
Happy Reading.
***
Sudah tiga minggu setelah mereka pulang ke Indonesia. Mereka sudah kembali ke aktivitas masing-masing Rakha sudah sibuk bekerja dan Alysa sudah sibuk dengan berbagai tugas kuliahnya mengingat sekarang sudah memasuki semester akhir.
Dan hari ini akhirnya mereka bisa berlibur dari segala rutinitas mereka yang padat. Alysa kini tengah sibuk membantu Art nya yang memasak, di rumah mereka sudah ada tiga Art yang di pekerjakan oleh Rakha dan ada satu satpam, juga satu supir dan tukang kebun.
Saat sedang asik memasak Alysa merasakan ada yang melingkarkan tangannya di perut Alysa sambil mencium pundak Alysa. Tampa melihat siapa tang melakukannya pun ia sudah tahu jika itu adalah suaminya, Alysa sudah begitu hapal dengan wangi dari suaminya itu.
"Rakha jangan gitu ihh malu tau," ucap Alysa saat melihat pembantu yang menemaninya memasak tersenyum melihat tingkah majikannya itu yang selalu saja terliaht begitu romantis. Mereka adalah pasangan yang serasi dan itulah yang para artnya tahu, mereka selalu berdoa agar majikannya itu selalu bahagia dalam pernikahannya.
"Gak papa kok Nya," ucap Bi Lastri dengan senyumannya memaklumi tingkah majikannya itu. Ia malah lebih senang melihat majikannya seperti ini dari pada ia harus menyaksikan majikannya bertengkar walau itu belum pernah terjadi dan semoga saja tidak akan pernah terjadi.
"Tuh gak papa kan," ucap Rakha dan malah mengeratkan pelukannya tidak memperdulikan para pekerja rumahnya yang tengah melihat tingkahnya yang begitu manja dengan istrinya itu.
"Tapi aku lagi masak, kamu diem dulu sana," usir Alysa sambil melepaskan pelukan Rakha namun Rakha mana mau melepaskan istrinya itu dengan mudah, bukannya melepaskan pelukannya ia malah mengeratkan pelukan tersebut.
"Yang nanti jalan yuk," ajak Rakha dengan manjanya sambil menelusupkan wajahnya pada leher jenjang istrinya itu yang begitu ia sukai.
"Mau jalan kemana?" tanya Alysa menaikkan sebelah alisnya ia masih tetap fokus memasak menghiraukan Rakha yang masih memeluknya dengan begitu erat.
"Ke ragunan gimana?" tanya Rakha dengan semangat entah mengapa ia sangat ingin ke ragunan entah apa yang akan ia cari di sana.
"Ngapain? Mau ketemu kembaran kamu?" canda Alysa sambil terkekeh.
"Terserah kamu," ucap Rakha kesal dan segera pergi menuju meja makan sambil memakan buah yang berada di atas meja tersebut. Sedangkan Alysa tertawa melihat tingkah suaminya itu.
*****
Kini Alysa dan Rakha sedang berada di ragunan sesuai permintaan Rakha. Dan kini mereka tengah melihat singa di dalam kandang yang sedang tertidur.
"Kamu tau orang yang seperti singa itu bahaya, dia terlihat pendiam dan menawan tapi sekali di usik dia akan sangat buas," ucap Rakha sambil menunjuk singa tersebut dan tersebut dengan senyuman miring nya Alysa yang melihatnya malah bergidik ngeri melihat tingkah suaminya itu.
"Iya, kayak kamu, buas." Ucap Alysa sambil tersenyum dan segera pergi melihat hewan lainnya Rakha segera mengejar istrinya sambil merangkul pinggang Alysa posesif.
"Apa lagi kalau di ranjang kan Yang," ucap Rakha dengan kekehannya. Alysa menatap tajam pada Rakha lalu menginjak kaki laki-laki itu dengan sengaja, Rakha memberenggut kesal karena Alysa menginjak kakinya.
"Rakha coba deh berdiri di sini," ucap Alysa sambil menarik Rakha untuk berdiri lebih dekat dengan pagar yang membatasi dengan hewan. Setelah merasa posisi Rakha sudah pas Alysa langsung memotret Rakha dan segera memperlihatkan hasilnya pada Rakha.
"Wah mirip Kha," ucap Alysa dengan tawanya yang pecah sedangkan Rakha sudah kesal karena ia di samakan dengan monyet, memang istri durhaka Alysa ini.
"Durhaka Lys kayak gitu sama suami," ucap Rakha sambil mengapit kepala Alysa pada ketiaknya.
"Rakha lepas ihh, bau tau," ucap Alysa masih dengan tawanya.
"Wangi gini di kata bau," ucap Rakha sambil melepaskan Alysa lalu beralih merangkul pinggang Alysa posesif.
