
Happy Reading.
***
Hari ini Rakha sudah diperbolehkan untuk pulang, dan Alysa? Gadis itu sangat kewalahan mulai tadi mengurusi Rakha yang sangat manja kepadanya. Belum lagi dia harus mengemas barang-barang Rakha selama di rumah sakit. Mami Rakha sedang ada urusan di sekolah milik keluarga mereka sedangkan Papi Rakha sedang ada rapat penting jadilah Alysa dan Amanta yang menjemput Rakha.
"Kak Alysa, besok kakak sibuk gak," tanya Amanta yang tengah berbaring di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Ehm.. Iya, tugas kuliah kakak lagi banyak banget, emang kenapa?" tanya Alysa sambil menyuapi Rakha, tadi setelah mengemasi barang-barang Rakha, Rakha meminta Alysa untuk menyuapinya.
"Yah, padahal aku pengen ajak kakak ke salon," Amanta mendengus kecewa mendengar jawab Alysa. Ia sangat ingin pergi jalan-jalan bersama calon kakak iparnya itu karena Amanta tau jika mengajak Alysa pasti Rakha akan ikut dan hal itu akan menjadi keberuntungan sendiri bagi Amanta untuk meminta kakaknya itu yang membayar.
"Lain kali ya Ta, kalo kakak udah gak sibuk," ucap Alysa merasa tidak enak menolak ajakan Amanta dengan wajah sendunya.
"Ok deh kak," ucap Amanta dan kembali memainkan ponselnya.
"Jangan mau kalo di ajak Amanta, nanti kamu yang di suruh bayar," Rakha yang mulai tadi diam mulai menimpali pembicaraan kedua gadis itu. Raha sudah sering di paksa untuk menemani Amanta ke salan dan berujung Rakha yang membayar semua nya.
"Ih kakak apaan sih?" Amanta mendengus kesal mendengar ucapan kakaknya itu yaang tidak sepenuhnya salah itu karena bukan pada Alysa ia kan meminta adi traktir tapi pada kakaknya itu.
"Emang bener, gue lo ajakin jalan pasti gue yang lo suruh bayar," ucap Rakha dengan senyuman evilnya mengejek Amanta.
"Udah deh gak usah ribut," ucap Alysa menengahi dan kembali menyuapi Rakha agar laki-laki itu bisa diam.
"Kamu harus minta restu lagi ke Kak Rey dan orang tua aku," ingat Alysa pada Rakha. Rakha mendengus mendengarnya, jika pada orang tua Alysa sepertinya akan mudah tapi pada Rey? ia harus siap wajahnya yang akan bonyok karena dipukuli Rey.
"Harus ya ke bang Rey?" tanya Rakha sambil meringis membayangkan bagaimana nanti wajahnya, ia mungkin bisa saja melawan tapi tidak mungkin jika ia melawan calon kakak iparnya bisa di black list ia oleh Rey.
"Harus lah kan dia kakak aku," ucap Alysa dengan mendengus merasa jengah dengan pertanyaan Rakha.
"Siap-siap bonyok dah muka gue," gumam Rakha yang masih bisa di dengar oleh Alysa. Alysa menahan tawanya mendengar gumaman Rakha.
"Gak sekarang, gak papa kok." Alysa mengelus tangan Rakha menenangkan laki-laki itu.
"Besok ya," ucap Rakha yang mendapat anggukan dari Alysa. Ia mengerti jika Rakha belum siap dan Alysa bisa memakluminya. Emtah besok ia akan siap atau tidak Rakha juga tidak tau namun jika demi Alysa apapun akan ia usahakan.
****
Rakha menghembuskan nafasnya berkali-kali, ini pertama kalinya ia merasa gugup saat mengunjungi rumah gadisnya, dulu ia bahkan tidak tahu malu datang setiap hari kerumah ini namun sekarang ia harus mengumpulkan keberaniannya dulu untuk mengetuk pintu rumah Alysa.
Setelah merasa cukup tenang Rakha mengetuk pintu rumah yang sudah lama ia tak kunjungi ini beberapa kali, sampai seorang wanita paruh baya yang masih cantik membukakan nya pintu.
"Nak Rakha," Karin, wanita yang membukakan nya pintu menatap Rakha dengan senyumannya dan hal itu membuat Rakha merasa bersalah padahal ia suka menyakiti anak wanita ini tapi Karin bahkan tidak marah padanya.
"Assalamu'alaikum tante," Rakha mencium punggung tangan Karin.
"Waalaikumsalam, ayo masuk dulu," ajak Karin mempersilahkan Rakha untuk masuk, Rakha memasuki rumah milik kekasihnya itu dengan gugup lalu duduk di sofa setelah ia di persilahkan duduk oleh Karin.
"Bentar ya, tante panggilin Alysa dulu sekalian ambil minum," ucap Karin dan segera pergi menuju kamar Alysa.
Alysa berjalan ke arah Rakha dengan senyumannya, gadis itu hanya menggunakan kaos polos dan celana di atas lututnya.
"Rileks, semua akan baik-baik aja." Alysa menggenggam tangan Rakha menguatkan laki-laki itu ia tau pasti Rakkha sangat gugup.
