Raksa

Raksa
Pengganggu



Happy Reading.


***


Setelah Rakha dan Alysa keluar dari ruang rawat Eliza kini hanya tinggal Eliza dan Jerry yang berada di sana. Jerry menatap punggung dua insan yang sudah hampir menghilang di balik pintu itu dengan tatapan sendunya, hal itu ta pernah luput dari apandangan Eliza.


Gadis itu tahu pasti semua itu berat untuk Jerry, mengikhlaskan gadis yang ia sayangi bahagia dengan orang lain bukanlah hal yang mudah. Namun hebatnya Jerry dapat menutupinya dengan senyuman lembut yang selalu laki-laki itu tampilkan, namun sorot mata nya yang begitu sedih karena kehilangan tak dapat laki-laki itu sembunyikan.


Terlebih saat Rakha pergi, Jerry yang selalu ada untuk Alysa pasti yang belum hilang itu semakin besar adanya dengan harapan yang kian membuncah namun sayang semua kini tinggal anggan karena kini Alysa gadis yang laki-laki itu sayangi telah bersama dengan puannya.


Senyuman sendu Jerry terbit seiring punggung dua pasang insan itu yang telah keluar, Jerry menundukkan kepalanya membuat Eliza yang melihatnya begitu merasa bersalah pada laki-laki itu. Karenanya lah Jerry harus kehilangan cinta nya.


"Maaf," ucap Eliza dengan lirih membuat Jerry menegakkan kepalanya menatap Eliza dengan kerutan di dahinya.


"Karena gue lo harus kehilangan Alysa," ucap Eliza yang membuat senyum kecut laki-laki itu terbit.


"Ya emang salah lo, gue harus mengikhlaskan dia dan melepaskan cinta gue. But Nope, im ok. Semua udah di atur sama takdir, gue emang kehilangan cinta gue, tapi gue masih memiliki dia sebagai adik dan sahabat gue, selian itu gue juga punya elo sebagai adik gue," ucap Jerry dengan senyuman sendunya.


Jerry percaya tuhan memisahkan mereka untuk di gantikan dengan yang lebih baik, mereka pasti memiliki jalan yang lebih baik ke depannya dan itu yang tengah tuhan rancang untuk kehidupan hambanya.


***


"Rakha," geram Alysa pada laki-laki yang kini tengah duduk di sampingnya itu, pasalnya Ini sudah yang kesekian kalinya Rakha mengganggu Alysa yang tengah serius memainkan game cacing di ponselnya. Laki-laki itu sangat senang melihat gadisnya yang kesal.


"Kenapa sayang?" tanya Rakha sambil tertawa merasa puas telah menjahili Alysa dan membuat gadisnya itu kesal. Sudah lama Rakha tidak melakukannya jadi biarkan ia melakukannya untuk hari ini. Tapi sepertinya tidak hanya hari ini karena bisa Alysa pastikan laki-laki itu akan terus menjahilinya di hari-hari selanjutnya mengigat betapa usil tunangannya itu.


"Kamu bisa diem kan? Ini udah gede loh nanti kalo mati gimana?" tanya Alysa kesal. Masih fokus dengan gamenya Alysa sudah susah payah memebesarkan cacingnya itu dan Rakha selalu saja mengganggunya.


"Gedean juga punya aku, punya aku juga real bisa di pegang, mau coba?" tanya Rakha, dengan tatapan menggodanya yang jelas tidak Alysa liat karena gadis itu masih tetap fokus pada layar ponselnya. Kupingnya terasa panas mendengar ucapan ambigu yang laki-laki itu ucapkan. Sepertinya laki-laki itu memang tidak pernah berubah.


"Ih apa sih? aku masih polos aku gak ngerti, fix." Alysa meringis kesal. Sepertinya setelah ini ia harus menguatkan kesabarannya karena laki-laki gilanya itu sudah kembali dengan otak yang masih sama, apa Alysa harus membersihkan otak itu?


"Emang apa yang? aku serius di rumah aku ada cacing," ucap Rakha sambil tertawa, mengerti kemana pembicaraan Alysa, sebenarnya ia hanya menggoda kekasihnya, ia tidak benar-benar memiliki cacing tapi jika Alysa mau? ia bisa cari kan nanti untuk gadisnya ini.


Biarkan saja gadis itu mengira jika ucapan Rakha memang benar itu artinya alibinya memang kuat dan Rakha berbangga akan hal itu. Biarkan saja Rakha berpikir dan berbicara apa lagi pula laki-laki itu otaknya yang berfungsi tinggak seperempat.


