
Acara pertunangan Ruka dan Bianca hari ini resmi akan digelar bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahan Jura dan Hani Arshavin. Acara yang dilaksanakan di aula utama hotel Royal tersebut juga diliput ratusan media, baik cetak maupun elektronik.
Para tamu undangan yang datang ke pesta pertunangan mereka pun banyak sekali dari kalangan orang penting, mulai dari pengusaha, politikus, sampai selebriti.
Benar-benar acara yang mewah! Ujar para undangan yang datang.
Setelah acara perayaan ulang tahun pernikahan Jura dan Hani dirayakan dengan tiup lilin dan pemotongan kue. Jura selaku pemilik acara pun memberikan ucapan terima kasihnya pada semua hadirin yang datang sekaligus mengumumkan kalau cucunya Ruka akan resmi bertunangan dengan Bianca hari ini.
"Jadi semua hadirin sekalian, tolong beri tepuk tangan yang gemuruh untuk cucuku Ruka Arshavin..!"
Setelah itu semua mata dan sorot kamera pun menuju ke arah darimana Ruka muncul dan berjalan memasuki spot acara. Mengenakan tuxedo berwarna hitam dan rambut yang disisir rapi, Ruka terlihat sangat tampan dan memesona memasuki ruangan pesta. Hampir semua hadirin pun berdecak kagum dan memuji pesona pria 33 tahun itu, termasuk ketiga teman baiknya yang juga turut hadir disana.
Setelah Ruka masuk, tak lama kemudian disusul oleh Bianca yang saat itu mengenakan gaun panjang berwarna gold dengan ornamen berlian di tiap sudutnya. Tak kalah dengan Ruka, para tamu undangan yang ada disana juga memuji kecantikan Bianca. Bahkan mereka sampai menjuluki Ruka dan Bianca sebagai ideal couple.
Dan tanpa berlama-lama lagi, akhirnya acara pertunangan pun dimulai dengan penyematan cincin berlian di jemari Bianca oleh Ruka.
"Selamat...!"
"Wah semoga segera menikah..!"
Sorakan para tamu undangan pun terdengar saling bersahutan memberi ucapan selamat kepada Ruka dan Bianca. Saat itu Bianca terlihat begitu gembira dan bahagia, sementara Ruka? Pria itu seperti biasanya hanya terlihat datar dan tidak terlihat menunjukan ekspresi apapun.
Jura tiba-tiba menggenggam tangan Ruka dan Bianca lalu menyatukannya. Setelah itu ia berkata kalau ia senang sekali dengan pertunangan ini.
"Terima kasih kek, aku juga senang sekali dengan pertunangan ini," ujar Bianca tak bisa menutupi kebahagiaannya. "Kau juga senang kan Ruka?" Bianca memandangi Ruka berharap pria itu mengatakan hal yang sama sepertinya. Sayangnya harapan Bianca harus pupus melihat Ruka yang malah tiba-tiba menarik tangannya dari genggaman Jura dan malah mengambil mic untuk memberikan ucapan terima kasihnya pada para tamu.
"Para hadirin sekalian, terima kasih karena kalian sudah datang ke acara hari ini. Untuk itu silakan menikmati hidangan dan hiburan yang ada."
Setelah itu Ruka pun pamit pergi pada Nenek dan kakeknya untuk mencari udara segar.
"Kalian nikmati saja semua ini, aku mau cari udara segar dulu di luar."
Saat itu Hani yang merasa cucunya tidak bahagia pun bertanya pada sang cucu sebelum ia meninggalkan tempat.
"Ruka, apa kau bahagia dengan semua ini? Sebagai nenekmu yang sudah mengenalmu selama puluhan tahun. Aku rasa kau tidak bahagia."
Ruka tersenyum pada Hani dan berkata kalau ia baik-baik saja. "Nenek tidak perlu khawatir, semua yang aku telah kulakukan aku sudah tahu konsekuensinya."
"Tapi aku tidak ingin kau melakukan hal yang malah akan membuatmu bermasalah."
"Nenek tenang saja. Sudah ya aku mau cari angin dulu..." Ruka akhirnya pergi untuk mencari angin.
...----------------...
Saat tengah berada di rooftop hotel menikmati sebatang rokok di mulutnya. Datang ke empat pria berpakaian formal menghampiri Ruka. Mereka adalah, Juan, Hiro, Lucas dan asistennya Rowen.
