Raksa

Raksa
Pamit



Happy Reading.


****


Alysa menatap


hujan  yang kini tengah turun dengan darasnya dari balkon kamarnya.


Pikirannya masih melayang pada kejadian beberapa bulan lalu.


Sudah beberapa bulan


kejadian itu menimpanya tapi masih saja ia memikirkannya. Memikirkan Rakha,


entah laki-laki itu kini bagaimana. Ia sangat merindukan  laki-laki yang


sangat dicintai itu namun jika ia mengingat luka yang Rakha buat hatinya sangat


sakit.


Tanpa sadar air


matanya kembali mengalir bersamaan dengan hujan yang tambah deras. Hujan seakan


mendukungnya untuk menangis menemaninya dalam kesedihan.


Mengingat kejadian


saat di Spanyol dan saat ia menemui orang tua Rakha ia merasa sedih sekaligus


tidak enak dengan orang tua, karena bagaimana pun orang tua Rakha sangat baik


dan menyayangi Alysa itu.


Flasback on


Alysa menatap rumah di


depannya dengan bimbang apa yang harus ia katakan pada orang tua Rakha? Ya kini


Alysa sedang berada di rumah orang tua Rakha bersama orang tuanya.


Setelah menceritakan


apa yang terjadi di Spanyol kepada orang tuanya, Orang tua Alysa hanya bisa


menerima keputusan anak nya saja. Sedangkan Rey sudah marah saat mendengar adik


tersayang nya di sakiti.


"Kamu bisa


sayang," ucap Mamanya menguatkan Alysa. Alysa hanya mengangguk lalu


memencet bel menunggu di bukakan pintu.


Tak beberapa lama Mami


Rakha sudah berdiri dengan senyumannya membukakan tamunya pintu  terlihat


kerutan di dahi wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.


"Loh Alysa udah


pulang? Kok cepet banget?" tanya Renata kebingungan .


"Eh tapi mari


kita masuk dulu," ajak Renata setelah nya mereka saling bersalaman.


"Ayo silahkan duduk,"


ucap Renata masih menampilkan senyumnya.


"Bi Ami,"


teriak Renata manggil asisten rumah tangga nya.


"Ada apa


nyonya?" tanya Bi Ami sambil tersenyum pada Alysa dan kedua orang tua


gadis itu.


"Tolong buatkan


minum dan ambilkan makanan ringan," ujar Renata pada ART nya itu.


"Baik Nya,"


ucap Bi Ami dan segera pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.


"Alysa kapan


pulang?" tanya Renata lagi pada Alysa.


"Ehmm kemarin


Mi," ucap Alysa berusaha untuk tetap tenang.


"Loh kok cepet


banget sayang?" tanya Renata yang hanya di balas anggukan dan senyuman


oleh gadis itu


"Oh iya kalian


apa kabar?" tanya Renata pada calon besannya itu. Calon besan? Hanya


tinggal menunggu beberapa menit lagi dan ia akan tau bahwa kini yang berada di


depannya itu akan menjadi MANTAN calon menantu dan MANTAN calon besan.


"Alhamdulillah


kita baik, Briyan dimana?" tanya Andi pada Renata.


"Briyan ada di


ruang kerja nya tunggu saya panggil dulu,"ucap Renata dan melenggang pergi


untuk memanggil suaminya itu.


Tak beberapa lama


Briyan dan Renata sudah turun di ikuti Bi Ami yang baru keluar dari dapur


membawa minuman dan makanan.


"Silahkan di


minum non,tuan, nyonya," ucap Bi Ami dan setelahnya ART itu langsung


pergi.


"Iya


terimakasih," ucap Mereka bersamaan.


"Bagaimana kabar


kalian?" tanya Briyan pada calon mantu dan calon besannya itu.


"Kami baik,


kalian bagaimana?" tanya Andi balik pada Briyan.


"Kami juga Baik,


jadi tumben kalian ke sini ada apa ya?" tanya Briyan yang mulai penasaran.


"Alysa silahkan


jelaskan sayang," ucap Karin sambil mengelus pundak Alysa.


"Ehmm jadi gini


Mi, Pi Alysa kesini buat ngasih tau kalo Alysa akan membatalkan pertunangan


Alysa dan Rakha," ucap Alysa yang sukses membuat orang tua Rakha kaget


pasalnya anak nya itu belum mengatakan apapun pada nya.


"Loh kenapa sayang?


Hubungan kalian baik-baik saja kan?" tanya Renata yang sudah takut, ia


rela jika hubungan anaknya dengan gadis ini akan berakhir ia sudah sangat


menyayangi Alysa.


