
Happy Reading.
Rakha kini tengah berjalan-jalan dengan Antariksa bocah berumur dua tahun setengah itu kini tengah di dorong oleh Ayahnya menggunakan sepeda roda tiganya mengelilingi kompleks perumahannya.
Alysa kini tengah hamil anak keduanya, usia kehamilan Alysa sudah memasuki usia 5 bulan dan kini wanita itu tengah tidak enak badan jadilah Rakha memutuskan untuk libur kerja dan menjaga Antariksa karena tidak ingin membuat istrinya itu tambah sakit dan kelelahan. Seperti saat kehamilan pertama Alysa dulu kini Rakha juga begitu posesif dan menjaga istrinya itu dan selalu ada untuk istrinya itu.
“Anta, coba deh gantian sekarang Anta yang dorong Daddy,” pinta Rakha yang langsung di turuti oleh Antariksa yang langsung turun berganti Rakha yang kini duduk di sepeda roda tiga milik Anta, Rakha sudah seperti orang yang masa kecilnya kurang bahagia saja jika dilihat.
“Anta, dorong dong Daddy,” pinta Rakha pada Antariksa yang kini melihatnya dengan kesal. Bocah laki-laki itu menatap tak suka ayahnya yang tengah duduk di sepeda milik Antariksa dengan tidak tahu malunya padahal umur Daddy nya itu sudah tidak muda lagi tapi tetap saja mengambil mainan Anta.
“Daddy uga ayuh dong cepedanya, erat tauuu,” ucap Antariksa mendengus dengan cadelnya. Rakha terkekeh mendengar ucapan Antariksa lalu mengangguk damenggayihn mulai menggayuh sepeda anaknya itu dengan susah payah.
Namun dengan jahilnya Antariksa yang memang sudah kesal dengan Daddy nya langsung mendorong Daddy nya dengan keras hingga sang Daddy jatuh tersungkur menabrak semak-semak di pinggir jalan.
Rakha meringis kesakitan sambil mengusap keningnya yang terasa sakit. Antariksa yang melihat Daddy nya terjatuh malah tertawa keras sambil menunjuk Daddy nya tanpa ada niatan untuk membantu sang Daddy.
“Anta jahil banget sih sama Daddy,” kesal Rakha lalu bangun dari posisi tengkurepnya dari semak-semak itu.
“Maap Dad, daddy cih nakal,” ucap Antariksa mendengus pada sang Daddy. Namun ia juga merasa kasihan juga merasa bersalah pada sanga Daddy.
“Ya udah pulang aja yuk,” ajak Rakha sambil meletakkan anaknya di sepedanya lagi.
Di perjalanan mereka sesekali bercanda atas lawakan Rakha ataupun anaknya.
“Daddy, enapa itan gak kedininan ya dalam ail?” tanya Antariksa saat mereka melewati kolam ikan milik Rakha.
“Udah tempat tinggalnya di sana sayang, karena Ikan bernafas dengan insang bukan paru-paru seperti kita,” ucap Rakha menjelaskan membuat Antariksa mengerutkan keningnya bingung mendengar penjelasan daddynya.
“Ubungannya sama gak kedininan apa Dad?” tanya Antariksa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal bingung harus menjelaskan apa lagi pada anaknya yang kelewat pintar ini atau memang ia yang kelewat bodoh?.
“Emm coba Anta tanya Google,” saran Rakha pada anaknya itu yang membuat Anta menggeleng, Rakha mengerutkan keningnya melihat anaknya yang menggeleng.
“Kenapa sayang?” tanya Rakha akhirnya untuk menjawab kebingungannya melihat reaksi Antariksa.
“Kata Buna, Anta kalo gak tau disulu tanya sama olang tuanya. Kok daddy malah nyuluh Anta nanya sama uugel apa Anta ini anak Buna dan uugle?” tanya Rakha yang langsung melotot. Enak saja Rakha yang membuatnya malah Antariksa mengatakan dia ank google.
“Emm ya udah nanti coba Anta tanya Buna ya,” ucap Rakha akhirnya sambil mengelus puncak kepala Antariksa sayang.
“Daddy, gak sepintal Buna,” ucap Antariksa memberenggut kesal karena pertanyaannya tak mendapat jawaban. Akhirnya ia lebih memilih menuju kabar Buna nya dari pada berlama-lama dengan Daddy nya yang selalu membuatnya kesal.
