Ruby

Ruby
Suasana Malam



"Siapa aku?" Ruby menunjuk dirinya sendiri padahal di sana tak ada siapa-siapa.


Ruby yang masih kaget dengan kedatangan Pangeran, dia jadi merasa salah tingkah karena Pangeran bertanya kepadanya. Biasanya dia tidak peduli sama sekali dengan pangeran, dan lebih sering mengabaikan Pangeran tapi entah kenapa Iya malah jadi merasa canggung dan bingung saat menjawab pertanyaan dari pangeran, padahal itu pertanyaan biasa.


"Iya kamu, siapa lagi?" banyak Pangeran meyakinkan rugi bahwa dia bertanya kepada ruby dan bukan orang lain karena di sana hanya ada ruby seorang. jadi jelas pertanyaan itu memang ditunjukkan oleh Putri Ruby.


Karena tidak biasanya lebih berada di luar hingga membuat Pangeran juga merasa penasaran Apa yang sedang ruby lakukan. Maka dari itu tidak ada salahnya saat Pangeran bertanya kepada ruby apa yang sedang ia lakukan di luar.


"Tadi aku bosan di kamar dan ingin keluar," jawab Ruby pada Pangeran Azlan Karena ia merasa bosan.


Tak ada alasan lain untuk dijawab karena memang ia benar-benar tidak begitu nyaman di dalam, karena tidak ada pangeran komantah sejak kapan ia menunggu kedatangan barang dan bahkan lebih suka bersama dengan Pangeran Azlan, daripada sendirian padahal biasanya dia tidak terlalu peduli dengan itu dan lebih suka melakukan semua kegiatan sesuai dengan keinginan hatinya.


Tapi dengan adanya pangeran di dekatnya. Hal itu membuat ruby lebih tenang dan juga lebih leluasa padahal dari awal lebih tahu, jika Pangeran Azlan bersikap buruk padanya dan ia hanya seorang yang menggantikan kakaknya. Tentunya tidak akan banyak berpengaruh di kerajaan tersebut. Tapi nyatanya beda ya malah semakin tergantung dengan kondisi yang ada di sana.


Menunggu Pangeran Azlan memberikan perintah itu lebih baik, daripada ia bekerja sendiri Karena setiap tindakannya pasti akan diawasi dan pangeran sudah dari awal juga sudah memberikan perintah kepada Ruby.


Hingga membuat terlebih pun bisa dengan mudah melakukan apa yang bisa ia lakukan intinya Ruby bisa membalaskan dendam pada keluarganya.


Jika dia sudah menyelesaikan permasalahan kerajaan Lion, di mana pangeran sudah mendapatkan kembali kekuasaannya, yang jelas tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang berusaha untuk membuat Pangeran turun dari tahta.


"Putri sudah makan?" tanya Pangeran Azlan yang sadar jika tadi dirinya pergi sebelum mengantar Ruby sampai ke kediaman titik pangeran yang terlebih dahulu pergi ke tempat kerja karena ada suatu hal yang ingin Ia selesaikan pun tidak sempat bahkan bersama Ruby.


Maka dari itu Pangeran Azlan menyempatkan diri untuk bertanya hal tersebut kepada Ruby dan memastikan jika Ruby sudah makan. Karena hari juga sudah semakin malam , ia merasa khawatir jika Roby malah menunggunya aku mah pangeran dari awal juga tidak sempat untuk mengatakan.


Jika dia pergi ke ruang kerja karena ada pekerjaan yang mendesak. yang mana harus diselesaikan oleh Pangeran Azlan hingga Pangeran pun datang terlambat.


"Sudah, bagaimana dengan Pangeran sendiri?" Ruby yang baik bertanya dan bahkan tidak merasa sangat besar sama sekali dengan perhatian dari sang pangeran.


Karena biasanya Pangeran Azlan benar-benar sangat mengesalkan tapi kali ini pun membuat rubik menjawabnya dengan nada yang sopan dan tidak dengan suara keras sama sekali.


