Remember Me Husband

Remember Me Husband
Dalang dibalik penyerangan Ruka



Malamnya, Ruka yang baru saja memasuki kediaman Arshavin, langsung dihampiri Cedric, si ketua pelayan kepercayaan kakeknya dan memberitahunya kalau semua sudah menunggu Ruka di ruang makan. Alasan Ruka datang ke kediaman keluarga besarnya hari ini memang hanyalah untuk, memenuhi keinginan sang nenek yang tadi menghubunginya, minta agar ia datang untuk makan malam bersama.


Setibanya di ruang makan, Ruka tampak agak kaget karena melihat ada Bianca juga disana.


Ah, makan malam apa ini? Keluh benak Ruka melihat suasana di meja makan saat ini.


"Hei, kenapa kau diam saja! Cepatlah duduk makan malamnya tidak akan mulai kalau kau tak duduk!" Seru Jura meminta cucunya itu duduk di sisi kiri Jura, dimana itu artinya Ruka harus duduk disebelah Bianca.


Karena bentuk mejanya oval maka Jura sang tuan besar akan duduk di ujung tengah sisi meja. Sementara disisi kanannya selalu Hani sang istri tercinta, dan ya sebelah kirinya adalah Ruka sang pewaris utama pilihan Jura.


Tak mau ribut dengan Jura dan membuat neneknya kecewa, Ruka pun akhirnya menurut untuk duduk disebelah Bianca.


"Cucuku, kau pasti lelah kan. Nenek sudah minta juru masak buatkan sup ikan dengan gingseng, jadi makanlah," ucap nenek Hani dengan lembut seperti biasa.


"Iya nek, nenek juga harus makan yang banyak."


"Ruka apa kabar? Sudah dua tahun tak bertemu. Aku heran kenapa kau malah semakin tampan dan gagah saja," ucap Bianca tiba-tiba dengan gaya sok manisnya yang dibuat-buat.


"Daripada heran padaku, aku lebih heran padamu. Kau itu apa tidak merasa jet lag ya habis dari perjalanan jauh? Bisa-bisanya bukannya pulang ke kediamanmu malah kesini?" Tandas Ruka dengan wajah datarnya.


"Tidak kok, aku— tidak lelah, karena saat tahu aku akan bertemu dengamu rasa lelahku hilang."


Ruka benar-benar ingin muntah rasanya dengar ucapan sok manis wanita disebelahnya ini.


"Sudahlah, lebih baik makan malamnya kita mulai saja," tandas Jura.


Disela-sela makan malam, tiba-tiba saja Jura mengatakan, kalau ia bilang ingin memberikan semua saham Skyper miliknya saat ini kepada Ruka. Karena sudah yakin menjadikan Ruka sebagai pewaris utama Skyper maka Jura pun berpikir untuk memberikan sisa 20% saham yang ia punya kepada Ruka yang kini memegang 41% saham skyper.


Mendengar hal itu tentu saja membuat batin Lusi bergolak tak terima. Mengingat Karaz putra kandungnya kini hanya memiliki 10% saham skyper. Lusi berpikir seharusnya Jura memberikan 20% itu kepada Karaz bukan Ruka yang menurutnya sudah terlalu mendominasi.


"Ayah mertua, aku rasa kau juga bisa mempertimbangkan Karaz, ya meski dia adiknya Ruka tapi dia kan juga cucumu, jadi tidak ada salahnya kan kalau ia juga mendapatkan lagi bagian saham milikmu. Toh kalaupun kau beri pada Karaz, Ruka tetap akan jadi pemegang saham tertinggi bukan?" Ungkap Lusi.


"Kau benar, Karaz memang cucuku juga. Tapi Skyper bukanlah perusahaan biasa yang seenaknya bisa dipimpin siapapun. Skyper adalah bukti dan harga diri keluarga Arshavin jadi aku tidak akan sembarangan memutuskan. Lagipula Karaz, bukankah dia tak berbakat dalam bisnis? Buktinya saja dia masih sibuk ke luar negeri mengikuti kejuaraan mobil."


"Ta- tapi ayah, Karaz itu dia..."


"Nyonya Lusi, aku rasa dibanding Karaz sepertinya yang lebih ingin saham dari kakek itu kau kan?" Timpal Ruka menatap Lusi dengan senyum palsunya.


Sial! Anak ini benar-benar buat aku muak!


"Semuanya... aku rasa membicarakan soal bisnisnya kita tunda saja. Lebih baik kita bicara hal lain," tandas Hani tak ingin momen makan malam bersama kali ini dirusak karena membahas bisnis. Hani tahu betul, Ruka sangat tak suka pada Lusi jadi ia tak ingin semuanya semakin kacau kalau membiarkan keduanya adu argumen.


"Nenek benar, daripada itu lebih baik kita bahas tentang Ruka saja," sahut Bianca yang sebenarnya ingin sekali kakek Jura membahas rencana pertunangannya dengan Ruka.


"Aku malas bahas diriku, daripada aku kenapa kau tak bahas dirimu sendiri saja. Kau kan narsis," sindir Ruka dengan wajah datar.


Ruka, kenapa sih harus bilang begitu dihadapan semua orang?!


Setelah makan malam selesai, Lusi tampak berada di kamarnya sedang menelepon putranya Karaz yang kini berada di Barcelona agar segera kembali ke Renstone.


Lusi : Anak bodoh! Kenapa kau belum juga kembali! Apa kau tahu aku mati-matian memperjuangkan hakmu sebagai cucu keluarga Arshavin!


Karaz : Iya ibu, aku akan kembali sekitar tiga atau empat hari lagi.