Rakha menghembuskan nafasnya kasar lalu ikut menyusul anaknya itu menuju kamarnya dan terlihat Alysa tengah tertidur dengan lelap.
“Anta, ke kamar Anta aja yuk kita main basket di sana,” ajak Rakha yang langsung mendapatkan anggukan oleh Antariksa yang tak ingin mengganggu Buna nya yang tengah tertidur. Semenjak Alysa hamil, Antariksa seolah mengerti jika sang Buna tidak boleh kelelahan oleh karena itu ia lebih sering merecoki Daddy nya sekarang.
Antariksa dan Rakha kini tengah berada di kamar Antariksa di sudut tempat mainan Antariksa berada, Antariksa tengah bermain basket dari kecil Antariksa memang sudah di ajari bermain basket oleh Rakha.
“Daddy ayo main,” ajak Antariksa pada Rakha yang sedang sibuk dengan ponselnya bermain game online di ponselnya.
“Anta main aja dulu Daddy masih istirahat nanti kalau daddy udah gak capek, Daddy ikut main lagi,” ucap Rakha yang masih fokus dengan ponselnya. Antariksa mendengus melihat tingkah daddy nya.
Antariksa bermain dengan malas sampai tanpa sengaja ia melempar bolanya mengenai sang Daddy yang langsung memegangi kepalanya, meringis sambil memegangi kepalanya.
“Huwa daddy maap,” ucap Antariksa sambil menghampiri Daddy nya dan mengelus kepala Rakha yang terkena bola.
“Anta jahat,” ucap Rakha pura-pura ngambek membuat Antariksa menangis, Rakha yang melihat anaknya menangis langsung memeluk Anta.
“Gak papa kok, gak sakit kok sayang. Antariksa jangan nangis ya,” ucap Rakha sambil menghapus air mata di pipi Antariksa sayang.
“Daddy gak marah kan?” tanya Antariksa masih memeluk Rakha dengan erat.
“Sekarang kita tidur aja ya,” ucap Rakha yang mendapatkan anggukan dari Antariksa akhirnya mereka memutuskan untuk tidur.
Rakha mengambil tali sepatu Antariksa lalu mengikatnya di tangannya dan kaki Antariksa agar anaknya itu tidak kabur.
*****
Alysa meregangkan tubuhnya lalu menatap jam yang menempel di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul dua siang.
Alysa memutuskan untuk menuju kamar mandi lalu membasuh wajahnya, tubuhnya terasa sudah sedikit lebih enak. Setelah selesai membasuh wajahnya Alysa memutuskan untuk mencari anak dan suaminya itu.
Alysa memegangi perutnya yang sudah membuncit besar meskipun kehamilannya baru memasuki usia lima bulan tapi perutnya sudah cukup besar seperti usia tujuh bulanbulan mengingat Alysa tengah hamil anak kembar.
Alysa mencari anaknya keruang keluarga namun tak ada anak dan suaminya akhirnya Alysa memutuskan untuk mencari anaknya itu di kamar Antariksa yang berada di lantai dua. Alysa memasuki lift di rumahnya, Mengapa di rumah Alysa ada lift? Itu semua ulah Rakha karena tidak tega istrinya yang tengah hamil harus naik turun tangga akhirnya Rakha memutuskan untuk memasang lift di rumahnya.
Saat membuka pintu kemarin Antariksa, Alysa tersenyum geli melihat anaknya yang tengah kesusahan membuka ikatan di kakinya sedangkan Rakha sedang tertidur dengan pulas.
“Buna,” ucap Antariksa memanggil Buna nya untuk membukakan ikutan di talinya.
Alysa segera berjalan menuju anaknya dan membukakan ikatan di kaki anaknya.
“Daddy nakal,” ucap Antariksa dengan wajah kesalnya menatap Rakha membuat Alysa terkekeh geli.
“Bangunin Daddy sana kita makan siang bareng,” ucap Alysa yang langsung mendapatkan anggukan dari Antariksa.
Alysa tersenyum senang melihat keluarga kecilnya yang harmonis. Alysa berharap keluarga kecilnya akan selalu harmonis tidak akan ada lagi masalah yang menghampiri mereka. Semoga hanya kebahagiaan yang selalu menghampiri mereka sudah cukup sakit yang pernah Alysa rasakan kini biar ai, Rakha, dan anak-anak nya nanti selalu dalam kebahagiaan.
*****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_