Raksa

Raksa
Usaha



Happy Raeding.


***


Alysa melangkahkan kakinya keluar dari area


kampusnya, ia tengah menunggu seseorang yang akan menjemputnya.Tentang Rakha laki-laki itu memang kini kerap kali datang entah hanya


untuk membawakannya bunga ataupun coklat. Laki-laki itu terus berusaha untuk


mendapatkan perhatian Alysa.


Saat sampai di depan kampus ia melihat


sekeliling namun yang dicarinya belum juga menampakkan wajah nya.Lama Alysa menunggu sampai seorang laki-laki datang mendekatinya.


"Hay," sapa seorang laki-laki tampan


yang menghampiri Alysa sambil tersenyum ke


arah gadis itu.


"Siapa ya?" tanya Alysa mengerutkan


keningnya merasa asing dengan laki-laki tersebut.


"Kenalin gue Devin, fakultas


Ekonomi," ucap laki-laki itu yang ternyata


bernama  Devin memperkenalkan


dirinya sambil mengulurkan tangannya.


"Gue Alysa, Fakultas Kedokteran,"


ucap Alysa sambil membalas uluran tangan Devin.


"Sendiri aja?" tanya Devin sambil


tersenyum ke arah Alysa. Alysa hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Devin.


"Mau gue anter pulang?" tanya Devin


menawarkan.


"Gak usah gue lagi nunggu jemputan


kok," ucap Alysa, yang memang menunggu jemputan nya datang lagi pula ia juga baru mengenal laki-laki itu tak mungkin Ia mau


langsung menerima tawaran Davin. Tak beberapa lama mobil sport hitam sudah


berhenti di depan mereka.


Seorang laki-laki keluar dari mobilnya lalu


berjalan ke arah Alysa merangkul pundak Alysa dengan begitu erat.Ia tak menyukai laki-laki


yang tengah berada di depan nya itu. Sudah ia duga jika laki-laki itu menyukai


Alysa.


"Udah lama nunggu?" tanya laki-laki


itu yang dibalas gelengan oleh Alysa, tentu saja


gadis itu berbohong karena jelas ia sudah menunggu Jerry begitu lama.


"Ini siapa?" tanya laki-laki itu saat


melihat Alysa tidak sendirian melainkan di temani seorang laki-laki.


"Temen aku, namanya Devin," ucap


Alysa mengenalkan Devin. Devin mengulurkan tangannya ke arah


laki-laki tersebut untuk berkenalan.


"Devin," ucap Devin memperkenalkan


dirinya dengan


senyuman yang di paksakan.


"Jerry," jawab Jerry yang menerima


uluran tangan Devin.


"Kalo gitu gue duluan ya Vin," pamit


Alysa yang di balas anggukan oleh Devin.


Jerry membawa Alysa di kursi penumpang namun


tak sengaja saat ia melihat ke sebrang jalan tak jauh dari tempatnya berdiri


pandangannya tertuju pada seseorang yang kini tengah menatap nya dengan sorot


mata yang menahan emosi,kecewa,rindu dan cinta? Namun dengan segara Alysa


mengalihkan tatapan dan segera masuk kedalam mobil Jerry.


***


Rakha mengemudikan mobilnya keluar dari


rumahnya, tujuan nya kini adalah menemui seseorang yang sangat ia rindukan . Ya


Rakha kini sudah berada di Indonesia setelah ia menyelesaikan S2 nya akhirnya


ia di perbolehkan kembali ke Indonesia oleh Papi nya dan kini disinilah Rakha


berdiri di sebuah kampus yang menjadi tempat orang yang di cintainya itu


mewujudkan cita-cita nya.


Dari kejauhan Rakha dapat melihat seorang gadis


yang tengah berdiri di depan kampus namun tak beberapa lama seorang laki-laki


datang mendekati gadis nya. Rakha mengepalkan tangannya saat dengan berani


laki-laki itu menyentuh gadis nya.


Entah apa yang sedang mereka bicarakan Rakha


tak dapat mendengarnya tapi Rakha dapat melihat gadisnya itu tersenyum ke arah


laki-laki tersebut. Sampai mobil sport hitam berhenti didekat mereka. Seorang


laki-laki lain yang sangat ia kenali datang dan merangkul gadisnya itu. Rakha


mengepalkan tangannya dengan kuat. Jika situasinya tidak begini sudah bisa


dipastikan dua laki-laki tersebut sudah habis di tangan Rakha.


mulai tadi ia awasi tak menolak rangkulan Jerry, segala kemungkinan buruk sudah


memenuhi kepala Rakha. Ia jadi takut jika Jerry dan Alysa balikan lalu


bagaimana dengannya? Tidak Rakha tidak akan pernah melepaskan Alysa nya, Alysa


hanya miliknya tidak ada laki-laki lain yang bisa memiliki Alysa hanya dirinya.