"Oh, kirain," ucap Alysa cuek karena ia masih seru dengan gamenya. Ia tak terlalu mendengarkan apa yang laki-laki di sampingnya itu ucapkan karena jelas Alysa tahu itu hanya omong kosong dan Alysa tidak memiliki waktu untuk itu, tunangan laknat memang Alysa itu lebih mementingkan game dari pada ucapan omong kosong tunangannya.


"Nah kan mati lo, mati. Lah tai malah gue yang mati." Alysa terus mengomel, Rakha yang mendengar gadisnya itu berbicara kasar langsung saja menyentil bibir Alysa ia tak suka jika gadisnya menjadi kasar, ya walaupun Alysa memang bar-bar.


"Jangan bicara kasar," ucap Rakha memperingati gadis itu. Alysa mendengus sambil mengelus bibirnya yang sakit akibat Rakha.


"Sakit tau," ucap Alysa dengan mengerucutkan bibirnya. Rakha mendekat pada Alysa lalu mencium bibir Alysa lembut.


"Astaghfirullah kalian itu belum halal," teriak Mami Rakha yang baru saja masuk keruang rawat Rakha dan melihat anaknya sedang berciuman dengan seorang gadis, awalnya ia akan memarahi anak nya dan gadis itu, namun saat melihat siapa gadis yang Rakha cium Renata jadi tersenyum.


"Mangkanya cepet nikahin calon mantu Mami ini," ucap Renata dengan senyumannya, melihat Rakha yang tersenyum dan Alysa yang malu membuat Renata tersenyum sambil menggeleng, Renata bisa menebak jika anaknya dan gadis yang bersama nya sudah kembali bersama. Renata begitu senang mengetahui hal itu karena jelas ia sangat mendekung jika anaknya bersama Alysa gadis yang ia mau untuk menjadi menantunya itu.


"Segera Mi, nunggu Alysa lulus aja," ucap Rakha dengan senyuman lebarnya, sedangkan Alysa sudah menunduk malu karena ia kepergok tengah berciuman dengan Rakha di depan Mami laki-laki itu.


"Kelamaan Kha, mending sekarang aja," ucap Renata semakin menggoda calon mantunya itu. Melihat Alysa yang terlihat malu membuatnya sangat senang menggoda calon menantunya itu.


"Rakha sih ok aja Mi, tapi calon mantu Mami takut nya gak mau," ucap Rakha sambil menatap Alysa yang masih setia menunduk. Tentu saja ia tahu Maminya hanya bergurau dan menggoda gadisnya itu tapi jika Alysa mau maka itu akan menjadi hal yang nyata bukan hanya sekedar gurauan atau godaan saja.


Rakha memang begitu tak sabar untuk menikahi gadisnya itu, ia tak ingin terlalu lama menunggu lagi dan berakhirnya akan kembali kehilangan gadisnya itu. Jika sang mempelai wanita sudah berada dalam genggaman mengapa harus menunda lagi.


"Alysa gimana sayang?" tanya Renata sambil menatap Alysa, Alysa menegakkan kepalanya, menatap Renata dengan pipinya yang sudah memerah.


"Gak papa kok sayang, nunggu kamu lulus juga pasti Rakha bisa," jawab Renata sambil mengelus rambut Alysa melihat kegelisahan gadis itu.


"Alysa balik gak?" Jerry yang baru saja masuk keruang rawat Rakha membuat Rakha mendengus, Jerry selalu saja menjadi pengganggu dalam setiap moment nya bersama Alysa.


"Lo kenapa sih kalo dateng waktu nya gak pernah pas? bosen gue liat muka lo lama-lama," dengus Rakha pada Jerry yang hanya menampilkan deretan giginya. Lalu laki-laki itu duduk di sofa singgle yang berada di sana.


"Ya mana gue tau bro," ucap Jerry dengan polosnya. Jerry mengambil buah apel yang berada di atas meja lalu memakannya dengan tenang.


"Mi, Kha aku balik balik dulu ya, nanti aku kesini lagi," pamit Alysa dengan senyumannya.


"Ya udah hati-hati ya sayang," ucap Renata, Alysa mengangguk lalu mencium punggung tangan Renata.


"Rakha, aku pulang dulu ya," pamit Alysa pada Rakha.


"Hati-hati ya," Rakha mencium kening Alysa sayang.


"Jagain calon bini gue baik-baik, Jer," ucap Rakha memperingati Jerry yang masih asik dengan buah apel di tangannya, tak ada yang tahu semua yang tengah Jerry lakukan adalah bentuk pengalihan dari rasa sakit yang kini ia rasakan.


"Iye sans aja," ucap Jerry dan segera membawa Alysa keluar ruang rawat Rakha.


 


 


****


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_