
Happy Reading.
***
Suara ponsel yang terus berbunyi tak mengalihkan sedikitpun perhatian Laki-laki yang kini tengah fokus menatap laptopnya, merasa apa yang sedang ia kerjakan lebih penting dari ponselnya laki-laki itu mengabaikan ponselnya yang masih terus berbunyi dengan nyaring menandakan jika ada pesan masuk dan panggilan entah dari siapa.
Laki-laki itu masih fokus pada laptopnya sampai suara seorang gadis mengalihkan perhatiannya dari tugas kuliahnya yang menumpuk.
"Rakha kita jalan yuk," ajak gadis itu pada laki-laki yang ternyata adalah Rakha.
"Aku sedang sibuk Jessica kau bisa lihat sendiri, bukan?" Rakha mendengus kesal karena ada saja yang mengganggunya, padahal ia sangat sibuk dengan kuliahnya mengingat ia yang mengambil kuliah akselerasi atau percepatan kuliah jadi Rakha sangat sibuk bahkan untuk menghubungi kekasihnya saja Rakha harus menahannya semua ini ia lakukan juga untuk kekasihnya bukan?
"Ayolah Rakha, aku sangat bosan," ucap Jessica dengan memohon agar Rakha mau menuruti ajakannya namun hasilnya sia-sia Rakha bahkan kini tidak menghiraukan Jessica dan fokus pada laptopnya lagi sampai suara ponselnya kembali berbunyi
Dengan kesal Rakha menjawab panggilan ponselnya itu tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Hallo," sapa orang di sembarang sana dengan senyumanmu. Saat mendengar suara kekasihnya Rakha mendengus bukan karena ia tidak suka kekasihnya itu menghubunginya tapi kini ia sangat sibuk dan tidak memiliki waktu hanya sekadar bermanja atau melepaskan rindu dengan kekasihnya, Rakha berusaha menahannya dan akan ia lepaskan sekaligus nanti saat dia bertemu dengan kekasihnya itu.
"Kenapa yang? Maaf ya aku lagi sibuk banget nih nanti kalo ada waktu aku telfon lagi," ucap Rakha dengan sabarnya.
Terdengar suara helaan nafas dari sebrang sana sebelum gadis itu menjawabnya.
"Ya udah gak papa, kamu hati-hati ya di sana," ucap Alysa di sebrang sana. Rakha juga menghela nafasnya kasar merasa kasihan dengan kekasihnya itu.
"Iya, kamu juga ya," Ucap Rakha setelah nya laki-laki itu langsung menutup telfonnya dan kembali fokus pada laptopnya lagi.
"Rakha," lagi suara itu lagi lagi terdengar membuat Rakha kesal saja, yang benar saja ia bahkan rela mengabaikan kekasihnya dan kini ia malah menemani gadis lain jalan? Jelas saja Rakha akan menolaknya.
"Jika kau terus berbicara lebih baik kau keluar saja, aku bosan mendengar kau merengek seperti itu," ujar Rakha dengan kesal setelahnya laki-laki itu kembali fokus pada tugasnya.
***
Ini sudah yang kesekian kalinya Alysa menghela nafas setelah tadi ia menelfon kekasihnya yang super sibuk itu.
Ya lagi-lagi Alysa harus mendengar itu dari kekasihnya, memang sesibuk apa kekasihnya itu? Tanpa terasa Alysa meneteskan air matanya, rasa kesal dan rindunya kian membuatnya jadi semakin lemah, Alysa sangat merindukan Rakha tapi laki-laki itu malah sekarang sangat sibuk.
Alysa menghapus air matanya kasar menguatkan hatinya untuk tetap bertahan dan menerima sikap Rakha yang mungkin memang sedang sangat sibuk itu.
Suara nyaring dari ponselnya mengalihkan perhatian Alysa. Nama Jerry terpampang di layar iPhone yang dengan langsung Alysa menerima panggilan itu.
"Lys jalan yuk, aku lagi gak ada kuliah nih," ajak Jerry dengan nada memohonnya. Alysa memikirkan tawaran Jerry.
