Ruby

Ruby
Membela Putri



"Tentu saja aku ingin membelamu, sekarang tinggal kau membuktikan. Bagaimana caranya kau bisa menyembuhkanku," kata pangeran yang ingin segera sembuh. Sayang sekali Jika Ruby tidak tahu bagaimana cara menyembuhkan.


entah itu serius atau tidak Tapi mendengar apa yang dikatakan ruby tentunya itu adalah hal yang benar karena apabila yang memiliki kekuatan tersebut dari awal juga ia terlihat tidak begitu memahami tentang kekuatan misterius yang ia miliki selama ini.


"Membela karena ada maunya." Ruby kesal kalau sudah berdebat dengan pangeran dia meletakkan busur panahnya dan duduk di dekat Pangeran menghentikan kegiatannya setelah Raja pergi dari sana ia tidak lagi bersemangat untuk berlatih memanah.


"Dari awal kau juga yang minta bernegosiasi seperti itu kan," kata Pangeran Azlan ingat jika Putri ruby memberikan negosiasi Jika ia bisa menyembuhkan Pangeran. Maka Pangeran akan membantunya membalas pada Kerajaan Teratai.


Jadi negosiasi yang memang saling menguntungkan. Tapi sepertinya nya Ruby tidak berpikir seperti itu. Selain ia terjebak di kerajaan Lion dengan permasalahan yang ada sekarang ia malah seakan-akan seperti menantu dari kerajaan itu. Padahal Ruby tidak berniat untuk menjadi seorang menatu yang baik.


Ruby benar-benar seperti terpenjara, semua apa yang ia inginkan harus bertanya dulu. Bahkan keluar dari istana juga harus izin kepada pangeran Azlan.


Semua itu benar-benar terlihat tidak menyenangkan, hal keinginan ruby selama ini bisa hidup bebas. Tapi ternyata semua itu sangat sulit didapatkannya.


"Iya juga tapi kenapa aku agak sedikit kecewa yah," kata Ruby yang tidak merasa untung dengan negosiasi itu. Kehidupannya jadi dibatasi dan dia tidak bisa melakukan apapun sesuai dengan keinginannya di kerajaan Lion.


Ruby tidak mengira jika Pangeran Azlan malah ingin melindunginya. Dari awal terlihat jika Pangeran Azlan membenci Ruby. Tapi setelah rasa benci itu menghilang malas sekarang semakin lebih menyebalkan karena segala sesuatu yang dilakukan oleh ruby pasti diawasi oleh pangeran. Hal itu benar-benar membuat bumi merasa tidak nyaman dan juga merasa tidak mendapatkan kebebasannya.


"Kecewa karena apa?" tanya Pangeran Azlan yang tidak mengerti Kenapa Ruby kecewa titik padahal pangeran sudah berusaha untuk melindungi Ruby.


Banyak orang yang tidak suka dengan Pangeran Azlan. Membuat Pangeran Azlan juga merasa khawatir pada istrinya. Itulah adalah hal wajar bagi Pangeran Azlan. Yang ingin terus melindungi Ruby dan ada di sisinya.


Setelah tahu kebenaran tentang Ruby jelas Pangeran Azlan tidak bisa lagi menutup mata. Ia harus bisa jadi pelindung untuk Ruby. Meski dalam keterbatasan dan juga dia yang masih dalam kondisi sakit tentunya membuat Pangeran juga tidak bisa bertindak sembarangan.


"Kenapa dulu pangeran tidak langsung percaya denganku, dari awal aku mengatakan memiliki kemampuan," kata Ruby yang benar-benar terus membahas saat dirinya diperlakukan buruk dan dicurigai sebagai mata-mata titik tentunya perlakuan buruk dari pangeran akan terus diingat oleh ruby karena itu merupakan kesan pertamanya. padahal harus sudah menjelaskan sedemikian rupa.


Tapi tetap saja pangeran mencari tahu kebenarannya dan mengirimkan mata-mata ke kerajaan teratai hal tersebut membuat bumi tidak habis pikir kenapa Pangeran tidak langsung mempercayai perkataannya. Karena lebih sebenarnya tidak memiliki niat jahat sama sekali ia pun diperalat oleh keluarganya dan diperlakukan buruk dia sendiri juga tidak ingin terlibat dalam konflik kerajaan yang membuatnya pusing dia hanya ingin memiliki kebebasan tapi ternyata sangat sulit.


