
Happy Reading.
***
"Mau ngapain kesini?" tanya Alysa bingung sambil menatap Rakha yang tengah menatapnya dengan senyuman yang tidak dapat di artikan. Kini mereka tengah berhenti tepat di depan KUA membuat Alysa bingung. Ia pikir ada saudara Rakha yang tengah melangsungkan pernikahan di KUA tapi ucapan laki-laki itu selanjutnya mampu membuat Alysa tercengang.
"Mau pemanasan aja, mau coba gimana rasanya kesini sama calon istri, uji mental," ucap Rakha dengan santainya dengan senyuman bangga nya yang kian jelas terpatri pada wajah tampan laki-laki itu. Membuat Alysa mendengus, apa katanya? Uji mental? Harusnya mental Rakha bukan di uji tapi di periksa takut ada yang tidak benar dengan mental laki-laki satu ini.
Alysa jadi curiga saat pambagian mental laki-laki itu datang di urutan paling belakang hingga ada yang salah dengan laki-laki itu.
"Balik.sekarang.Tarakha." Ucap Alysa dengan penekanan disetiap katanya. Membuat tawa Rakha semakin kencang, ia sangat senang melihat gadisnya itu marah padanya. Begitulah Rakha rela terlihat konyol, bodoh, ataupun begitu nakal jika itu menyangkut gadisnya. Melihat gadis itu tersenyum dan tertawa karena kebodohannya, melihat semburat merah di pipi gadis itu karena godaannya mampu membuat Rakha senang karena dengan begini semua terlihat nyata jika kini gadisnya itu sudah kembali menjadi miliknya.
"Sayang daftar sekarang aja yuk," ucap Rakha dengan senyumannya. Alysa langsung saja melongo sebelum selanjutnya memukuli Rakha dengan kesal. Rakha memang tidak bisa serius selalu saja menggodanya.
"Aduh sakit yang, ya ampun gini banget sama tunangan sendiri," ucap Rakha sambil memegangi tangan Alysa yang memukulinya. Alysa mengerucutkan bibirnya lucu.
"Lagian kamu, jangan becanda mulu Rakha," ucap Alysa dengan wajah cemberut nya. Bibir Alysa mengerucut lucu membuat Rakha gemas melihat gadisnya itu.
"Aku serius, aku pengen nikahin kamu," ucap Rakha dengan wajahnya yang sudah mulai serius. Alysa menatap Rakha dalam diam.
"Aku sudah bisa kerja, dan aku bisa menafkahi kamu dan anak-nak kita kelah Lys," lanjut Rakha yang masih tak membuat Alysa bergeming ia masih memikirkan dan mencerna ucapan laki-laki itu.
"Kalau sudah pas kenapa harus di tunda lagi?" tanya Rakha yang membuat Alysa menghembuskan napasnya sebelum menjawab pertanyaan laki-laki itu.
"Aku belum siap Rakha," ucap Alysa mengalihkan pandangannya ke arah lain. Pembicaraan seperti ini cukup sensitif baginya karena Rakha yang selalu saja memaksanya memang tidak secara terang-terangan namun sikap Rakha yang seperti ini bagi Alysa adalah bentuk pemaksaan.
"Lalu kapan Alysa?" tanya Rakha dengan sabarnya. Rakha menatap Alysa dengan dalam tangannya masih memegang kemudi menegepal.
"Aku masih kuliah, aku pengen selesain kuliah tanpa harus terbebani dengan apapun," ucap Alysa memberi pengertian, bukannya mengerti Rakha marah padanya.
"Jadi kamu merasa terbebani dengan menikah dengan aku?" tanya Rakha dengan sarkas. Ini yang Alysa tidak inginkan dengan pembicaraan sesensitif ini, Rakha sering kali menyalah artikan pertakatan orang lain jika ia sudah menginginkan sesuatu.
