
"Kau tidak boleh menunjukkan kekuatanmu pada orang lain. Jadi kau harus menutupi kekuatanmu." Pangeran Azlan menatap Ruby penuh khawatir. Ia tak ingin kekuatan Ruby di manfaatkan orang lain, apalagi jika musuh Pangeran Azlan tahu jika Ruby bisa menyembuhkan nya, jelas nyawa Ruby dalam bahaya.
Ruby balik menatap Pangeran tak mengerti, ia juga tidak mau menunjukkan kekuasaannya. Tapi kekuatan itu sendiri yang melindungi Ruby, ia sendiri juga masih belum paham cara menggunakan kekuatannya itu.
Ruby menyipitkan matanya, maju selangkah mendekati Pangeran Azlan. Dengan pandangan sayu Ruby berkata lirih. "Kau benar-benar mengambil kebebasan ku,"
Mendengar itu Pangeran Azan tersentak, bukan itu maksud Pangeran, ia hanya ingin melindungi Ruby, tidak ingin mengambil ke bebasan istrinya itu.
Kesalah pahaman yang membuat Pangeran Azlan jadi merasa bersalah pada Ruby, awalnya Pangeran yang tak percaya dengan Ruby kin mulai memperhatikan dan mempercayai Ruby. Saat mendengar kekecewaan Ruby, Pangeran seakan tidak terima dengan hal itu.
"Ayo sabarlah, tidak ada kebebasan di sini. Kau harus tewaspada, tapi kau juga harus menikmati prosesnya," jelas Pangeran Azlan agar putri mengerti bawah kerajaan bukan tempat aman.
Tapi tempat bahaya yang Bahakan keluarga sendiri juga bisa jadi musuh, itulah yang coba Pangeran katakan pada Ruby, untuk selalu waspada titik meskipun ia berada di lingkungan kerajaan, dia masih tetap memiliki musuh.
Banyak tentunya tidak terlepas pasti mereka akan mengincar Ruby, Karena Ruby merupakan istrinya. Apalagi jika ada yang tahu Ruby memiliki kemampuan penyembuh, pasti akan menjadi ancaman besar bagi sang Paman yang tidak suka dengan kesembuhan pangeran.
Merasa kesulitan dengan apa yang akan ia sampaikan, Pangeran benar-benar berusaha lebih sabar lagi, agar maksud dan tujuannya membuat rupi mengerti.
"Iya pangeran benar. Bagaimana aku bisa lepas dari semua ini?" Ruby yang berdiri dan mengapa sekeliling ruangan. Terasa beban berat terbayang dihadapannya.
Hidupnya yang malang, kenapa pula ia bisa terus menghadapi konflik kerajaan yang tidak ia mengerti. Dimulai dari keluarganya sendiri yang mana diasingkan dan juga dibuang oleh keluarganya membuat Ruby juga sudah hidup sengsara.
Ternyata semua itu belum berakhir, bahkan setelah ia menikah pun konflik di kerajaan suaminya lebih membuat Ruby juga semakin kesulitan, ditambah dengan pangeran yang lumpuh dan juga anggota keluarga yang mengincar nyawa dari pangeran membuat ruby juga jadi sasaran mereka. Segala sesuatu yang dikerjakan oleh Ruby seakan diawasi, Padahal dia membayangkan sebuah kebebasan dan juga kehidupan yang tenang.
Tapi tidak semudah itu untuk bisa hidup tenang, apalagi di lingkungan keluarga yang mana orang-orangnya memperebutkan tahta kerajaan ingin menjadi pemimpin. Hal itu jelas sangat berpengaruh bagi kehidupan Ruby yang sekarang berada di kerajaan Lion.
"Baiknya kau jangan terlalu memikirkan tentang kebebasan, kau hadapi saja yang sedang berlangsung sekarang dan nikmati saja," jelas Pangeran Azlan yang tidak tahu lagi harus bicara apa. niatnya begitu baik ingin melindungi ruby, tapi niat baiknya tidak sampaikan sama sekali.
Hal itu membuat Pangeran terkesan jahat di mata Ruby. Pangeran Azlan tidak memiliki niat untuk mengekang kebebasan istrinya, tidak pula untuk membatasi ruang geraknya. Tapi karena situasi yang membuat Pangeran harus menyembunyikan rubik terlebih dahulu sebelum pengumuman resmi dari Raja.
Karena Ruby jelas ada dalam bahaya ditambah lagi kemampuannya tersebut yang sangat luar biasa bisa jadi incaran orang-orang jahat, jadi dengan tegas Pangeran langsung bicara dengan rugi untuk menyembunyikan kemampuannya itu.
Pangeran sendiri yang baru menyembuhkan tangannya itu juga merahasiakan kesemuanya tersebut dari orang lain. dia baru memberitahukan kepada sang raja tentang kesembuhannya, tapi tidak dengan orang lain yang mana akan menarik perhatian dan pastinya akan menyelidiki kesembuhan Pangeran, yang membuat Pangeran juga dalam bahaya.
Apalagi Ruby yang menyembuhkannya lebih dalam bahaya lagi. Karena sang paman dan juga selir dari Raja tidak suka dengan hal itu mereka menunggu saat momen di mana pangeran di lengserkan dari posisinya dan digantikan dengan adik tirinya, yang mana jelas membuat Pangeran juga tidak terima akan hal itu dan masih bertahan meskipun dia penuh dengan kekurangan.