"Lah ini kecebong ngapain ke sini?" tanya Rey saat melewati ruang tamu dan ada Rakha dan Alysa di sana. Rey memicingkan matanya saat melihat Alysa yang menggenggam tangan Rakha dengan segera Rey menghampiri adiknya itu.
"Jangan bilang lo sama si kecebong ini balikan?" Rey menatap Alysa tak percaya sedangkan Alysa hanya menampilkan senyumnya, Rakha tersenyum gugup pada Rey dan tak mempermasalahkan Rey yang memanggilnya kecebong.
"Lo restuin kan kak?" tanya Alysa dengan memohon menampilkan puppy eyes namun tak membuat Rey terpengaruh.
"Gak, gak dengan dia. Gila aja dia udah nyakitin lo dan lo masih mau nerima?" tanya Rey tidak percaya pada adiknya yang sangat mudah menerima dan memaafkan seseorang. Alysa terlalu baik hingga banyak yang memanfaatkan kebaikannya, mungkin lain kali ia harus mengajari adiknya itu bagaimana cara menjadi jahat.
"Kalau itu emang yang terbaik sama Alysa, kita setuju aja asal Alysa bahagia, Rey kamu gak boleh merenggut kebahagiaan adik kamu." Karin yang baru saja datang sambil membawa minuman untuk Rakha, menengahi anak nya. Sekarang sepertinya Rey tahu dari mana sikap baik Alysa itu berasal tentu dari Mamanya mereka sangat baik dan hanya memikirkan kebahagian orang lain dari pada dirinya sendiri. Mungkin Rey harus membuka les privat di rumah nya untuk mengajari Mama dan Alysa cara untuk egois dan menjadi jahat.
"Engga dengan dia Ma, Mama gak inget gimana dia nyakitin Alysa?" Rey mengalihkan tatapannya pada sang Mama yang kini menatapnya lembut.
"Sini duduk dulu," Karin menepuk sofa di samping nya menyuruh Rey untuk duduk di sampingnya. Dan memberikan pengertian padda anaknya itu.
"Ok ini demi Alysa aku gak mau dia sedih lagi, kalo kecebong ini sih gue bodo amat. Tapi awas aja lo sakitin adek gue lagi, abis lo sama gue," ucap Rey sambil menatap tajam pada Rakha.
"Engga lagi bang," ucap Rakha dengan senyumannya. Ia lega akhirnya hubungannya dengan Alysa kembali seperti semula.
"Ya udah Ma, aku ke atas dulu," ucap Rey dan segera menuju kamarnya, ia baru saja datang dari kantor dan disuguhkan dengan pemandangan seorang laki-laki yang sangat membuat ia kesal.
"Rakha, tante kedalam dulu ya," ucap Karin dan segera menuju kamarnya meninggalkan anak dan calon mantunya itu berdua diruang tamu.
"Gimana? udah lega?" tanya Alysa dengan senyumannya.
"Alhamdulillah, tadi itu aku udah dag dig dug, purut juga mules saking takut nya," ucap Rakha sambil mengelus dadanya. Alysa tertawa mendengar ucapan Rakha.
"Restu udah dapet, jadi nikahnya kapan?" tanya Rakha menaik turunkan alisnya menggoda Alysa. Alysa mendengus mendengar ucapan Rakha selalu saja menggodanya.
"Tunggu aku lulus, terus kerja," ucap Alysa santai, padahal hatinya sudah degdegan dan pipinya sudah bersemu merah.
"Lama banget Lys? besok aja yuk," ajak Rakha seperti orang yang mengajak bermain bersama. Ia kira menikah seperti orang yang sedang bermain? Pernikahan itu seperti gunung jika dilihata dari jauh sangat indah namun jika sudah didekati banya jurang dan bebatuan yang siap membunuh kapan saja.
"Enteng banget ngomong nya, modalnya mana? mau makan apa kalo udah nikah?" tanya Alysa menggelengkan kapalnya.
"Itu mah gampang, satu minggu lagi aku di angkat jadi CEO jadi kalau cuman modal nikah sama ngasih kamu makan mah bukan masalah besar, jangankan menghidupi kamu menghidupi sepuluh turunan kita juga aku mampu," ucap Rakha menyombongkan dirinya. Alysa berdecih sambil memutar matanya malas sudah tidak dapat diragukan lagi jiwa kesombongan Rakha memang cukup besar.
"Sombong banget, masih jadi calon juga," ucap Alysa sambil menatap Rakha remeh dengan mengedikkan bahunya.
"Satu minggu lagi, aku di angkat jadi CEO dan aku akan ngelamar kamu di depan umum. Tunggu aja sayang," ucap Rakha sambil mencuri cium pipi Alysa. Alysa terdiam dengan pipinya yang sudah memerah dan senyum malunya yang mengembang. Alysa memenutup wajahnya dengan kedua tangannya membuat Rakha terkekeh melihatnya gadisnya itu memang selalu menggemaskan.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
** @ALYSAEVELYAA_**
** @ALVANDOJERRY_**
** @ARETTAEMILJ_**
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_