Raksa

Raksa
Bertemu



Happy Reading.


****


Alysa menatap pemandangan di depannya dengan senyuman lebarnya, meskipun sedikit bingung kemana selanjutnya ia akan pergi namun rasa bahagianya lebih besar dari kebingungannya itu. Alysa sangat tidak sabar untuk bertemu dengan seseorang yang sangat di rindukannya itu.


Saat ini gadis itu tengah berdiri di Aeropot de Barcelona - El part. Setelah mendapat izin dari orang tuanya dan orang tua Rakha gadis itu diperbolehkan untuk menemui Rakha dan berlibur di Barcelona karena gadis itu baru saja menghadapi ujian akhir semester 1.


"Permisi, anda Nona Alysa?" tanya seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitamnya dengan badan kekarnya kini berdiri di depan Alysa dengan senyumannya. Bisa di tebak laki-laki itu adalah orang suruhan orang tua Rakha. Mengapa bukan Rakha yang menjemput Alysa? Karena gadis itu tidak memberi tahu Rakha bahwa ia akan datang, untuk memberi surprise kepada kekasihnya itu.


"Iya," ucap Alysa gugup.


"Saya Candra, kepala keamanan pak Briyan di sini," ucap lnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan. Alysa membalas uluran tangan pak Candra dengan senyumnya.


"Saya Alysa," ucap Alysa memperkenalkan diri.


"Calon menantu pak Briyan," tambah Candra membuat Alysa merasa malu.


"Biar saya bawakan." Candra mengambil alih koper yang di bawa Alysa lalu berjalan di depan Alysa.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Alysa menatap kagum rumah di depannya, sangat besar dan luas bahkan saat kalian sampai di depan gerbang rumah tersebut kalian harus menaiki kendaraan karena lumayan jauh kebelakang untuk sampai di rumah Rakha. Sangat besar bukan untuk Rakha yang hanya tinggal sendiri di rumah sebesar itu. Sebenarnya Nenek dan Kakek Rakha sudah meminta laki-laki itu untuk tinggal bersama mereka tapi Rakha menolaknya dengan alasan ingin mandiri jadi tidak ada yang mau memaksa Rakha mengingat laki-laki itu sangat keras kepala.


"Apa Rakha ada di dalam?" tanya Alysa pada Candra yang di jawab dengan gelengan.


"Tuan Rakha sedang kuliah Nona," jawab Candra yang dibalas anggukan oleh Alysa.


"Apa anda bisa mengantar saya kesana?" tanya Alysa penuh harap.


"Tapi Nona apa anda tidak lelah? Sebaiknya Nona istirahat dulu," saran Candra yang mendapat gelengan kuat dari Alysa.


"Saya tidak lelah, jadi tolong antar saya," mohon Alysa yang akhirnya mendapatkan anggukan dari Candra.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Alysa menatap bingung universitas di depannya, ini pertama kalinya gadis itu memasuki universitas sebesar ini dan tidak mengenal siapapun untuk ia tanyai. Akhirnya Alysa memutuskan untuk mengelilingi kampus itu sendiri.


"Anjir dah ini kampus apa hutan sih? Luas banget mana perasaan gue cuman muter-muter di sini aja mulai tadi," kesal Alysa yang mulai kelelahan mengitari kampus yang selalu berujung ia kembali ke tempatnya semula.


"Mana haus banget lagi gue, astaghfirullah lama-lama gue runtuhin nih kampus biar kelar," gerutu Alysa yang sudah mulai kelelahan.


"Hey permisi, maaf aku ingin bertanya dimana letak kantin?" tanya Alysa pada seorang gadis yang kebetulan saja lewat. *Fyi semua percakapan yang miring itu berarti berbahasa Inggris ya.


"Aku juga akan pergi ke kantin,jadi kau bisa pergi bersama ku," jawab gadis itu ramah dengan senyumannya. Alysa mengangguk semangat lalu segera mengikuti gadis itu dan berjalan di sampingnya.


"Thankyou," ucap Alysa yang mendapat anggukan dari gadis itu.


"Apa kau siswa baru disini?" tanya gadis itu yang mendapat gelengan dari Alysa.