"Kami sudah putus


Mit," ucap Alysa yang sudah menangis tanpa ia sadari. Renata tambah kaget


dan tanpa terasa ia juga sudah ikut menangis mendengar nya.


"Tapi kenapa


sayang?" tanya Renata menahan isak tangisnya. Briyan menggenggam tangan


istrinya menguatkan istrinya itu. Ia tahu betapa istrinya itu sangat menyayangi


gadis di depan nya itu.


"Rakha.....


Rakha.... Rakha selingkuh Mi," ucap Alysa sambil terisak , Karin membawa


Alysa dalam pelukannya menenangkan putri nya itu. Sedangkan Renata sudah kaget


tidak percaya anaknya akan melakukan itu sedangkan Briyan sudah mengepalkan


tangannya marah tidak menyangka anak nya akan mempermalukan nya dan menyakiti


seorang wanita padahal sedari Rakha kecil Briyan selalu mengingatkan anaknya


itu untuk tidak menyakiti seoarang wanita karena hal itu sama saja jika kita


tengah menyakiti ibu kita tapi lihat apa yang sedang anaknya itu lakukan? Jika


mereka masih pacaran mungkin Briyan tidak akan semarah ini tapi ini? Mereka


sudah bertunangan, anak nya itu sudah benar-benar gila.


"Kamu bercanda


kan sayang?" tanya Renata yang masih tidak percaya.


"Alysa gak bohong


Mi, Alysa liat sendiri Rakha lagi ciuman sama gadis itu di kamar Rakha,"


ucap Alysa yang tambah membuat orang tua Rakha shock , apa yang anak nya itu


lakukan?


Renata berjalan ke


arah Alysa lalu meraih tangan Alysa untuk ia genggam


 


 


"Alysa Mami minta maaf ya atas kesalahan Rakha, tapi apa gak bisa kamu


tetap bersama Rakha? Rakha pasti ngelakuin itu karena ada sebab nya


sayang," ucap Renata. 'Iya Rakha emang punya alasan Mi dan alasan nya


karena khilaf, bodoh kan Mi? ' batin Alysa, lidah nya rasanya tidak biasa untuk


menggerakkan kata itu.


"Maaf Mi tapi


Alysa gak bisa , Alysa rasa ini yang terbaik untuk kita Mi," ucap Alysa


pada Renata dan memeluk Renata erat.


"Kalau itu


keputusan kamu, Mami gak bisa apa-apa lagi tapi kamu tetap akan menjadi anak


Mami dan Papi," ucap Renata sambil melepaskan pelukannya. Alysa hanya


tersenyum sambil mengangguk menjawab Renata. Hubungan kekasih memang bisa


putus, hubungan pertemanan juga, tapi ada satu hubungan yang tidak akan bisa di


putus yaitu hubungan antara orang tua dengan anaknya tah itu orang tua kandung


kita, orang tua di sekolah atau orang tua yang sudah menganggap kita sebagai


anaknya.


Dan benar saja


hubungan anatara Alysa dan Rakha memang sudah berakhir tapi hubungan Alysa


dengan orang tua Rakha tidak akan pernah berakhir.


Flashback off


Alysa menghembuskan


nafasnya kasar dan menghapus air matanya dengan kasar setelah nya Alysa


langsung masuk kedalam kamarnya karena hawa malam yang mulai dingin dan hujan


di luar belum juga reda. Kini kisahnya telah usai. Kisahnya hanya tinggal sejarah hanya kenangan yang tersimpan dalam angan.


Kebahagiaan yang dulu tercipta adalah pemanis dari kopi pahit yang kini harus ia rasakan. Semua yang sudah mereka bangun dengan susah payah ternyata telah runtuh bersama badai yang menghembusnya.


Semua kini hanya kenenangan berteman sejarah.


***


 


 


 


Ku kira mencintaimu akan mudah


karena ku kira kita saling mencinta


Namun ternyata mencintaimu cukup sulit


karena hubungan yang berbelit


 


 


Ku kira kau hanya mencintaiku


namun ternyata ada hati lain yang kau jaga


ada hati lain yang tak mau terluka


hingga harus aku yang menanggung lara


 


 


jika ku tahu hatimu hanya singgah


maka ku tak akan membuka dermaga


agar tak ada yang terluka


membiarkan sang bahar yang bekerja


dan sang bena yang membawa


 


 


kini ku ikhlaskan kau untuknya


membiarkan ia yang menjaga


memberikan surya ku pada sang Helios yang sesungguhnya


karena memang bukan aku sang pemilik surya yang sesungguhnya


by ; @alysaevelyaa