
Happy Reading.
***
Alysa dan keempat sahabat nya baru saja keluar dari kelasnya untuk menuju kantin. Bel istirahat baru saja berbunyi beberapa menit yang lalu. Seperti biasa Rakha akan menjemput pacarnya itu untuk ke kantin bersama terlihat di depan Alysa Rakha dengan kelima sahabatnya yang berjalan menghampiri Alysa.
Senyuman tak pernah luntur dari wajah cantik Alysa apa lagi banyak yang menyapanya bahkan ada yang terang-terangan menggoda Alysa namun saat melihat kehadiran Rakha dengan cepat mereka mengatupkan mulut mereka agar tidak keceplosan menggoda Alysa di saat ada Rakha. Bisa bahaya jika ahal tersebut terjadi.
"Gak usah senyum-senyum gitu, kalo kamu senyum tuh kayak joker jadi mending gak usah senyum," ucap Rakha saat sampai di hadapan Alysa dan langsung merangkul pinggang Alysa posesif membawa gadisnya itu lebih dekat untuk berjalan di sampingnya.
"Awas ya kamu nyuruh aku senyum, gak bakal mau," kesal Alysa dengan mengerucutkan bibirnya kesal karena ejekan dari Rakha.
Rakha yang gemas dengan kekasihnya itu langsung saja mencubit pipi Alysa. Gadisnya itu memang selalu terlihat menggemaskan di saat sedang cemberut seperti sekarang.
"Jangan ngambek dong aku kan cuma bercanda, senyum kamu itu terlalu manis untuk di lihat orang lain jadi senyum kamu cuma buat aku. Gak ada yang boleh melihat apa yang aku punya," ucap Rakha dengan kerlingannya membuat pipi Alysa mersemu merah. Rakha selalu saja membuatnya kesal lalu menggodanya hingga rasanya kupu-kupu di perutnya sudah berterbangan.
"Bucin akut nih orang depan gue," seru Gian yang mendengar gombalan Rakha pada Alysa.
"Kebanyakan pakek filter gombal nih orang," ucap Aldo yang malah membawa filter salah satu aplikasi sosmed itu.
"Itu bukannya elo ya Do?" seru Lia yang malah akan mengundang pertengkaran mereka. Sudah dapat di pastikan saat mereka bertemu pasti akan timbul adu mulut yang membuat teman mereka sakit telinga mendengarnya.
"Alarm pertempuran udah di mulai nih, gue duluan aja lah," ujar Josep dan berjalan lebih dulu begitupun sahabatnya yang lain mereka mempercepat langkah mereka meninggalkan Lia dan Aldo yang sudah bersilat lidah.
Saat sampai di kantin mereka langsung duduk di meja yang biasa mereka tempati. Dengan Anji dan Josep yang memesan makanan untuk mereka.
"Si Lia sama Aldo baik-baik aja kan ya, kenapa belum pada muncul tuh dia bocah?" tanya Jerry karena Aldo dan Lia belum menghampiri mereka.
"Lagi bucin kali, capek tengkar mereka sayang-sayangan," ucap Eliza dengan santainya.
"Ya do'ain aja lah mereka malah bucinan biar bisa ngalahin couple bucin yang masih di pegang oleh Alysa dan Rakha," ucap Gian melirik Alysa dan Rakha yang sedang sibuk sendiri dengan pertengkaran mereka.
"Iri ya lo pada," ucap Rakha dengan senyuman jahilnya pada sahabat nya.
"Gue juga bentar lagi official bareng Adrin," ucap Veno. Laki-laki itu sangat jarang berbicara dan sekarang sekalinya berbicara malah membuat terkejut sahabat nya mereka tidak tahu jika Adrin dan Veno dekat.
"Wah parah ini orang pdkt diem-diem bae," ucap Gian menggeleng.
"Tau noh si Retta gak bersuara lo," ucap Alysa yang juga terkejut mendengar nya. Adrin sudah bersemu merah merasa malu dengan ucapan Veno apalagi ia memang sengaja merahasiakannya dari sahabat nya sedangkan Veno hanya mengabaikan ucapan sahabat nya dan sibuk dengan ponselnya.
