Raksa

Raksa
Eliza pergi



Happy Reading.


***


Alysa menunggu di depan ruangan Eliza dengan harap cemas, tak hanya Alysa kini semua sahabatnya, orang tua Jerry yang sudah menganggap Eliza sebagai anaknya bahkan orang tua Eliza yang sudah tidak memperdulikan nya juga sudah berkumpul di depan ruang rawat Eliza dengan cemas. Bahkan Mama Eliza sudah menangis dalam pelukan suami barunya. Kondisi Eliza memang sudah sangat buruk gadis itu bahkan sudah seperti tengkorak hidup sangat kurus.


Hubungannya dengan Farrel sudah berakhir semenjak Eliza memberi tahu Farrel kondisinya dan memutuskan untuk menjauh dari Farrel awalnya Farrel menolak dan memilih untuk tetap bersama Eliza menemani gadis itu dalam masa sulitnya namun Eliza menolaknya dan menjauh dari Farrel.


Bagi Eliza ia tak pantas mendapatkan cinta karena itu hanya akan membawa luka, ia tak ingin saat ia pergi malah akan membuat orang yang mencintainya merasa sedih. Memiliki sahabat dan keluarga saja baginya adalah sebuah keberuntungan yang tak seharusnya ia miliki.


"Semua akan baik-baik aja," ucap Rakha menenangkan Alysa sambil memeluknya dengan erat, menyalurkan kekuatan untuk gadisnya itu. Rakha tau bagaimana hubungan Alysa dan Eliza mereka sangat dekat walau mereka bertemu dengan cara yang tidak baik.


"Aku takut," ucap Alysa dengan isakannya. Ia takut Eliza akan pergi meninggalkan mereka. Alysa belum siap jika harus kehilangan sahabatnya itu sekarang, Alysa masih berharap jika penyakit yang Eliza derita bisa di sembuhkan.


Semua menunggu dengan harap cemas, doa yang tak ada hentinya mereka panjatkan berdoa agar sahabt mereka, keluarga mereka, anak mereka bisa kembali dan tak terjadi hal buruk. Berharap tuhan agar mendengar doa mereka.


Seorang dokter keluar dari ruang rawat Eliza dengan wajah lelah dan sedihnya. Semua orang yang berada di sana langsung menghampiri dokter tersebut. Untuk menanyakan bagaimana keadaan Eliza.


"Dok bagaimana keadaan anak saya?" tanya papa Eliza mewakili pertanyaan yang lainnya. Mereka terus memanjatkan doa agar kabar baik yang mereka terima, namun jika kabar buruk mereka hanya berdoa agar itu bukan kabar jika mereka kehilangan salah satu dari mereka.


"Maaf bapak dan Ibu, kami sudah berusaha semampu kami, tapi Tuhan lebih menyayannginya, Eliza sudah tiada tanggal kematian 10 februari pukul 22.00.” Terdengar suara helaan nafas berat dari dokter tersebut saat memberikan kabar pada keluarga serta sahabat pasiennya itu. Semua yang ada di sana langsung lemas mendengar ucapan dokter tersebut. Mereka tau apa artinya, Tuhan lebih menyayangi Eliza oleh sebab itu Tuhan menjemputnya lebih dulu tuhan telah menjemputnya untuk tinggal didekatnya.


Suara tangis pecah, mereka belum rela melepaskan Eliza. Alysa langsung memeluk Rakha erat, yang di balas tak kalah erat oleh Rakha. Rakha sama hancurnya dengan Alysa, apa lagi Eliza pernah mengisi hatinya namun, sebisa mungkin ia mencoba kuat untuk memberikan kekuatan pada Alysa. Ia tak boleh lemah, jika ia lemah siapa yang akan memberikan gadisnya itu semangat?


