
Ruby yang sampai kamar langsung menjatuhkan diri di tempat tidur tidak peduli ada Pangeran Azlan dan Dion serta dayang. Hingga akhirnya Pangeran Azlan menyuruh Para dayang dan Penasehat Pangeran Azlan untuk untuk segera keluar meninggalkan kediaman nya.
"Kau ini tidak lihat situasinya," kata Pangeran Azlan mengur Putri karena melakukan hal sembarangan.
Ruby yang langsung tidur tanpa melihat situasi dan berperilaku biasa. Membuat Pangeran Azlan tahu jika Ruby memang sudah lelah sedari tadi mengeluhkan banyak hal.
Seperti mendapatkan sesuatu yang Ruby inginkan. Begitu sampai langsung tiduran begitu saja. Ia mamang tidak lagi peduli dengan orang yang ada di sana. Asalkan ia bisa beristirahat dan tidur dengan nyama. Setelah seharian menghadiri pesta yang hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa.
"Badaku sudah pegal. karena tidak bisa melakukan apapun dalam pesta," keluh Ruby bener sudah tidak peduli lagi dengan suasana yang ada di sana
Yang penting ia bisa istirahat, dan bisa meluruskan punggungnya yang benar-benar sakit karena terus berada di pesta itu dan tidak melakukan apa-apa. Duduk terlalu lama membuat ia benar-benar tidak merasa nyaman sama sekali, hingga membuatnya pun ingin segera pergi daripada itu.
Sayangnya hal itu tidaklah mudah saja harus benar-benar ada di sana sampai pesta itu benar-benar selesai yang menarik itu jelas membuat Ruby merasa kesal.
"Iya aku tahu, kau tahan dan tidak seharusnya berbuat sembarangan begitu," kata Pangeran Azlan memperingati apa yang dilakukan oleh Ruby benar-benar tidak memancarkan seorang putri.
Padahal memang sudah menjadi kebiasaannya setiap saat dan setiap waktu jika dia di rumah dia selalu saja bertindak semuanya sendiri.
Pangeran Azlan yang masih berusaha untuk membiasakan diri dengan Ruby, apalagi dia yang biasa berubah sikap sewaktu-waktu, hingga membuat Pangeran juga tidak bisa memahami maknawi yang sebenarnya. Padahal tadi dia berakting cukup baik hingga membuat bayaran juga ingin melihat lebih seperti itu saja daripada terlalu semuanya sendiri seperti sekarang ini.
"Aku jadi mengantuk baiknya, aku tidur saja," kata Ruby yang sudah begitu kenyang dan juga berada di tempat tidur tentunya yang membuat Ia pun mengantuk titik Karena kelelahan sudah seharian penuh mengikuti pesta dan dia pun merasa capek makan hari itu pun hanya tidur yang terpikirkan olehnya.
Pangeran Azlan yang masih dihadapannya pun membuat Ruby, tidak pernah mempedulikannya karena hal itu jelas membuat lebih sendiri juga merasa nyaman di kamarnya sendiri.
"Tidak baik tidur sore hari. Banyak hal yang bisa kita kerjakan." kata Pangeran Azlan melarang ruby untuk tidur sore dan dia pun menyuruh lebih untuk tidak tidur karena masih banyak hal yang harus diselesaikan titik apalagi tadi yang lebih benar-benar mengatur siapa saja yang mungkin saja banyak orang yang suka dengan hal itu.
tapi tidak dengan raja yang selama ini mendukung Pangeran Azlan melihat sikap Ruby yang demikian itu Pangeran tentunya merasa khawatir jika suatu waktu Raja akan menentangnya. Ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan Raja menerima ruby untuk menjadi menantunya.
Tapi melihat sikap rugi yang sangat demikian itu jelas membuat Pangeran juga merasa khawatir dan menyuruh lebih untuk memikirkan solusinya daripada dia memikirkan tidur dan mengeluh kelelahan hal itu juga membuat Pangeran memperingati Ruby, karena masih banyak hal yang harus ia kerjakan.
