
Happy Reading.
***
Untuk yang kesekian
kalinya Rakha mengetuk pintu kamar hotel Alysa, ia tau kamar hotel Alysa karena
tadi ia mengejar gadis itu.
"Alysa please
dengerin aku dulu," mohon Rakha untuk kesekian kalinya namun tetep saja
tak ada tanda-tanda Alysa akan membuka pintu untuk Rakha.
"Lys kita bisa
omongin ini baik-baik," lagi Rakha terus memohon sambil terus mengetuk
kamar Alysa namun sia-sia Alysa masih betah di kamarnya sudah hampir setengah
jam Rakha terus mengetuk pintu gadis itu tapi tak ada niatan Alysa untuk
membukanya.
"Aku tau aku
salah, tapi semua ini bukan keinginan aku Lys. Aku masih sayang sama kamu,
banget malah aku sama dia cuma khilaf Lys," ucap Rakha lagi kembali
memohon. Ia mengusap rambutnya frustasi ia sangat pusing memikirkan gadisnya
itu. GADISNYA? iya GADISNYA yang memutuskan hubungannya itu Alysa dan ia tidak
menerimanya. Alysa masih gadisnya sampai kapan pun.
Rakha duduk di pintu
depan kamar Alysa menelungkupkan wajahnya di lipatan lututnya yang ia tekuk.
Rasa bersalah sangat menusuk hatinya, semua ini salah nya andai ia tidak
melakukan hal bodoh itu ia yakin Alysa masih bersamanya. Gadis nya tidak akan
marah padanya namun semua sudah terjadi tak ada yang bisa ia lakukan lagi
selain meminta maaf dan berdoa agar gadis itu kembali padanya.
Suara pintu di buka
mengalihkan tatapan Rakha pada pintu kamar Alysa terlihat gadis itu yang sedang
berdiri sambil membawa kopernya. Tak ada lagi air mata yang menghiasi wajah
cantik gadis itu.
****
Alysa terus menangis
di dalam kamar hotel yang ia tempati, rasanya sangat sakit mengingat kejadian
tadi yang harus ia alami. Laki-laki yang membuatnya sembuh dari masa lalunya
justru membuat nya kembali merasakan kehilangan laki-laki yang sangat ia cintai
malah dengan tega membuatnya sakit.
Suara telfon membuat
Alysa mengecek ponselnya entah siapa yang mengganggu acara tangis nya ini. Saat
melihat siapa yang sedang menelfon nya Alysa langsung menerima panggilan
tersebut.
"Aku mau pulang
Jer," ucap Alysa dengan sesenggukan. Terdengar di sebrang sana Jerry
menghela nafasnya kasar.
"Kamu tenang
dulu, kamu kenapa?" tanya Jerry bingung.
"Rakha
selingkuh," tangis Alysa kembali pecah. Di sebrang sana Jerry mengepalkan
tangannya menahan emosi mendengar gadis yang ia cintai kembali di sakiti.
"Ok, aku bakal
suruh orang suruhan aku di sana buat jemput kamu dan siapin tiket," ucap Jerry
dengan suaranya yang menahan marah. Sungguh jika ia berada di sana mungkin
Rakha akan habis di tangannya
"Makasih
Jerry," ucap Alysa dan mematikan telfonnya. Setelahnya gadis itu langsung
memasukkan pakaiannya yang ia sudah tata rapi di lemari ia masukkan kedalam
kopernya.
Sebelum keluar dari
kamar hotel Alysa membasuh wajahnya terlebih dahulu dan segera keluar dari
kamar hotelnya. Saat membuka pintu Alysa melihat Rakha yang sedang berdiri
menghadapnya. Alysa memutar bola mata nya malas melihat laki-laki yang sangat
tega menyakiti hatinya itu.
"Please Lys kasih
aku satu kesempatan lagi, aku mau memperbaiki semuanya aku tau aku salah,"
ucap Rakha sambil menggenggam tangan Alysa yang langsung ditepis oleh gadis
itu.
"Basi," ucap
Alysa dan segera berjalan sambil menyeret kopernya menjauh dari Rakha yang
terus mengejarnya.
"Sayang please,
aku khilaf Yang," ucap Rakha meraih tangan Alysa saat mereka memasuki
lift.
"Mamam tuh
khilaf," ucap Alysa dan langsung masuk kedalam lift, namun sebelum ia
menutup pintu lift Rakha sudah lebih dulu masuk dan meraih Alysa kedalam
pelukannya.
"Aku tau aku
salah, tapi aku kayak gini karena aku butuh kamu Alysa. Aku gak bisa jauh dari
kamu sampai aku jadiin Jessica pelampiasan aku, aku gak sayang sama dia aku
sayang sama kamu, aku cinta sama kamu please jangan tinggalin aku Lys dan satu
lagi aku ngelakuin ini demi kamu Lys," ucap Rakha memeluk erat Alysa.