Rakha melajukan mobilnya mengikuti mobil Jerry


yang membawa Alysa sampai mobil laki-laki itu terhenti di depan rumah Alysa.


Rakha menatap dengan tajam saat Jerry mengecup kening Alysa dengan mesra


membuat hati Rakha terasa panas tangannya sudah mengepal dengan erat ingin


segera memukul laki-laki yang dengan berani mendekati gadisnga itu.


Setelah mobil Jerry pergi dengan  segera Rakha berjalan menghampiri Alysa, baru


saja gadis itu hendak membuka gerbang Rakha langsung saja menarik tangannya dan


memeluknya dengan erat meskipun Alysa terus saja meronta dalam dekapannya.


“Rakha, lepas,” ucap Alysa sambil mendorong


tubuh Rakha untuk menjauh darinya namun Rakha malah mengeratkan pelukannya.


Alysa terus saja memukul dada bidang mantan tunangannya itu. Berada dalam pelukan yang begitu nyaman dan sangat di rindukannya hanya


akan membuatnya semakin terluka.


“Alysa jujur sama aku kamu gak ada hubungan


apapun kan sama Jerry?” tanya Rakha langsung saat pelukan mereka sudah terlepas


namun Rakha enggan melepaskan tangan Alysa dari genggaman tangannya.Rakha begitu berharap jika jawabannya adalah tidak, ia masih begitu


mengharapkan Alysa untuk kembali kepadanya. Ia tak ingin usahanya selama ini


hanya berakhir sia-sia. Berjuang seorang diri untuk mendapatkan kembali apa


yang dia ingin.


“Gak ada hubungannya sama lo apapun itu


hubungan gue dan Jerry,” ucap Alysa tegas pada Rakha. Yang membuat laki-laki


itu terkekeh di buatnya. Jawaban Alysa begitu


membuatnya terluka karena bukan jawaban itu yang di inginkannya keluar dari


mulut gadis itu.


“Jelas ada, kamu masih milik aku Alysa,” ucap


Rakha dengan tegas. Alysa berdecak dengan senyuman sinisnya pada Rakha. Lalu


menghempaskan tangan Rakha yang menggenggam tangannya dengan erat. Apa Rakha sudah gila? Pikir Alysa tak menyangka dengan ucapan laki-laki


yang sudah pernah mengkhianatinya itu.


“Egois, denger ya Tarakha gue sama lo udah


putus jadi gak ada salahnya kan kalo gue balikan sama Jerry? Dan mending


sekarang lo pulang, gue muak liat muka lo,” ucap Alysa dan segera memasuki


rumahnya tanpa mau menghiraukan Rakha yang terus memanggilnya. Tanpa Rakha tau


air mata Alysa sudah mengalir membasahi wajahnya, ia hanya pura-pura terlihat


kuat di depan Rakha namun di belakang Rakha ia masih sering menangisi


penghianatan yang di lakukan laki-laki itu padanya.


Rakha memasuki mobilnya dengan membanting pintu


mobilnya dengan keras melampiaskan kemarahannya sesekali Rakha mengusap


rambutnya frustasi. Semua ini akibat dari kesalahan yang ia perbuat. Rakha tak


pernah menyangka semua akan menjadi berantakan seperti ini.


Rasa menyesal benar-benar membuatnya kalap


tanpa sadar melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh membelah jalanan yang


mulai ramai suara klakson dari pengemudi lain tak membuatnya takut. Rakha


mengacak rambutnya kasar dengan masih mengemudi dengan kedepan penuh. Dari arah


berlawanan sebuah truk melaju dengan  oleng Rakha yang sudah tidak fokus


menjadi susah mengendalikan mobilnya sampai tabrakan tidak terelakkan lagi.


"Aku sayang kamu Alysa, aku sangat


menyesal," ucap Rakha dengan suaranya yang sudah mulai melemah dan


penglihatan nya mulai menggelap.Kata terakhir yang di


ucapkannya sebelum kegelapan yang menyambutnya.


****


 Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_