"Kalau kau langsung menunjukkannya kepadaku tentunya saat itu juga aku langsung percaya."


Hal itu tidak membuatnya merasa senang sama sekali, padahal dari kemarin dia menantikan hal itu tapi ternyata momennya tidak tepat.


"Tadi bilang mau latihan memanah baru sekali latihan sudah menyerah," kata Pangeran Azlan yang melihat ruby begitu kelelahan Padahal tadi ia sangat bersemangat.


Tapi Pangeran juga tahu dan juga sadar tentang apa yang dialami oleh Ruby tadi, tentunya ia sangat kaget saat raja dan ratu tiba-tiba datang menemuinya. Begitu juga pangeran Azlan yang kaget dan tidak tahu sama sekali jika raja dan ratu akan datang.


"Enggak tahu Jadi nggak semangat rumah mungkin karena apa yang dikatakan raja," ucap Ruby lemas, tak ingin banyak berkomentar dia dengan lelahnya berjalan ingin kembali ke kediaman diikuti oleh pangeran Azlan yang berada di belakangnya yang dibantu oleh Dion.


"Persiapkan dirimu untuk menghadapi orang-orang di kerajaan ini," kata Pangeran Azlan yang tahu jika Rubi akan berada dalam bahaya jika dia mengungkapkan kemampuannya. Itu akan menjadikan ancaman bagi musuh, maka dari itupun Ruby harus bersiap dengan apa yang akan terjadi nanti.


Karena semua itu adalah permintaan dari raja yang mana meminta rugi untuk menunjukkan sikap aslinya dan tidak berusaha untuk menutupi kekurangannya tersebut. Karena raja suka seorang putri yang pemberani dan tidak pemalu apalagi memalukan kerajaan.


Pangeran Azlan membutuhkan dukungan yang kuat maka dari itu lebih sangat diperlukan dengan sosok yang kuat dan juga tidak mudah ditindas itulah yang diinginkan oleh Raja.


"Kata-kata Pangeran terlihat seperti ancaman," kata Ruby yang menanggapi apa yang dikatakan oleh pangeran Azhar dengan. Ia tetap terus berjalan tanpa melihat ke belakang dan tanpa melihat Pangeran.


Walaupun Pangeran sedang bicara dengannya tapi Ruby mengabaikan itu. Ia benar-benar ingin cepat sampai ke kediamannya dan ingin cepat mandi setelah dan akan karena sudah lelah dan begitu lapar dari tadi dia tidak mendapatkan hal yang menyenangkan.


Walaupun dia sudah keluar dan bahkan sudah berlatih memanapun tetap saja Ruby tidak merasa senang.


Apa yang dibayangkan oleh rubik sesuai dengan kenyataan hingga membuat ia benar-benar merasa kesal dan ingin menyudahi semua itu dengan kembali ke kediaman.


"Ini bukan ancaman, tapi walaupun pekerjaan yang diperlihat tenang di dalamnya banyak hal yang harus kamu waspadai," ucap Pangeran Azlan beritahu Ruby bahwa banyak hal yang harus ia waspadai di kerajaan.


Sedari awal Pangeran asli dan juga bilang seperti itu kepada Ruby, karena dia takut terjadi sesuatu kepada Ruby dan tidak kunjung sembuh juga sudah menjadi hal yang sangat buruk untuk pangeran asli dan ia hampir tidak bisa bertahan di kerajaannya sendiri pun ia merupakan putra mahkota kesayangan Raja.


Maka dari itu Pangeran Azlan bisa ingin melindungi Ruby dalam keterbatasannya itu dan kekurangannya itu. Ia juga tidak ingin membuat lebih merasa bersedih karena memiliki seorang suami yang bahkan banyak kekurangannya dan juga tekanan dari Raja. Tentunya membuat Pangeran juga merasa was-was jika suatu saat Ruby bisa saja pergi meninggalkannya.