
Ditengah-tengah pekerjaannya membersihkan lantai kamar mandi, tiba-tiba saja Aran mendapati panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya.
"Nomor siapa ini?"
Meski awalnya ragu-ragu dan enggan untuk mengangkatnya, namun pada akhirnya Aran tetap mengangkat panggilan tersebut.
"Halo?"
...Halo, nona Arana Haurin apa kau masih mengingatku?...
Aran mengerutkan keningnya. Ia merasa tidak mengenal suara wanita yang kini bicara dengannya diponsel itu, namun dari nada bicaranya Aran seperti pernah mendengarnya.
"Maaf, tapi anda siapa? Darimana tahu nomorku?"
^^^...He? Jadi kau tidak ingat ingat denganku? Baiklah kalau kau memang tidak ingat biar aku ingatkan kembali siapa aku.^^^
Siapa sebenarnya wanita yang meneleponku saat ini? Kenapa semakin mendengar suara wanita ini bicara aku malah jadi merasa gugup dan takut?
Nona Arana Haurin. Aku adalah wanita yang empat tahun lalu menemuimu di kota Kelvari. Aku datang dan memintamu menjauhi putra tiriku Ruka Arshavin.
DEGH!
Seketika jantung Aran berdegup kencang, wajahnya yang merona pun berubah jadi pucat pasi dan tampak ketakutan.
"Nyonya Lu- Lusi...?" Bahkan untuk menyebutkan namanya saja bibir Aran sampai gemetar ketakutan.
^^^Akhirnya kau ingat juga padaku.^^^
"Nyonya ada apa anda menghubungiku lagi?"
^^^Cih! Dasar jal@ng kecil! Kau mau pura-pura bertingkah bodoh denganku?^^^
"Ma- maksud anda apa nyonya?"
^^^Dengar, aku sudah tahu kalau kau ada dikota Renstone ini. Dan aku juga tahu kalau saat ini kau bekerja di skyper group sebagai tukang bersih-bersih!^^^
Aran benar-benar pucat pasi dihantui rasa takut, saat ia sadar kalau Lusi ternyata sudah mengetahui keberadaannya dikota ini.
"Nyonya, aku hanya bekerja disana. Dan aku tidak melakukan apapun."
^^^Oh ya? Hem... Tapi apa aku bisa percaya ucapan dari wanita sepertimu?^^^
"Sungguh, aku sampai detik ini tidak pernah mengatakan hal apapun pada tuan Ruka."
^^^Sekarang iya, tapi apa itu sebuah jaminan? Jujur saja aku tidak percaya sama sekali pada gadis rendahan sepertimu. Karena bagiku orang miskin itu semua sama saja,selalu suka mencari keuntungan dengan cara-cara menjijikan!^^^
"Lalu aku harus bagaimana nyonya, agar kau percaya?"
...Mudah, segera keluar dari Skyper dan tinggalkan kota ini sesegera mungkin atau... kau tahu akibatnya bukan?...
Aran merasa tak berdaya terus ditekan seperti ini. Tapi dengan statusnya yang seperti ini apa yang bisa ia lakukan untuk melawan ancaman Lusi?
Yang bisa aku lakukan hanya ini. Aran kemudian menghela nafas dan berkata ;
"Baik Nyonya... aku akan tinggalkan kota ini. Tapi tolong beri aku waktu untuk mempersiapkannya."
^^^Bagus, kalau begitu aku akan beri kau waktu dua minggu. Setelah dua minggu kau sudah harus enyah dari kota ini. Dan ingat, jika kau berani sedikit aja buka mulut dan memberitahu Ruka tentang hubunganmu dengannya beberapa tahu lalu. Aku pastikan kau akan menyesal seumur hidup nona kecil!^^^
"A- aku mengerti nyonya."
Setelah menutup panggilannya, Aran tiba-tiba menerima pesan dari Lusi yang mana wanita itu mengiriminya sebuah gambar yang diikuti sebuah pesan dibawahnya.
