
Happy Raeding.
****
Alysa kini tampak begitu cantik dengan dress brokat yang di gunakannya, hari ini adalah hari wisuda sahabatnya jadi tak mungkin jika Alysa harus melewatkan momen ini. Alysa menggunakan Dress bewarna biru tua dengan gaya rambut half pigtail braids yang menambah kecantikan gadis itu.
Setelah merasa puas dengan penampilannya Alysa segera keluar dari kamarnya menuju ruang tamu yang sudah ada LIa dan Eliza yang memaksakan diri untuk iku hadir ke acara wisuda sahabat mereka padahal semua sahabatnya sudah melarangnya tapi Eliza begitu keras kepala.
"Alysa cantik banget dah," puji Lia yang di balas anggukan oleh Eliza yang menyetujui ucapan sahabatnya itu.
"Lo apaan sih, udah yuk berangkat," ucap ajak Alysa yang kemudia berpamitan pada orang tuanya lalu mereka mulai pergi untuk menghadiri wisuda Jerry dan sahabat mereka yang lain.
"Etdah lo bawak bucket banyak banget sih Lys," ucap Lia saat melihat bagian belakang mobil Alysa sudah banyak bucket nya.
"Kan gue orangnya adil jadi semua gue kasih," ucap Alysa dengan senyuman bangganya membuat Lia memutar bola matanya alas sedangkan Eliza hanya menggeleng mendengarnya.
"Eliza lo yakin gak papa?" tanya Alysa yang mengkhawatirkan sahabatnya itu. Kini yang menyetir adalah Alysa dengan Eliza di sampingnya dan Lia yang berada di belakang mereka.
"Gak papa Lys, gue kuat kok," ucap ELiza dengan senyumannya meyakinkan sahabatnya itu jika ia baik-baik saja.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit akhirnya mereka sampai di tempat acara. Alysa, Lia, dan Eliza berjalan beriringan mencari kursi yang kosong.
"Alysa, Lia, Eliza," suara teriakan itu membuat ketika sahabat itu kompak menoleh pada sumber suara hingga mereka memelototkan mata saat melihat siapa yang memanggil mereka.
"Retta," teriak mereka kompak lalu segera saling mendekat dan berpelukan kini mereka sudah seperti teletubis.
"Huaa gue kangen banget sama kalian," ucap Retta setelah melepaskan pelukan sahabatnya itu.
"Gue juga kangen banget sama lo," ucap Lia, Alysa, dan eliza kompak.
"Eh masuk yuk takut telat," ucap Alysa dan setelahnya mereka langsung berjalan menuju gedung aula yang di jadikan tempat wisuda di gelar.
Serangkaian acara di mulai tepat saat mereka memasuki tempat acara, mulai dari senat yang memasuki ruangan hingga Senat yang meninggalkan acara yang menandakan jika acara telah selesai dan kini adalah acara bebas.
"Gian," teriak Retta saat melihat gerombolan laki-laki yang merupakan sahabat mereka.
Retta berlari kecil ke arah Gian dan langsung memeluk kekasihnya itu yang di balas erat oleh Gian yang tak menyangka jika kekasihnya itu akan datang.
"Kamu kapan datang?" tanya Gian dengan kerutan di dahinya.
"Kemarin, dan aku sengaja gak ngasih tahu kamu," ucap Retta dengan cengirannya membuat Gian menggeleng.
"Weh congret sahabat-sahabat gue udah pada sarjana," ucap Alysa lalu memberikan bunga yang di bawanya pada sahabatnya itu.
"Adil kan gue, semuanya kebagian," ucap Alysa dengan bangganya membuat para laki-laki itu terkekeh.
"Thank ya Lys," ucap mereka dengan senyumannya.
"Makasih ya," ucap Jerry sambil mengelus puncak kepala Alysa sayang yang di balas anggukan dan senyuman oleh gadis itu.
"Sayang ini buat kamu," ucap Lia sambil menyodorkan bucket yang di bawanya untuk Aldo.
"Nih buat lo Jer, congret ya buat kalian," ucap Eliza dengan senyumannya sambil menyodorkan bucket untuk Jerry yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.