"Contoh nya, aku malas menyulam, apalagi suruh membaca aku lebih malas lagi karena mengantuk. Coba cari yang menyenangkan," kata Ruby ingin melakukan hal yang menyenangkan karena dia juga sudah malas melakukan hal yang membosankan berada di istana.
Semua apa yang dilakukan oleh Ruby sepertinya hanya berada di istana tersebut dan melakukan hal-hal yang membosankan sendiri kemarin. Bahkan dia dilarang untuk keluar dari istana dan melakukan hal yang menyenangkan. Jadi jelas Hal itu membuat roti juga hanya terpikir melakukan hal yang membosankan saja yang ada di istana kerajaan dia benar-benar tidak suka akan hal itu dan lebih suka melakukan hal yang menantang.
"Kau bilang akan memanah, kita bisa melakukan itu di halaman belakang,"
"Maaf Putri, biar saya yang membantu Pangeran," kata Dion yang membantu mendorong kursi roda Pangeran Azlan.
Dengan senang hati Ruby melepas pegangannya, Dion yang selanjutnya membantu Pangeran Azlan berjalan.
Ruby jalan di belakang mereka karena ia belum tahu tempat latihan yang ada di halaman Rumah
Ruby senang mendengar kalau ia bisa latihan memanah, dari pada latihan menyulam. Jadi itu bisa menghilangkan rasa bosannya selama di istana. Belum banyak kegiatan yang ia bisa hadiri. Karena Ia masih baru di sana.
Jadi Ruby mencari kegiatan yang menyenangkan itu sendiri, dari pada menunggu hal yang tidak pasti. Untuk bisa menyelesaikan hal yang menyenangkan, Tentunya akan lebih menyenangkan lagi jika ia bisa melakukan hal yang seru.
Sampai dihalaman belakang, banyak prajurit yang sedang berlatih, melihat hal itu jelas semua memberi hormat ada Pangeran Azlan yang datang, sedang mereka mulai berbisik tetang Ruby.
Bagaimana tidak kabar mengejutkan dari Raja tentang Putri kedua membuat banyak orang yang mendukung Pangeran Azlan tidak suka. Karena banyak kelemahan yang di miliki Ruby.
Pangeran Azlan menyuruh Ruby untuk langsung ke tempat latihan, tidak ada waktu untuk menjelaskan apa yang terjadi pada mereka. Jadi jelas Pangeran Azlan melakukan yang terbaik.
Akhirnya Ruby sampai di tempat latihan, yang luas dan benar-benar sangat menarik, dengan cepat ia mengambil busur dan anak panah.
"Pelan-pelan saja Putri. Kau bisa terluka nanti," kata Pangeran Azlan masih saja mengkhawatirkan Ruby.
"Tenang saja aku tidak akan terluka," kata Ruby yang masih serius membidik target yang ada di hadapannya.
Ruby yang sebelumnya sudah bisa memanah tentunya itu jadi hal yang mudah. Dengan cepat ia mengenai sasaran nya.
Hal itu membuat semua orang yang ada di sana terkejut. Terlebih lagi Raja dan Ratu ternyata datang juga menemui Ruby.
Karena Rasa penasaran sang Raja yang mengira Ruby lemah, membuat ia ingin langsung menemuinya setelah mendapatkan informasii dari Ratu.
Betapa terkejutnya Raja, jika Ruby bisa membidik sasaran dengan benar. Tak mengira jika apa yang ditampilkan di depan umum hanya sebuah rekayasa.
Raja bertepuk tangan dari jauh melihat itu, sambil berjalan ke arah Pangeran dan Putri Ruby di sana. Seketika semua Pengawal memberikan hormat pada Raja. Begitu juga dengan Ruby yang langsung memberikan hormat juga Pada sang Raja.
Ruby benar-benar tidak tahu jika Raja ada di sana. Karena kedatangannya memnga mendadak dan tidak diberitahukan sebelumnya.