
"Iya mungkin Pangeran juga tidak akan menyetujui nya," kata Ruby yang tahu apa yang dia lakukan pasti tidak akan disetujui oleh pangeran Azlan.
Apalagi setelah apa yang dikatakan oleh pangeran, hal itu jelas membuat lebih paham jika dia tidak boleh keluar dari kediamannya.
Yang mana membuat Ruby harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan juga kondisi yang ada di kediaman itu.
Ruby menatap kearah langit, melihat burung yang terbang bebas, Hal itu membuat ia merasa iri dengan burung tersebut. Bagaimana tidak mereka bisa terbang bebas, dengan kemampuannya dan semuanya sendiri sedangkan dirinya begitu mengenaskan.
"Iya hamba yakin juga begitu, karena terlalu berbahaya," kata Leni mengingatkan sang putri jika apa yang diinginkan oleh sang putri sangatlah berbahaya. jadi Leni memberitahu Putri untuk tidak melakukan hal yang berbahaya, dan sebelum melakukan itu baiknya bicara dulu dengan pangeran.
Pangeran Azlan bukanlah orang yang terlalu menahan keinginan putriku rumah itu semua juga demi kebaikan Putri sebelum pengumuman dan juga upacara penyambutan disampaikan oleh sang raja mereka semua belum ada yang tahu siapa Ruby sebenarnya.
"Jadi, lebih baik aku keluar secara diam-diam saja," kata Ruby yang memiliki rencana untuk keluar istana secara diam-diam.
Setidaknya dia tidak terus berada di kediaman pangeran dan dia bisa melihat dunia luar, apalagi suasana di kerajaan itu berbeda, yang mana akan sangat menarik jika dijelajahi hingga membuat ruby juga tidak sabar ingin pergi berjalan-jalan.
Karena ia merasa sangat bosan jika berada di istana kerajaan, apalagi pergerakannya dibatasi hanya berada di kediaman pangeran titik-titik hal itu menambah tidak mencerminkan bahwa dia seorang putri tapi seperti seorang tawanan.
"Itu tidak boleh Putri sangat berbahaya," kata Leni yang tidak menyangka jika ruby memiliki pemikiran seperti itu melakukan hal yang berbahaya tentunya membuat Leni tidak mengizinkan ide dari apa yang disampaikan oleh Ruby.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan agar tidak bosan?" tanya Ruby yang benar-benar bingung apa yang harus ia lakukan Dia tidak cocok untuk terus berada di istana kerajaan dan juga berada di kediaman Pangeran tanpa melakukan apapun.
Melakukan segala hal dengan meminta izin kepada Pangeran terlebih dahulu, padahal Pangeran sendiri membatasi semua kegiatan Ruby dan banyak larangan yang diberikan oleh pangeran, hingga membuat Ruby jelas merasa tidak nyaman dan tidak bebas berada di kediaman itu.
Dilihat suasana di kediaman yang cukup aman dijaga oleh banyak pengawal dan juga orang-orang kepercayaan Pangeran tentunya membuat tubuh juga tidak akan dengan mudah keluar dari kediaman Pangeran.
"Melakukan hal yang putri sukai," kata Leni memberi saran untuk melakukan hal yang dia sukai dan tidak melanggar larangan pangeran.
Karena semakin melihat putri Leni jelas semakin merasa khawatir karena apa yang disukai oleh putri dan hal yang tidak biasa, yang tentunya akan berbahaya untuk sang putri.
Apalagi dia yang baru berada di istana tersebut bukannya lebih baik menyesuaikan diri, dengan kondisi dan juga apa yang dilakukannya di dalam istana agar tidak terburu-buru melakukan. Hal buruk apalagi Pangeran bersedia terus berada di sana menjaga sang Putri karena tidak biasanya Pangeran berada di kediamannya selama itu.
