Raksa

Raksa
She Back



Happy Reading.


***


Alysa menatap bosan ke arah depan sambil mengelus perutnya yang sudah membesar mengingat usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke tujuh. Di usia kehamilan yang sudah memasuki bulan ketujuh ini kaki Alysa sudah mulai membengkak dengan pinggangnya yang sering kali sakit dan burung pada Rakha yang sering memijat istrinya itu saat mereka akan tidur.


Rakha selalu setia menemani Alysa dan menjaga wanitanya itu di masa-masa kehamilan seperti ini, Rakha hanya datang ke kantor jika hanya ada meeting penting atau pekerjaan penting yang harus di urusnya. Bahkan Saat pulang dari kantorpun Rakha sering memijat istrinya itu karena tak tega melihat istrinya yang sering mengeluh sakit.


"Sayang, Buna bosen," ucap Alysa sambil terus mengelus perutnya seolah ia tengah berbicara pada anak dalam kandungannya. Saat ini ada pekerjaan penting yang harus laki-laki itu urus jadilah ia harus ke kantor hari ini.


Pagi ini Alysa tengah duduk di dekat kolam ikan di taman belakang rumahnya untuk bersantai. Sekarang Alysa sangat sering merasa bosan karena tak ada yang bisa ia lakukan selain bersantai, niat ingin kerja setelah kuliah kini tinggal anggan saja karena sesuai perjanjiannya dengan Rakha saat ia memiliki anak maka ia tidak boleh berkerja.


Sering kali untuk menghilangkan kebosanannya Alysa akan ikut dengan Rakha ke kantornya menunggu Rakha bekerja. Atau, sahabat nya yang tidak sibuk akan datang untuk menemaninya saat Rakha harus ke kantor. Namun hari ini Alysa hanya sendiri karena semua sahabat nya sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Alysa yang sudah mulai bosan akhirnya memilih untuk ke kantor Jerry ia sangat merindukan sahabatnya yang satu itu. Sudah beberapa hari ini ia tak bertemu Jerry karena laki-laki itu yang sibuk dengan pekerjaannya belum lagi kini ia sudah memiliki ke kasih jadi tak mungkin ia menemui Alysa terus menerus di saat ia memiliki kekasih.


Alysa segera bangun dengan susah payah dan berjalan menuju ke arah kamarnya untuk mengambil ponsel dan sling bag nya. Setelahnya Alysa segera berjalan ke arah depan rumahnya dan meminta supir untuk mengantarnya ke kantor Jerry.


Tak beberapa lama akhirnya Alysa sampai di kantor besar yang kini menjulang tinggi. Alysa segera menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan Jerry.


"Jerry ada di ruangannya?" tanya Alysa langsung pada resepsionis yang memang mengenalnya karena ia juga pernah beberapa kali berkunjung ke kantor Jerry.


"Kebetulan ada mbak," ucap resepsionis tersebut dengan senyumannya yang di balas senyuman juga oleh Alysa. Setelah mendapat jawaban Alysa langsung saja menuju ruangan Jerry.


Saat sampai di depan ruangan Jerry tanpa mengetuk pintu terlebih dulu Alysa langsung memasuki ruangan Jerry.


"Kalau masuk ketuk pintu dulu, anda tau sopan santun kan? Atau mau saya pecat?" ucap Jerry yang masih sibuk dengan tumpukan berkasnya. Merasa tak ada jawaban Jerry menurunkan kaca matanya dan menatap Alysa yang kini malah sudah duduk manis di sofa yang berada di dalam ruangan Jerry sambil mengelus perutnya.


Jerry hanya menggeleng melihat tingkah Alysa lalu menghampiri wanita hamil itu. "Kebiasaan masuk gak ketuk pintu dulu," ucap Jerry sambil menyentil kening Alysa membuat Alysa memberenggut kesal.


"Tumbenan kesini, kenapa?" tanya Jerry lagi sambil mengetikkan sesuatu di ponselnya.


"Bosen di rumah," jawab Alysa seadanya ia memang sangat bosan berada di rumahnya.


"Rakha?" tanya Jerry, mengapa Alysa lebih memilih ke kantornya bukannya ke kantor Rakha, suaminya.


"Gak boleh ya aku kesini? Ya udah aku pulang aja," kesal Alysa dan berniat berdiri namun di tahan oleh Jerry membuat Alysa kembali duduk di posisinya semula.


"Ambekan," ucap Jerry sambil mengelus puncak kepala Alysa gemas, kemudian beralih pada perut Alysa.