"Gue sama Eliza aja deh, ya gak El," ujar Jerry dengan candaannya sambil merangkul pundak Eliza.
"Ketahuan pacarnya tau rasa lo Jer, si Jerry mah nyarinya yang udah punya pacar mulu," ucap Adrin. Ucapan Adrin langsung membuat sahabat mereka melihat kearah Eliza dengan penuh tanya.
"Si Eliza punya pacar?" tanya kaum pria kompak kecuali Jerry dan Veno bahkan Aldo yang baru datang langsung duduk di hadapan Eliza dengan memajukan tubuhnya untuk menatap Eliza lebih jelas.
"Oh si Ketos," teriak Anji heboh yang membuat seluruh penghuni kantin melihat kearah Anji dan Farrel bergantian sedangkan si empunya nama langsung menatap datar pada Anji.
Anji yang ditatap seperti itu hanya menyengir bodoh. "Ketos sini deh," ujar Anji memanggil Farrel. Farrel hanya menurut dan berjalan kearah meja yang di tempati para penguasa sekolah. saat sampai di sana Farrel menatap tajam pada tangan Jerry yang merangkul kekasihnya. Jerry yang merasa di tatapan langsung melepaskan rangkulannya sedangkan Eliza sudah mendengus kesal.
"Lo pacarnya Eliza ya?" tanya Gian yang membuka suara lebih dulu. Farrel hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Wah lo ternyata samaan sama Rakha sama Veno, suka kehabisan kosa kata," ucap Josep yang baru saja datang dengan makanan yang di bawanya.
"Kenapa?" tanya Farrel singkat, padat, jelas.
"Lo gak mau makan bareng Eliza? kalau mau bawa aja tapi PJ dulu," palak Anji dengan cengiran nya. Farrel hanya menggangguk kemudian menarik Eliza untuk berdiri.
"Sahabat laknat, gak ada otak lo ye jual sahabat sendiri," ucap Eliza pada sahabat nya yang malah tertawa dan kesenangan karena akan mendapatkan PJ.
"Udah El, anggep aja lagi seneng-seneng sama pacar baru," ucap Alysa dengan tawanya.
"Kualat lo pada ngetawain gue," kesal Eliza yang masih mendengar tawa sahabatnya.
"Nanti pulang sekolah," ucap Farrel yang langsung membawa Eliza menghampiri sahabat Farrel sedangkan sahabat Eliza sudah tertawa melihat wajah kesal Eliza.
"Kayaknya kisah Awal Eliza sama kayak lo Sa, sok gak mau ujungnya sekarang malah udah tunangan," ucap Lia yang mendapat anggukan dari yang lainnya.
"Tapi gue rasa Eliza gak akan semudah itu, kalau mengingat penyakit yang dia derita," ucap Jerry dengan senyuman masamnya.
Keadaan yang semula terlihat sangat bahagia kini berubah mereka memikirkan bagaimana hubungan Eliza kedepannya saat Farrel tau sakit yang di derita Eliza. siapa yang akan tersakiti diantara mereka? atau mereka akan merasakan sakit yang sama?
Kita memang tidak ada yang tau bagaimana takdir membawa kita. perubahan antara bahagia dan kesedihan berjalan dengan begitu cepat hingga kita tidak bisa bersiap untuk menyambut keduanya.
Dan kadang kita yang saling mencintai harus berakhir dengan kesedihan karena takdir yang membawa segala nya tak berpihak pada kita.
Tuhan memberikan apa yang terbaik untuk kita bukan memberikan apa yang kita mau. oleh karena itu takdir sering kali memperok porandakan jalan hidup kita.
Namun percayalah Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk kita dan selalu akan kebahagiaan dalam kesedihan, selalu ada jalan di setiap masalah jadi bertahanlah namun jika kalian lelah beristirahat lah.
*****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan @Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDO_JERRY
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_