"Sepertinya tidak ada yang aku suka di sini," kata Ruby yang benar-benar tidak menyukai suasana di kerajaan tersebut dengan dirinya yang tidak bebas melakukan sesuatu.
mungkin cara mereka membatasi apa yang tidak bisa dilakukan oleh ruby hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya, tapi ia hanya lebih kejam bahkan memperlakukan rugi seperti tawanan.
"Putri bisa membaca, atau melukis dan membuat Puisi diperpustakaan," kata Leni jika referensi apa saja yang bisa dikerjakan oleh Putri selama berada di kediaman Pangeran agar tidak merasa bosan.
Seperti putri pada umumnya yang melakukan hal tersebut dan selalu bersikap anggun, Yang mana memancarkan tata krama dan juga keamanannya mereka tidak pernah melawan dan bahkan bersikap lemah lembut.
Yang mana memang jauh berbeda dari apa yang dilakukan oleh Ruby, padahal sebagai seorang putri tentunya Ruby tahu bagaimana sikap orang putri raja hanya saja Ruby malas menunjukkan hal itu karena itu sangat mengerikan baginya penuh dengan tekanan dan tidak ada kebebasan sama sekali.
"Tidak mau, itu membosankan," kata Ruby yang benar-benar menganggap jika melukis dan juga membaca adalah hal yang sangat membosankan.
Apalagi dia harus pergi ke perpustakaan yang ada di kediaman pangeran, yang mungkin perpustakaannya. Hanya diperuntukkan untuk pangeran saja pastilah dalam skala yang kecil. hal itu tidak akan membuat ruby puas.
Apalagi setelah dia berada di dunia kerajaan ia belum pernah sekalipun melihat suasana di luar kerajaan hingga membuat Ruby, benar-benar merasa penasaran dan ingin berjalan-jalan walau hanya sekali saja tapi ternyata semua itu sangat sulit menurutnya dia tidak bisa melakukan apa yang ia inginkan.
"Besok aku mau pergi diam-diam saja," kata Ruby mengungkapkan apa keinginannya dan hal itu jelas membuat Ruby benar-benar merasa takut jika apa yang dikatakan oleh Ruby benar adanya.
"Sebenarnya kau tidak pernah berfikir dengan jernih dan tidak mendengarkan perkataan anku," kata Pangeran menegur apa yang dilakukan oleh ruby karena sendiri tadi dia ternyata berada di belakang ruby karena ada hal yang ingin Ia sampaikan.
Tidak sengaja Pangeran mendengar apa yang menginginkan oleh Ruby, dengan keluar dari kediaman Pangeran secara diam-diam mungkin dia ingin melarikan diri karena memang merasa tidak nyaman berada di kerajaan Lion.
"Maaf Pangeran," kata Leni memberi hormat kepada pangeran dan meminta maaf karena dia tidak bisa mencegah apa yang dikatakan oleh Ruby hingga berkata demikian.
"Kau boleh Pergi ada hal yang ingin aku sampaikan pada Putri," kata Pangeran yang menyuruh Leni untuk pergi dari sana karena ada hal yang ingin dia bicarakan dengan Putri Ruby.
"Ada apalagi, bukannya tadi kita sudah bicara," kata Ruby dengan nada kesal seperti biasa dia tidak menunjukkan sopan santun dunia di hadapan pangeran.
"Tolong putri sopan sedikit dengan pangeran," tegur Dion yang tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh sang putri yang bahkan tidak menunjukkan rasa hormatnya di depan Pangeran Azlan.
"Tidak apa-apa Dion, kau tenang dulu," kata Pangeran Azlan menyuruh Dion, untuk tenang Karena Ruby juga tidak akan melakukan hal lebih dari itu dan itu memang sifatnya bersikap arogan dan tidak pernah menunjukkan rasa hormatnya kepada Pangeran semenjak dia datang di kerajaan Lion.
"Ayo cepat katakan sebenarnya ada apa?" tanya Ruby penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh Pangeran.
Hingga Pangeran harus datang menemuinya padahal jelas tadi mereka sudah bicara. Bukannya mencairkan suasana malah makin membuat Ruby bertambahnya kesal.