
Happy Reading.
***
Setelah tadi Dokter membolehkan untuk menjenguk Rakha, Alysa kini sudah duduk disamping laki-laki itu yang terbaring lemah dengan berbagai macam alat yang melekat ditubuh laki-laki itu. Alysa menggenggam tangan Rakha sambil menghembuskan nafasnya kasar. Air matanya sudah berhenti mengalir namun perasaanya masih sangat kacau. Hatinya begitu terluka saat melihat kondisi Rakha saat ini.
"Gue emang lagi benci sama lo, tapi ngeliat lo kayak gini tetep aja gue gak suka," ucap Alysa seolah Rakha mendengar apa yang ia katakan. Menyampaikan bagaimana perasaannya yang begitu hancur melihat laki-laki yang begitu ia cintai kini tengah terbaring dengan lemah di brankar rumah sakit dengan berbagai alat untuk menunjang kehidupannya.
"Cepet sadar ya Rakha, gue udah gak sabar buat balas dendam sama lo," ucap Alysa sambil terkekeh, balas dendam? Ia rasa ia tidak akan bisa tapi boleh juga ia coba. Walau ia tahu, ia tak akan bisa melakukan itu pada laki-laki yang ia cintai itu, hati gadis itu begitu lembut dan sangat mudah memaafkan entah terbuat dari apa hati itu.
"Bangun dong Kha, kemarin aja lo maksa-maksa minta ngomong sama gue sekarang gue mau ngomong, lo malah kacangin," ucap Alysa yang masih menggenggam tangan Rakha. Tatapan Alysa terus tertuju pada wajah pucat Rakha yang kini masih menutup matanya dengan begitu damai.
Suara pintu yang di buka tak membuat pandangan Alysa teralih seolah kini pemandangan yang tengah di tatapnya begitu indah, wajah yang dulu masih mengingatkannya akan luka kini terlihat begitu menyedihkan dan begitu ingin ia lihat.
Begitulah seseorang sangat mudah melupakan kebaikan seseorang saat sudah tahu keburukannya. Melupakan kenangan manis dana hanya menyisakan kenangan penuh luka yang dia dapat.
"Alysa, kita pulang sekarang?" tanya orang yang baru masuk yang tak lain adalah Jerry yang kini menghampiri Alysa. Alysa menganggukkan kepalanya. Ia rasa ia harus pulang dan beristirahat ia sudah sangat lelah saat ini.
Tadi Mamanya sudah ia suru pulang lebih dulu membawa mobil mereka bersama sopir yang mereka bawa tadi. Karin langsung menyetujuinya saat Jerry berada di sana karena ia juga sangat mempercayai Jerry jadilah ia menitipkan Alysa pada Jerry.
"Gue balik dulu ya Kha, lo cepet bangun," ucap Alysa sambil mengelus puncak kepala Rakha dan mencium kening Rakha. Pemandangan itu tak lepas dari tatapan Jerry yang harus menahan kekesalannya melihat itu.
Setelahnya Alysa dan Jerry langsung berjalan beriringan keluar dari ruang rawat Rakha. Di depan ruang rawat Rakha sudah ada orang tua Rakha.
"Mami, Papi Alysa pulang dulu ya," pamit Alysa pada orang tua Rakha yang baru saja kembali dari ruang dokter.
"Ya udah kamu hati-hati ya sayang," ucap Renata yang dibalas anggukan oleh Alysa setelahnya Alysa dan Jerry menyalami tangan orang tua Rakha lalu mereka berjalan keluar rumah sakit.
Di perjalanan menuju parkiran tak ada yang memulai pembicaraan mereka saling diam dengan pikiran masing-masing.
"Kamu masih sayang ya sama Rakha?" tanya Jerry membuka pembicaraan saat mereka sedang berada di mobil Jerry perjalanan pulang ke rumah Alysa, Alysa menatap Jerry sambil mengerutkan dahinya.
"Kenapa?" tanya Jerry dengan kerutan di dahinya yang merasa heran Alysa hanya memperhatikan wajahnya tanpa mau menjawab pertanyaan Jerry.