"Tuan Ruka ternyata kau ada disini, tadi kami berempat mencarimu untuk memberikan selamat atas pertunanganmu," ucap Rowen sambil mengulurkan tanganya.
Sayangnya hal itu bukannya membuat Ruka senang melainkan malah membuatnya terlihat kesal.
Rowen memang tahu hal itu, tapi yang ia lakukan barusan hanyalah sekedar formalitas antara bawahan pada bosnya.
"Ah baiklah tuan Ruka, aku akan tarik lagi ucapan selamat untukmu tadi."
Sementara itu, Lucas yang tahu persis kalau pertunangan ini adalah salah satu rencana Ruka pun bertanya, apa yang akan ia lakukan selanjutnya?
"Rencana? Apa maksudnya?" Hiro yang belum paham maksud ucapan Lucas pun heran dan bertanya-tanya.
Saat itu Ruka pun tersenyum penuh intrik ke hadapan keempat pria itu dan berkata, kalau tujuannya bersedia bertunangan dengan Bianca adalah agar ia bisa mendapatkan 20% saham milik kakeknya, sehingga dengan begitu sahamnya nanti akan bertambah dan otomatis kekuasaan Skyper akan mutlak ada ditangannya. Dan dengan begitu ia akan lebih mudah untuk menguak kebusukan ibu tirinya yang selama ini ia curigai.
"Hem, sepertinya Ruka si serigala licik mulai bergerak terang-terangan," tandas Juan.
"Lalu apa yang akan kau lakukan pada Bianca?" Hiro penasaran setelah rencana Ruka itu berhasil apa yang akan ia lakukan pada wanita itu. Apakah ia akan mencampakannya?
"Soal itu..., sebenarnya aku bersedia bertunangan dengan wanita itu juga murni karena kesepakatan. Dan yang namanya kesepakatan pasti ada masanya." Ruka mau bertunangan dengan Bianca karena saat itu Bianca meminta imbalan saat ia mengembalikan kalung milik ibu Ruka.
"Ya, ya... Tapi aku tidak bisa bayangkan akan seberapa frustasinya Bianca saat kau akan meninggalkannya," seloroh Rowen.
"Aku tidak peduli hal itu, anggap saja itu balasan atas apa yang ia lakukan padkau tujuh tahun lalu." Sejujurnya yang lebih Ruka pikirkan saat ini adalah, apakah Aran akan semakin menjauhinya setelah ia resmi bertunangan?
...🌸🌸🌸...
Di kediamannya, Aran terlihat sedang menemani kedua anaknya di ruang tengah sambil menonton TV. Dan saat ia memindah channel TVnya ternyata sedang ada acara fashion yang tengah membicarakan gaun Bianca di acara pertunangannya hari ini.
Melihat acara itu membahas Bianca saja sudah langsung membuat Aran merasa sakit hati dan ingin menangis. Tapi saat ia melihat gambar Bianca muncul dengan gaun indah diacara pertunangannya dengan Ruka, hal itu langsung seolah membuat Aran semakin sadar.
"Dia memang sangat cantik," Aran spontan berkata hal demikian dengan nada sedih. Mendengar hal itu Theo yang sadar ibunya tengah merasa insecure pun segera memindah channel TVnya dan berkata kalau mamanya jauh lebih cantik daripada bibi yang ada di TV tadi.
"Kakak benar, mama Jia jauh lebih cantik daripada bibi tadi."
Kedua buah hati Aran itu memujinya terus menerus sampai akhirnya Aran sadar, kalau ia memang seharusnya tidak merasa rendah diri, karena hal itu justru akan melukai kedua anaknya.
Theo dan Jia benar, untuk apa aku merendah. Lagipula sekarang ini, anatara Ruka dan Bianca bukanlah urusanku!
Ia pun tersenyum dan memeluk kedua anaknya tersebut dan berterima kasih karena sudah hadir kedunia ini untuk jadi kekuatan untuk dirinya.
"Mama sayang pada kalian berdua."
""Kami juga sayang mama...""
"Mama jangan merendah seperti itu lagi ya. Bagi kami mama terbaik dari yang terbaik."
"Iya sayang... Maafkan mama."
Setelah ini, Aran bertekad untuk tidak boleh terlihat sedih dab merendah di depan anak-anaknya.
...🌸🌸🌸...