"Apa yang harus dinikmati dengan memiliki banyak musuh seperti itu?" tanya Ruby yang tidak nyaman saat dia tahu jika membeli banyak musuh.
Apalagi permintaan Pangeran untuk menutupi kemampuannya tersebut yang jelas Ruby tidak bisa melakukan itu tanpa kerjasama dengan orang yang ada dalam kerajaan tersebut, apalagi pagi tadi dia juga terkena tusukan pisau yang seharusnya ruby harus memperban tangannya agar orang lain tidak tahu tentang kekuatannya itu.
Ia bahkan lupa untuk melakukan hal tersebut karena dia merasa tidak terluka sama sekali. Ruby berfikir jika itu merupakan hal yang benar-benar merepotkan harus membohongi orang lain dan menyembunyikan kemampuannya, seperti sedang memainkan sebuah drama saja.
Ruby tidak menyangka jika kerajaan begitu sulit untuk bertahan juga harus berbohong kepada anggota sesama kerajaan. Padahal mereka masih keluarga bukannya saling mendukung omah tapi terlihat jelas mereka saling mendorong satu sama lain, untuk menjatuhkan mereka dari posisinya.
Berebut satu posisi untuk menjadi seorang raja dan pemimpin dari kerajaan itu titik tentunya hal itu tidak mudah bagi pangeran, yang mana mendapatkan gelar mahkota yang seharusnya sudah sejak lama ia dapatkan, tapi karena cedera yang dia miliki Dan juga lumpuh yang ia derita selama bertahun-tahun akhirnya gelar putra mahkota pun ditangguhkan dan kali ini banyak oknum yang mencoba untuk melengserkan putra mahkota dan mencoba untuk mengusir pangeran dari kerajaan.
Tapi semua itu tidak berhenti begitu saja Pangeran sendiri berusaha untuk memperkuat kedudukannya dengan menikah menikahi putri pertama dari kerajaan teratai.
Pangeran ingin mendapatkan dukungan dari sang raja dengan menikahi Putri pertamanya. tapi ternyata semua itu tidak sukses karena raja dari kerajaan teratai tidak setuju dengan pernikahan tersebut, jadi jelas kekuatan yang dimaksud oleh pangeran hasilan dengan meminta bantuan kerajaan teratai pun tidak pernah terwujud. dan gini dia hanya bisa menikah dengan Putri kedua dari kegiatan teratai.
Seakan tidak percaya dengan keputusan dari Raja teratai, Pangeran bahkan pemutus orang untuk menyelidiki hal tersebut. karena Putri kedua dari kerajaan teratai ternyata memiliki kemampuan penyembuh yang luar biasa, apalagi ruby selama ini juga tidak pernah terlihat oleh khalayak umum.
Hingga tidak ada yang tahu siapa sosok Ruby yang sebenarnya. hal itu lebih memudahkan Pangeran untuk bisa menyembunyikan kemampuan yang dimiliki oleh ruby, tapi melihat ruby sendiri yang tidak pernah bisa diatur dan juga tidak bisa diam pastinya orang lain akan bisa lebih mudah melihat kemampuan yang dimiliki Ruby.
Ia bener-bener tidak menutupi kemampuannya dan bertingkah semaunya sendiri, hal itu juga membuat Pangeran merasa khawatir dengan keselamatan bumi. hingga membuatnya memberitahukan hal tersebut agar lebih selalu berhati-hati dan juga menyembunyikan kemampuannya.
"Tentunya kau di sini memiliki dayang. Kau bisa meminta bantuan dayang untuk melakukan apapun dan kau tidak boleh keluar dari wilayah ini," ucap Pangeran benar-benar memberikan batasan mana ruby bisa keluar dan juga bagaimana ruby harus terus berada di dalam kediaman pangeran.
"Sungguh sangat melelahkan," kata Ruby yang benar-benar merasa lelah dan kesal dengan banyaknya peraturan. iya pun mencoba untuk bisa berpikir dingin, tapi tetap saja sulit untuk menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa pergi dari tempat tersebut.
Bahkan dirinya di atas kasur mencoba menata Pangeran komadia benar-benar tidak percaya jika kerajaan yang begitu luas dan hebat itu memiliki banyak musuh.
"Jangan mengeluh seperti itu kau juga harus rahasiakan tentang kekuatan," kata Pangeran sekali lagi mencoba memperingati Ruby yang saat itu sedang tidak bersemangat.
Robi bakar seakan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pangeran padahal cara mereka begitu dekat dan posisi mereka tidak jauh ke rumah Robi hanya rebahan dan melihat Pangeran dengan acuh.
"Hah apa?" Ruby membulatkan matanya. seperti tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh pangeran.
Jika banyak sekali hal yang dilarang oleh pangeran dan bahkan dia tidak bisa melakukan apa-apa, sampai harus merahasiakan kekuatannya dan tidak boleh kemana-mana.
Ruby yang merupakan Putri terbuang dan mana Hal itu membuat Ruby benar-benar merasa dirinya harus bertahan dalam kerajaan dan juga konflik kerajaan yang makin meruncing