"Susah Jer, ngelupain orang yang berarti bagi kita meskipun dia udah nyakitin aku," ucap Alysa mengalihkan tatapannya ke arah depan. Tanpa gadis itu sadari ucapannya menjadi sindiran untuk Jerry karena laki-laki itu pernah melakukan hal yang sama.
Dulu Rakha yang menjadi obatnya saat Jerry pergi darinya, saat laki-laki itu dengan teganya meninggalkannya tanpa kepastian dengan harapan yang begitu besar.
"Aku tau, Maaf," ucap Jerry sambil menggenggam tangan Alysa dan mengelus punggung tangan Alysa dengan ibu jarinya. Alysa mengerutkan keningnya bingung mengapa Jerry yang meminta maaf.
"Buat apa?" tanya Alysa mengerutkan keningnya bingung mengapa Jerry yang meminta maaf.
"Karena juga pernah melakukan hal sama," ucap Jerry sambil tersenyum masam ke arah Alysa. Ia tahu pasti saat itu Alysa juga sangat terluka dan sulit melupaakannya. Harusnya saat itu Jerry tidak meninggalkan Alysa di saat hubungan mereka sedang baik-baik saja dan sama-sama saling mencintai.
Jika saja ia tak melakukan hal itu dulu maka kini ia tak akan kehilangan gadis nya itu, gadis yang sampai saat ini masih ia sayangi.
"Udah lah lagian itu sudah lama," ucap Alysa masih menatap ke jalanan di depannya. Ia tidak mau membuat Jerry kembali merasa bersalah karena Jerry punya alasan yang baik saat meninggalkannya hanya saja caranya yang salah.
"Saran aku mending kamu maafin dia, dia udah bener-bener hancur Sa. Hampir dua tahun dia hidup dalam penyesalan Sa," ucap Jerry memberikan nasihatnya.Walau hatinya juga menginginkan Alysa tapi ia tahu bahagia Alysa bukan dengannya, atau mungkin Alysa bahagia dengannya hanya saja hati Alysa bukan untuknya tapi untuk Rakha.
"Memaafkan gak semudah meminta maaf Jer, kalaupun aku maafin dia luka nya masih membekas," ucap Alysa menghembuskan nafasnya kasar. Begitulah Manusia sangat lupa melupakan kesalahan yang orang lain buat tapi sangat mudah melupakan keabikan orang lain. Hanya degan satu kesalahan orang bahkan bisa melupakan seribu kebaikan yang dilakukan.
"Tapi seenggaknya kamu harus usaha," ucap Jerry menatap Alysa dengan penuh harap, ia tidak ingin gadis itu belum bisa berdamai dengan masalalunya.
"Aku masih nunggu dia yang usaha buat minta maaf ke aku," ucap Alysa membalas tatapan Jerry. Jerry hanya menghembuskan napasnya kasar sebelum menjawab ucapan Alysa.
"Hufft aku cuma bisa ngasih saran kamu buat maafin dia, kalau masalah kamu mau balik lagi ke dia? Itu pilihan kamu aku gak bisa melarang kamu tapi aku lebih berharap sih kamu sama aku aja," Ucap Jerry sambil terkekeh garing, Alysa memutar bola matanya malas. Percayalah tawa Jerry hanya sebagai penutup dari nada suaranya yang sebenarnya serius dan penuh harap jika gadis itu mau kembali padanya.
"Lagian ya Sa, Cowok selingkuh itu wajar karena imam itu butuh banyak ma'mum mungkin Rakha pas selingkuh pikirannya gitu," ucap Jerry yang kembali tertawa mendengar ucapannya, prinsip dari mana itu? Hanya manusia yang menjelma menjadi buaya jantan yang memiliki prinsip seperti itu. Laki-laki boleh memiliki prinsip seperti itu atau memiliki prinsip sedang dalam masa memilih dan memilah. Namun wanita mana yang ingin menjadi yang kedua terlebih hubungan mereka bukan hanya sebetas hubungan sepasang kekasih namun mereka sudah bertunangan.
"Terserah kamu aja lah ya yang penting kamu bahagia," ucap Alysa yang mulai jengah dan hal itu kembali mengundang tawa Jerry yang semakin keras. Mood Alysa sedang tidak dan Jerry malah menambahkan ketidak baikan moodnya itu.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_