"Kuy lah lagi gabut juga nih," ucap Alysa, mungkin dengan berjalan-jalan ia akan terhibur dan melupakan sejenak masalahnya dengan Rakha
"Ok deh tiga puluh menit lagi aku jemput ya," ucap Jerry di sebrang sana setelahnya laki-laki itu langsung menutup telfonnya.
***
Alysa menatap pemandangan di depannya dengan senyuman sendu yang menghiasi wajahnya. Pemandangan sunset didepannya sangat mendukung suasana hatinya yang sedang sedih itu.
Saat ini Alysa dan Jerry sedang berada di pantai melihat pemandangan sunset sambil duduk diatas pasir pantai.
Alysa terus memandang sunset di depannya sampai tanpa terasa butiran bening itu kembali meluncur dengan tanpa ijin membasahi pipi putihnya.
"Kamu kenapa?" tanya Jerry sambil membawa Alysa dalam pelukannya. Bukannya menghentikan tangisannya Alysa malah menangis dengan kencang membuat Jerry kebingungan.
"Hey kamu kenapa? Cerita sama aku," ucap Jerry sambil mengelus rambut Alysa penuh sayang. Masih tak ada suara dari Alysa hanya suara tangis nya dan Jerry hanya diam sambil mengelus punggung Alysa berusaha memberi kenyamanan pada gadis yang sangat ia cintai itu.
Setelah di rasa Alysa tenang baru Jerry melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Alysa, menghapus jejak air mata gadis itu yang masih tersisa.
"Kalo kamu lagi ada masalah cerita sama aku," ucap Jerry masih menangkup wajah Alysa, menatap gadisnya itu dengan matanya yang tertuju lurus pada mata Alysa.
"Rakha sekarang berubah, dia udah jarang banget hubungin aku. Bahkan setiap aku chat dia jarang bales dan setiap aku telfon pasti dia bilang kalo dia lagi sibuk," ucap Alysa dengan air mata yang kembali keluar dari mata cantiknya saat mengingat bagimana Rakha akhir akhir ini.
"Kamu harus percaya sama Rakha mungkin dia memang lagi sibuk, kamu tenang aja masih ada aku yang akan selalu ada buat kamu," ujar Jerry dengan senyumannya, Alysa hanya menganggukkan kepalanya saja karena ia berfikir juga demikian.
"Tapi aku takut Jer aku takut dia ninggalin aku, kenapa di saat aku lagi sayang-sayangnya sama seseorang pasti mereka akan pergi. Apa aku gak boleh mencintai seseorang?" tanya Alysa yang berhasil menohok hati Jerry ia sadar ucapan Alysa itu tanpa wanita itu sadari juga tengah menyindir dirinya yang pergi di saat Alysa sangat mencintainya. Ya Tuhan jika bisa kembali ia ingin kembali ke masa lalu Jerry tidak akan pernah menginggalkan gadis yang sangat ia cintai ini.
"Kamu gak boleh ngomong gitu Alysa, kamu harus percaya Rakha gak akan pergi dari kamu. Kamu pantas untuk mencintai dan di cintai. Aku minta maaf karena dulu dengan bodohnya aku ninggalin kamu, tapi aku janji aku gak akan meninggalkan kamu lagi meskipun dengan status yang berbeda tapi aku akan selalu ada buat kamu," ucap Jerry sambil membawa Alysa kedalam pelukannya. Ia sangat merasa bersalah pada gadis itu, sangat.
"Terima kasih Jerry," hanya itu yang dapat Alysa katakan sebelum gadis itu melepaskan pelukannya dangan Jerry.
Kadang takdir memang cukup jahat pada orang yang ia kehendaki, setiap manusia bebas untuk terus mencintai, di cintai atau saling mencintai namun kadang takdir tak cukup baik untuk berpihak pada mereka karena banyak dari kita yang saling mencintai tapi tak saling memiliki atau ada dari kita yang mencintai seseorang namun cinta dan perjuangan itu hanya salah satu yang merasakan . Cinta tak seindah itu, cinta tak semudah itu hingga dalam perjalanannya semua berjalan mulus semua berjalan seolah tak ada duri atau batu yang menghalangi. Namun percayalah semua akan indah pada waktu nya.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_