Lusi : Aku pegang janjimu, jika kau tak datang juga. Aku pastikan akan menyuruh orang untuk menyeretmu kembali ke kota ini!


Lusi menutup telepon dengan ekspresi kesal. "Kenapa sih anakku itu tidak paham juga. Sudah kubilang ambil hati kakeknya agar dapat saham lebih besar malah pergi keliling dunia tak jelas! Kalau begini sia-sia saja semua usaha yang telah aku lakukan selama ini. Termasuk dengan sengaja telah menyuruh dokter untuk menghapus semua memori Ruka selama tiga tahun ia menghilang waktu itu."


Faktanya Lusi sendiri adalah penyebab Ruka sampai bisa kehilangan ingatannya.



Enam tahun lalu di awal musim semi. Saat tengah liburan bersama beberapa temannya termasuk Rowen. Disaat teman-teman Ruka yakni Rowen, Lucas, Hiro, dan Juan tampak asyik memancing sambil minum-minum.


Ruka malah memilih menjelajahi lautan yang ombaknya cukup besar dengan kapal speed boatnya. Disana pria itu terlihat tanpa beban mengendarai kapalnya. Karena Ruka juga punya lisensi menjadi nahkoda tentunya ia sangat percaya diri dibuatnya.


Namun siapa sangka, saat asyik berlayar ditengah lautan. Tiba-tiba saja ada yang menembaki kapal Ruka dengan senapan.


"Sial! Siapa yang berani menyerangku!"


Ruka yang tak punya pilihan dan bantuan pun terpaksa dengan segala macam cara mencoba menghindarinya. Ia lalu ke cabin dan mengambil senapan miliknya juga, dan terjadilah baku tembak. Meski sendirian namun nyatanya Ruka masih cukup mengimbangi musuhnya yang berjumlah empat orang itu. Karena kesal tak bisa menumbangkan Ruka, penjahat itu malah tiba-tiba saja melemparkan granat ke kapal Ruka dan akhirnya kapal yang ditumpanginya pun meledak bersamaan dirinya yang nasih ada diatas kapal.


Untungnya Ruka sadar lebih cepat sehingga sebelum granatnya meledak ia sudah duluan menceburkan diri ke laut. Namun sialnya, saat itu ombak di laut tengah pasang dan membuat Ruka terombang ambing terbawa arus ombak yang besar hingga membuatnya terseret dan membentur batuan karang sampai tak sadarkan diri terbawa arus ombak yang membawanya entah kemana.


Saat itu di kediamannya, Lusi yang tengah menunggu kabar pun bergegas mengangkat telepon dari anak buahnya.


"Halo bagaimana apa kau sudah habisi anak itu?"


....


"Apa? Jadi kalian malah tidak tahu jasad Ruka dimana sekarang?"


....


"Bodoh! Kalau dia masih hidup dan mencaritahu dalang dari penyerangannya bagaimana!?"


....


Lusi was was sekaligus panik saat itu. Ia berpikir, "Dengan ledakan sebesar itu dan ombak yang dahsyat mana mungkin Ruka masih hidup? Pasti sekarang dia sudah mati ditelan ombak besar."


Dan setelah pencarian selama berminggu-minggu jasad Ruka memang sama sekali tak bisa ditemukan. Oleh karena itu kepolisian akhirnya menghentikan pencarian mereka. Saat itu seluruh anggota keluarga Arshavin sangat terpukul dengan kepergian Ruka.


Hingga hampir selama tiga tahun tak ada kabar, tiba-tiba saja anak buah Lusi melaporkan kalau ternyata mereka melihat pria yang sama persis dengan Ruka disebuah kota kecil bernama Kelvari. Lusi pun syok dan ketakutan karena itu tandanya Ruka masih hidup. Saat itu juga ia langsung mengirim kembali orang untuk menghabisi Ruka di kota kecil itu. Namun lagi-lagi Ruka malah bisa selamat meskipun sudah ditembak dekat jantungnya. Merasa takut dirinya akan ketahuan sebagai dalang penyerangan Ruka. Akhirnya Lusi pun mengambil tindakan dengan menyuruh seorang dokter untuk membuat Ruka kehilangan memorinya selama tiga tahun termasuk semua ingatannya tentang tragedi penyerangan itu. Karena sang dokter menyanggupi, Lusi pun akhirnya memutuskan berperan seolah menjadi pahlawan yang telah menemukan Ruka.


Dan benar saja, saat semua berpikir Lusi adalah yang menemukan Ruka, putranya Karaz langsung mendapati 10 % saham Skyper karena Lusi dianggap keluarga Arshavin sebagai penyelemat. Namun alih-alih di sanjung dan diberikan saham lagi, Ruka yang memorinya sudah dihapus sebagian, setelah bangun dari komanya malah semakin tak menyukai Lusi.


Alhasil Lusi pun merasa dendam dan menyesal karena malah membiarkan Ruka hidup sampai saat ini.


Flashback off


"Bagaimana pun aku harus segera merebut Skyper dari tangan Ruka dan Jura tua bangka itu. Karena mengandalkan suamiku Eric pun tak ada gunanya. Tapi... Aku khawatir kalau sampai suatu hari Ruka bisa ingat semua memorinya tentang kecelakaan, dan kehidupannya dikota itu bagaimana?"


"Ditambah gadis itu, gadis yang kutemui sebagai istrinya Ruka di Kelvari. Bagaimana kalau tiba-tiba saja ia muncul dan membeberkan semua yang ku lakukan padanya dan Ruka?


"Sepertinya aku harus kembali menemui gadis itu lagi dan memastikan dia benar-benar memenuhi apa yang kuminta!"


...🌸🌸🌸...