Raksa

Raksa
Bersama



Happy Reading.


***


Alysa memasuki ruang rawat Rakha dengan perasaan yang tak karuan ia masih memikirkan Jerry dan perkataan laki-laki itu. Walau ia kesal dengan laki-laki itu tapi tetap saja ia tak ingin jika harus kehilangan sahabat sekaligus laki-laki yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri. Berulang kali gadis itu menghembuskan napasnya kasar pikirannya terus tertuju pada laki-laki itu.


Saat gadis itu memasuki ruang rawat Rakha, terlihat Rakha yang sedang menutup matanya dengan sebelah tangannya yang ia takkuk dan letakkan di wajahnya. Ruang rawat Rakha terlihat sepi taj ada siapapun kecuali laki-laki itu dan kini tentunya dengan Alysa.


Di samping laki-laki itu masih ada makanan dan obatnya yang belum ia sentuh sama sekali. Alysa berjalan mendekati Rakha sambil menggelengkan kepalanya. Laki-laki itu memang sangat keras kepala dengan apa yang dia mau dan sukai.


"Lo gak makan?" tanya Alysa sambil mengelus rambut Rakha,Rakha menurunkan tangannya, lalu membuka matanya dan melihat Alysa yang tengah tersenyum ke arahnya senyuman yang ia rindukan, senyuman yang selalu menjadi candunya.


"Ngapain ke sini?" tanya Rakha datar, dan mengalihkan pandangannya dari Alysa. Setiap melihat gadis itu rasa cinta yang Rakha miliki semakin besar hingga rasanya ia tak bisa menatap wajah itu lebih lama.


"Makan dulu Kha terus minum obat biar cepet sembuh," ucap Alysa masih menampilkan senyumnya menghiraukan pertanyaan laki-laki itu.


"Buat apa? Alasan aku buat bertahan hidup dan bangun lagi itu kamu , dan kamu sekarang udah sama Jerry kan terus aku buat apa? Pemain figuran doang jadi kalo aku mati juga gak bakal ada yang peduli," ucap Rakha masih datar. Alysa mendengus mendengar ucapan Rakha, apa untuk hari ini ia harus bertengkar untuk kedua kalianya? Oh ayo lah Alysa sudah lelah untuk adu mulut.


"Gue sama Jerry gak ada apa-apa Rakha, kita cuma sahabat dan jangan merasa lo yang paling tersakiti disini karena jelas gue di sini juga sakit Kha, semua ini karena lo, lo yang tega selingkuh dari gue," ucap Alysa dan sudah mulai meneteskan air matanya, padahal sudah ia tahan tapi tetap saja dengan lancang air mata itu keluar dengan sendirinya. Hatinya masih terasa sangat sakit saat mengingat semua yang Rakha lakukan padanya.


Makanan Rakha yang tadi sempat ia pegang ia letakkan lagi di nakas dengan perasaan kesal. Laki-laki itu begitu egois ingin rasanya Alysa menenggelamkannya ke danau jika saja ia sudah tak mencintai laki-laki itu lagi.


Rakha menegakkan tubuh nya untuk duduk dan langsung menarik Alysa kedalam pelukannya. Alysa hanya diam tak memberontak karena ia juga begitu lelah hari ini pikirannya begitu kacau hingga cepat sekali membuatnya menangis, apa lagi Jerry yang kali ini juga tengah memenuhi pikirannya rasanya bebannya hari ini begitu besar.


"Maaf Lys, Maafin aku, aku ngelakuin itu juga demi kita aku gak pengen kita berpisah terlalu lama, aku frustasi pas tau kamu gak mau kuliah di Spanyol bareng aku. Jadi aku usaha buat cepet lulus dan kita bersama lagi. Ayah Jessica dosen pembimbing aku dan dia mau bantu aku buat cepet lulus asal aku mau jadi pacar Jessica karena Jessica mulai nakal semenjak aku selalu nolak dia, dia jadi sering ke club jadi ayahnya minta tolong ke aku buat ngerubah dia," ucap Rakha menjelaskan, Alysa hanya menangis di dekapan Rakha sambil mendengarkan penjelasan laki-laki itu. Alasan yang Rakha berikan begitu membuat Alysa kesal, untuk apa laki-laki itu mengambil kelas akselerasi jika ingin cepat lulus masih menggunakan cara curang.