...Kedua anak manis ini, mereka anakmu kan? Aku yakin kau tidak ingin terjadi apa-apa dengan mereka bukan?...
Aran sungguh kehabisan kata-kata. Tubuhnya yang gemetar pun tiba-tiba merasa lemah dan tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Setelah melihat pesan dari Lusi barusan, Aran semakin yakin kalau Lusi tidak main-main dengan ancamannya. Tapi kenapa?
"Kenapa bisa ia sekejam itu? Kenapa harus sampai menggunakan anak-anakku yang tidak tahu apa-apa? Theo dan Jia, mereka adalah korban yang sesungguhnya dari semua drama mengerikan nyonya Lusi."
...🌸🌸🌸...
Ruka akhirnya tiba di kota Kelvari bersama dengan asisten dan beberapa tim kepercayaannya untuk meninjau lahan yang ada disana. Setelah melakukan beberapa peninjauan dan mengambil gambar beberapa spot bagua disana. Ruka pun meminta timnya untuk kembali duluan ke Renstone. Sementara dirinya ditemani Rowen masih akan melakukan beberapa peninjauan khusus terkait orang-orang lokal yang tinggal di sekitaran kota tersebut.
Sambil memantau masyarakat Kelvari, Ruka dan Rowen tak lupa menikmati keindahan pantai di kota tersebut. Menurut Ruka dan Rowen pasir dipantai ini sangatlah bersih, ditambah air lautnya juga jernih.
"Tidak heran tuan besar Jura ingin membuat hotel dan tempat wisata di kota ini. Semua keindahan alamnya sangat menjanjikan," ungkap Rowen yang tampak sangat menikmati keindahan pantai kota tersebut.
Begitu pun Ruka, ia yang biasanya abai dibuat terpana dengan semua pemandangan yang ada. Dan anehnya, saat ia melihat pemandangan di kota Kelvari Ruka seperti merasa familiar dengan tempat tersebut.
Saat menghampiri para nelayan, Ruka ditawari berbagai jenis ikan hasil tangkapan mereka. Mungkin karena melihat pakaian Ruka yang semi formal membuat mereka mengira kalau dirinya adalah pembeli dari luar kota.
"Aku tidak ingin membeli ikan. Tapi jika kalian mau, aku akan meminta beberapa relasiku yang bekerja dibidang kuliner untuk memesan ikan dari sini." Kebetulan Ruka melihat hasil tangkapan para nelayan itu sangat segar.
Selang beberapa saat, Ruka malah terlihat cukup menikmati obrolan dengan beberapa nelayan itu. Hal itu pun sontak membuat Rowen terharan-heran, melihat tuannya yang ternyata cukup banyak tahu tentang cara kerja nelayan dan lautan.
Aku tidak menyangka tuan Ruka bisa seakrab itu dengan para nelayan-nelayan disini? Ia bahkan tahu istilah-istilah dalam ilmu perlayaran. Bahkan ia terlihat nyambung sekali bicara dengan mereka.
Merasa sudah cukup ngobrolnya, Ruka lalu pamit untuk kembali ke resort. Diperjalanan ke resort Rowen berkata kepada Ruka kalau tadi dirinya tampak seperti warga lokal Kelvari. Mendengarnya Ruka pun berhenti sejenak dan berkata kepada Rowen kalau sejujurnya, sejak ia menginjakan kaki ke tempat ini. Ia memang merasa familiar dengan kota tersebut.
"Aku juga tidak tahu kenapa muncul perasaan seperti ini?" Ruka terlihat bingung dengan yang dirasakannya sekarang.
Apa mungkin sebelumnya aku pernah kemari?
Saat tengah menuju resort tidak sengaja Ruka berpapasan dengan beberapa pelayan yang sudah tidak muda lagi. Dan lalu salah seorang dari mereka tiba-tiba saja datang menghamipiri Ruka dan berkata dengan wajah penuh heran.