Alysa tak menolak gadis itu sudah menangis dalam pelukan Rakha.
"Gak gitu Rakha,
dengan lo kayak gitu lo malah buat hubungan kita jadi hancur," ucap Alysa
di sela tangisnya. Tunggu apa Alysa dengar tadi ini demi dia? Dari segimana ini
bilang ini demi Alysa? Apa laki-laki itu sudah gila? Mungkin saja iya, dan
Alysa sudah tidak perduli lagi, hatinya sudah cukup sakit karena ulah laki-laki
itu.
"Aku tau aku
salah, please maafin aku, jangan pergi Lys," ucap Rakha mengeratkan
pelukanny. Alysa melepaskan pelukan mereka sampai tak beberapa lama pintu lift
terbuka dan Alysa segera pergi dan tetep Rakha masih terus mengikutinya.
"Alysa kamu udah
pernah janji gak akan pergi dari aku mana janji kami?" tanya Rakha sambil
berteriak. Alysa berhenti lalu menoleh kearah Rakha.
"Kecuali lo yang
menyuruh gue pergi," lanjut Alysa mengingatkan Rakha bahwa ia memang
pernah berjanji untuk tidak meninggalkan Rakha tapi jika Rakha yang menyuruhnya
maka Alysa akan pergi
"Dan menurut gue
cara lo yang kayak gitu merupakan usiran secara halus untuk gue pergi,"
ucap Alysa yang berhasil membuat Rakha diam.
"Dan satu lagi
kepercayaan gue sama lo udah hancur, jadi percuma aja Kha gue gak bisa mastiin
setelah gue maafin lo apa lo gak akan ngelakuin hal yang sama?" tanya
Alysa. Kepercayaan itu ibarat barang yang mudah pecah jika sudah pecah sangat
susah di perbaiki , jika di perbaiki pun tidak akan sesempurna di awal bukan.
"Persimi apa kau
Alysa?" tanya seorang laki-laki pada Alysa, Alysa hanya mengangguk sebagai
jawabannya.
"Saya orang yang
di tugaskan oleh tuan Jerry," ucap laki-laki itu yang mendapat anggukan dari
Alysa.
"Mari saya
bantu," ucap laki-laki itu lagi lalu membantu membawa koper milik Alysa.
"Alysa jangan
pergi Lys," ucap Rakha memeluk Alysa namun segera Alysa melepaskan
pelukannya dan masuk kedalam mobil yang menjemputnya.
Alysa terus menangis
di dalam mobil sambil melihat Rakha yang menarik rambutnya frustasi. Mungkin
ini jalan yang terbaik untuk nya dan untuk Rakha. Untuk apa mempertahankan
sesuatu yang bahkan tidak mau untuk di pertahankan?
Jika akhir dari kisah
mereka akan berakhir seperti ini maka Alysa harus bisa menerima nya. Kisah yang
di mulai dari sebuah paksaan, untuk melupakan masa lalu, berdamai dengan
masalalu, saling mencintai dan di akhiri dengan paksaan dan saling menyakiti di
antara kedua nya.
Semua sudah berakhir,
kisah antara Rakha dan Alysa sudah usai, kisah dua remaja yang dulu saling
membahagiakan itu harus berakhir dengan saling menyakiti.
Ini yang di namakan
takdir tak ada yang tau jalannya, semua sudah ada skenario nya.
Mencintai tak harus
saling memiliki dan atas dasar kekecewaan Alysa juga harus melakukannya
melepaskan orang yang sangat ia cintai.
***
Rakha menatap mobil
yang di tumpangi Alysa dengan nanar. Apa ini nyata? Rakha berharap ini mimpi
dan saat Rakha terbangun Alysa akan kembali bersamanya.
Namun sayang semua yang
di alaminya hari ini nyata dan ini adalah hasil yang ia dapat dari semua yang
ia lakukan untuk gadis nya itu. Apa Rakha menyesal? Jelas Rakha menyesal, gadis
yang ia cintai gadis yang ia sayang harus rela ia lepas?
Terima kasih tuhan
telah memberikan Rakha karma agar ia belajar bagaimana caranya mencintai yang
sesungguhnya dan tidak menyakiti hati orang yang ia sayang di kemudian.
Terima kasih kisah dan
cerita yang mewarnai masa-masa indah nya bersama Alysa nya dulu. Dan Rakha akan
mengenang nya untuk ia ingat di kemudian hari. Tanpa ia sadari air matanya
sudah terjatuh menangisi kepergian gadisnya.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_