
Happy Reading.
***
Alysa kini tengah berada di rung rawat Eliza untuk menemani sekaligus menjenguk sahabatnya itu. Gadis itu kini tengah menatap ponsel nya dengan tatapan kosong, Eliza yang sedari tadi memperhatikan gelagat aneh dari sahabatnya itu mulai bingung dengan sikap Alysa dan rasa penasarannya sudah semakin besar.
“Lo kenapa sih?” tanya Eliza akhirnya membuka pertanyaan, Eliza sudah mulai jengah melihat sikap Alysa yang sedari tadi hanya diam bahkan saat gadis itu datang ia hanya membuka suara untuk menyapa Eliza dan menanyakan kondisi sahabatnya itu.
“Alysa,” panggil Eliza saat tak mendapat jawaban dari sahabatnya itu. Bisa Eliza lihat Alyza menghembuskan napasnya berat lalu menoleh pada Eliza.
“Gue kemarin ketemu Rakha di café,” ucap Alysa yang membuat Eliza memelototkan matanya saat melihat itu.
“Terus gimana?” tanya Eliza yang mulai kepo dengan kelanjutan cerita sahabatnya itu.
“Ya gue langsung pergi lah, mana dia nyanyi lagu yang kayak ngungkapin apa yang dia mau,” ucap Alysa lalu menghembuskan napasnya kasar dan segerah merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang ia duduki.
“Gue rasa dia masih sayang banget sama lo Lys,” ucap Eliza. Alysa juga tak tahu ia juga merasa demikian namun jika mengingat Rakha pernah mengkhianatinya membuat Alysa tak yakin dengan hal itu.
“Tau ah males banget gue bahas dia,” ucap Alysa, mood nya akan berubah hancur saat mengingat laki-lai itu.
Dulu mungkin Rakha adalah moodboosternya tapi kini justru laki-laki itu adalah perusak mood nya. Memikirkan laki-laki itu hanya akan membuatnya membuka luka lama yang sudah berusaha ia tutp.
“Oh iya lo sama Farrel gimana?” tanya Alysa mengingat kekasih Eliza dulu saat mereka masih SMA, sudah lama ia tak mendengar kisah sepasangan matan kekasih itu
“Gak ada yang bisa buat di pertahanin Lys, dan lagi pula setelah gue mutusin dia. Dia bener-bener pergi dan gak pernah muncul lagi,” jelas Eliza dengan senyuman getirnya. Baginya orang sepertinya tidak pantas untuk mendapatka cinta apa lgi dari orang seperti Farrel yang dapat di katakan definisi begitu sempurna, laki-laki itu berhak bahagia walau bukan dengannya.
“Lo yang sabar ya Za,” ucap Alysa dengan senyuman menenangkannya. Yang di balas dengan anggukan oleh Eliza.
“Thank ya,” ucap Eliza dengan begitu tulus. Setelahnya mereka mulai mengobrol ringan dengan sesekali bercanda entah akan berapa lama semua ini bertahan karena tuhan yang mengatur sekenario dengan apik hingga tak ada satupun yang tahu jalan kisah seseorang selanjutnya.
Tak terasa ternyata hari sudah semakin sore. Dengan segera Alysa berpamitan pada Eliza untuk pulang, mungkin setelah ini akan ada sahabatnya yang lain yang berjaga atau kadang Eliza kerap sendirian. Dan Eliza sudah terbiasa dengan itu, ia tak mengeluh karena ia tahu sahabatnya pasti memeiliki kesibukan dengan adanya sahabatnya saja di sisinya itu sudah lebih dari cukup untuknya.
“El udah sure nih gue balik dulu ya, tar maleman paling Jerry ke sini,” ucap Alysa sambil menghampiri Eliza.
“Ok siap, lo hati-hati ya,” ucap Eliza yang di balas dengan anggukan oleh Alysa setelahnya gadis itu segera keluar dari ruangan Eliza.
Baru saja berjalan beberapa langkah tapi sudah ada yang menahannya tangannya dan menariknya hingga kini ia berada dalam pelukan laki-laki yang begitu nyaman.