"Tapi kenapa sampai ciuman? Kenapa kamu gak pernah ngehubungin aku? Yang aku liat cuma waktu kamu ciuman kan? Apa lagi yang belum aku liat Kha?" tanya Alysa masih dengan isak tangisnya. Benar bukan yang Alysa tanyakan? Mereka berada didalam kamar hanya berdua. Siapapun tahu bagaimana pergaulan di luar negeri, melakukan yang tidak-tidak sudah menjadi hal yang tabu untuk mereka.


"Aku gak bisa ngehubungin kamu emang awalnya aku sibuk banget Lys buat skripsi dan segala macem, dan maaf aku gak bisa ngehubungin kamu setelah itu karena Jessica selalu sama aku, aku takut kalau dia tau kita masih punya hubungan dan dia bilang ke ayahnya. Aku tau aku bodoh dengan mau di perbudak sama dia. Tapi sumpah Lys aku gak punya rasa sama sekali sama dia aku sayang banget sama kamu Lys sangat." Ucap Rakha dan mengelus rambut panjang milik Alysa pemuh kasih sayang. Hatinya begitu sesak dan terluka melihat gadisnya yang masih menangis itu. Ia tahu ia begitu bodoh menyakiti gadisnya itu.


"Dan satu lagi aku gak pernah melakukan apa pun sama dia,  yang kamu lihat waktu itu karena dia yang menggoda aku dan tiba-tiba langsung nyium aku. Aku kaget pas dia nyium dan lebih kaget lagi karena aku liat kamu di sana," ucap Rakha melanjutkan ucapannya. Rakha melepas pelukannya lalu menangkup wajah Alysa dengan kedua tangannya untuk memandangi wajah cantik gadis didepannya ini. Laki-laki itu menghapus air mata yang mengalir di wajah cantik gadisnya itu dengan ibu jarinya.


"Please Lys maafin aku , balik lagi sama aku, aku sayang banget sama kamu Lys aku sangat hancur saat kamu pergi dari aku, Ayo kita mulai semuanya dari awal memperbaiki kesalahan aku yang sangat fatal itu," ucap Rakha dan meneteskan air matanya. Gadis itu cukup terkejut melihat Rakha yang tengah menangis namun selanjutnya Alysa menghapus air mata Rakha, lalu menganggukkan kepalanya dengan senyum yang menghiasi wajah nya.


"Kamu serius?" tanya Rakha yang masih tidak percaya Alysa akan mau menrimanya lagi, jika begini sudah dari kemarin-kemarin aja ia kecelakaan agar Alysa cepat memaafkannya.


"Iya Rakha aku mau, tapi janji sama aku jangan pernah di ulangi lagi atau aku akan bener-bener milih Jerry," ucap Alysa membuat Rakha memelotot lalu dengan segera Rakha kembali membawa Alysa dalam pelukannya merasa bersyukur karena Alysa kembali menjadi miliknya. Sudah cukup ia menyakiti gadisnya itu, tidak lagi tidak ada yang ketiga. Tidak ada lagi kesedihan untuk Alysa nya karena setelah ini ia hanya akan memberi kebahagiaan pada Alysa.


Rakha melepaskan pelukannya lalu mengeluarkan cincin yang salalu ia bawa di kalung nya . Ia selalu berharap Alysa akan kembali pada nya. Dan hari ini gadis nya sudah kembali dan Alysa hanya milik Rakha.


"Gak romantis banget masak ngelamar di rumah sakit," kekeh Alysa tapi tak urung gadis itu juga menganggukkan kepalanya. Rakha hanya terkekeh lalu memakaikan cincin milik Alysa dan memeluk Alysa begitu erat, tidak ingin kehilangan gadis nya lagi. Sudah cukup saat itu saja ia menyianyiakan gadisnya tidak lagi untuk sekarang.


 


 


****


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_