Raksa

Raksa
Hukuman



Happy Reading.


***


"Alysa!" Alysa membalikkan badannya saat merasa ada yang memanggil namanya. Senyumnya terukir jelas saat melihat yang memanggilnya ada Jerry Laki-laki itu kini berjalan kearah Alysa bersama Eliza yang mengikuti dibelakang Jerry.


"Kamu baru dateng?" tanya Alysa dengan kernyitan di dahinya.


"Iya, noh nunggu miss got dandan lama banget," gerutu Jerry membuat sahabatnya yang lain tertawa sedangkan Eliza hanya memberenggut kesal karena ejekan Jerry dan tawa sahabatnya. Hubungan mereka memang sekarang sudah membaik semenjak kejadian beberapa bulan lalu setelah kejadian diulang tahun Lia yang begitu menyakitkan dan mengharukan itu.


"Ngomel mulu lo udah kayak emak-emak rempong lo," kesal Eliza sambil menyentil bibir Jerry kesal yang di balas dengusan oleh Jerry.


"Jerry mah bukan emak-emak rempong Za, tapi temen lo yang biasanya ada di got noh yang gak bisa diem," ledek Josep yang langsung mendapat toyoran dari Eliza dan Jerry.


"Eh Asep lo ngatain gue tikus? Sialan lo," umpat Jerry kesal.


"Tau lo, segala bawak-bawak gue segala kalau mau dukung gue ya dukung aja gak usah pakek ngehina juga tai." Eliza menatap Josep sengit. Josep hanya menyengir watados membuat tawa sahabat mereka tak berhenti hingga mereka menjadi pusat perhatian siswa lain yang iri melihat kearah Most wanted yang sudah berkumpul bersama pasangan mereka masing-masing membuat banyak kaum hawa dan adam iri pada pasangan itu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Alysa dan Rakha melangkahkan kaki mereka menuju parkiran acara baru saja selesai tapi mereka sudah izin kepada sahabat mereka yang lain untuk pulang terlebih dulu. Sebenarnya Alysa masih ingin berada di dalam, tapi Rakha sudah menariknya untuk segera keluar bersamanya.


Alysa memasuki mobil Rakha dengan perasaan kesal setelah memasuki mobilnya Alysa langsung memejamkan matanya berpura-pura tidur setelah mengingat perkataan Rakha yang akan menghukumnya.


"Gak usah pura-pura tidur aku tau kamu gak tidur," ucap Rakha sambil menatap Alysa lekat-lekat.


"Aku udah tidur kok." Alysa masih memejamkan matanya tapi sudah menjawab pernyataan Rakha. Alysa merutuki mulutnya yang tidak bisa dikontrol sambil memukuli mulutnya sendiri. Rakha terkekeh geli melihat tingkah laku tunangannya itu.


"Wah enak dong tinggal langsung bawa ke hotel, kan orangnya lagi tidur jadi gak bakal berontak." Rakha tersenyum geli melihat Alysa yang langsung bangun dan menatap Rakha dengan mata yang melotot meyakinkan Rakha bahwa gadis itu sudah bangun.


"Udah bangun kok lihat nih," ujar Alysa sambil memajukan wajahnya dengan mata yang masih melotot menatap Rakha. Rakha terkekeh melihat tingkah ajaib kekasihnya itu dengan segera Rakha mencium bibir Alysa membuat gadis itu melotot.


Niat awal Rakha yang ingin marah pada Alysa langsung hilang saat melihat tingkah ajaib Alysa yang selalu bisa membuatnya tertawa.


"Ini hukuman buat kamu karena udah pura-pura tidur, hukuman karena kamu pakai baju ini akan aku kasih di rumah," ucap Rakha lalu melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Saat memasuki pekarangan rumah Rakha Alysa mengernyit bingung.


"Loh kok rumah kamu?" tanya Alysa bingung, ia kira Rakha akan mengantarnya pulang.


"Emang mau kemana? Hotel?" pertanyaan Rakha sontak mendapat pelototan dari Alysa.


"Ihh ini mulut kalau ngomong gak pernah pakek bismillah." Alysa menyentil mulut Rakha. Rakha menahan tangan Alysa lalu mencium tangan gadisnya itu. Pipi Alysa bersemu merah namun senyumnya terpatri indah sambil menatap Rakha yang mencium tangannya.


"Ayo buruan masuk, aku udah gak sabar buat nge hukum kamu," ucap Rakha lalu meninggalkan Alysa yang sudah ketakutan. Alysa merutuki dirinya sendiri yang memakai baju seperti yang kini ia pakai. Alysa keluar dari mobil melangkahkan kakinya dengan berat memasuki rumah Rakha. Didepan pintu sudah ada Mami Rakha yang menunggunya dengan senyuman manisnya.


