Raksa

Raksa
Hancur



Happy Reading.


****


Suara hingar bingar


dari DJ dengan lampu yang terus berubah-ubah menjadi teman seorang laki-laki


yang kini tengah meneguk minumannya entah sudah berapa botol laki-laki itu


minum dan entah sudah berapa banyak wanita dengan pakain kurang bahan yang


mendatangi dan menggoda laki-laki itu tapi tak ada yang di tanggapi oleh


laki-laki itu.


Ingatannya kembali


pada kejadian beberapa bulan lalu saat gadisnya, gadis yang sangat ia sayang


pergi darinya, meninggalkannya dengan segala penyesalan yang harus ia hadapi


akibat dari kebodohannya.


Ya ia sangat bodoh


bahkan sekarang orang tuanya sangat marah padanya, Maminya bahkan sempat tidak


mau berbicara padanya. Akibat ulahnya ia bukan hanya membuat gadisnya terluka


tapi membuat banyak orang kecewa dengannya, apa lagi Maminya yang sangat


menyayangi gadis itu.


Flashback on


Rakha baru saja


mengemasi barang-barang nya setelah meminta izin untuk libur kuliah dengan


sangat sulit akhirnya ia bisa libur walau hanya 3 hari namun itu sudah cukup


untuk menemui gadisnya.


Rakha mencari no


telfon asisten papi nya di Spanyol untuk meminta menyiapkan keberangkatannya ke


Indonesia. Setelah menemukannya Rakha langsung menghubungi


" Hallo Smith,"


sapa Rakha yang juga di balas oleh Smith—asisten papi nya—


"Siapkan


keberangkatan ku ke Indonesia sekarang," ucap Rakha tanpa basa basi.


"Maaf  Tuan


tapi ayah anda melarang saya untuk melakukan itu , bahkan ayah anda sudah


memerintah banyak bodyguard untuk berjaga di bandara," ucap Smith yang


membuat Rakha mengerang kesal dan langsung mematikan telfonnya setelah nya ia


langsung menelfon papinya.


Rakha bingung ada apa


dengan papi nya tapi insting Rakha mengatakan jika Briyan sudah tau


tentang ia dan Alysa.


"Papi apaan


sih?" tanya Rakha langsung saat panggilannya sudah di jawab oleh Papi nya.


"Ada apa?"


tanya Briyan di sebrang sana dengan datar. Dan hal itu sukses membuat


Rakha tambah emosi mendengar Briyan yang sok tidak tahu itu.


"Kenapa papi


larang aku untuk ke Indonesia?" tanya Rakha dengan menahan emosisnya,


tangannya sudah mengepal dengan kuat.


"Anggap saja itu


hukuman untuk mu, lagi pula seharusnya kamu berterima kasih pada papi, jika


kamu pergi ke sini sudah pasti banyak orang yang akan menghajar kamu termasuk


papi dan Mami kamu, jadi anggap saja ini hukuman yang menguntungkan,"


ucap Briyan dengan santai nya. Hukuman yang menguntungkan kata nya?


Oh ayo lah dengan begitu Rakha tidak bisa memperbaiki hubungannya dengan


Alysa.


"Tapi aku ingin


memperbaiki semua nya pi," geram Rakha tidak terima dengan


keputusan Briyan.


"Apa yang perlu


di perbaiki Tarkha? Semua sudah berakhir , Alysa dan keluarganya sudah


menemui Mami dan Papi untuk mengakhiri pertunangan kalian,"


bukan Briyan yang mengatakan itu tapi Renata, wanita itu sudah


menangis dan hal itu sukses membuat perasaan menyesal Rakha semakin besar.


"Tapi Rakha gak


mau Mi, Rakha sayang sama Alysa," ucap Rakha yang mulai lemah, laki-laki


itu sudah terduduk di samping kasur king size nya.


"Semua sudah


terjadi. Apa yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai, dan semua ini karena


kebodohan kamu Mami harus kehilangan calon mantu Mami. Kamu jahat Rakha, kalo


kamu sayang sama Mami dan Alysa kamu gak akan ngelakuin ini ke kita, tapi apa?


Kamu gak pernah sayang sama kita," ucap Renata masih terisak. Ucapan


Renata bagai belati yang menancap dengan sempurna di hati Rakha.