"Rakha please ngerti, aku bukan terbebani dengan itu tapi aku masih kuliah. Aku sekarang sudah semester akhir, tugas aku banyak. Aku gak mau salah satu dari urusan kuliah atau urusan rumah tangga akan menganggu salah satunya, please ngerti Ka," ucap Alysa sambil mengelus tangan Rakha, menenangkan kekasihnya itu. Alysa tau Rakha seperti ini hanya karena tidak ingin hubungan yang mereka jalani dengan susah payah dan penuh cobaan akan berakhir sia-sia.
Rakha menghembuskan nafasnya kasar lalu ia memeluk Alysa dengan erat hanya dengan emeluk Alysa dan mencium wangi tunangannya itu bisa membuatnya lebih tenang. Rakha tau ia tidak boleh egois pada Alysa, gadis itu sudah sangat baik pada Rakha dengan mau kembali menerima Rakha setelah apa yang ia lakukan.
"Maaf, aku cuman gak pengen kalau ada yang ngerebut kamu dari aku." ucap Rakha sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Alysa. Ketakukan Rakha adalah kehilangan Alysa ia tahu Alysa tidak mungkin pergi meninggalkannya namun tetap saja ketakutan itu hadir menyapanya.
"Maaf udah memaksa kamu, aku sayang sama kamu," ucap Rakha yang masih setia memeluk Alysa.
"Aku tau, dan aku juga sayang kamu," ucap Alysa sambil mengelus pundak Rakha.
Rakha melepaskan pelukannya lalu menampilkan senyumannya pada gadisnya itu.
"Mending kita pulang deh," ucap Alysa saat mengingat mereka masih berada di kantor KUA. Rakha tertawa melihat wajah salah tingkah Alysa, lalu menyalakan mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang membelah padatnya jalanan ibu kota.
****
Alysa kini sedang berada di kamarnya sambil mengerjakan tugas kampusnya. Namun fokusnnya terganggu saat suara ketukan pintu mengganggunya.
"Alysa di bawah ada temen kamu, cepet turun," ucap Mamanya yang mengetuk pintu kamar Alysa. Alysa mengernyit bingung, siapa temannya yang berkunjung? Tanpa berpikir lagi Alysa langsung turun untuk menemui tamunya.
"Nah itu Alysa, gue ke dalem dulu ya," pamit Rey saat melihat Alysa. Alysa menatap tak percaya pada orang di depannya, Devin. Bagaimana bisa laki-laki itu tahu rumahnya?
"Hai," sapa Devin dengan senyumannya pada Alysa yang kini tenjgan berjalan karahnya.
"Hai," sapa balik Alysa dengan wajahnya yang kebingungan. Setelah ampai dihaapan Devin Alysa segera duduk di single sofa yang bersebelahan dengan Devin.
"Lo tau rumah gue dari mana?" tanya Alysa dengan kerutan di dahinya. Karena ia tidak pernah memberitahukan rumahny apada Devin.
"Gak sulit untuk tahu rumah lo, dan itu gak penting," ucap Devin sambil tersenyum pada Alysa yang kini menatap Devin dengan malas.
"Lo mau ngapain kesini?" tanya Alysa lagi pada Devin yang terus menatapnya dengan padangan sulit di artikan.
"Mau ketemu lo aja, abisnya tadi gue gak bisa ketemu lo karena tunangan lo itu," dengus Devin mengingat saat ia ingin menghampiri Alysa tapi Rakha sudah berdiri di depan kelas Alysa.
"Mending lo pulang deh kalau gak penting," ucap Alysa yang dengan malas, ia tidak suka dengan Devin karena ia tahu, laki-laki itu hanya akan menjadi perusak hubungannya dengan Rakha sudah cukup hubunganya di uji tidak lagi untuk kali ini, Alya dan Rakha baru saja kembali bersama.
"Ok sekarang gue pulang dulu, see you honey," ucap Devin sambil mengelus puncak kepala Alysa yang langsung di tepis oleh gadis itu. Devin hanya terkekeh melihat sikap Alysa yang kini sudah tidak seperti saat Rakha hadir di antara mereka.
Devin keluar dari rumah Alysa dengan senyumannya yang mengembang, ia akan merebut Alysa dengan cara apapun. Dan ia akan pastikan Alysa akan menjadi miliknya.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_