Kini salah satu dari sahabat mereka telah pergi meninggalkan luka yang begitu membekas. Suara tangis yang pecah, raungan hati yang terluka seakan menggiring kepergian Eliza pada sang pencipta. Melapaskan yang paling sulit adalah di saat kita sudah tidak bisa lagi bersamanya ataupun melihatnya, begitupun dengan mengikhlaskan. Namun sebisa mungkin mereka mengikhlaskan Eliza untuk kembali pada sang pencipta.


"Kamu harus ikhlas, Eliza udah tenang di sana. Dia gak akan merasakan sakit lagi," ucap Rakha menenangkan gadisnya itu. Alysa masih terus terisak dengan memeluk Rakha dengan erat. Harapannya agar Eliza sembuh sudah pupus. Tidak, tidak pupus hanya saja Eliza sembuh dengan cara yang berbeda. Gadis itu sembuh terlalu baik dan sangat cepat tanpa harus melakukan pemulihan, gadis itu kini telah bahagia dan pasti Eliza juga ingin sahabat serat keluarga nya juga ikut bahagia.


Semua berjalan begitu cepat, rasanya baru kemarin ia menjadi sahabat Eliza dan sekarang gadis itu sudah pergi. Umur memang tidak ada yang mengetahui dan masih hidup kita di dunia hanya satu hari satu malam jadi manfaat semua itu untuk di isi dengan kebaikan, jangan menyia-nyiakan maha hidup yang hanya sekali dengan hidup bebas serta berfoya-foya demi kata “Masa remaja gak datang kedua kali jadi manfaatkan sebaik mungkin dengan mengukir tinta yang penuh warna” tapi berujung dengan pergaulan bebas dan membuat banyak doa yang menumpuk.


Kembali pada Alysa yang kini masih di luar begitupun sahabat mereka yang lain, orang tua Rakha dan Jerry sudah masuk lebih dulu untuk melihat Eliza yang terbaring dengan kaku.


"Mau masuk?" tanya Rakha yang mendapat anggukan dari Alysa. Alysa memasuki ruang rawat Eliza dengan Rakha yang selalu setia menuntunnya membantu Alyssa untuk berjalan. Rakha yang selalu merangkul pundak Alysa nya memasuki ruang rawat Eliza.


Saat memasuki ruang rawat Eliza dapat Eliza lihat keluarga Eliza yang sudah melingkari Eliza. Di ranjang rumah sakitnya, Eliza sudah terbujur kaku dengan kain putih yang menutupi seluruh badannya, hanya wajahnya saja yang di biarkan terbuka. Di sampingnya sudah ada keluarganya yang menangisi Eliza, sahabat nya juga berdiri di sekelilingnya dan juga menangis. Jerry terduduk di sofa, pandangannya kosong menatap lurus ke arah jenazah Eliza.


"Dia udah pergi Lys," tangis Jerry pecah, ini untuk kedua kalinya ia menangisi gadis yang ia sayang karena mereka telah pergi dari sisi Jerry jika dulu ia menangis karena Alysa ynag bukan lagi miliknya maka kini ia menangisi Eliza yang juga sudah kembali pada pemiliknya yang sebenarnya. Gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya, ia jaga seperti keluarganya dengan rela mengorbankan gadis yang ia sayang demi menjaga Eliza, kini gadis itu sudah pergi. Ia sudah bersama tuhan, rasanya sangat sakit melihat orang yang kita sayang sudah tak bernyawa lagi. Apa lagi Jerry yang berada di saat saat terakhir Eliza, Jerry yang melihat gadis itu menghembuskan nafas terakhirnya.


Apa kalian pernah merasakan kehilangan yang begitu dalam? Kehilangan orang yang kalian sayang untuk kelian ikhlaskan dan kalian lepas kepergiannya saat tuhan memintanya untuk kembali padanya? Hidup ini hanya titipan dan semua yang terjadi pada yang masih hidup adalah cobaan sekaligus peringatan bahwa yang hidup pasti akan mati, menyatu kembali pada tanah yang merupakan bagian darinya, karena manusia sendiri yang terbuat dari sari pati tanah.


*****


Thank For Reading.***


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_