Tak beberapa lama terdengar suara pintu di ketuk, segara Jerry menyuruhnya masuk. Ia kira yang datang sekertaris nya yang ia suruh untuk memesan makanan dan minuman untuk Alysa ternyata ia salah karena kini Tiara, kekasih nya tengah berdiri di depan pintu dengan tatapan bingung apa lagi saat melihat tangan Jerry yang masih berada di perut Alysa.


"Eh Tiara, Hai," sapa Alysa dengan senyuman manisnya yang di balas senyuman terpaksa oleh Tiara dan dengan segera Tiara berjalan mendekati Jerry dan duduk di depan Jerry dan Alysa.


"Kamu tumben ke sini," ucap Jerry pada Tiara karena tak biasanya Tiara datang ke kantornya.


"Pengen aja," ucap Tiara dengan senyumannya, percayalah itu hanya senyuman palsu untuk menutupi luka.


"Ehmm Jer, kayaknya aku mau ke kantor Rakha aja deh," ucap Alysa merasa keadaan yang mulai canggung, ia juga merasa tidak enak pada Tiara pasti gadis itu cemburu.


"Aku anter, ayo," ucap Jerry yang sudah berdiri sambil membantu Alysa untuk berdiri dan semua itu tidak luput dari pandangan Tiara.


"Gak usah Jer, aku sendiri aja," jawab Alysa tidak enak untuk menerima tawaran Jerry apa lagi di sana ada Tiara.


"Gak, kamu lagi hamil. Ayo aku anter," paksa Jerry penuh ketegasan bahwa ia tidak mau penolakan.


"Tiara, kamu tunggu di sini dulu bentar, aku anter Alysa dulu," ucap Jerry dan segera menggiring Alysa untuk berjalan tanpa menunggu jawaban dari Tiara membuat Alysa tidak enak hati pada gadis itu.


"Aku duluan ya Tiara," ucap Alysa sebelum benar-benar pergi dari hadapan Tiara yang menatapnya penuh luka.


****


"Udah balik sana, kasian Tiara nungguin," usir Alysa dengan halus pada Jerry bagaimana pun Alysa seorang wanita dia juga bisa merasakan apa yang Tiara rasakan. Pasti sakit saat pacar kita lebih mementingkan wanita lain dari pada kita karena Alysa juga pernah ada di posisi Tiara.


"Ya udah aku balik dulu, kamu hati-hati," pesan Jerry sambil mengelus puncak kepala Alysa sayang. Setelahnya Jerry kembali memasuki mobilnya dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan kantor Rakha.


Alysa langsung saja menuju ruangan Rakha berada. Karyawan Rakha banyak yang menundukkan kepalanya hormat pada Alysa terutama Dina yang langsung menunduk saat melihat Alysa antara menunduk hormat atau takut Alysa juga tidak tahu.


Alysa langsung saja memasuki ruangan Rakha tanpa mengetuk pintu ataupun mengucapkan permisi. Mungkin, sudah menjadi hobby Alysa memasuki ruangan orang tanpa permisi.


Ruangan Rakha tanpa kosong tidak ada suaminya itu di sana. Alysa memutuskan untuk duduk di singgah sana Rakha sambil mengelus perutnya lalu menelfon asisten Rakha untuk menanyakan keberadaan laki-lakinya menggunakan telfon kantor.


"Hallo," sapa Alysa setelah panggilan terjawab.


"Hallo, ada yang bisa saya bantu Mrs. ?" tanya Sam saat mengetahui istri atasannya yang sedang memanggilnya.


"Rakha, dimana?" tanya Alysa langsung.


"Mr. Rakha sedang ada meeting Mrs. " Ujar Sam di sebrang sana. Alysa hanya menganggukkan kepalanya dan segera mematikan telfonnya setelah mengucapkan terimakasih.


Alysa memutuskan untuk menunggu Rakha di ruangannya. Mata Alysa tak sengaja menatap foto pernikahannya dengan Rakha yang berada di meja Rakha senyuman Alysa terpancar dengan sempurna saat melihatnya sampai tak menyadari pintu ruangan Rakha terbuka.


Alysa segera mengalihkan tatapannya saat pintu ruangan Rakha terbuka dan langsung memelototkan matanya saat melihat Rakha tak sendiri tapi bersama gadis cantik yang kini berdiri di samping Rakha dengan senyumannya.


Sedang Alysa mengeratkan genggamannya menatap kedepan nyalang dengan wajah yang mulai memerah menandakan wanita itu tengah marah.


*****


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_