"Kau— kau Yuka kan?" Pria itu menyebut Ruka sebagai Yuka. Hal itu pun langsung memicunya mengingat perkataan Aran beberapa waktu lalu yang juga sempat beberapa kali memanggilnya dengan nama Yuka.
"Tuan, anda salah dia ini—"
"Rowen— tunggu," Ruka menyela Rowen yang baru saja mau menjelaskan tentang dirinya. Sebaliknya ia malah penasaran dan ingin tahu, siapa Yuka sebenarnya? Apa ada hubungannya dengan apa yang ia alami dimasa lalu?
Karena ingin tahu lebih jauh tentang siapa Yuka itu, Ruka akhirnya diajak nelayan itu ke rumahnya untuk mendengar cerira lebih jauh lagi soal Yuka.
"Sekarang tolong kau ceritakan padaku siapa Yuka yang kau maksud sebenarnya?" Ruka benar-benar terlihat tidak sabar mendengar cerita kebenaran yang ada dari nelayan itu.
Tanpa ragu, nelayan ini pun menceritakan segala yang ia tahu tentang Yuka yang dikenalnya dulu.
"Jadi maksudmu, pria bernama Ruka itu mirip bosku?" Tegas Rowen yang agak kaget mendengar cerita si nelayan.
Pria nelayan itu mengangguk lalu menunjukan sebuah foto, dimana difoto tersebut terpampang wajah Ruka bersama para nelayan. Karena masih ragu Ruka dan Rowen sama-sama mengeceknya lagi. Dan kali ini mereka pun akhirnya sadar kalau pria itu memang benarlah Ruka. Itu artinya Ruka memang pernah menjadi bagian dari Kelvari.
Tapi kenapa aku tidak ingat apapun! Ruka benar-benar marah dibuatnya karena sungguh tak ingat apapun tentang dirinya saat di Kelvari.
Rowen yang ada bersama Ruka langsung memastikan bagaimana reaski Ruka saat ini.
"Arrggh! Kenapa aku tak ingat apa-apa!" Ruka memegangi kepalanya yang mulai sakit, karena dipaksa mengingat.
"Tuan kau tidak apa-apa kan?" tanya Rowen khawatir.
"Ya aku baik-baik saja." Ruka kemudian bertanya kepada nelayan itu dengan lebih dalam tentang dirinya saat menjadi Yuka.
"Soal itu, apakah Yula pernah berhubungan dengan seorang wanita di kota ini?"
"Tentu saja, hampir semua nelayan tahu kalau Yuka itu menjalin hubungan khusus dengan cucunya mendiang nenek Shuri."
Ruka menatap tajam untuk memastikan jika nelayan itu tidak bohong.
"Lalu siapa cucu nenek itu?" Rowen semakin penasarannya.
"Apa— cucunya bernama Arana Haurin?"
"Ya kau benar! Yuka menjalin hubungan dengan Aran, bahkan mereka berakhir menikah dan punya anak."
'""Apa?"" Ruja dan Rowen sama-sama kaget mendengarnya.
"Iya, Yuka dan Aran memiliki satu putra dan satu putri. Tapi sayangnya, nasib Aran begitu malang, wanita itu terpaksa jadi ibu tunggal mengintat suaminya tenggelam san gak ditemukan sampai bertahun-tahun.
Dan akhirnya Ruka tahu kenyataan masa lalunya perlahan.
...🌸🌸🌸...
Aran yang baru saja selesai bersih-bersih, namun lagi-lagi ia malah diganggu demgan panggilan suara dari ponselnya. Dan kali ini dari Risa, yang kebetulan sast ini mengasuh anak-anaknya.
"Halo Risa ada apa?"
.....
"Apa?! Baik aku kesana sekarang juga!" Aran yang terlihat sangat panik langsung buru-buru pergi meninggalkan Skyper.
...🌸🌸🌸...
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, COMMENT. ARIGATOU 🙏