“Aku kangen banget sama kamu Lys,” ucap laki-laki. Suara yang begitu indah dan sangat Alysa kenali itu membuat Alysa menegang Ia bahkan hanya terdiam tak tahu harus melakukan apapun hingga tanpa terasa matanya sudah berkaca-kaca tapi sebisa mungkin Alysa menekannya kembali agar tidk keluar ia tidak boleh terlihat lemah di depan laki-laki itu.
“Lepas,” sentak Alysa namun laki-laki itu masih enggan untuk melepaskan pelukannya dari Alysa.
“Gue bilang lepas Rakha,” marah Alysa pada laki-laki yang tak lain adalah Rakha. Rakha masih enggan melepaskan pelukan Alysa tapi ia tetap melepaskannya dengan berat hati karena ia tak mau membuat gadis itu semakin marah.
“Lys aku mau bicara sama kamu,” ucap Rakha sambil memegang tangan Alysa tapi langsung di lepas oleh Alysa.
“Apa lagi Rakha? Gue kira semuanya sudah jelas kitra udah gak ada hubungan apa-apa lagi. Stop buat ngikutin gue Rakha,” kesal Alysa pada laki-laki itu.
“Aku masih sayang sama kamu Lys,” ucap Rakha masih memohon pada Alysa yang kini menatap semakin marah pada Rakha.
“Kalo lo masih sayang sama gue gak harusnya lo selingkuhin gue Rakha,” ucap Alysa dengan sedikit meninggikan suara. Setelah mengatakan itu Alysa segera pergi dari sana meninggalkan Rakha masih terdiam di tempatnya. Ia sadar ini memang salahnya karena mengkhianati kekasihnya itu.
Alysa segera pergi dari sana dengan sedikit berlari dengan air matanya yang sudah mengalir, hatinya masih sangat sakit saat mengingat laki-laki itu yang mengkhianatinya. Ia tahu hatinya masih meiik laki-laki itu tapi mengingat pengkhianatan Rakha hatinya sangat sakit.
Saat sampai di depan rumah sakit ternyata di sana sudah Jerry yang menjemputnya karena memang ia tak membawa mobil ke rumah sakit.
“Kita masuk mobil dulu ya, malu banyak yang liat,” ucap Jerry membuat Alysa tersdar lalau melepaskan pelukannya dan melihat sekitar ternyata banyak yang tengah menatapnya dengan segera Alysa kembaliu memeluk Jerry karena ai begitu malu. Jerry yang melihat itu hanya bisa terkekeh lalu menggiring Alysa untuk masuk kedalam mobilnya. Setelah memastikan jika Alysa aman dengan segera Jerry memutari mobil menuju kemudi.
Di tempa lain tanpa mereka ketahui ada yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan tangan yang mengepal menahan emosinya.
“Kamu Cuma punya aku Alysa, meskipun dengan cara yang licik sekalipun aku akan dapetin kamu kembali,” ucap orang itu yang tak lain adalah Rakha.
****
“Kamu kenapa?” tanya Jerry pada Alysa yang kini sudah mulai tenanag. Alysa sedari tadi di mobil hanya diam sambil menatap keluar jendela dengan tatapan sendunya.
“Rakha dateng nyamperin aku,” ucap Alysa menjelaskan kini tatapannya sudah bradu dengan Jerry yang juga tengah menatapnya karena lampu lalu lintas tengah berumah merah.
“Sampai kapan kamu mau terpuruk dengan masa lalu? Kamu harus bangkit Alysa,” ucap Jerry membuat Alysa mendengus mendengarnya.
“ Aku sedang berusaha Jer,” ucap Alysa.
“Andai kamu bisa berdamai dengan masa lalau kamu dan ngasil sedikit celah untuk aku,” ucap Jerry dengan lirih membuat Alysa merasa tidak enak dengan Jerry.
“Maaf,” hanya itu kata yang dapat Alysa katakan pada laki-laki yang sudah selalau ada untuknya itu. Rasa yang ia miliki sudah membeku dan hanya Rakha yang berada di sana, ia ingin lepas dari semua itu namun rasanya begitu sulit untuk ia lakukan. Usaha itulah yang kini sedang Alysa lakukan.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
*** @ALYSAEVELYAA_***
*** @ALVANDOJERRY_***
*** @ARETTAEMILJ_***
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_