"Mi aku..."


ucapan Rakha terpotong oleh ucapan Mami nya yang sanggup membuat


Rakha membuku


"Sudah lah Rakha,


Mami kecewa sama kamu," ucap Renata lalu mematikan sambungan telfonnya


sepihak, Rakha melempar ponselnya ke sembarang arah entah bagaimana keadaan


ponselnya Rakha tidak perduli. Hatinya lebih hancur melihat dua wanita yang


Rakha beralih


menghancurkan segala benda yang berada di kamarnya, Rakha menatap kaca besar


yang ada kamarnya tengah menampilkan dirinya yang terlihat sangat menyedihkan


dan sangat brengsek.


"Bajingan


lo Tarakha," teraik Rakha sambil meninju kaca tersebut


hingga pecah, darah segar sudah mulai turun dari tangannya namun bagi Rakha


tidak sakit dibandingkan dengan hatinya, hatinya jauh lebih sakit, hatinya jauh


lebih terluka dari tangannya.


Kamar Rakha sudah


berantakan suara bantingan dan barang yang mulai hancur membuat beberapa


asisten rumah tangga nya khawatir dengan majikannya namun tak ada yang berani


hanya sekedar mengetuk pintu kamar majikannya.


Setelah kejadian itu


Rakha berhari-hari tidak makan dan hanya merokok dan Meminum minuman keras


sambil menatap fotonya dan Alysa yang sedang tersenyum bahagia.


Rakha benar-benar


hancur saat itu, kadang laki-laki menangis, kadang tersenyum dan kadang ia


tertawa hambar sambil menangis sangat menyedihkan melihat keadaan Rakha saat


itu.


Sampai dua minggu ia


terus begitu sampai orang tua Rakha harus menghampiri Rakha, setelah orang


tuanya datang barulah Rakha mau makan namun keadaannya masih tetap sama sangat


menyedihkan. Wine, vodka dan sejenis minuman keras lainnya beserta rokok


menjadi temannya.


Rakha semakin tindak


tersentuh, lebih dingin, cuek, bahkan berbicara seperlunya dan kata yang ia


ucapkan bisa terhitung. Rakha benar-benar hancur hanya karna seorang


Alysa.


Selama beberapa hari


juga keadaan tubuuh Rakha melemah, Rakha sempat dilarikan kerumah sakit. Nama


Alysa tak pernah luput dari panggilan Rakha saat laki-laki itu sakit. Namun,


tak ada niatan bagi orang tua Rakha untuk membawa Alysa ke Spanyol menemui


Rakha karena mereka tau Alysa pasti memerlukan waktu untuk bangkit dari


keterpurukan mereka juga tidak ingin menambah beban Alysa.


Flashback off


" Udah lah Kha,


move on aja lah," ucap Ibram yang baru datang sambil menepuk pundak


sahabat nya itu.


"Move on? Gue


dapetin dia gak mudah, kenangan gue sama dia terlalu indah untuk di lupain


cinta gue ke dia terlalu besar untuk di hapus. Dan lo nyuruh gue move on


segampang itu?" Rakha menunjukkan senyuman masamnya, tatapannya masih


fokus kedepan dengan pandangan kosong.


 


 


Rakha kembali meneguk


isi gelasnya dan meminta beberapa botol lagi.


"Terus lo mau gimana? Bahkan orang tua lo gak ngijinin lo balik ke


Indonesia. Lo mau nunggu? Gak takut dia udah sama yang lain dan lo masih diam


di masalalu?" tanya Ibram. Rakha mengalihkan tatapannya pada Ibram lalu menatap


tajam pada laki-laki itu.


"Alysa gak


mungkin gitu," ucap Rakha dan kembali menegak minumannya dan ia sudah


mulai kehilangan kesadaran nya, kepalanya sudah berputar dan sangat berat. Efek


Alysa memang sangat menghancurkan bagi Rakha.


***


 


 


Ku terdiam menatap kedepan dengan penyesalan


Dengan berbagai andai yang hanya bisa menjadi angan


Berteman sepi yang menghantarkan kerinduan


Hanya akaramu yang menjadi teman


Ku terdiam menatap kebelakang dengan kemarahan


Mengingat kesalahan yang tak harusnya ku lakukan


Bagiku kau sang buana yang dengan tega ku hancurkan


Membuat banyak makhluk ikut terluka karena kesalahan yang ku buat


Ku terdiam menatapmu dari kejauhan


Dengan berbagai harap untuk kau maafkan


Dan berbagai harap untuk memilikimu kembali


Biarkan orang menyebutku tamak


Karena yang ku mau hanya dirimu


By;


@trakhaakhdna_