"Mau es krim," ucap Alysa dengan manjanya pada Rakha. Rakha tersenyum melihat tingkah Alysa lalu mengelus puncak kepala Alysa dan segera membawa Alysa keluar dari ragunan dan pergi menuju tempat penjual es krim.
****
Alysa terus saja memakan es krim nya tanpa menghiraukan Rakha di sampingnya yang tengah bermain game di ponselnya.
"Wah ada pasutri nih," ucap suara di belakang Alysa yang langsung membuat Alysa menolehkan kepalanya pada sumber suara.
"Wih Bang, udah gandeng cewek aja," ucap Rakha pada kakak iparnya yang kini tengah menggenggam tangan seorang perempuan.
"Iya dong, kan gue mau nyusul kalian," ucap Rey lalu duduk di kursi yang kosong bersama kekasihnya itu.
"Lys kenalin ini Cintya pacar abang," ucap Rey mengenalkan kekasihnya.
Alysa mengulurkan tangganya yang di balas dengan uluran tangan juga oleh Cintya.
"Cintya," ucap Cintya dengan senyumannya.
"Alysa, adiknya bang Rey," ucap Alysa yang juga menampilkan senyumannya.
Setelahnya Cintya mengulurkan tangan pada Rakha untuk berkenalan tapi bukannya menjawab uluran tangan Cintya Rakha malah mengambil tangan Alysa dan menggunakan tangan Alysa untuk menjawab uluran tangan Cintya membuat Rey dan Alysa menggeleng namun juga tersenyum karena bahkan Rakha tidak mau menyentuh wanita lain meskipun itu calon istri kakak iparnya sedangkan Cintya tersenyum maklum.
"Rakha, suaminya Alysa," ucap Rakha dengan wajah datarnya.
"Gak papa kak sans aja," ucap Alysa dengan senyumannya.
"Btw kapan nyusul bang?" tanya Rakha menaik turunkan alisnya.
"Tiga hari lagi kita tunangan, kalian wajib dateng ya," ucap Rey yang mendapat anggukan semangat oleh Alysa dan Rakha. Akhirnya kakaknya itu akan menikah juga setelah sekian lama menjomblo.
"Wah gak sabar gue nunggu lo nikah," ucap Alysa dengan semangatnya.
"Kenapa? Mau saingan punya anak?" tanya Rey frontal yang membuat Alysa dan Cintya memelototi Rey sedangkan Rey dan Rakha melah tertawa.
"Boleh tuh bang, tapi lo kalah di start gue udah nge gas lo masih muter kunci," ucap Rakha masih dengan tawanya. Dengan gemas Alysa langsung mencubit perut sixpack milik Rakha dan menatap tajam pada Rakha.
"Kalian bahas apa sih? Gak jelas banget," ucap Alysa memutar matanya malas dengan pembicaraan dua laki-laki tersebut.
"Alysa kamu masih kuliah ya?" tanya Cintya mengalihkan pembicaraan karena ia juga tidak suka dengan pembicaraan kedua laki-laki tersebut.
"Iya kak, kakak kerja di mana?" tanya Alysa sambil mengalihkan tatapannya pada Cintya sedangkan kakaknya dan suaminya itu masih sibuk membicarakan hal frontal yang membuat telinga Alysa menjadi panas.
"Aku punya butik dak kerja di sana," ucap Cintya dengan senyumannya dan mulai menyeruput minuman yang sudah di pesannya.
"Wah bagus Kak," kagum Alysa dengan tatapan berbinarnya pada Cintya.
"Kamu setelah lulus kerja dimana?" tanya Cintya. Rakha yang merupakan dengar pertanyaan Cintya langsung menatap istrinya, menunggu jawaban istrinya.
"Masih gak tau juga kak, tapi Rakha punya rumah sakit mungkin aku bisa kerja di sana," ucap Alysa dengan senangnya lalu menatap Rakha yang juga tengah menatapnya.
"Kamu gak boleh kerja," ucap Rakha tegas tanpa mau di bantah. Alysa menatap tajam pada Rakha karena larangannya itu.
"Kamu apa sih? Bukannya kamu nge bolehin ya waktu itu, dan kamu juga yang nyaranin buat kerja di sana," ucap Alysa sambil memberenggut kesal. Rey dan Cintya yang merasa akan terjadi pertengkaran segera pamit dan pergi dari sana.
"Aku bilang engga ya engga, ayo pulang udah sore," ucap Rakha final dan segera pergi meninggalkan Alysa yang segera berdiri dan berjalan mendahului Rakha.
Ujian pertama pernikahan mereka sudah di depan mata kini penyelesaian masalah mereka akan di lihat dari sini, dewasa tidaknya mereka dalam menghadapi semuanya.
*****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_