Hal itu dilakukan oleh lebih karena memang ia tidak membenci sama sekali Pangeran Azlan Ia hanya berusaha untuk menjawab pertanyaan dari pangeran dan berusaha menunjukkan juga sikap baiknya hati.


Ia juga tidak harus terus menunjukkan keburukannya tersebut, ia pun bisa bersikap baik sesuai dengan apa yang dikatakan oleh raja tentunya dia harus memiliki sifat seperti biasa dan tidak ada yang perlu ditutupi.


Udara malam yang begitu dingin, rembulan yang bersinar terang dan juga suasana malam yang remang hanya disinari oleh api obor yang terpasang di setiap sudut istana, itu membuat suasana malam jadi terlihat sunyi tapi karena suasana di kerajaan itu sangat berbeda dengan dunia asal lebih membuat Ia pun dan menikmati suasana yang ada di sana.


Apalagi dengan pangeran yang mengajaknya, jelas Hal itu membuat Ruby puan tidak ingin menolak. Tapi mengingat apa yang terjadi kemarin saat mereka sedang berjalan-jalan dan diserang tentunya umat lebih-lebih waspada daripada sebelumnya.


"Boleh, apakah aman? terakhir kita jalan-jalan bersama kau di serang," Ruby mengingatkan peristiwa yang hampir saja mencelakai pangeran tapi dia yang terluka pun tak perlu banyak perawatan.


Hingga Pangeran Azlan juga baik-baik saja di mana insiden itu malah membuat tangan Pangeran Azlan sembuh terlepas dari itu semua Ruby yang terkena benda tajam pun tak merasa kesakitan sama sekali, disitulah Pangeran tahu kemampuan yang dimiliki oleh Ruby. Tapi Ruby juga harus menyembunyikan kenyataan tersebut, agar orang lain tidak memanfaatkan kemampuannya itu.


Pangeran Azlan menerima tahu bagaimana Ruby, bisa memiliki kekuatan penyembuh dan juga pangeran ingin jika dirinya seperti semula. Seperti apa yang dilakukan oleh Ruby saat menyembuhkan tangan pangeran.


"Aman tidak ada yang akan mencelakai putri kali ini aku yakin," kata Pangeran meyakinkan kepada ruby jika malam itu pasti aman dan tidak ada yang bisa menyakiti Putri.


Karena melihat pengumuman dari sang raja memberitahukan kepada orang-orang, yang ada di istana kerajaan tentunya musuh dari pangeran sedang mengadakan pesta.


Selain Putri Ruby yang merupakan Putri kedua dari kerajaan teratai, beserta keburukannya yang tersebar selama ini mereka pasti mengira jika Ruby benar-benar seorang wanita buruk rupa, yang tidak pantas untuk Pangeran Azlan.


Hingga saat Pangeran Azlan mendapatkan orang yang buruk, tentunya akan membuat musuh benar-benar merasa senang dan bisa lebih mudah untuk melengserkan pangeran dari tahtanya. Maka dari itu pun tidak ada hal yang bisa mengancam rugi sekarang


"Baiklah, mungkin mereka masih mengira jika aku putri bodoh," kata Ruby saat itu berusaha untuk menebak meskipun tidak semuanya benar.


Tapi hal itu memang dilakukan oleh Ruby, untuk membunuh orang-orang yang datang dalam pesta tersebut agar dia tidak terlibat politik.


Tapi semua itu ternyata salah iya ampun akhirnya harus mengikuti perkataan dari sang raja yang mana Ruby, harus bersikap tegas dan juga tidak menunjukkan kelemahan kepada orang lain karena hal itu akan berpengaruh buruk pada Pangeran.


Apalagi pangeran yang merupakan putra mahkota yang nantinya akan menjadi penerus Raharja tentunya akan memiliki banyak musuh.


Hal itulah yang membuat ruby harus benar-benar waspada dengan segala sesuatu yang akan terjadi nanti, karena dirinya tidak lagi berpura-pura.


"