena sudah di acara pesta tadi tidak ada seorangpun yang mampu mendekati ruby.


Maka hal itulah yang membuat Paman zamir pastinya merasa penasaran dengan ruby. Pangeran asli dan juga tahu Apa tujuan Zamir mendekati mereka dan hal itu jelas membuat Pangeran langsung bicara dengan sang Paman.


Agar Ia juga tidak tahu bagaimana Ruby yang sebenarnya karena melihat dari pamannya tersebut terlihat begitu sangat senang mungkin, karena memang mendengar dari kabar raja tersebut jika pangeran menikah dengan Ruby.


Ruby bukanlah orang yang berpengaruh dalam kerajaan tentunya itu adalah hal yang menjadi suatu kesenangan untuk musuh. Di mana mereka bisa menggunakan itu semua untuk bisa melengserkan pangeran dari tata putra mahkota, apalagi rasa itu sekarang sudah ditangguhkan dan hal itu jelas membuat Pangeran asinan tahu Apa tujuan dari sang paman.


"Tidak ada yang merepotkan jika seorang paman ingin menjenguk keponakan ku yang sedang sakit," Kata Paman Zamir beralasan karena memang Pangeran asli juga sudah dari dulu sakit bahkan dia juga tidak bisa menggerakkan kakinya.


Tapi sama benar-benar cerdik menggunakan alasan tersebut untuk menemui Ruby, padahal paman dan merasa penasaran dengan Ruby dan juga siapa sebenarnya lebih hingga bisa menggantikan kakaknya tanpa membuat Raja marah jadi hal itu jelas membuat pernikahan itu memang sedikit ganjal tapi musuh malah mendapat keuntungan dari pernikahan politik tersebut.


"Terima kasih, sudah mengkhawatirkan ku," kata Pangeran Azlan pun beralasan agar sama Maman tidak terlalu panjang berbicara dengan mereka bahkan mengarang juga ingin secepatnya pergi dari sana dan tidak ingin menemui pamannya.


Yang mana hal itu membuat Pangeran juga harus berhati-hati dengan sang pemantik walaupun mereka bertegur sapa dan juga sering bicara, tapi mereka sedang mencari kelemahan satu sama lain.


Itulah hal yang sangat mengerikan yang mana membuat Pangeran juga sudah hafal dengan apa yang dilakukan oleh keluarganya tersebut. Padahal mereka juga merupakan satu keluarga dan juga sama-sama berada di istana dalam tapi tidak ada ketenangan di sana yang ada hanya perebutan dan juga kekuasaan.


Bahkan Pangeran juga sudah merasa bosan dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya.


"Tapi kenapa kalian malam berada di luar?" tanya Paman Zamir yang melihat keduanya da di luar


Itu bukanlah hal aneh, karena Pangeran Azlan sudah biasa menghabiskan waktu di luar untuk berlatih, tapi sekarang Bahkan. ia tidak bisa berdiri dan ada di luar bersama Ruby. jelas pemandangan yang sulit untuk dijumpai


Tak ingin kehilangan momen Jelan Paman Zamir langsung mendekati mereka berdua untuk menanyakan apa yang sedang keduanya lakukan, dan untuk menyapa Ruby yang belum sempat ia sapa saat berada di pesta.


"Kami hanya sedang mencari angin berdua," jawab Pangeran Azlan jujur kerena memang sedang mencari angin dan udara seger di luar jadi tidak masalah jika ia berjalan bersama Ruby.


Ruby yang hanya diam dan tak berbicara menunggu saat ia bisa ikut bicara juga, tentunya tidak etis di langsung ikut bicara jika tidak di tanya. Karena Ruby juga malas buang-buang tenaga. Jadi ia lebih suka menyimak pembicaraan keduanya


"Jadi aku mengganggu kalian?" tanya Paman Zamir lagi karena jelas dengan apa yang dikatakan oleh pangeran seakan-akan dirinya mengganggu mereka berdua yang sedang berada di taman.


padahal memang tujuan Paman Samir adalah untuk bisa menemui mereka, dan jika itu mengganggu pun itu bukan masalah bagi dirinya tapi hanya ingin memastikan saja.


"Ah tidak Paman, tidak memgmggun sama sekali. Aku hanya terkejut bisa bertemu paman di sini," coba Ruby yang langsung membuat sang Paman kaget ia mengira jika Ruby tidak bisa berbicara dan bahkan mengira jika ruby selama ini tidak bisa diandalkan.


Melihat respon lebih yang begitu baik dengan menggunakan kata-kata seperti itu jelas membuat pemanasan tidak mengira sebelumnya jika ruby bisa berkata-kata demikian dan juga bisa menyapanya.


Terlihat begitu biasa saja dan tidak ada kekurangan sama sekali dari Ruby yang sekarang dia lihat berbeda dari Ruby pada saat berada di pesta benar-benar terlihat begitu bodoh, hal itu jelas membuat Paman zamir begitu terkejut dengan Ruby yang terlihat tidak takut padanya.


"Putri Ruby yang di kenalkan Raja, aku kira kau tidak bisa bicara," kata Paman Zamir yang langsung pada pendapat nya. Karena memang ia mengira jika Ruby tidak dapat berbicara dan tidak bisa berkomunikasi dengan benar.


Ruby tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Paman Zamir. Ia benar-benar mengira dirinya begitu bodoh.


sedangkan Pangeran takut terjadi sesuatu bahkan ia ingin sifatnya pergi dari sana dan tidak ingin melakukan pembicaraan dengan sang Paman karena sangat menyebalkan.