"Gimana sayang?" tanya Mami Rakha saat Alysa sudah berdiri di depannya. Alysa menggeleng sambil menampilkan wajah sedihnya. Renata mendengus lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Maaf ya sayang," ucap Renata marasa bersalah karena sudah melibatkan Alysa dalam masalah.


"Gak papa kok Mi!" Alysa mengelus tangan Renata menenangkan wanita cantik di depannya itu.


"Tenang aja sayang, nanti kalau Rakha marahin kamu kita bakal lawan dia sama-sama," ucap Renata penuh tekat. Alysa mengangguk semangat berharap perkataan Mami Rakha akan dia tepati. Alysa dan Renata berjalan berdampingan memasuki rumah Rakha saat sampai di ruang tamu mereka sudah melihat Rakha yang sudah melipat tangannya di depan dada menatap tajam pada dua wanita yang sangat ia sayangi itu.


"Mami kan yang nyuruh Alysa buat pakek baju itu?" tanya Rakha datar. Renata sudah gelagapan menjawab pertanyaan anaknya itu apa lagi saat mendengar nada suara Rakha yang tajam dan datar.


"Ehmm Mami mau kedalam dulu ya, Papi kamu tadi nelfon," ucap Renata lalu meninggalkan Rakha dan Alysa berdua di ruang tamu. Alysa merutuki calon mertuanya itu. Dia yang membuat Alysa berada dalam masalah dan sekarang malah Alysa yang harus menanggung semuanya.


"Hmm itu, aku gak enak nolak Mami," ucap Alysa sambil menundukkan pandangannya, enggan melihat Rakha yang sudah menatapnya tajam.


Rakha berjalan kearah Alysa, Alysa terus saja mundur menghindari Rakha sampai ia jatuh di sofa yang sudah berada di belakangnya. Alysa merutuki Sofa yang berada di belakangnya beserta orang yang meletakkan sofa itu di belakang Alysa "ini siapa sih yang narok sofa di sini?" Batin Alysa. Maklum saja dalam kondisi seperti ini otak Alysa memang tinggal separuh.


"Kamu mau ngapain?" tanya Alysa saat Rakha menindihnya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Alysa.


"Terserah aku dong, nolak Mami aja kamu sungkan kenapa nolak aku kamu berani? Tunangan kamu kan aku bukan Mami dan ini juga hukuman buat kamu karena udah buat aku cemburu dengan kamu pakek baju ini," ucap Rakha. Alysa sudah memejamkan matanya pasrah akan apa yang dilakukan Rakha. Rakha sudah menempelkan bibirnya dengan bibir Alysa namun tiba-tiba suara Maminya mengganggu kegiatan Rakha. Rakha berdecak kesal sedangkan Alysa sudah bernafas lega.


"Heh bocil lo mau ngapain menantu gue?" tanya Mami Rakha sambil menarik telinga Rakha. Rakha meringis kesakitan lalu menatap Renata tajam. Renata yang di tatap seperti itu sebenarnya takut juga namun demi menantunya ia akan melawan Rakha lagi pula Renata sudah menelfon Bryan untuk segera pulang dan membantunya melawan Rakha.


"Rakha mata kamu minta Papi colok ya?" suara Bryan membuat Rakha mengalihkan tatapannya pada Bryan yang baru saja datang.


"Mami apaan sih jewer aku segala?" dengus Rakha. Renata melepaskan jewerannya lalu bergeming seolah mengatakan "mampus lo" Rakha bisa membaca itu dari gerakan bibir Renata.


"Kamu mau apain Menantu Mami?" tanya Renata tajam dengan beraninya berbeda dengan sebelumnya, tentu saja karena ada suaminya itu.


"Ini juga gara-gara Mami," dengus Rakha kesal. Bryan menggeleng melihat tingkah anak dan istrinya yang sering sekali membuatnya pusing.


"Mami apain Alysa lagi sih Mi?" tanya Bryan lalu melihat kearah Alysa yang sudah berdiri di samping Rakha sambil menunduk


"Ya ampun Alysa itu baju kamu kenapa?" tanya Bryan karena tak biasanya Alysa memakai baju terbuka seperti itu.


"Noh kerjaan Istri Papi tuh," ucap Rakha. Renata menyengir sedangkan Bryan hanya menggeleng melihat tingkah istrinya.


"Udah mending kamu anterin Alysa pulang," ujar Bryan yang mendapat anggukan dari Rakha. Setelah menyalami orang tua Rakha Alysa langsung menuju mobil Rakha.


****


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini akhirnya aku


datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak asing lagi kan


sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy Badboy buat yang


belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan @Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_