"Thank ya," ucap Jerry sambil mengelus puncak kepala Eliza.
Setelahnya mereka mulai mengucapkan selamat dan berfoto ria dengan senyuman yang mengembang, tawa bahagia yang begitu merdu dari mereka membuat siapapun pasti iri dengan kebersamaan persahabatan mereka. Walau tidak lengkap dan membuat mereka sedikit sedih tapi sebisa mungkin mereka menghapusnya.
***
Tak seperti yang di harapkan, keinginan yang meronta untuk di wujudkan malah mendapatkan halangan. Keinginan Rakha untuk segera kembali ke tanah air dan segera menemui dan merebut kembali Alysa malah justru terhalang oleh perintah Briyan yang menyuruhnya untuk tetap di Spanyol selama beberapa tahun untuk mengurus perusahaan Papinya yang berada di sana.
Kesal? Jelas saja Rakha kesal dan takut. Ya, Rakha takut jika terlalu lama ia berada di Spanyol maka semua akan terlambat, Alysa dan Jerry bisa saja akan menikah dan itulah yang Rakha takutkan.
Rakha kini terus menatap tajam pada kertas di depannya, ingin rasanya ia bakar semua kertas itu bersama gedungnya agar ia bisa kembali lagi ke Indonesia dan memperjuangkan Alysa. Sangat berbahaya memang, tapi apapun bisa Rakha lakukan jika itu menyangkul Alysa.
"Tuan ini foto yang saya dapat," ucap Smith yang kini menjadi asisten Rakha selama di Spanyol. Smith menyodorkan amplop berwarna coklat dan dengan segera Rakha membukanya hingga matanya terbelalak kala melihat foto di depannya yang menampilkan gadis nya yang tengah tersenyum begitu manis pada Jerry dan foto-foto Alysa dan Jerry lainnya.
Bahkan di foto itu juga terdapat foto saat acara wisuda sahabatnya. Tangan Rakha mengepal dengan erat dengan rahang yang mengeras merasa marah melihat semua itu.
"Sialan," rutuk Rakha dengan kesal dan membanting foto-foto tersebut. Memang setelah Papinya mengatakan jika Alysa dan Jerry memiliki hubungan Ralha langsung menyuruh orang kepercayaannya itu untuk menyelidiki semuanya.
"Para mahasiswa di sana juga mengatakan bahwa mereka memiliki hubungan tuan," ucap Smith lagi yang tambah membuat Rakha menahan amarahnya. Dalam waktu dekat ini ia harus segera kembali dan mendapatkan kembali Alysa.
"Cencel semua jadwalku hari ini aku harus pergi," ucap Rakha dan setelahnya Rakha segera pergi tanpa menunggu jawaban dari Smith.
Rakha berjalan dengan cepat kini tujuannya dalah rumahnya karena Papinya itu kini tengah berada di sana. Sudah dua minggu Papi dan Maminya itu berada di Spanyol untuk urusan bisnis.
Setelah sampai di Mansion besar miliknya dengan segera Rakha memasuki nya yang langsung di sambut oleh para pelayan.
"Papi," teriak Rakha saat memasuki rumah besar itu.
"Kenapa sih teriak-teriak," tanya Briyan yang kini tengah berada di ruang keluarga bersama istrinya itu.
"Aku pengen cepet balik ke Indo," ucap Rakha tanpa bantahan yang membuat Briyan mendengus.
"Iya dua tahun lagi," ucap Briyan dengan santai. Renata hanya menjadi penonton perdebatan suami dan anaknya itu.
"Gak bisa Pi, aku mau sekarang," ucap Rakha dengan finalnya.
"Ok setelah kamu berhasil dalam proyek kali ini kamu bisa kembali ke indo," ucap Briyan yang kali ini juga tidak menerima penolakan.
"Tapi...." ucapan Rakha terpotong karena Papinya itu lebih dulu memotong ucapannya.
"Setuju atau kau tetap berada di sini selama dua tahun," ucap Briyan tegas membuat Rakha akhirnya mengalah dan segera kembali ke kantornya ia harus cepat menyelesaikan pekerjaanya itu.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_