"Tidak, aku hanya mencari seseorang," jelas Alysa.


"Apa kau sudah menemukannya? " tanya gadis itu lagi, dan lagi-lagi mendapatkan gelengan dari Alysa.


"Oh iya aku lupa memperkenalkan diri, namaku Alysa," ucap Alysa.


"Aku Stefanie," ucap Stefanie yang juga memperkenalkan dirinya


"Gadis itu selalu mendekati Rakha, seperti jalang yang tidak memiliki rasa malu sudah jelas Rakha mau bersama nya hanya karna gadis itu anak dosen dan ayahnya menyuruh Rakha untuk menjaga gadis tidak tau malu itu," ucap Stefanie saat mereka sampai di kantin, pandangan Alysa langsung tertuju pada gadis di sebelahnya saat gadis itu menyebutkan nama Rakha.


"Rakha?" Stefanie menunjuk pada ujung kantin. Seorang laki-laki yang sangat di sayangi nya kini tengah di gelanyuti oleh gadis cantik yang Alysa tidak tau siapa namanya. Alysa menatap garang pada Rakha dan gadis itu. Lalu menghampiri Rakha. Baru 1 langkah Alysa berjalan tangannya sudah di tahan oleh gadis yang bersamanya tadi.


"Kau mau kemana?" tanya Stefanie saat melihat Alysa yang berjalan menghampiri Rakha.


"Menemui Rakha," ucap Alysa yang menahan emosinya.


"Sebaiknya jangan, Rakha sangat cuek dan menakutkan. Di sini tidak ada yang berani berurusan dengannya," ucap Stefanie memperingati Alysa. Alysa menatap Stefanie sekilas lalu melepaskan tangan Stefanie yang memegang tangannya dan segera berjalan ke arah Rakha.


"TARAKHA," teriak Alysa tanpa memedulikan sekitarnya, kini seluruh pandangan penghuni kantin tertuju pada Alysa. Karena ini pertama kalinya ada gadis yang berani meneriaki Rakha seperti itu. Rakha menatap Alysa dengan raut terkejutnya dan segera melepaskan tangan gadis yang sedari tadi bergelanyut di tangannya.


"Kamu." Alysa menunjuk Rakha dengan kesal lalu melepaskan sepatu yang digunakannya dan melemparkan sepatunya pada Rakha, dengan sigap Rakha menangkap sepatu Alysa dan yang terakhir Alysa mengambil ponselnya yang berada dalam tas nya dan melemparkan tasnya pada Rakha mungkin gadis itu masih sayang pada ponselnya dan tak ingin ponselnya rusak akibat melemparkannya pada Rakha.


Semua yang berada di sana menatap kagum pada Alysa yang dengan berani melempari Rakha dengan sepatu dan tas nya.


"Hey siapa kau? Berani sekali melemparkan barangmu pada Rakha?" tanya gadis yang tadi bersama Rakha. Alysa mengerutkan dahinya merasa tidak asing dengan gadis itu setelah lama mengingat akhirnya ia ingat bahwa gadis itu adalah Jessica, gadis yang sempat mengunggah fotonya bersama Rakha di instagram.


"Dia tunanganku," ucap Rakha yang tambah membuat penghuni kantin terkejut. Rakha meraih tangan Alysa dan segera membawa gadis itu pergi dari kantin.


Jessica menatap tak percaya pada dua pasang kekasih yang kini mulai menjauh itu.


"Sini duduk dulu, pakai sepatu kamu," ujar Rakha yang membawa Alysa untuk duduk di taman yang berada di kampus Rakha.


"Kamu jahat banget sama aku, tega ya kamu selingkuh," ucap Alysa, tanpa ia sadari air matanya sudah mengalir di pipi mulusnya.


"Aku gak selingkuh sayang, mana mungkin aku selingkuh dari kamu. Aku sayang sama kamu, dia cuma anak dosen aku," ucap Rakha menjelaskan.


"Please jangan nangis sayang, aku gak bisa liat kamu nangis." Rakha menghapus air mata Alysa lalu mengecup puncak kepala Alysa sayang.


***


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_